SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 54. RUBAH ILUSI


__ADS_3

" Suamiku, Adik Chie, mengapa kalian sangat peka terhadap itu." Xin Chie merasa heran, mengingat Orang yang berada di Atas Kapal kadang henya memandang sekilas.


" Istri Chie, mungkin kamu belum mengenal Bahaya jika berada di Hutan ketika tidak mengenal Kata Kultivator. Saat aku berusia 7 Tahun sudah mengenal Ganasnya Alam ini ketika ikut Ayahku ikut mencari kayu atau berburu. Saat itulah aku harus belajar mengenal dari apa saja yang ada di sekitar, bahkan gesekan dedaunan saja kita harus tau apa itu berbahaya atau tidak. Memang hal ini sulit dijelaskan, tapi Naluri ingin bertahan hidup kita harus peka dalam segala hal." ucap Ryu.


" Ka Chie, Apa yang dikatakan Suami kita benar. Naluri tidak bisa dipelajari atau dijelaskan, namun dapat dirasakan. " ucap Huli Yue.


" Mungkin kalian benar. Baiklah, sekarang apa yang kita lakukan?" Xin Chie mangalih pembicaraan.


" Aku butuh bantuan Kalian untuk membuat Pelindung Tempurung Kura-kura. Meski dengan kekuatanku sekarang sudah cukup, tapi lebih baik kita meminimalisir segala kemungkinan, bahkan jangan sampai ada getaran sedikit pun." ucap Ryu.


" Mmmmm" Mereka mengangguk.


Ryu dan kedua Istrinya langsung menggabungkan Pelindung Tempurung Kura-kura hingga tiga lapis, lalu mengeluarkan Tungku Penempa.


" Istri Chie, kamu murnikan semua darah ini agar tidak ada Kesalahan." Ryu memberikan lima Botol masing-masing berisi Darah Dewa, Darah Iblis, Darah Peri ( Milik Xian Ye) , Darah Siluman ( Gabungan darah Naga biru dan Saudaranya) terakhir darahnya Sendiri yang semua sudah dibagi menjadi dua bagian.


" Mmmm" Xin Chie mengambil 4 Botol tersebut juga mengeluarkan Tungku Alkemis.


" Sekarang kita lepaskan dulu Armor Pelangi kita." Ryu melepaskan Armor Pelangi diikuti Xin Chie dan Huli Yue.


Setelah beberapa saat, mereka melakukan pekerjaan mereka Masing-masing hingga membutuhkan waktu Dua hari untuk melakukan pekerjaan mereka.


" Armor Pelangi telah berhasil, Aku akan membuat Satu lagi dari hasil Jarahan kita." Ryu memberikan Armor kembali pada Xin Chie dan Huli Yue


Ryu langsung membuat Satu Armor Pelangi lagi dimana dia Fikir mengingat waktu perjalanan masih lama.


Setelah semua selesai, Ryu melakukan teknik Penggabungan Darah hasil pemurnian yang dikerjakan oleh Xin Chie.


" Wush" Cahaya Warna-warni berkilauan menyinari Ruangan tersebut hingga membuat Getaran yang begitu Hebat


Beruntung saja Pelindung Tempurung Kura-kura juga sangat kuat mampu menahan Getaran dan Aura yang membuat Ryu dan kedua Istrinya harus menciptakan Pelindung untuk mereka sendiri.


Getaran tersebut seakan tidak pernah berhenti hingga memakan waktu selama lima hari getaran dan Cahaya mulai mereda hingga terlihat Lima bola berbentuk Kristal warna warni.


Ryu langsung mengambilnya memberikan kepada kedua Istrinya masing-masing Satu dan Dua lainnya disimpan.


Saat semua ada di tangan masing-masing, mereka langsung ke tahap Proses Penyerapan hingga membutuhkan waktu Seharian, Kristal tersebut pudar dan Pecah.


" Apa kita berhasil?" Tanya Huli Yue.


" Aku harap begitu" Ryu Langsung mengeluarkan Kitab Penciptaan Dunia Kecil.


" Sepertinya kita berhasil" Ryu yang kini sudah bisa membaca kitab Penciptaan Dunia Kecil.


" Suamiku, aku ingin membaca Kitab Teknik Kebangkitan." Xin Chie juga penasaran.


" Mmmmm'' Ryu memberikan Kitab kemudian melanjutkan aktivitasnya.


