
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Di dalam Kamar Istana Kaisar Zou:
" Tuan Putri... Jangan dulu keluar! Diluar sangat kacau, Manusia Rawa sedang menyerang." ucap salah satu Pelayan yang terlihat buru-buru.
" Apa? " Tiga sosok calon Pengantin Sontak kaget.
" Benar Tuan Putri... Bahkan semua Prajurit Istana telah dikerahkan. Tidak hanya itu, Yang Mulia Kaisar, Putra Mahkota, Putra Kedua, dan yang lain juga ikut membantu." ucap pelayan.
" Ini Gawat... Aku harus ikut membantu." ucap Qin Shuomei.
" Tunggu! Aku yakin pasti ada orang yang mengendalikan Manusia Rawa itu. Sepertinya dia memang sengaja melakukan hal ini pada hari Pernikahan kita." Wang Mingjun menghentikan langkah Qin Shuomei.
" Syukurlah... Aku harap mereka semua mati. Apa Kalian menyesalinya Jika Suami kalian Mati?" Shu Meilu mengeluarkan Pedang mengarahkan kepada Qin Shuomei.
" Aku setuju! Aku tidak ingin menjadi Budak kekejaman mereka." Wang Mingjun mengarah Pedang kepada Pelayan.
" Gluug." Qin Shuomei dan Pelayan menelan ludah.
" Jadi... Kalian menikah hanya terpaksa? " Qin Shuomei dengan tubuh gemetar.
" Tuan Putri... Hamba hanya seorang Pelayan. Tugas Hamba hanya melayani Istana, tidak lebih." Pelayanan dengan gemetar.
" Kau?" Wang Mingjun mengarahkan Pedang ke leher Qin Shuomei.
" Aku hanya terpaksa melakukan ini sebagai tanda bakti kepada Klan Qin." Qin Shuomei berkeringat dingin.
" Bagus... Kita tunggu saja sampai aman. Kalah atau menang itu urusan mereka. Semua tidak menguntungkan bagiku." Shu Meilu menarik kembali Pedangnya lalu duduk di kursi.
" Jika kalian berdua keluar itu artinya kalian harus mati." Wang Mingjun menarik kembali Pedangnya lalu duduk di kursi
" Pelayan, Tutup Pintu! " Qin Shuomei tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan Wang Mingjun dan Shu Meilu.
...****************...
Di Luar Istana Kaisar :
Setelah memakan waktu yang lama, kini hanya Kaisar Zou yang masih bertahan dan Manusia Rawa juga telah berhasil dikalahkan tanpa ada yang tersisa.
Sedangkan untuk Keluarga Kaisar Zou lima Klan yang mendukung serta para Undangan yang lain tidak ada satu pun yang tersisa yang kini hanya terlihat lautan Mayat menyebar di seluruh Halaman Istana.
" Siapa yang mengirim Manusia Rawa ini?" Li Zou terlihat murung karena seluruh Keturunannya juga telah mati bahkan dia sendiri hampir Mati jika tidak ada Keempat Jenderalnya yang membantu.
Tidak hanya sampai disitu saja, Seluruh Jenderal, Pengawal, Prajurit dan Pengikutnya yang lain juga tidak luput dari sasaran.
" Wuush." Ryu berdiri di hadapan Kaisar Zou yang terlihat murung dengan tatapan dingin.
" Siapa kamu?" Kaisar Zou kaget dengan kedatangan Ryu yang tiba-tiba.
" Aku? Aku hanya mengambil bagianku yang telah kalian rampas Jutaan Tahun yang lalu." Ryu berjalan mendekati Kaisar Zou.
" Apa kamu tau Klan Liu? " Ryu menoleh ke arah Kaisar Zou.
__ADS_1
" Klan Liu? Kau...." Kaisar Zou menunjuk ke arah Ryu seakan tidak percaya.
" Ya... Aku adalah Liu Ryu akan menuntut balas atas nama Leluhurku." Ryu mengeluarkan Pedangnya.
" Wuush" Keenam Sosok sepuh muncul di depan Kaisar Zou sambil menatap Ryu penuh amarah.
" Leluhur..." Kaisar Zou berlutut di depan mereka.
" Li Sobay, Heng Zheng, Ji Guolang, Huo Banlian, Wu Chuying, Shang Jihau, apa kalian masih mengingatku " Li Chun muncul di samping Ryu.
" Leluhur Li Chun " Keenam Leluhur dari Enam Klan sontak kaget.
" Leluhur Chun, Apa kamu tahu pemuda itu telah menghantarkan Klan kita dan lima Klan Pendukung." Li Sobay merasa heran karena Dewa Li Chun berada di pihak Ryu.
" Aku tau itu dan aku mendukungnya. Karena Pemuda ini adalah keturunan Klan Liu, dan itu artinya dia Pewaris yang sah." ucap Li Chun.
