SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 68. SENJATA MAKAN TUAN


__ADS_3

" Maaf Tuan, kami terlalu bersemangat." ucap Zi Mayi.


" Kalian sudah banyak membantuku. Sebaiknya pulihkan dulu diri kalian. Nanti akan aku kirim beberapa Siluman untuk meningkatkan kekuatan kalian." Ryu memberikan masing-masing satu Pil Pemulihan kepada mereka.


" Baik Tuan." ucap mereka serempak.


Seketika mereka menghilang saat Ryu mengibaskan tangannya kembali ke Dunia Kecil.


Ryu mengambil semua Mayat Siluman tersebut sambil memilih hingga mencapai dimana Ketiga Hewan Kontrak berada yang baru saja menyelesaikan Pertarungan melawan Kelelawar Sayap Api berusia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Surgawi.


" Kalian berkumpul saja bersama yang lain, nanti aku akan mengirimkan Siluman Kelelawar ini untuk kalian." Ryu melihat Ketiga Hewan Kontrak banyak mengalami Luka langsung memberikan beberapa Pil.


Sesaat kemudian Ryu mengembalikan mereka ke Dunia Kecil lalu mengirimkan Siluman yang sudah dia pilih, Sedangkan sisanya dia korbankan untuk Dunia Kecil.


" Haaahh... Terpaksa harus jalan kaki." Ryu melanjutkan perjalanan mencari keberadaan Klan Feng.


Ryu lebih memilih untuk bertemu dengan Klan Feng terlebih dulu, itu semua Berkat saran dari Paktriak Shandian Shan mengingat Kultivasinya masih rendah tidak ingin mengambil Resiko jika bertemu dengan Klan Huo apalagi Klan Bing.


Sampai di sebuah Hutan, Ryu melihat sosok Wanita yang sedang menangis seorang diri dengan penampilan pakaian serba minim dengan sehelai kain penutup Wajah.


" Nona, apa yang kamu lakukan di Hutan ini sendirian? Tempat ini terlalu berbahaya" Ryu sambil memeriksa Aura dari Wanita tersebut seperti manusia biasa tanpa Kultivasi namun memiliki hawa lain cukup aneh.


" Kedua Orang Tuaku telah dibunuh bahkan semua Penduduk juga banyak yang mati." ucap wanita bercadar.


" Tapi Nona, Kamu jangan ke Hutan ini. ini terlalu Berbahaya untukmu." Ryu sedikit prihatin.


" Tuan, aku tidak tau harus pergi kemana. Rumah kami habis dibakar oleh para Iblis itu." ucap Wanita bercadar.


" Iblis?" Ryu seakan terkejut saat mendengarnya.


Dalam Hati Ryu kini bercampur, sebelumya dia Bertemu dengan Dewa dan sekarang Iblis juga ada di Dunia Manusia.


" Kalau begitu aku akan mengantarmu ke pemukiman warga terdekat atau mengantarmu ke Kota agar bisa aman." ucap Ryu.


" Tuan, tolong antarkan aku ke tempat Pamanku! " ucap wanita bercadar.


" Baiklah! aku akan mengantarmu. Tolong tunjukkan jalan kemana arah Kediaman Pamanmu." ucap Ryu.


" Aku belum tau Pasti Tuan. Tapi jika sudah menemukan Jalan Setapak, mungkin aku bisa menunjukkan jalan." ucap Wanita bercadar.


" Apa kamu tersesat? " Ryu kembali menyelidik.


" Benar Tuan, Saat itu aku sedang dikejar Hewan Buas. saat itulah aku kehilangan arah." ucap wanita bercadar.


" Kalau begitu ayo kita harus cepat keluar dari Hutan ini." Ryu melangkahkan kakinya.


" Tapi Tuan, Kakiku tidak mampu digerakkan lagi." Wanita bercadar menunjukkan kakinya bengkak.


Ryu kembali berfikir, bagaimana mungkin dia bisa membawa Wanita itu jika kakinya tidak bisa berjalan.


Sesaat Ryu melepaskan Spiritual miliknya untuk memeriksa keadaan sekitar dan juga kembali memeriksa Wanita yang ada di depannya sekali lagi.


'Pemuda ini memang selalu berhati-hati. Pantas saja dia begitu Licin. Bahkan penyamaran tidak ada Kultivasi saja masih sempat beberapa kali memeriksa Aura milikku ' Wanita bercadar membatin.


" Mohon maaf Nona, dengan terpaksa aku harus menggendong mu. Tapi itu jika kamu tidak keberatan." ucap Ryu.


