
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Baik Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei maupun Li Jilan kini hanya bisa berharap Suami mereka bisa mendengarkan penjelasan meraka mengenai sosok yang bisa berubah wujud menjadi Suami mereka.
Meskipun hal itu memang sulit untuk diterima dengan akal sehat, karena mereka sendiri tidak bisa membedakan meskipun mereka sudah mencapai Pendekar Surgawi.
Dengan wajah murung Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan kembali ke kamar meskipun hati mereka sangat terluka atas sikap Suami mereka yang langsung berubah.
......................
Di tempat lain yang jauh dari Istana Kaisar, terlihat sosok yang sebelumnya kini telah berubah wujud menjadi sosok berpakaian Jenderal.
" Sial... Apa yang baru saja aku lakukan. Jika Kaisar Langit mengetahui hal ini maka aku akan dihukum." Jenderal menggerutu menyesali perbuatannya.
" Haaahh... Aku terlambat sedikit. Aku harus mencari pemilik Tubuh Abadi yang lain secepatnya. Agar Pemuda itu tidak bisa memiliki Tubuh Agung." ucap Jenderal.
" Hahahaha... Sepertinya Kerajaan Langit sangat Gelisah. Sayangnya aturan Langit seakan membuat kalian tidak berdaya." ucap sosok lain yang menggema di udara.
" Ashura? " Jenderal sangat kaget.
" Ternyata kamu mengenal suaraku. Harus aku katakan kepada Kalian, Dewa yang baru akan tercipta. Aku akan mengirim utusanku untuk menceritakan perbuatanmu kepada Keempat Istrinya, bahwa Jenderal terkuat dari Kerajaan Langitlah yang melakukannya."
" Tapi Sumpah Langit itu berlaku untuk Para Dewa dan Para Iblis. Siapa yang melakukan kekacauan di Dunia Manusia maka tubuh mereka akan hancur berkeping-keping. Jadi kamu tidak bisa membunuh Pemuda itu."
" Dan itu tidak melanggar aturan langit, karena aku tidak melakukan Perperangan di Dunia Manusia. Jadi aku bebas dari Hukuman Langit." suara menggema dari Dewa Ashura.
" Tunjukkan Wujudmu dan kita bertarung." Jenderal sangat marah.
" Apa kamu mau menantangku? Itu belum saatnya, karena Aku memiliki rencana yang lain." Ucap Dewa Ashura.
" Dasar licik." ucap Jenderal.
Setelah menunggu beberapa saat sudah dari Dewa Ashura tidak terdengar lagi membuat Sang Jenderal ketakutan.
' Aku harus kembali ke Istana Langit. Bagaimanapun caranya Dewa Agni dan Dewa Surgawi harus dibangkitkan kembali.' Jenderal membatin seketika menghilang.
......................
Di Istana Kekaisaran Awan :
" Gege... Ada apa denganmu?" Ling Xianzi memperhatikan Ryu seperti menyimpan Amarahnya.
" Ah... Tidak ada. Aku hanya sedikit capek." Ryu menyembunyikan hal yang sebenarnya, bahkan dia tidak meminta Para Jenderal untuk mengejar sosok tersebut.
Ryu berfikir jika hal itu diketahui oleh orang lain, maka sama saja menyebar aibnya sendiri atas perlakuan Keempat Istrinya tersebut.
__ADS_1
Dalam hati Ryu sendiri Ingin menghukum Keempat Istrinya, namun di sisi lain bagaimanapun juga Keempat Wanita tersebut adalah Istrinya dan biar dia sendiri yang mengetahui kejadian itu.
" Gege... Kalau kamu capek, aku bisa membantumu." Ling Xianzi yang sudah tidak sabar menarik tangan Ryu hingga jatuh ke Pelukannya.
" zi'er... Aku minta maaf, Aku tidak bisa melakukannya malam ini." Ryu yang masih menyimpan rasa dendam membuatnya tidak tenang.
" Gege... " Ling Xianzi memainkan jarinya untuk memancing Gairah Ryu.
Dengan bersusah payah Ling Xianzi membuat gerakan jari hingga memperlihatkan bagian tubuhnya yang sudah tanpa sehelai kain mengambil peran untuk menjelajahi tubuh Ryu dengan permainan lidahnya mulai dari leher hingga mencapai Tongkat Pusaka milik Ryu.
Secara perlahan amarah Ryu mulai memudar berkat kerja keras Ling Xianzi yang membangkitkan gairahnya yang membuat Tongkat Pusakanya mulai berdiri kokoh.