Setelah Beberapa saat, Ryu terlihat bersemangat lalu bangkit dari tempat duduknya Mengeluarkan Batu Bintang sebesar Kepalan lalu membentuk Sebuah ukiran yang Rumit hingga Batu tersebut Bercahaya.


" Istriku, Tetes darah kalian ke batu ini " Ryu juga meneteskan darahnya.


" Mmmmm'' Kedua Istrinya membuat luka lalu meneteskan darah mereka ke Batu Bintang yang masih bercahaya.


Setelah itu Ryu membuat sebuah cahaya berbentuk Cincin dengan berbagai ukiran pada lalu Batu Bintang tersebut menghilang dari tangan Ryu.


" Suamiku." Xin Chie dan Huli Yue heran.


" Coba kalian berkonsentrasi masuk ke Pola cahaya yang ada di Batu Bintang tadi." ucap Ryu.


" Mmmmm" Xin Chie dan Huli Yue langsung berkonsentrasi mengingat yang mereka lihat lalu seakan ingin masuk ke dalamnya


Setelah mereka membuka mata, kini terlihat Hamparan tanah Gersang Seluas mata memandang tanpa ada kehidupan bahkan rumput sedikit pun.


" Ini yang dinamakan Dunia Kecil" Ryu muncul dari belakang mereka.


"Kenapa tidak ada tanda Kehidupan?" tanya Xin Chie.


" kita yang akan membuatnya dengan Bangkai Makhluk hidup Hidup. Baik itu Manusia, Siluman, Iblis, Dewa, maupun Peri. Dengan begitu Energi Alam akan terisi dan akan terbentuk tunas baru berbagai Tumbuhan." ucap Ryu.


" Apa harus begitu? " Xin Chie merasa ngeri.

__ADS_1


" Mau tidak mau. Tapi aku ada beberapa cara Lain, kita bawa beberapa Makhluk ke sini. Anggap saja mereka harus berebut kekuasaan disini." ucap Ryu.


" Apa seperti sebuah Arena? " Tanya Huli Yue.


" Mmmm." Ryu mengangguk.


" Sekarang kita kembali ke Dunia kita" Ryu langsung menghilang diikuti Kedua Istrinya.


Saat berada di Kamar, Ryu kembali berfikir untuk mencari cara menemukan Dunia Peri tempat tinggal Peri. Ryu terus membaca Kitab tersebut Berulang-ulang namun masih belum menemukan cara.


Akhirnya dia menutp kembali Kitab tersebut lalu membaringkan tubuhnya untuk beristirahat menenangkan pikiran.


Hari-hari mereka hanya berada di Kamar terkadang keluar mengambil Pesanan Makanan ataupun keluar Ke Atas Kapal saat melihat keadaan masih Sepi.


Setelah waktu berjalan selama satu Bulan perjalanan mereka tidak mengalami kendala apapun, Salah satu Pelayan juha mengatakan kalau Kapal akan berlabuh Esok Pagi.


Ryu yang mendengar hal itu langsung memberitahukan kepada kedua Istrinya bahwa tengah malam mereka akan Pergi dari Kapal tersebut secara diam-diam. Hingga malam pun tiba mereka naik ke atas Kapal yang kini hanya terlihat Erlong dan Wugui sedang memeriksa keadaan.


Ryu pun langsung memanggil mereka dan meminta pembatas agar dibuka dengan alasan Berlatih berjalan di atas Air.


Tanpa rasa curiga Erlong langsung membuka pembatas tersebut dengan senang hati mengingat Ryu telah mengajarkan Mereka sebuah Teknik yang menurut mereka tanpa tanding.


Saat mereka sudah meninggalkan atas Kapal, Ryu kembali memeriksa Keadaan sekitar dengan Spiritual.


" Sekarang sudah Aman" Ryu memberitahukan keadaan.


" Jinying, Bawa kami ke Daratan terdekat" Xin Chie langsung naik ke Punggung Jinying yang diikuti Ryu dan Huli Yue.


" Wuush" Jinying langsung melesat terbang ke udara menuju Daratan terdekat.


Pada keesokan pagi, Para Penumpang mulai keluar dari dalam Kapal yang terlihat beberapa sosok dari berbagai tempat seakan sedang menunggu seseorang.


Erlong dan Wugui yang melihat Gerak-gerik tersebut mulai curiga terus memperhatikan mereka hingga tidak ada lagi Penumpang yang ada di dalam Kapal.


" Ternyata Guru sangat Cerdas." Erlong sudah tau siapa yang mereka cari.


" Saudara benar. Pantas saja Guru meminta kita untuk membuka Pelindung." Wugui menimpal.