" Apa?" Keenam sosok tersebut kaget lalu mengukur tingkat Kultivasi Li Chun.
' Pendekar Langit Tahap Awal? Sepertinya Dewa Li Chun baru saja bangun dari tidur panjangnya. Itu lebih mudah untuk membunuhnya yang kedua kali.' Li Sobay mengirim pesan jiwa kepada leluhur yang lain.
' Kamu benar... Meskipun Kultivasi kita Sama, tapi kita menang Jumlah.' Heng Zheng membalas pesan jiwa.
' Untuk Pemuda itu hanya Pendekar Alam Tahap Awal, kita akan menyiksanya sampai mati.' ucap Huo Banlian.
" Gege... " Ting Ye tiba-tiba muncul bersama Para Tawanan.
" Dewa Li Chun, Leluhur Sobay " Li Shang muncul dari dalam Istana bersama belasan anggota Klan Li.
" Dewa Li Chun." Wang Cun bersama belasan anggota Klan Wang memberi hormat.
" Dewa Li Chun." Shu Miyo bersama belasan anggota Klan Shu memberi Hormat.
" Dewa Li Chun." Qin Jian memberi hormat bersama belasan anggota Klan Qin.
" Haaaiiisss... Ini bukan waktu yang tepat untuk reuni, lagi pula aku bukan lagi Dewa tapi sudah menjadi bawahan dari Pemuda ini." Li Chun terlihat Kesal sambil menunjuk ke arah Ryu.
" Bagaimana bisa?" Semua pasang mata menatap ke arah Pemuda di samping Li Chun.
" Maaf Tuan Muda... Aku belum Sempat memperkenalkan diri. Aku Jiang Dengtong." Jiang Dengtong menundukkan kepala.
" Assosiasi Matahari Timur? " Ryu mengerutkan kening mengingat kembali kedua Sosok tersebut yang berada di Penginapan Giok Bulan.
Melihat kedatangan kedua Sosok tersebut Enam Leluhur Klan lain langsung memasang wajah masam.
" Maaf Senior... Apa maksud kedatangan kalian disini? " Li Sobay merendah diri meskipun dia adalah Leluhur Klan Li, tapi dari tingkat Kultivasi kedua Sosok tersebut lebih jauh di atas mereka.
" Kami hanya melayani bagian dari Assosiasi Matahari Timur termasuk Pemuda ini. " Jiang Dengtong menatap ke arah Enam Leluhur.
" Terimakasih atas kedatangan kalian Senior." Ryu merasa senang karena triknya melebihi perkiraannya berkat Penginapan Giok Bulan.
" Gege... " Ting Ye berlari kecil memberikan Pedang Warisan Klan Liu kepada Ryu.
" Terimakasih Ye'er." Ryu mengambil Pedang tersebut lalu berjalan kedepan.
" Aku Liu Ryu akan mengambil kembali Kekaisaran Awan sebagai pemilik yang sah." Ryu mengangkat Pedang tersebut lalu mengeluarkan Spiritualnya mengendalikan Pedang Biru membuatnya melayang di udara.
" Klan Liu? Bukankah itu sudah Punah?" Gumam yang hadir di tempat itu.
" Kau Harus Mati hari ini juga! " Ryu menatap tajam ke arah Kaisar Zou.
" Anak Muda... kamu terlalu Lancang. " Li Sobay ingin membunuh Ryu, namun tidak berani melakukannya Karena dibawah Perlindungan Assosiasi Matahari Timur.
" Tuan Muda... jangan bertindak gegabah. Mereka sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal. Jika kamu melangkah duluan, kami juga tidak bisa membantu karena kami terikat aturan." Jiang Dengtong mengingatkan Ryu.
" Hahahaha.... Klan Liu? Kamu bermimpi bisa mengambil Kekaisaran Awan ini." Kaisar Zou tertawa lepas penuh amarah.
" Begini saja, aku akan menantang mu satu lawan satu. " Ryu berjalan perlahan " Tapi ada Syarat. Keenam Leluhur kalian harus menjalani Sumpah Langit tidak harus pergi dari wilayah Kekaisaran Awan." Ryu menoleh ke arah Enam Leluhur. " Apa kalian Takut?" Ryu senyum licik.
" Sumpah Langit? " Keenam leluhur Sontak kaget.
" Ya... Jika aku yang mati, maka Assosiasi Matahari Timur tidak akan membalasnya. Tapi jika Kaisar Zou yang mati, maka kalian tidak boleh membalas dendam dan harus meninggalkan wilayah kekaisaran Awan." Ryu memberi Isyarat kepada Jiang Dengtong dan yang lain.
" Leluhur Percayalah, aku akan lebih mudah mengalahkan Pemuda itu yang masih Pendekar Alam Tahap Awal. Yang kita khawatirkan adalah kedua Sosok dari Assosiasi Matahari Timur." Kaisar Zou menganggap Ryu terlalu percaya diri dan bodoh bahkan jika dia berada di Pendekar Bumi Tahap Awal sekalipun tidak akan mampu melawan.
