SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Kemarahan Sang Dewa Agung


__ADS_3

Ryu yang Kini amarahnya telah memuncak dengan mata mulai memerah darah melepaskan Aura Dewa Agung dengan sempurna seraya melancarkan elemen Petir Hitam ke berbagai arah menerjang ke arah Keenam Sosok Pria Sepuh Berambut Putih panjang.


Seketika semua pihak lawan yang dia lewati langsung menjadi kabut darah, bahkan beberapa sosok yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah langsung muntah darah.


" Aaarrrggghhhh." Ryu meraung keras yang awalnya bermata merah dengan sekejap berwarna Putih.


Ryu yang kehilangan kesadaran melompat ke arah keenam leluhur Kekaisaran Naga Hitam sambil mengarahkan kedua tangannya membuat energi dari keenam leluhur tersedot hingga melemah tidak berdaya dengan tubuh keriput kulit membalut tulang.


Tidak sampai disitu, semua Prajurit Istana seakan ditarik paksa menuju ke arah Ryu dengan kekuatan angin kencang diikuti Petir Hitam dan Api Hitam.


Teriakan dan jeritan dari semua Prajurit Istana yang berusaha untuk melepaskan diri dari tarikan tersebut, namun tidak berarti apa-apa.


" Mundur!!!" Jiu Tou She yang mendapatkan firasat buruk dengan tubuh raksasa mereka melompat mengambil Sheng Zhishu dan yang lain untuk menjauhi tempat tersebut.


Begitupun dengan Tou Shuijing, dengan tubuh raksasanya melompat ke arah Pasukan Semesta dan anggota Sekte Tirai Air lalu menciptakan sebuah pelindung mengelilingi mereka untuk menjauhi wilayah pertarungan.


Hewan kontrak yang lain juga dengan sigap untuk membantu Tou Shuijing menyelamatkan kelompok mereka.


Cuaca yang awalnya terlihat cerah, kini langsung berubah menjadi gelap diikuti terpaan angin kencang. sambaran Petir Hitam yang begitu liar dan kobaran api membakar semua yang ada di tempat itu.


Kengerian dari Ryu terus berlanjut hingga mengarahkan kedua tangannya membuat tubuh Sang Kaisar, Kelima Raja, Putra Mahkota dan Para Pangeran Kekaisaran dan Kerajaan pun seakan ditarik paksa oleh kekuatan besar hingga secara perlahan tubuh mereka langsung mengering lemah tidak berdaya.


Sosok Putri Kaisar Dong yang baru saja datang berusaha untuk menghentikan ulah dari Ryu juga kena imbas. Paras Cantik Putri Kaisar memiliki kulit putih mulus dengan seketika menjadi kering keriput dengan tubuh lemah.


" Tuan Muda Ryu."


" Ryu'er."


" Dewa Agung."


" Tuan."


Teriakan demi teriakan dari Sepuluh Hewan Kontrak, anggota Pasukan Semesta dan semua anggota Sekte Tirai Air berusaha untuk menyadarkan Ryu dari kejauhan.

__ADS_1


" Gege." Teriak 23 Istrinya yang merasakan kemarahan dari Suami mereka.


Ryu yang mendengar suara samar-samar tersebut kini menatap ke arah 23 Istrinya yang sedang berlari menuju ke arah Ryu.


Setelah melihat 23 Wanita tersebut secara perlahan kemarahan Ryu mulai membaik, dimana mata Ryu yang awalnya berwarna putih secara perlahan kembali seperti semula


Ryu yang mulai sadar kini tertunduk lesu mengingat kembali apa yang telah dilakukannya.


" Istriku... Maafkan Aku." Ucap Ryu menatap ke arah 23 Istrinya yang tengah berada di depan.


" Gege... Kamu tidak salah. Justru Gege telah melakukan hal yang tepat." Ucap Sheng Zhishu merasa senang karena Ryu sudah membaik.


" Gege... Terimakasih telah menyelamatkan kami." Xie Hua yang menyadari kemarahan Suami mereka, karena mereka dalam keadaan terpojok.


Setelah merasa baikan Ryu mulai bangkit kemudian menatap di sekelilingnya lalu melesat ke arah enam Naga Hitam yang baru dikeluarkan oleh keenam leluhur Kekaisaran Naga Hitam.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr."


Sambaran Petir Hitam mengenai keenam Naga tersebut membuat mereka langsung terjatuh.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir langsung melompat ke arah keenam Naga Hitam tersebut memotong leher mereka satu-persatu lalu memasukkan ke Dunia Quzhu.


