SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KERAJAAN PASIR PUTIH


__ADS_3

Setelah selesai makan, Liem Ao Ai meninggalkan kamar tersebut dimana Ryu sendiri berniat untuk meninggalkan Penginapan Giok Bulan untuk melanjutkan perjalanan ke Kerajaan Pasir Putih.


Sebelum meninggalkan Penginapan, Ryu menitip pesan kepada Liem Ao Ai agar Prajurit kota Chang'an akan menyusul ke Kerajaan Pasir Putih dua hari lagi.


Satu hal yang tidak Ryu lupa, dimana dia membeli semua arak yang ada di Penginapan Giok Bulan tersebut karena ingin melatih diri untuk minum arak.


*****


( Istana Kerajaan Pasir Putih )


" Gege... Jadi ini Kerjaan Pasir Putih itu? Sungguh keterlaluan, biar tanganku sendiri yang membunuh kedua Putri Kerajaan itu." Sheng Zhishu sangat geram karena Ryu sudah menceritakan kepada mereka bahwa kedua Putri Kerajaan Pasir Putih mengaku sebagai Istri Suami mereka.


" Mmm." Ryu mengangguk sambil menatap ke arah Pintu Gerbang Istana kerajaan yang tidak jauh dari mereka.


" Sudah... Tanganku sudah gatal ingin menghancurkan Kerajaan ini." ucap Xin Chie.


" Kita jangan bertindak gegabah. Meskipun dari informasi mereka hanya memiliki tiga orang yang mencapai Pendekar Langit, tapi kita tidak tau apakah mereka menyimpan monster tua di Kerajaan ini." Ryu mengingatkan kepada Istrinya.


" Agar Suami kita terbebas dari Adat dan kutukan langit, biarkan aku yang membunuh Raja mereka. Dengan begitu, Suami kita aman." ucap Nan Sian.


" Masuk akal... Biar aku sendiri yang menghadapi Leluhur mereka. Aku dengar dia sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, jadi itu bukan hal yang sulit." ucap Ryu.


" Gege... Kami juga butuh Aura Pembunuh untuk dijadikan Aura Dewi Emas Suci yang baru saja kami ciptakan. Aku tidak ingin Gege mengganggu kesenangan kami." ucap Yinshi.


" Apa? jadi kalian sudah memiliki teknik baru?" Ryu mengerutkan kening sambil menatap ke Istrinya tersebut secara bergantian.


" Ini semua berkat bantuan dari energi 'Yang' Matahari dari Gege. Jadi kami telah berhasil menggabungkan Aura Dewa, Aura Naga Langit dan Aura Pendekar Surgawi yang kami miliki." Huli Yue menjelaskan kepada Ryu.


" Haaahh... Sepertinya aku hanya sebagai penonton." Ryu menghela nafas panjang.


" Apa yang kita tunggu lagi? Tanganku sudah gatal." Yuwang langsung berubah wujud menjadi Phoenix Petir terbang ke arah Pintu Gerbang Istana kerajaan.


" Aku juga ingin mencoba Jarum giok ini." Bing Ruyue mengeluarkan Jarum giok hingga terbang ke udara mengelilingi tubuhnya seakan punya nyawa sendiri.


Satu-persatu mereka langsung menerobos masuk ke dalam Pintu Gerbang dimana sudah dihancurkan oleh Yuwang, sedangkan Ryu sendiri masih di belakang sambil memeriksa keadaan sekitar untuk memastikan keamanan Istrinya.


" Bboooom." Pintu Gerbang Istana kerajaan langsung hancur berkeping-keping.


" Ada serangan!" Seru salah satu Prajurit sambil membunyikan lonceng darurat.


Mendengar lonceng darurat tersebut, Para Jenderal dan Prajurit langsung berkumpul di halaman depan Istana sambil menatap ke arah 21 sosok wanita yang sudah banyak membuat kerusakan.