" Aku sudah bosan tinggal di Kapal selama ini. Aku akan minta Cuti" Wugui masuk ke dalam Kapal.


" Kalau begitu, Aku juga minta Cuti " Erlong juga masuk ke dalam kapal.


......................


Dalam sebuah Hutan, Ryu berjalan bersama istrinya menyusuri tempat itu untuk menemukan beberapa Siluman untuk menempati Dunia Kecil milik mereka.


Walaupun hanya menemukan yang masih berusia Puluhan Tahun sampai Ratusan Tahun, Ryu menganggap itu sudah cukup untuk sementara waktu mengingat Perjalanan mereka masih Panjang.


Mengingat Benua Bintang adalah wilayah yang baru mereka kenal, Ryu berinisiatif untuk mencari beberapa penduduk untuk menanyakan beberapa informasi mengenai Benua Bintang.


Setelah berjalan selama Dua hari, Saat sudah sore mereka menemukan Pemukiman penduduk yang terlihat cukup ramai namun terlihat sedikit Aneh.


Melihat hal itu Ryu meminta untuk meningkatkan kewaspadaan langsung menuju ke tempat itu berniat untuk mencari penginapan untuk beristirahat dan mencari informasi.


Saat menemukan Penginapan, mereka langsung masuk menuju Meja Kasir yang terdapat Wanita Paruh Baya namun masih terlihat Cantik.


" Permisi Nyonya, kami ingin memesan satu Kamar " Ryu sambil menyelidik.


" Ada Tuan. Harganya 10 Koin Emas satu Malam." Jawab Wanita.


" Kami memesannya " Ryu memberikan 10 Koin Emas.


" Silahkan Tuan!" Wanita tersebut menuntun mereka menuju kamar.


" Ini Kamarnya Tuan. " Wanita tersebut mempersilahkan buru-buru meninggalkan tempat tersebut.


" Sepertinya kita disambut dengan hal yang tidak Ramah" Ryu berjalan memasuki Kamar.


" Ka Chie, apa kamu sudah faham?" Huli Yue juga masuk kamar.


" Hanya sedikit" Xin Chie seakan tau maksud mereka juga ikut masuk langsung mengunci pintu.

__ADS_1


" Biarkan mereka Main Petak umpet Dulu " Ryu langsung menuju Dunia Kecil.


" Baik." Xin Chie dan Huli Yue Juga Masuk ke Dunia Kecil.


" Lebih baik Kita Tidur disini saja! Sepertinya Dunia Kecil ini sudah tumbuh rerumputan" Ryu langsung membaringkan tubuhnya.


" Dua Hari lagi Pasti sudah banyak Pepohonan" Huli Yue juga membaringkan tubuhnya.


Xin Chie juga ikut berbaring tanpa sepatah kata pun mencoba mencerna maksud dari ucapan keduanya itu.


Di dalam Penginapan Wanita Paruh Baya tadi terlihat sangat senang memanggil beberapa orang yang semuanya adalah Wanita baik dari usia Remaja hingga sudah Tua.


" Saudari Pertama, Malam ini kita makan Enak" Wanita Paruh terlihat senang


" Benar Saudari Ketiga. Teknik Ilusi Saudari Kedua begitu Hebat. Apalagi Hanya untuk Kultivator masih Level 51, itu hal sangat mudah." Ucap yang dipanggil Saudari Pertama.


" Sekarang kita Hanya menunggu Kabar dari Saudari Kedua saja." ucap Saudari Ketiga


Saat tengah malam mereka langsung melancarkan Aksi mereka langsung membuka kamar tempat Ryu dan kedua Istrinya menginap.


Kini waja senang mereka terlihat berubah masam karena mereka tidak menemukan apapun di tempat itu.


" Semuanya Cari Manusia itu sampai dapat." Perintah Saudari Pertama.


" Baik Ratu " Semua kelompok Wanita yang menyamar menjadi warga langsung berubah wujud menjadi Sosok Rubah Putih menyebar ke berbagai arah mencari keberadaan mangsa mereka.


Pencarian mereka terus Berlanjut menyusuri berbagai tempat hingga Saat menjelang Pagi tubuh mereka terasa lemah hingga memutuskan untuk kembali ke rumah Warga dimana sebagai sarang mereka.


Di Dunia Kecil, Ryu dan kedua Istrinya sudah bangun sambil menatap hamparan rumput Hijau langsung mengeluarkan Hewan Kontrak mereka.


