
" Tidak perlu seperti itu. Aku menolong kalian bukan karena menginginkan sesuatu dan lain hal. Namun karena sudah tugas menjadi seorang Kultivator." ucap Ryu
" Tuan Ryu... Sebagai seorang Guru, aku berterimakasih karena telah menyelamatkan semua muridku." Guru Lun merasa berhutang budi.
" Sa.. Tuan Ryu. Janji adalah janji dan harus ditepati." Jingmi memantapkan diri.
" Hah.... Jika seperti itu, aku hanya memberikan saran untuk kalian semua. Sepertinya tempat ini sudah tidak aman lagi. Apalagi kalian tau sendiri bagaimana cara Sekte Lembah Racun bertindak. Mereka bisa melakukan hal yang keji dengan berbagai cara. Lagi pula, mereka sepertinya tidak bermoral." Ryu menatap semua Murid bergantian "tidak menutup kemungkinan kalian adalah sasaran utama, mengingat kalian semua adalah Wanita " Ryu merasa prihatin.
Mendengar ucapan tersebut, Guru Lun merasa ada benarnya disisi lain bagaimana pun dia harus menjaga muridnya.
" Aku memberi saran agar kalian lebih cepat meninggalkan Sekte ini. Jika mau, masuklah ke Sekte Lembah Persik" Ryu memberikan sebuah Lencana.
" Sekte Lembah Persik?" Semua terkejut.
" Kurasa kalian akan aman disana. Dengan lencana itu kalian tidak akan mengalami hambatan." Ryu meyakinkan mereka.
Kini Guru Lun kembali berpikir dengan tawaran tersebut. Disisi lain, dia ingin bertahan, namun saat melihat muridnya itu sama saja akan membuat mereka dalam masalah.
Guru Lun langsung menceritakan tentang bagaimana berdirinya Sekte Bunga Sakura hingga sampai kepada seperti saat ini.
Sekte Bunga Sakura memanglah Sekte kecil, tapi tidak Sesepi saat sekarang yang bisa dikatakan hanya sebuah Perguruan.
Namun karena sebuah Insiden, Akhirnya Sekte terpecahkan menjadi Dua. Hal yang paling buruk ada beberapa Guru dan Tetua lebih memilih untuk bergabung ke berbagai sekte lain dengan membawa Murid mereka masing-masing bahkan ada yang memilih untuk bergabung dengan Sekte Lembah Racun.
Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Guru Lun akan memilih untuk bergabung menjadi anggota Sekte Lembah Persik.
Guru Lun juga memberikan pilihan kepada muridnya untuk menentukan pilihan mereka sendiri, namun mereka semua telah sepakat untuk bersama Guru Lun ke Sekte Lembah Persik.
Begitupun dengan Jingmi yang awalnya ingin mengabadikan diri pada Ryu, namun Ryu memintanya untuk bersama Guru Lun ke Sekte Lembah Persik akhirnya diapun setuju.
" Lebih baik kalian meninggalkan tempat ini Secepatnya. Terimalah ini untuk bekal Kalian saat melakukan Perjalanan." Ryu memberikan tiga Peti Besar berisi Koin Emas lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Ryu memberikan harta sebanyak itu bukan tanpa alasan, mengingat dia telah mengambil Pusaka Langit atau Harta Langit milik Sekte Bunga Sakura, jadi dia anggap itu sudah Impas.
" Jingmi Apa kamu mengenal Pemuda itu dengan baik? " Guru Lun membuka semua Peti tersebut dengan tangan gemetar.
" Guru, aku hanya mengenalnya hanya sekali. Tapi dengan Harta ini bisa membangun kembali Sekte kita Bahkan lebih besar lagi." Jingmi membayangkan dengan adanya Harta sebanyak itu.
" Jingmi, kita sudah membuat kesepakatan dengan Pemuda itu. Aku tidak mungkin mengingkarinya." Guru Lun menggelengkan kepala.
" Bukan begitu maksudku Guru. Aku hanya mengukur saja." Jingmi menjelaskan.
" Sebaiknya kemas semua barang-barang kita. Kita harus keluar dari Wilayah ini secepatnya." Guru Lun memasukkan ketiga Peti langsung menuju Kamarnya untuk berkemas.
" Baik Guru " Semua langsung ke kamar masing-masing mengambil barang yang dibutuhkan
......................