" Terserah Tuan saja, jika aku terus disini bukan tidak mungkin Siluman akan memakanku." ucap Wanita bercadar.


" Mmmmm'' Ryu langsung mengangkat Wanita tersebut ke punggungnya penuh waspada sambil memeriksa Denyut nadi Wanita tersebut secara diam-diam.


' Cciiihhhh, beraninya kamu memeriksa Nadiku. untung saja berkat Pil itu aku bisa menyamarkan nadi seperti orang biasa' Wanita bercadar membatin yang tidak lain adalah Yinshi yang sedang menyamar menggunakan Pil.


Setelah berjalan cukup jauh, Yinshi memberikan pesan jiwa kepada Tianhe dan Yunjiang agar terus menutup Kultivasi dan Aura mereka.


Namun mereka berdua membalas pesan jiwa tersebut membuat wajah Yinshi memerah seakan tersadar bagian Gunung kembar yang masih kokoh tersebut menyentuh punggung Ryu.


" Nona, Sebentar lagi kita akan bertemu jalan setapak. Aku harap kita bisa menemukan Kereta untukmu, karena aku sedang buru-buru." Ryu memecahkan lamunan Yinshi.


" Tapi Tuan, aku takut jika orang yang membawaku adalah orang jahat." Yinshi beralasan sambil menikmati sensasi sentuhan dari Punggung Ryu.

__ADS_1


" Hhaaahh, Baiklah " Ryu mengela napas.


Setelah berjalan beberapa jam Ryu pun telah sampai di jalan Setapak lalu meminta Wanita tersebut menunjukkan arah.


" Nona, kemana arah yang kita tuju? " Ryu kembali bertanya.


" Ah..Emmm... disana!" Yinshi seakan ragu menunjukkan sebuah tempat karena di fikirannya sekarang Ryu begitu Baik.


" Baiklah" Ryu langsung melangkahkan kakinya ke arah yang ditunjukkan oleh Yinshi.


Dalam suasana hati yang begitu kacau, Yinshi mencoba menepis perasaannya membulatkan tekad bahwa Ryu adalah Korban mereka.


Setelah berjalan cukup lama, Kaki Ryu juga semakin lelah untuk melangkah mengingat jalan yang mereka tempuh sangat jauh.


Hari sudah mulai Gelap, Ryu terpaksa harus menghentikan langkahnya mengingat dia juga sangat lelah lalu mendirikan Kemah


lalu membaringkan tubuh Yinshi di dalam kemah.


" Deg." Jantung Yinshi seakan terhenti karena melihat wajah Ryu begitu dekat dan sangat jelas.


" Silahkan Nona istirahat, aku akan berjaga di Luar." Ryu langsung keluar Kemah duduk di bawah Pohon lalu mengambil beberapa Pil untuk memulihkan tenaganya.


Setelah beberapa saat, kondisi Ryu kembali pulih langsung memeriksa wilayah sekitar hingga merasa sudah aman Ryu langsung menyandarkan tubuhnya di pohon.


" Tiiinng." Sebuah cahaya tiba masuk ke Kelopak matanya yang membuat Ryu langsung berhalusinasi.


" Sebaiknya bawa Pemuda ini kedalam kemah saja! agar kita Puas menyaksikan tingkahnya." Tianhe membuat bayangan Asap hitam yang menuntun Ryu masuk kedalam tenda.


" Akting mu sangat bagus Yinshi, sekarang dia tidak bisa lari lagi." Yunjiang senyum Puas.


" Mmmmmm" Yinshi mengangguk sambil menatap Ryu yang sudah setengah badan tanpa sehelai benang.


Terlihat Otot-otot Ryu yang sangat kekar juga langsung melepaskan kain bagian bawah pinggang membuat mereka saling berpandangan.


" Menarik" Tianhe menutup bagian yang menonjol dengan wajah memerah.


Ryu yang sedang menikmati ilusi tersebut seperti bergerak liar deng bayangan hitam tanpa dia sadari Ryu mengalami penurunan Kultivasi menjadi level 56.


Seketika Cahaya menyilaukan merusak Bayangan Hitam lalu menyerang balik dengan Ilusi yang sama bahkan dua kali lebih kuat.


Kini Tianhe, Yinshi dan Yunjiang yang terkena efek ilusi mereka sendiri juga secara perlahan melepaskan Pakaian Mereka hingga tanpa penutup sehelai kain pun.