" Chaizu... Jika ada yang datang Kesini nanti Kamu harus bunuh mereka secepatnya " Perintah Ryu.


" Gggrrrrrr " Chaizu mengangguk.


" Shizi, Kamu juga! Jangan kalah sama Chaizu" Perintah Huli Yue.


" Suamiku, Adik Chie, ada apa?" Xin Chie tambah bingung.


" Istri Yue, Tolong Jelaskan!" Ryu memandang Huli Yue.


" Ka Chie, apa yang kita lihat sebelumnya itu bukan Manusia. Mereka adalah Siluman Rubah Ilusi yang telah memakan semua Penduduk disini." Huli Yue mencoba menjelaskan.


" Bagaimana Kalian tau? aku sama sekali tidak merasakan Aura yang kuat ataupun Hawa Siluman Pada mereka." Xin Chie seakan tidak percaya.


" Istri Chie, apa kamu merasakan Hawa Siluman pada Adik Yue? " tanya Ryu


Mendengar ucapan tersebut Xin Chie hanya menggelengkan kepala mengingat Huli Yue hanya memiliki Hawa Manusia.


" Ka Chie, Rubah Ilusi adalah Rubah yang paling berbahaya, Karena Para Kultivator Tingkat tinggi sekali pun tidak lepas dari incaran mereka yang mampu menciptakan ilusi yang sangat kuat. Mereka bisa menipu Para Kultivator lain, tapi tidak denganku karena kami Satu Ras walau kerabat jauh." Huli Yue menjelaskan.


" Suamiku bagamana denganmu?" Xin Chie penasaran mengingat Ryu adalah Manusia.


" Istri Chie, Dulu aku Pernah membaca sebuah Kitab Kuno Tentang Jenis Siluman yang tidak bisa diresakan keberadaan mereka Oleh Kultivator. Salah satunya Rubah Ilusi. Cara mengenalnya Hanya di Pupil mata mereka yang Samar-samar kadang muncul kadang hilang seperti Mata Siluman umumnya." Ryu menjelaskan.


" Ka Chie.., Meskipun Rubah Ilusi sangat berbahaya namun mereka memiliki kelemahan Pada Siang Hari, dimana kekuatan mereka akan turun Drastis. Namun saat Malam Hari, kekuatan mereka akan meningkatkan meskipun masih berusia Ribuan Tahun, tapi mereka kekuatan mereka setara dengan Siluman Usia Ratusan Ribu Tahun. Jadi sekarang kita akan menangkap mereka seperti menangkap Kelinci biasa." Huli Yue ikut menjelaskan.


" Jadi sekarang sudah waktu yang tepat untuk menangkap mereka?" Xin Chie mulai mengerti.


" Benar. Mereka pasti Bersarang di balik Rumah Penduduk. Kita harus menangkap mereka secepatnya dan bawa ke Dunia Kecil ini Biar Hewan Kontrak kita yang membunuhnya sebelum mereka menjadi Kuat. Jika mereka sudah banyak mengambil Energi Kehidupan Manusia, maka berencana besar Akan terjadi." ucap Ryu.


" Kalau begitu tunggu apa lagi? Jinying Bunuh mereka yang masuk ke Dunia ini nanti " Xin Chie langsung keluar dari Dunia kecil.


" Saatnya main kejar-kejaran " Ryu langsung menghilang dari Dunia Kecil yang diikuti Huli Yue.


Mereka bertiga langsung mencari ke berbagai tempat di balik kolong bagian Rumah Penduduk, terlihat sekelompok Rubah yang terlihat lucu dengan tubuh mungil berwarna putih. Bagi siapapun yang melihatnya seakan tidak tega untuk membunuhnya, namun bagi Ryu dan kedua Istrinya yang sudah tau dibalik wajah lucu itu langsung menangkap dan menarik mereka ke Dunia Kecil sebagai pengorbanan untuk Dunia Kecil Baru.


Sekelompok Rubah Ilusi itu pun berlarian seakan tidak mau untuk ditangkap. Namun saat mereka terlihat, dengan sekejap tubuh mereka menghilang.


Pencarian mereka terus berlanjut hingga memeriksa ke berbagai sudut tanpa ada yang ketinggalan mengingat dengan Spiritual mereka tidak berfungsi untuk melacak.


Setelah merasa cukup yakin bahwa Siluman Rubah sudah tidak ada lagi yang tersisa, mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka menyusuri jalan setapak mencari Kediaman Penduduk hingga saat menjelang sore mereka berhenti untuk beristirahat

__ADS_1


__ADS_2