Di tempat lain, Ryu kini telah berada di sebuah kedai Penginapan untuk menikmati Hidangan sambil mendengarkan percakapan dari beberapa Orang yang ada di Kedai tersebut.
" Saudara, Kurasa Kekaisaran Lotus Putih sekarang lebih aman dari serangan penyusup Kekaisaran Lotus Hitam." ucap pria paruh baya pada salah satu rekannya.
" Benar Saudara... itu semua Berkat kerjasama dari Kaisar Jin Jierui dengan Dua Sekte Besar Sekte Lembah Persik dan Sekte Kuil Kebenaran " ucap Rekannya.
" Benar Saudara. Kabarnya Sekte- sekte Kecil juga tidak ingin ketinggalan bagian, mengingat Kaisar Jin Jierui telah membuka peluang menyediakan Sumber Daya dengan Harga cukup Murah kepada Sekte kecil agar bisa membantu Kekaisaran." ucap Pria Paruh Baya.
" Untuk Sekte Aliran Hitam yang masih secara terang-terangan membuat masalah hanya Sekte Lembah Racun sedangkan yang lain tidak berani lagi bertindak terang-terangan." ucap yang lain.
" Kamu benar. Menurut kabar mereka menggunakan cara licik dengan menggunakan Racun yang seakan tidak ada habisnya"
" Kurasa mereka membudidayakan tumbuhan Racun yang sangat banyak. itulah mengapa seakan tidak takut untuk bertindak."
" Sepertinya aku akan sedikit merubah rencana. Kurasa tidak perlu lagi berkunjung ke Sekte Kuil Kebenaran." Ryu bergumam terlihat sedang merencanakan sesuatu.
" Hah... Sebaiknya aku akan beristirahat terlebih dulu. " Ryu meninggalkan tempat tersebut menuju kasir untuk memesan Kamar.
" Pelayan. aku ingin memesan satu Kamar" Ucap Ryu.
" Ada Tuan, harganya 100 Koin Emas" ucap Pelayan.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun Ryu langsung memberikan 100 Koin Emas kepada Pelayan.
" Mari kuantar Tuan..." Pelayan menunjukkan jalan.
" Ini Kamarnya Tuan" Pelayan membuka pintu.
" Terimakasih Pelayan " Ryu langsung masuk kedalam kamar langsung mengunci pintu berniat langsung Mandi.
Sesampai di Kamar Mandi langkah Ryu langsung terhenti tersadar akan sesuatu.
'Tenang saja. aku tidak akan melihatnya' Terdengar suara Xian Ye.
'Bagaimana aku bisa yakin?' ucap Ryu.
' Anggap saja sebagai balasan. Bukankah kamu Sudah Puas melihat tubuh semua Gadis di Sekte Bunga Sakura kemaren?' ucap Xian Ye.
'Aku hanya membantu mereka. tidak ada niat lain' ucap Ryu.
" Kamu dianggap Seperti Seorang pangeran yang gagah perkasa di mata mereka" Wanita itu muncul di Hadapan Ryu.
" Begitu lebih baik" Ryu menyingkirkan Xian Ye dari jalannya langsung menutup pintu kamar mandi.
" Kurasa kamu tidak bisa menahan Godaanku sebaga Peri Bunga" Xian Ye tersenyum penuh makna.
'Tidak kusangka di Dunia Aneh ini ada orang yang kurasa sangat unik ' Xian Ye sangat kagum akan sosok Ryu.
Setelah beberapa saat, Ryu telah selesai mandi langsung menuju tempat tidur tanpa memperdulikan dengan adanya Xian Ye.
" mengapa kamu tidak peduli padaku?" tanya Xian Ye.
" Aku hanya berpikir bagaimana aku bisa membantumu agar lebih cepat ke Duniamu " Ryu terlihat Cuek.
" Apa kamu tidak ingin aku mengikutimu?" Xian Ye kembali bertanya.
" Lebih baik kamu cari Orang lain saja untuk membantumu. Kitab itu sangat sulit." ucap Ryu.
" Aku punya Istri, dan tidak mungkin kamu bergantung ditubuhku." Ryu sedikit kesal.
" Jadi begitu. Jadi kamu tidak ingin aku melihat kalian sedang memadu kasih " tanya Xian Ye.
" Yah.. sedikit ada benarnya " wajah Ryu memerah sedikit malu.
