
Ryu yang sudah berada di Dunia Quzhu, kini langsung menuju ke Istana Emas dimana terlihat Istrinya sedang duduk bersantai sambil berbincang kecil.
" Gege... Apa Penguasa Elemen Angin sudah ditemukan?" Tanya Sheng Zhishu.
" Aku sudah menemukannya." Ryu memperlihatkan elemen Angin yang baru saja dia dapatkan.
" Hhmmm... Sepertinya elemen Angin milik Gege lebih kuat dari pada milikku." Ucap Wang Mingjun karena dia dapat merasakan Aura dari elemen tersebut.
Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga dapat merasakan Aura dari elemen tersebut jauh lebih kuat.
Hal itu karena Ryu sendiri sudah mendapatkan Anugerah dari Penguasa Elemen Angin yang tentu berbeda dengan yang lain.
" Gege... Apa kita langsung ke Benua Barat?" Xie Hua merasa tidak ada lagi yang mereka cari di Benua Utara.
" Mmm... Sekarang kita sudah menuju Benua Barat. Wu Tian sudah melakukan tugasnya." Ucap Ryu.
" Lu'er... Seharusnya aku sudah memberikan Harimau putih ini untukmu. Tapi sebelumnya aku ingin melihat kemampuannya." Ryu mengeluarkan Harimau Putih yang dia dapatkan saat berada di Hutan Larangan.
Ryu memang sengaja tidak memberitahukan kepada mereka sebelumnya, karena dia ingin menjadikan Harimau Putih berkembang secara alami di Cincin Pemulihan dengan diberikan Sumberdaya yang bisa meningkatkan kekuatan fisiknya.
" Salam Tuan." Harimau Putih menundukkan kepala sambil menoleh ke arah Istri Ryu yang lain.
" Apa kamu ingin menjadi Hewan Kontrak untuk Istriku?" Ryu menatap ke arah Harimau Putih.
" Seperti yang pernah aku janjikan sebelumnya Tuan." Harimau Putih termakan ucapannya sendiri akan mengabdi kepada Ryu jika Pemuda tersebut bisa mengalahkannya.
" Lu'er... Kamu bisa lakukan sekarang." Ryu menoleh ke arah Shu Meilu.
" Mmm." Shu Meilu meneteskan darahnya lalu menyalurkan Qi dan melakukan kontrak jiwa kepada Harimau putih.
" Salam Tuan Putri." Harimau putih menundukkan kepala.
" Aku akan memberimu nama Laohu." Shu Meilu menatap ke arah Harimau putih tersebut.
" Dengan senang hati Tuan Putri." Laohu sangat senang dengan pemberian nama tersebut.
" Mmm... Sekarang kamu boleh Istirahat di Alam Jiwaku." Ucap Shu Meilu.
" Baik Tuan Putri." Laohu langsung membentuk cahaya putih masuk ke Alam Jiwa milik Shu Meilu.
" Gege... Bagaimana caramu bisa menemukan keberadaan Penguasa Elemen Angin?" Xin Chie langsung melemparkan pertanyaan kepada Ryu karena secepat itu dia bisa menemukan Penguasa Elemen Angin.
Yang lain pun memiliki pemikiran yang sama, mengingat tidak ada yang mengetahui keberadaan Penguasa Elemen.
" Saat aku sedang berlari ke arah Hutan, aku merasakan ada hembusan angin seperti ada yang memanggilku. Karena itulah aku mengikuti arah angin tersebut dan berhasil menemukan Pulau Melayang." Ryu menjelaskan kepada mereka tentang apa yang terjadi sebelumnya.
__ADS_1
Ryu yang pernah merasakan Aura tersebut yang hampir sama dengan Penguasa Elemen Petir saat berada di Benua Timur.
Karena itulah Ryu merasa yakin bahwa bisikan angin tersebut mengarah kepada Penguasa Elemen Angin.
" Jadi begitu... Gege... sepertinya kita tidak membutuhkan lagi Sumberdaya tingkat langit kebawah. Berikan saja kepada Bawahanmu yang masih mencapai Pendekar Langit kebawah." Ucap Xin Chie.
" Aku pikir juga begitu... Meskipun kita sudah memiliki Sumberdaya tingkat Surgawi, tapi untuk mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah bukanlah perkara yang mudah. Banyak orang diluar sana membutuhkan waktu selama ratusan tahun hanya untuk naik satu tingkat." Ryu merasa bersyukur karena memiliki Dunia Quzhu untuk membudidayakan Sumberdaya yang sangat sulit untuk ditemukan di Dunia Abadi.
Meskipun Sumberdaya itu ada, tapi harus menunggu waktu sampai berusia ratusan tahun hingga jutaan tahun agar bisa dipanen karena semakin lama Sumberdaya itu tumbuh, semakin banyak khasiatnya.
Berbeda halnya dengan Dunia Quzhu, mereka dapat memanen Sumberdaya setahun sekali karena kecepatan waktu di Dunia Quzhu bisa berlipat ganda.
" Aku akan membuat Pil Kultivasi Tingkat Surgawi untuk kita." Ucap Ryu.
" Untuk masalah Pil, Gege tidak perlu khawatir... Aku sudah membuatnya untuk kita. Lagi pula aku banyak waktu di tempat ini." Xin Chie mengeluarkan Pil Kultivasi Tingkat Surgawi yang sekitar ratusan Pil.
" Kalau begitu aku tidak perlu repot-repot lagi." Ryu mengambil Pil tersebut lalu memasukkan ke Cincin miliknya.
Setelah mengambil Pil Kultivasi, Ryu kembali mengeluarkan tumpukan Sumberdaya tingkat Surgawi yang dia kumpulkan sebelumnya.