__ADS_1
" Baiklah... Aku ikuti Sumpah Langit." Li Sobay berfikir akan lebih mudah jika mereka harus bertarung melawan Pelayan Assosiasi Matahari Timur.
" Aku setuju." Heng Zheng senyum lebar.
" Aku juga"
" Aku juga"
" Aku juga "
" Aku juga"
Ji Guolang, Hui Banlian, Wu Chuying, Shang Jihau sengaja terlebih dulu membuat sumpah Langit agar Pengawal Assosiasi Matahari Timur cepat mengangkat Sumpah Langit juga.
" Tuan Muda... Apa kamu yakin?" Jiang Dengtong merasa ragu atas keputusan yang dibuat Ryu.
" Senior... Percayalah padaku." Ryu meyakinkan mereka.
" Baiklah... Aku akan mengikrarkan Sumpah Langit." Jiang Dengtong menutup mata lalu meneteskan darah lalu di lemparkan ke udara yang juga diikuti oleh rekannya.
Dalam hati Jiang Dengtong berharap agar Ryu memenangkan Pertarungan agar cucunya bisa diselamatkan.
Dalam hati Semua Anggota Klan Wang, Klan Shu, dan Klan Qin yang tersisa sangat menyayangkan keputusan tersebut yang sudah jelas mereka sudah berada di pihak yang menang.
Begitupun Klan Li yang menentang keras Kekaisaran Awan yang dipimpin oleh Kaisar Zou kini memasang wajah masam meskipun Li Chun ada di pihak mereka, tapi dengan Keenam Leluhur tersebut pasti mereka akan mendapatkan hukuman mati.
" Gege... Hati-hati." Ting Ye merasa khawatir, meskipun dia tau Ryu sangat kuat.
Setelah Keenam Leluhur sudah mengikrarkan Sumpah, Ryu langsung berjalan mengibaskan tangannya membawa Lautan Mayat tersebut ke Dunia Quzhu.
" Apa? " Semua terkejut melihat apa yang telah dilakukan Ryu.
' Paling tidak, ini akan membuat Kaisar Zou tidak fokus.' Ryu berfikir dari pada Mayat itu terbuang percuma lebih baik dipungut terlebih dulu sebelum hancur akibat pertarungan nantinya.
" Apa yang dilakukan Pemuda itu? Lalu kemana Mayat Mereka? " Kaisar Zou merasa geram Karena Mayat Anaknya tidak luput dari sasaran Ryu.
Setelah semua Mayat sudah hilang tanpa sisa, Kaisar Zou langsung menyerang Ryu karena tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Ryu terhadap Anaknya.
Ryu yang merasakan serangan tersebut langsung menghindar lalu menciptakan bola Petir Hitam di tangannya menyerang balik ke arah Kaisar Zou.
" Bboooom" Kaisar Zou terpental Puluhan meter membuatnya batuk darah.
" Aaarrrggghhhh" Kaisar Zou geram kembali menyerang Ryu dengan kekuatan penuh.
" Tap.." Ryu memegang kedua tangannya lalu melemparnya ke arah tembok Istana.
' Pemuda ini... Pantas saja dia begitu yakin bisa melawan Kaisar Zou, bahkan aku sendiri hampir tidak melihat gerakannya dengan jelas' batin Jiang Dengtong.
" Uhuuk" Kaisar Zou memuntahkan Darah segar lalu bangkit kembali.
" Kau tau Perbedaan kita? Aku sudah menjalani Ribuan Pertarungan." Ryu bergerak cepat memukul bagian Dada Kaisar Zou.
" Bboooom" Kaisar Zou terpental ke arah Enam Leluhur berada.
" Zou'er..." Li Sobay terlihat khawatir. Ingin membantu, tapi akan memperburuk keadaan.
" Siapa sebenarnya Pemuda itu? Bahkan Kaisar Zou yang sudah berada di Pendekar Bumi Tahap Menengah seakan jadi bahan mainan.
' Kejutan' Ryu senyum licik lalu menutup mata terbang ke udara.
' MALAPETAKA '
Ryu melempar tiga Bola Petir seukuran kepalan, namun banyak mengandung Qi bahkan daya ledaknya lebih kuat dari Bola Petir Hitam yang berukuran besar pernah dia ciptakan.
" Awas "
" Hati-hati"
Keenam Leluhur yang berada di dekat Kaisar Zou mencoba untuk menghindar, namun sayangnya kalah cepat hingga mereka menciptakan sebuah pelindung seadanya.
" Bboooom" Ledakan dahsyat membuat Kawah Besar bahkan Bagian dari Istana juga terkena Imbasnya.
' Mengerikan ' Jiang Dengtong yang berada di kejauhan juga terkena dampak meskipun hanya sedikit.
__ADS_1