" Aku ada ide, biar kamu tidak merasa malu lagi" Xian Ye memandang Ryu dengan senyuman menggoda.
" Apa yang K...." tanpa sempat Ryu melanjutkan bicaranya.
" Wuush " sebuah debu cahaya mengelilingi Ryu.
" Bagaimana mana dengan sekarang?" Xian Ye melepaskan pakaiannya duduk di pangkuan Ryu sambil menyentuh bagian tubuh Ryu.
Tanpa perlawanan Ryu juga seakan menginginkan hal tersebut dengan mengusapkan beberapa bagian tubuh Xian Ye yang begitu lembut putih bercahaya.
Xian Ye memeluk tubuh Ryu perlahan sambil membuka pakaian Ryu yang terlihat sangat kekar namun memiliki kulit yang harus.
Belaian lembut dari tangan Xian Ye yang kini Kulit mereka saling bersentuhan tanpa pembatas ditambah dengan Gunung Kembar miliknya terus memberikan tantangan kepada Ryu Sambil mengusap dari pundak hingga bagian pinggang Ryu.
Dengan sentuhan lembut itu Ryu membalas dengan ciuman bibir bertemu bibir Xian Ye seakan menambah sensasi.
" Mulai sekarang aku juga milik mu" suara lembut Xian Ye menghentikan sebentar Ciuman tersebut lalu melanjutkan kembali.
Xian Ye yang sudah tanpa sehelai benang sedikitpun, langsung berbaring memberikan Isyarat agar Ryu untuk mengambil langkah selanjutnya.
Ryu yang seakan sudah paham secara perlahan langsung berada di atas Xian Ye untuk melanjutkan petualangan mereka berdua, seketika sedikit tetesan air mata yang mengandung makna lain.
Semakin lama, pertarungan intim itu semakin hebat seakan terlihat seimbang walaupun di sisi Xian Ye berkali-kali sudah mengeluarkan suara hingga mereka berdua sama-sama menikmati sampai puncaknya.
Tidak hanya sampai disitu saja, Pertempuran intim itu terus berulang-ulang dari siang hingga malam hari dan berakhir sampai pagi yang membuat Ryu dan Xian Ye sangat kelelahan terbaring lemas hingga tertidur sambil berpelukan.
Saat hari sudah sore Ryu kembali tersadar tentang apa yang telah dia lakukan sambil menatap Sosok Wanita yang disampingnya juga terus memandang Ryu dengan senyuman hangat dengan posisi tangan memeluk Ryu.
__ADS_1
" Xian Ye Apa yang kamu lakukan?" Ryu mengingat ada debu cahaya yang membuatnya hilang kendali.
" Maaf ternyata Serbuk Bunga Cinta itu terlalu kuat." Xian Ye sedikit malu-malu.
" Aahhh. Rencanaku gagal."Ryu langsung duduk seakan ingin marah namun ada hal lain yang membuat dia tidak bisa melakukanya.
" ternyata kamu Sangat kuat. bahkan mencapai 20 jam lebih. bahkan aku hampir tidak mampu menahannya." Xian Ye masih santai.
' gara-gara serbuk sialan itu membuat seluruh tubuhku seakan lemah' Ryu seakan tidak percaya akan hal tersebut.
" Sepertinya aku tidak bisa terlalu lama disini. aku akan menjemputmu" Xian Ye langsung masuk ke tubuh Ryu, sesaat tubuh Ryu juga ikut menghilang dari kamar.
Kini Ryu telah berada di sebuah tempat yang sangat Asing seakan-akan terpana saat melihat hamparan tanaman bunga yang sangat aneh namun sangat indah.
Terlihat Sosok melayang dari balik hamparan bunga tersebut dengan Gaun putih bercorak biru laut.
" Kamu? Kenapa aku bisa ada disini?" Ryu merasa tempat tersebut sangat Asing.
" Pakai dulu pakaianmu, baru aku jelaskan." suara lembut Xian Ye
Ryu tersadar dengan wajah memerah langsung berbalik ke belakang mengambil pakaian dari Cincin Ruang dengan cepat memasangnya.
" Ini Dunia Kecil yang kubuat. Sepertinya kamu memiliki banyak Energi Qi, Jadi aku sedikit mengambilnya untuk menciptakan Dunia Kecil sebagai tempatku beristirahat. Bisa dikatakan Dunia Kecil ini adalah milikmu sendiri, walaupun kamu belum sepenuhnya bisa kesini tanpa bantuanku." Xian Ye menjelaskan.