Keenam leluhur yang kini tidak berdaya hanya menatap ngeri ke arah Ryu dengan tatapan ngeri. Bagaimana mungkin sosok Pemuda itu berhasil membunuh Hewan Kontrak mereka dengan mudah.


" Aku tidak Ingin lebih cepat membunuh kalian. Karena aku ingin kalian menyaksikan semua keturunan kalian mati dengan tanganku sendiri. " Ucap Ryu seraya menatap keenam leluhur dengan tajam.


" Kamu terlalu kejam Anak Muda. Iblis telah menguasai hatimu." Ucap salah satu leluhur yang kini terlihat kurus kering.


" Berhati Iblis? Apa Kalian tidak menyaksikan bagaimana kejamnya keturunan kalian? Aku rasa kalian adalah orang tua yang gagal mendidik anak cucu kalian." Ucap Ryu dengan nada dingin.


Mendengar ucapan dari Ryu, keenam leluhur saling berpandangan. Sebuah tamparan keras dari ucapan yang dilontarkan oleh Ryu membuat mereka tertunduk malu.


Setelah merasa aman kini sepuluh Hewan Kontrak, anggota Pasukan Semesta dan anggota Sekte Tirai Air mulai berdatangan ke arah Ryu dan 23 Istrinya.

__ADS_1


Saat yang bersamaan, kini Penasehat Cuang, ketiga Jenderal beserta Pasukannya dan Para Jenderal Kerajaan beserta Para Prajurit dari Tiga Kerajaan kini mulai mendekati rombongan Ryu yang masih heran karena adanya fenomena alam yang ekstrim sebelumnya.


Kedua belah pihak pun saling waspada, namun setelah mendengar perkataan dari Penasehat Cuang dan Ryu akhirnya mereka faham dan menurunkan senjata mereka masing-masing.


Para Pasukan dari Arah Gerbang Timur bergindik ngeri saat menyaksikan lautan mayat yang bahkan dari beberapa mayat telah mengering tepat di depan mata mereka apalagi dengan melihat adanya mayat Para Naga Hitam.


" Jiu, Shuijing... Apa kalian membutuhkan mayat Naga Hitam Ini?" Ryu menoleh ke arah Tou Shuijing dan Jiu Tou She.


" Jika berkenan aku akan mengambilnya Tuan Muda." Jiu Tou She menundukkan kepala diikuti Tou Shuijing.


" Ambil dan Simpan dalam Cincin Ruang milik kalian." Ryu memberi isyarat kepada kedua Hewan Kontrak tersebut.


Jiu Tou She dan Tou Shuijing yang faham situasi sekarang mengibas tangannya dan menyimpan seluruh mayat Naga Hitam tersebut menuju Pulau kecil di Dunia Quzhu.


" Guang Cheng... Bawa keenam orang tua itu. " Ryu menoleh ke arah Guang Cheng sambil menunjuk ke arah enam leluhur tersebut.


Saat mereka hendak masuk ke dalam Istana, Ketiga Raja beserta Putra Mahkota dan Putri kerajaan masing-masing datang dengan menggunakan Kereta Kuda.


" Salam Penasehat Cuang, Jenderal Chang Lan, Jenderal Fang Dao, Jenderal Junda. " Ketiga Raja memberi lalu melirik ke arah Ryu.


" Ah... Aku hampir lupa, Dia adalah Pemuda yang aku ceritakan kepada kalian melalui tiga Jenderal yang aku kirim." Penasehat Cuang memahami tatapan dari ketiga Raja tersebut.


" Salam Tuan Muda... Aku Que Quan, dari Kerajaan Que " ucap Raja Que Quan.


" Salam Tuan Muda... Aku Ma Chun, dari Kerajaan Ma." Ucap Raja Ma Chun


" Salam Tuan Muda. Aku Shin Kai, dari Kerajaan Shin." Ucap Raja Shin Kai.


Mendengar nama dari ketiga Raja tersebut Ryu dan 23 Istrinya sedikit mengerutkan kening.


" Salam untuk Semuanya... Namaku Liu Ryu, panggil saja Ryu." Ryu menundukkan Kepala.


" Mari kita ke Istana! Ada beberapa hal yang kita bereskan." Lanjut Ryu seraya berjalan masuk ke dalam Istana.

__ADS_1


Setelah beberapa langkah ketiga Raja dan rombongan dikagetkan dengan pemandangan dimana Kaisar Dong beserta kelima Raja kini terlihat menjadi sosok yang memprihatinkan.


Tidak hanya sampai disitu, para Putra dan Putri dari Kaisar Dong dan kelima Raja tersebut juga dalam kondisi memprihatinkan.


__ADS_2