" Prajurit... Cepat laporkan kejadian ini kepada Yang Mulia Raja!" Perintah salah satu Jenderal.


" Baik Jenderal." Seorang Prajurit memberi hormat dengan buru-buru masuk ke dalam Istana.


" Serang mereka semua! " Perintah salah satu Jenderal.


" Siap Jenderal!" Sahut semua Prajurit langsung berlari ke arah 21 wanita tersebut.

__ADS_1


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


Dentuman demi dentuman menyebar ke berbagai arah membuat para prajurit yang mendekati areal serangan menjadi kabut darah.


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


Beberapa Prajurit yang terkena imbas dari efek serangan tersebut membuat mereka merasa sakit yang luar biasa.


" Jenderal... Siapa kelompok wanita ini? Kenapa kekuatan mereka sangat mengerikan." Salah satu Jenderal bertanya kepada rekannya saat memperhatikan jalannya pertarungan dimana terlihat seperti sebuah pembantaian sepihak.


" Aku juga tidak tau. Apakah ini ada hubungannya dengan Organisasi Kapak Dosa? " ucap Jenderal lain.


" Mungkin saja, karena akhir-akhir ini anggota organisasi Kapak Dosa masih belum muncul. Apakah mereka semua sudah mati?" Ucap Jenderal yang lain.


" Jika itu memang terjadi, kita semua harus menanggung resiko dari kebijakan Yang Mulia Raja." Salah satu Jenderal merasa tidak yakin bisa mengalahkan salah satu dari 21 wanita tersebut.


" Aku tidak percaya dengan apa yang terjadi. Sepertinya kelompok wanita itu sangat menikmati pertarungan mereka." Salah satu Jenderal langsung menuju areal pertarungan.


" Kita tidak bisa membiarkan mereka bertindak lebih jauh. Kita harus melawan mereka dengan kekuatan penuh." ucap Jenderal yang lain.


" Mmm." Yang lain mengangguk lalu menuju areal pertarungan.


" Berhenti!!! " Sosok Pria yang baru saja keluar dari Istana dengan pakaian kebesarannya.


Namun perintah tersebut diabaikan oleh Istri Ryu yang terus melancarkan serangan mereka seakan saling berebut hasil buruan.


" Apa yang kalian inginkan? mengapa kalian menyerang Kerajaanku?" Kim Yushe terlihat panik karena perintahnya diacuhkan.


" Kalian telah berani mengusik ketenangan Kekaisaran Awan, maka bersiaplah untuk menerima kehancuran." Yuwang yang sudah kembali ke wujud Manusia setelah menghancurkan Pintu Gerbang Istana kerajaan.


" Gluug." Kim Yushe memperhatikan 21 wanita tersebut yang terlihat sangat cantik, namun begitu mengerikan seakan menikmati pertarungan mereka.


Dari tempat yang cukup jauh, Kim Yushe berpikir keras untuk menyelesaikan masalah tersebut karena pertarungan tersebut berat sebelah meskipun kalah dalam jumlah.


" Untuk apa kalian membela Kekaisaran Awan yang begitu tega memberikan perintah kepada seorang wanita. Lebih baik kalian berada di pihakku, aku akan memberikan hadiah apapun yang kalian inginkan. Tidak hanya itu saja, aku akan menjadikan kalian sebagai Istriku." Kim Yushe bersuara lantang sangat yakin bahwa mereka akan setuju karena dirinya adalah Raja yang tentu memiliki pengaruh besar.


" Kami sama sekali tidak tertarik. Lagi pula kami akan menguras semua hartamu setelah menghancurkan kerajaanmu." Huli Yue bersuara lantang sambil melakukan serangan kepada lawan di depannya.

__ADS_1


" Tidak ada cara lain. Para wanita ini sangat berbahaya. aku harus menggunakannya." Kim Yushe bergumam sambil mengambil sebuah botol kecil di tangannya yang berisi Racun kelinci merah.