Melihat hal itu Ling Xianzi tidak menyiakan kesempatan langsung mengarahkan Goa Suci miliknya ke Tongkat tersebut.
Untuk kali ini Ling Xianzi sudah menyiapkan segalanya dengan meminum Ramuan untuk menambah staminanya sendiri karena ingin melihat Ryu mencapai batas kemampuannya.
Dengan permainan goyangan pinggul Ling Xianzi yang sudah liar kali ini Ryu juga terpancing hingga menyambut baik apa yang dilakukan Ling Xianzi.
Pada keesokan hari di dalam Kamar Li Jilan terlihat Keempat Wanita sedang bersedih karena mengalami penurunan Kultivasi yang kini kembali ke Pendekar Langit Tahap Awal.
" Apa yang terjadi? Kenapa Kultivasiku turun." Wang Mingjun terlihat murung.
" Aku juga." Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan juga terlihat murung.
" Haaahh... Kenapa kita bisa seperti ini. " Wang Mingjun semangatnya sudah pudar disamping mengalami penurunan Kultivasi, mereka juga dihadapkan dengan Ryu yang pasti sudah tidak peduli.
" Apa yang harus kita lakukan?" terlihat dari wajah Shu Meilu sangat sedih.
" Kita harus menjelaskan hal ini kepada Gege." Li Jilan memberi usul.
" An'an benar... Jika masalah penurunan Kultivasi, kita bisa meningkatkan Kultivasi lagi. Tapi jika Gege masih tidak percaya sama kita, itu hal yang sulit untukku." Shu Meilu menimpal.
" Baiklah... kita akan mencoba menjelaskan kepada Gege." Wang Mingjun membawa mereka keluar Kamar.
" Gege... Ada apa denganmu?" Xie Hua menatap ke arah Ryu yang tidak seperti biasanya.
" Tidak ada apa-apa." Ryu menyembunyikan perasaannya yang masih kacau.
" Gege... Ceritakan padaku jika kamu mengalami masalah. Siapa tau aku bisa membantumu." Xie Hua sangat yakin kalau Suaminya menyimpan masalah.
Mendengar ucapan tersebut Ryu hanya bisa diam memilih untuk disimpan dalam hati sendiri.
Tidak beberapa lama kini Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan muncul di dalam Kamar Utama.
" Gege... Apa kamu masih marah dengan kami?" Wang Mingjun langsung bersuara.
" Gege... Kejadian semalam tidak seperti yang Gege fikirkan." Li Jilan ikut bersuara.
" Dari awal sudah aku katakan, jika kalian memiliki Hati kepada orang lain maka lebih baik kalian katakan saja. Aku tidak memarahi kalian." Ryu teringat jelas Keempat Istrinya bersama Pria lain.
" Gege... Aku berani bersumpah. Dalam hatiku hanya ada Gege. Pria Itu bisa berubah wujud menyerupai Gege." Shu Meilu mencoba menjelaskan.
" Perubahan wujud?" Ryu mengerutkan keningnya.
" Benar Gege... Aku berani bersumpah jika aku berbohong." Ucap Qin Shuomei.
Disisi lain Xie Hua hanya menjadi pendengar mencoba mencerna apa yang mereka bahas, namun kini dia mulai sedikit faham tentang apa yang terjadi semalam.
Ryu yang mendengar ucapan tersebut kini menenangkan diri karena dia sendiri pernah mengalaminya saat Xin Chie berubah menjadi sosok lain tanpa dia sadari.
" jun'er, Lu'er Mei'er, An'er... Aku minta maaf karena telah berfikir macam-macam pada kalian." Ryu membaringkan Liu Guangxi lalu mendekati mereka.
" Terimakasih Gege.." mereka terlihat senang langsung memeluk Suaminya.
" Lain kali kalian harus hati-hati. Sepertinya ada yang terus mengawasi kita." Ryu berfikir bahwa ada yang ingin mengusik ketenangan mereka.
__ADS_1
" Baik Gege." ucap mereka.
" Gege... Ada satu lagi masalah, kami semua mengalami penurunan Kultivasi. Sekarang kembali ke Pendekar Langit Tahap Awal." Wang Mingjun melepaskan Armor miliknya diikuti yang lain.
Merasakan Kultivasi mereka semua turun, Ryu mengerutkan kening ." Kalian Pakai kembali Armor Pelangi itu Samarkan Kultivasi kalian di Pendekar Alam Tahap Awal." Ryu merasa ada musuh di dalam Istana.
" Mmmm." Mereka mengangguk mengikuti apa yang dikatakan oleh Suami mereka.