Ryu yang masih berada dalam pengaruh Ilusi, kini langsung menarik tangan Yunjiang hingga Yunjiang juga melakukan hal yang sama.


Kejadian itu membuat mereka bertiga mengeluarkan suara ******* yang seakan menikmati apa yang telah Ryu lakukan kepada mereka yang juga terkena Ilusi.


Ryu yang seakan berkuasa dengan gagah perkasa melayani apa yang dikehendaki Tiga Dewi Iblis secara bergantian hingga terdengar suara rintihan kenikmatan yang mampu menghilangkan rasa sakit dari bagian int1m.


Tidak hanya sampai disitu saja, bagian Gunung kembar berdiri sangat kokoh yang tidak pernah dijelajahi sebelumnya kini telah dikuasai oleh Ryu dengan bebas secara bergantian sampai Ketiga Dewi Iblis mencapai puncak kenikmatan disertai Energi mereka secara perlahan seakan tertarik ke tubuh Ryu.


Hingga malam itupun seakan terusik akibat Suara yang ada di dalam tenda yang seakan tidak ada habisnya sampai mereka kelelahan dan tertidur karena secara bergantian mencapai puncaknya hingga berkali-kali.


...***...


Satu hal yang belum mereka ketahui, Teknik Ilusi Apapun yang berhubungan dengan penyerapan Energi Kehidupan adalah Lawan dari Teknik Cermin Kutukan.


Hal itu telah terjadi pada Ribuan Tahun yang lalu dimana Dunia Iblis menggunakan cara sesat itu untuk mencapai Kultivasi secepat mungkin yang mereka lakukan kepada Dunia Manusia, Dunia Peri, Dunia Siluman hingga Dunia Dewa.


Dalam situasi yang sangat Kritis, Sekelompok dari Dunia Siluman datang ke Dunia Manusia saling bertukar Pengetahuan hingga Tercipta sebuah Kitab Cermin Kutukan.


Dengan adanya Teknik tersebut Manusia dan Sekelompok Siluman mempelajari Teknik tersebut bersama-sama hingga Kekuatan dari Para Iblis semakin berkurang dan Pada Akhirnya mereka memutuskan tidak lagi untuk menggunakan Teknik tersebut.


Hingga Akhirnya Tiga Kitab tersebut kini muncul kembali dimana yang Satunya Lagi berada di Putri dari Salah satu Raja dari Dunia Iblis Yaitu Yuwang.


*Teknik Cermin Kutukan itu sendiri tergantung pada tingkatan sang pemakai, jika terkena Ilusi dari Kultivator yang lebih tinggi dari mereka, maka yang membuat ilusi akan kehilangan Kultivasi setengah dari Level sebelumnya.


Namun jika terkena Ilusi dari pemakai ilusi di bawah mereka, maka si pembuat ilusi akan kehilangan semua tingkat Kultivasi*.


...***...

__ADS_1


Kembali kepada Ryu dan Tiga Dewi Iblis yang kini sedang terkapar akibat ilusi tersebut seakan tidak tau apa yang sedang terjadi.


Pada keesokan hari saat Matahari sudah terlihat dengan jelas, Ryu langsung terbangun dari tidurnya sangat kaget merasakan tubuhnya seakan diganjal oleh sesuatu.


Seketika Ryu melihat sosok Wanita Cantik yang berada di bawahnya yang juga memperlihatkan tubuh Putih dan mulus dengan lekuk tubuh yang indah dan sempurna.


" Gluug" Ryu tersadar apa yang telah mereka perbuat semalam.


Ryu pun langsung memungut dan memasang Pakaiannya berniat ingin cepat pergi sebelum Tiga Dewi Iblis membunuhnya karena masih belum tau perubahan pada dirinya juga pada Tiga Dewi Iblis sekarang.


Sesaat Ryu melihat Sebuah Cincin Ruang Surgawi dari Tiga Dewi Iblis dan langsung mengambilnya lalu menggantikan dengan Cincin Ruang Level 10 yang berisi beberapa Pil Pemulihan.


Setelah merasa cukup, Ryu langsung Lari secepat mungkin menggunakan Langkah Kilat hingga merasa sudah aman.


" Aawwww." Yunjiang terbangun merasakan sakit di bagian bawah perutnya juga pada kedua Gunung kembarnya.


Suara rintihan dari Yunjiang kini membuat Tianhe dan Yinshi terbangun yang juga mengalami Sakit yang sama pada bagian bawah Perut dan Gunung Kembar mereka.