Secara diam-diam Kim Yushe mulai mendekati arah pertarungan hingga beberapa saat dia mengibaskan tangannya.


" Kraaack." Sebuah bayangan hitam berdiri di depan Kim Yushe langsung mematahkan tangannya.


" Aaarrrggghhhh." Kim Yushe berteriak kesakitan saat tangan kanannya patah hingga botol kecil yang ada di tangannya terlepas.


" Yang Mulia Raja." Semua pasukan kerajaan menoleh ke arah sumber suara dimana terlihat Ryu sedang berdiri di depan Kim Yushe yang sudah tersungkur.


Melihat semua prajurit sedang lengah, Sheng Zhishu dan yang lain menggunakan kesempatan tersebut untuk membunuh lawan yang ada di depan mereka.


" Sial." Semua Jenderal berkeringat dingin tersadar akan kecerobohan mereka yang memberi peluang dari pihak lawan untuk membunuh Prajurit mereka.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu menjatuhkan Hujan Petir yang membuat beberapa prajurit langsung sekarat.


" Wuush." Ryu melepaskan Aura Dewa Agung yang membuat semua prajurit yang mendekatinya tidak mampu bergerak.


" Aura macam apa ini?" Salah satu Jenderal berkeringat dingin karena efek Aura Dewa Agung membuat gerakannya melambat.


" Gege... Kamu mengurangi jatah kami." Wang Mingjun sedikit kesal karena Ryu membantu mereka.


" Maaf. Aku hanya memberi pelajaran kepada Raja semut ini, karena dia ingin menggunakan racun kelinci merah untuk kalian." Ryu menoleh ke arah Kim Yushe sambil berjalan dengan santai menikmati jalannya pertarungan semua Isterinya.


" Kalau begitu Gege nonton saja!" Qin Shuomei langsung berubah wujud menjadi seekor Harimau putih.


" Ggooooaaarr." Harimau putih mengaum keras membuat semua prajurit yang berada di depannya melayang ke udara terpental puluhan meter.


" Mei'mei... Kau curang." Sheng Zhishu berubah wujud menjadi seekor Kirrin Api yang juga ikut mengaum membuat semua Prajurit yang ada di depannya terlempar ke udara.


" Ciihhhh... Ini tidak adil." Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yuwang, Qin Shuomei dan Li Jilan juga berubah wujud membuat para prajurit semakin ketakutan sudah kehilangan semangat untuk bertarung.


Melihat hal itu, Yunjiang, Xie Hua, Ting Ye dan Wang Mingjun melepaskan teknik terbaik mereka hingga hawa di wilayah pertarungan menjadi panas dingin akibat gabungan elemen Api, Es, Kegelapan dan Angin menyebar ke berbagai arah.


Tidak mau kalah dengan yang lain, Jiang Caiping mengeluarkan Pedang kembar miliknya langsung melompat ke arah kumpulan Prajurit seakan menari bersama kedua pedang di tangannya membuat gerakan yang indah namun setiap terbasannya mampu membelah tubuh prajurit tersebut.


Melihat hal itu, Ling Queqi juga mengeluarkan Tameng Kura-kura Surgawi menciptakan Gelombang Air seakan melahap apapun yang dilewatinya membuat para prajurit berlian ke berbagai arah karena hal itu sudah diluar kemampuan mereka.


Bing Ruyue yang awalnya masih belum menggunakan Jarum Giok dimana masih mengelilingi tubuhnya, kini bergerak liar dengan kecepatan tinggi menembus tubuh para prajurit yang ada di depannya.


" Jleeep... Jleeep... Jleeep... " Jarum Giok menembus tubuh prajurit tersebut hingga berganti ke prajurit yang lain.


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."

__ADS_1


" Aaarrrggghhhh."


Puluhan prajurit berteriak kesakitan saat Jarum giok tersebut menusuk jantung mereka hingga membeku menjadi patung manusia.


__ADS_2