" Sekarang kalian boleh pergi. biar aku yang menyelidiki masalah ini." ucap Ryu.
" Baik Gege..." Mereka pergi dengan perasaan senang meskipun mereka mengalami penurunan Kultivasi.
Setelah mereka pergi, Ryu menjelaskan kejadian sebelumnya kepada Xie Hua lalu meminta kepada Jenderal untuk memperketat penjagaan.
Disamping itu juga Ryu berusaha keras untuk menyempurnakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura di Dunia Quzhu agar bisa melindungi Istana Kaisar dari Penyusup.
Di Ruangan lain, Ling Xianzi yang berpapasan dengan Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan kini senyum kemenangan merasa Tingkat Kultivasi mereka turun drastis diluar perkiraannya.
Sesampai di Kamar, Ling Xianzi langsung mengirim pesan jiwa melalui sebuah Giok kepada Kaisar Shin Hye Gang.
......................
Di kediaman Klan Ling, terlihat Ling Queqi sedang duduk termenung di teras rumah Baru tempat tinggal mereka berdua dengan Ryu.
" qi'er.. Apa kamu merindukan Yang Mulia Kaisar?" Ling Liddan melihat cucunya tersebut sering melamun.
" Kakek... Kenapa Gege masih belum kesini?" Ling Queqi menatap kedepan berharap agar Ryu datang menemuinya.
" qi'er... Bukankah itu permintaanmu sendiri? Yang namanya Kaisar tentu saja banyak pekerjaan dan sudah pasti tidak ada waktu untuk bersantai, apalagi tempat kita sangat jauh dari Istana Kaisar." ucap Ling Liddan.
" Kakek... Aku ingin menemuinya di Istana. Aku sangat merindukannya." Ling Queqi mengakui kesalahannya meminta syarat yang tidak masuk akal.
" Baiklah... Besok Pagi Aku akan mengantarmu. Mungkin akan membawa beberapa Anggota dari Sekte Kuil Bambu maupun Anggota Klan Ling." Ucap Ling Liddan.
" Baik Kakek." Ling Queqi terlihat senang.
......................
Di tempat lain pinggir Hutan. terlihat ada 2 Sosok Pria dan Dua Sosok Wanita sedang berjalan menuju Istana Kekaisaran Awan.
" Tidak menyangka Tuan sekarang sudah menjadi Kaisar di Kekaisaran Awan ini." ucap Chaizu.
" Aku tidak sabar ingin memberikan Hadiah kepada Tuan. Pasti dia senang dengan Air Embun Surgawi ini." Zi Mayi terlihat senang.
" Sayangnya kita tidak bisa membawa semua. Jika Tuan tau, Pasti dengan Teknik yang dia miliki akan membawa Danau Air Embun Surgawi itu." ucap Chaizu.
" Sayang... Apa Tuan kalian lebih tampan darimu? " tanya jiejia.
" Aku memang sangat Tampan, tapi aku mengakui bahwa Tuanku lebih Tampan lagi. Aku harap kamu tidak menyukainya." Chaizu menoleh ke arah jiejia.
" Sayang... Bagiku kamu sangat sempurna. Lagi pula jika dia Tuanmu, itu artinya dia juga Tuanku." ucap jiejia.
" Aku percaya padamu." ucap Chaizu.
" Sayang... Kenapa selama ini kita selalu berburu Hewan Roh saja. Bukankah di Dunia kalian sebelumnya kalian disebut sebagai Siluman yang artinya sama dengan kami termasuk Hewan Roh. Harusnya kita berburu Manusia." Tanya jiejia.
" Itu benar... Tapi kami memilih jalan untuk menjadi Manusia. Jika kami banyak menyerap Energi Manusia, maka kami akan kembali menjadi Hewan Roh atau Siluman. Itulah kenapa kami memilih menyerap Inti Roh dari hewan roh saja." Chaizu menerangkan.
" jiejia... Kamu masih memiliki sifat Hewan Roh, jadi mulai sekarang kamu jangan lagi menyerap Energi Manusia." Zi Mifeng mengingatkan.
" Tidak masalah... Demi Gege Chaizu aku akan melakukannya." jiejia terlihat senang sambil memegang tangan Chaizu.
" Haaahh... tidak menyangka Ratu Laba-laba bisa jatuh cinta pada Harimau yang masih Beranjak Remaja." Zi Mayi menggelengkan kepala.
" Aku memang memiliki darah lain yang mungkin disamakan dengan Hewan Ilahi yang ada di Dunia Abadi ini. Itulah kelebihanku." Chaizu dengan bangga.
__ADS_1