" Jadi begini yang namanya Dunia Kecil. Tapi kenapa menggunakan Qi Milikku tanpa meminta izin?
" Jangan marah-marah. Seharusnya aku yang marah padamu karena telah merenggut Kesucianku." Xian Ye sedikit menekan.
" Deg" Jantung Ryu seakan terhenti. tersadar akan apa yang telah dia lakukan, meskipun itu bukan kehendaknya namun tetap saja dia merasa bersalah.
" Hhhaaahhhh. Aku harus bagaimana sekarang?" Ryu berkeringat dingin teringat kedua Istrinya.
" Kamu sedang memikirkan apa?" Xian Ye bertanya.
" Bagaimana aku menjelaskan semua ini kepada kedua Istriku." Ryu terlihat kebingungan.
" Aku akan berada disini saja. Mereka tidak akan tau keberadaanku." ucap Xian Ye.
" Bagaimana jika kamu melahirkan seorang anak dariku?" Ryu terlihat kacau.
" Peri Bunga tidak bisa Hamil. Tapi ada cara lain untuk membuat Anak." Xian Ye mengeluarkan Sebuah Kristal Bening seukuran kepala.
" Haaahh. aku tidak mau. Kamu kamu peri Bunga, Apa kalian punya Ras lain?" Ryu terlihat serius.
" Benar. Kami para peri memiliki berbagai Ras. Mulai dari Peri Cahaya, Peri Pohon, Peri Hewan, Peri Bunga, Peri Rumput, dan Peri Kegelapan. Kami memiliki Dunia masing-masing, namu ada beberapa Kelompok yang kadang menyelinap ke Dunia Ras lain Bahkan Ada Dunia Peri dimana Semua bergabung jadi satu karena Dunia mereka sangat besar." Xian Ye menjelaskan.
" Haaahh. Semua itu sudah diluar fikiranku." Ryu kini tambah Pusing dengan begitu banyaknya misteri di alam semesta.
" Tidak Perlu kamu pikirkan..yang penting sekarang kamu harus belajar menguasai semua yang ada di Kitab itu. dengan begitu aku bisa pulang secepatnya." Xian Ye meminta.
" Dasar aneh, bagaimana saat kejadian itu dia anggap hal biasa." Ryu bergumam.
" Aku mendengar ucapanmu. Aku tidak murahan seperti yang kamu pikirkan. Setelah aku Pulang ke Duniaku, aku akan selamanya menyendiri. Aku melakukan itu agar kamu tidak perlu Malu lagi saat berhubungan dengan kedua Istrimu, Lagi pula anggap saja itu ucapan terimakasih telah menolongku. Apa itu bisa membuatmu Puas?" Xian Ye terlihat kesal.
" Ini membuatku tambah Pusing. Lebih baik kamu kembalikan aku ke Duniaku " Ryu tidak ingin terlalu lama di Dunia Kecil.
" Mmmmm " Xian Ye mengeluarkan Ryu dari Dunia kecil.
Saat sudah berada di dalam Kamar, Ryu mencoba menenangkan diri agar tidak memikirkan hal tersebut yang membuat otaknya semakin Kacau.
" Sepertinya aku harus beristirahat lagi beberapa saat, aku tidak mungkin menjalankan tugas jika seperti saat sekarang." Ryu langsung kembali ke tempat tidur untuk beristirahat menenangkan diri.
Tiga Hari saat keluar dari Dunia Kecil, Ryu segera keluar dari kamar dan membayar biaya penginapan langsung berangkat menuju arah sekte Lembah Racun yang letaknya cukup jauh.
Dengan bantuan Chaizu, dia terus berjalan melewati Hutan untuk mempersingkat waktu sambil mengeluarkan Spiritualnya untuk menghindari beberapa Siluman agar tidak ketahuan.
Saat tengah malam Ryu kini telah berada di wilayah Sekte Lembah Racun langsung melesat ke bagian belakang Sekte agar lebih aman untuk menjalankan aksinya.
" Sepertinya harus menunggu beberapa saat lagi. " Ryu merasakan bahwa ada beberapa penjaga sedang berpatroli ke arah belakang Sekte.
__ADS_1