Tersadar akan apa yang telah terjadi, mereka langsung menutup bagian tubuh mereka saling berpandangan satu sama lain dengan wajah marah bercampur Malu.


Ketiga Dewi Iblis kini terlihat murung membayangkan nasib mereka dimana Kesucian mereka telah diambil oleh orang yang sama.


Hal yang tidak kalah Penting mereka kini telah kehilangan Setengah dari tingkat Kultivasi mereka dimana Tianhe Turun ke Level 36, Yinshi Turun ke Level 35 dan Yunjiang turun ke Level 35


" Cincinku? " Tianhe tersadar saat mau mengambil Pil Pemulihan berniat untuk memulihkan kondisinya.


Semua langsung melihat Cincin mereka masing-masing yang semua diganti dengan Cincin Ruang biasa Level 10.


" Pemuda itu" Yinshi memegang 1 Pil Pemulihan tingkat 10 namun memiliki efek penyembuhan puluhan kali lipat.


Mereka langsung buru-buru menelan Pil tersebut dari masing-masing cincin Ruang mereka untuk memulihkan diri terlebih dulu yang seakan masih belum mampu bergerak bebas.


Sesaat kondisi mereka pulih total langsung memungut dan memasang Pakaian mereka lalu keluar dari Tenda dengan kesal menghancurkan Tenda tersebut hingga tidak berbentuk.


" Sial. malah kita yang jadi korban Ilusi kita sendiri." Tianhe dengan wajah memerah.


" Kita harus lebih berhati-hati lagi menggunakan Ilusi itu, apalagi dengan Kultivasi kita yang sekarang Pasti akan mudah bagi kita untuk diburu dan dibunuh " Ucap Yunjiang.


" Kita harus meminta pertanggung jawaban Pemuda itu, karena dialah yang Pertama kalinya menjamah tubuh kita." Yinshi bersuara.


" Kamu benar, Kita akan meminta pertanggung jawabannya. Jika tidak, kita Bunuh saja!" Tianhe sangat geram.


" Dengan kondisi seperti ini kita tidak bisa membunuhnya, Aku yakin Pemuda itu akan banyak mengalami peningkatan Kultivasi." Yunjiang berasumsi.


" Pemuda itu mendapatkan banyak Keuntungan dari kita. Bukan hanya Kesucian kita saja, tapi juga Kultivasi bahkan Harta Langit dan semua Harta lain yang selama ini kita kumpulkan." Ucap Tianhe.


" Lebih baik kita mencari tempat aman sebelum warga menemukan kita. Setelah itu kita akan susun rencana, jangan sampai kejadian ini terjadi untuk kedua kalinya." ucap Yinshi.


" Mmmmm." mereka mengangguk kemudian meninggalkan tempat tersebut.


Di Bagian Hutan yang sangat jauh dari tempat sebelumnya, Ryu tersadar dengan kecepatan Langkah Kilat jauh lebih meningkatkan dari sebelumnya langsung memeriksa Tingkat Kultivasi yang kini sudah mencapai Level 75.


Seketika Ryu Langsung berhenti, merasa sudah aman dengan Kultivasinya sekarang kemudian kembali memeriksa tiga Cincin Ruang Surgawi yang baru dia dapatkan.


Terlihat sebuah senyuman dari wajah Ryu saat melihat kedua Harta langit dari Cincin tersebut.


Ryu pun mengambil kedua benda tersebut yaitu Persik Bulan dan Anggrek Darah Naga lalu mengirimkan ke Dunia Kecil langsung memberikan pesan Jiwa kepada Sheng Zhishu.


Ryu juga menjelaskan bahwa Persik Bulan berfungsi untuk Peningkatan Qi dan Anggrek Darah Naga untuk Peningkatan Tulang.


Sebenarnya bisa saja Ryu langsung ke Dunia Kecil dan memberikan Harta lain, Namun karena Levelnya meningkatkan sangat Cepat ditambah Harta dan Sumberdaya yang tidak ternilai tentu saja akan mengundang banyak pertanyaan untuknya.


Sepintas Ryu memikirkan tentang kejadian yang baru saja menimpanya karena belum tau dengan jelas mengapa Teknik Iblis Nafsu bisa menyerang balik penggunanya.


Setelah sekian lama berfikir, Ryu seakan belum menemukan Jawaban dengan jelas, langsung melanjutkan perjalanan ke Klan Shui.


......................


Di suatu Wilayah Kerajaan Es, terlihat Yuwang sedang berdiri di depan bawahan barunya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2