Tanpa menunggu perintah, Xin Chie mengambil Sumberdaya tersebut yang sudah mencukupi usia lalu menuju ke ruang Sumberdaya untuk membuat Pil lagi.
Sedangkan sisanya lagi Sheng Zhishu langsung mengambilnya lalu menanam kembali Sumberdaya itu agar bisa dipanen kembali.
Setelah beberapa saat kini Sheng Zhishu dan Xin Chie sudah kembali ke Istana Emas dimana Ryu dan Istrinya yang lain sedang duduk berbincang kecil.
Begitu juga dengan Sheng Zhishu dan yang lain, langsung menuju ke kamar utama untuk beristirahat.
Pada keesokan pagi di Dunia Quzhu, Ryu dan Istrinya langsung menuju ruang Kultivasi untuk meningkatkan Kultivasi mereka maupun mengolah Aura Pembunuh menjadi Aura Dewi Emas Suci dan Ryu sendiri mengolah Aura Dewa Agung.
Hari-hari terus berjalan hingga tepat sepuluh bulan di Dunia Quzhu yang artinya masih tiga hari di Dunia yang sebenarnya Ryu kembali ke kapal udara untuk menyapa para bawahannya.
Ryu yang sudah berada di kapal udara langsung disambut oleh Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak.
Ryu dapat merasakan bahwa mereka sudah berada di atas lautan.
" Salam Tuan." Dao Luo dan yang lain memberi hormat.
" Mmm... Dimana Wu Tian?" Tanya Ryu karena dia tidak merasakan Aura dari Pemuda tersebut.
" Aku memintanya untuk berlatih agar mereka semua bisa menerobos Pendekar Langit tahap akhir. Untuk masalah mengemudi kapal, aku bisa melakukannya Tuan." Ucap Tou Shuijing.
Tou Shuijing yang sudah tumbuh menjadi Hydra dewasa dengan begitu dia mulai beradaptasi dengan air laut.
Jika Tou Shuijing sudah memiliki wujud Hydra dengan 12 kepala maka akan mencapai puncak kedewasaan, dengan begitu dia bisa merasakan apapun yang ada di air laut di sekitarnya.
__ADS_1
" Baiklah... Sepertinya itu lebih baik. Aku rasa mereka bisa mencapai Pendekar Langit tahap akhir." Ryu berjalan naik ke atas kapal sambil merasakan terpaan angin yang berhembus.
" Sepertinya para Perompak Paus Biru benar-benar sudah banyak yang mati karena Putri Duyung itu." Ryu menghela nafas karena tidak dapat merasakan Aura dari para Perompak Paus Biru di wilayah tersebut.
Setelah beberapa saat Ryu dapat melihat samar-samar dari beberapa Kapal lain yang mengapung di atas lautan.
' Shuijing... Coba dekati kapal di depan kita.' Ryu mengirim pesan jiwa kepada Tou Shuijing yang sedang mengemudi kapal udara.
' Baik Tuan.' Tou Shuijing membalas pesan jiwa sambil mempercepat laju kapal ke arah yang ditunjukkan.
Saat sudah mendekati beberapa kapal tersebut, kini Chaizu dan yang lain muncul di atas kapal.
Saat mendekati kapal tersebut kini tercium bau yang menyengat sehingga Ryu dan yang lain langsung menutup hidung.
" Tuan... Sepertinya kapal ini milik para Perompak Paus Biru. Aku rasa semua yang ada di dalam kapal itu sudah mati lebih dari satu bulan." Ucap Chaizu.
" Wuush." Ryu mengibaskan tangannya untuk menenggelamkan kapal tersebut hingga dalam hitungan detik semua kapal langsung tenggelam.
Ryu berpikir jika bangkai yang ada di kapal tersebut dibiarkan, maka bisa membawa penyakit.
Setelah semua kapal sudah tenggelam, Ryu meminta kepada Tou Shuijing untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju ke Benua Tengah.
*****
Setelah melakukan perjalanan selama tiga bulan, kini terlihat sebuah daratan dari Benua Barat.
Dalam perjalanan selama tiga bulan tersebut Ryu dan Istrinya berhasil menerobos Pendekar Surgawi tahap menengah.
Tou Shuijing memiliki perbedaan dengan yang lain, karena dia bisa menyerap energi dari dasar lautan sehingga dia bisa menerobos Pendekar Semesta tahap awal.
Suatu kelebihan dari Tou Shuijing, ketika dia bertarung di air maka kekuatanya akan berlipat ganda.
Chaizu, Jiejia, Qilin, Jiu Wei Hu, Kongque dan Jiaqin juga sudah mencapai tingkat Surgawi tahap akhir.
Dao Luo dan Yan Ran kini berhasil menerobos Pendekar Surgawi tahap awal, sedangkan Wu Tian, Yu Min, Yu Min dan Prajurit sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir.
Begitu pun dengan puluhan wanita yang lain, mereka masih mencapai Pendekar Langit tahap menengah.
Semua itu berkat bantuan dari Sumberdaya yang berlimpah dan Dunia kecil dengan kecepatan waktu seratus kali lipat.
Kini semua sudah berada di atas kapal sambil menatap ke arah daratan yang tidak jauh dari mereka.
Namun Ryu lebih memilih agar semua Prajurit, Wu Tian, Yu Wei, Yu Min dan puluhan wanita itu kembali ke Dunia kecil agar semuanya bisa menerobos Pendekar Surgawi tahap awal.
Dengan begitu Ryu berharap agar semua bawahannya bisa setara karena Ryu pasti membutuhkan mereka ketika sudah sampai di Benua Tengah.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Ryu, mereka pun satu-persatu kembali ke dalam kapal menuju ke Dunia kecil untuk kembali meningkatkan Kultivasi.
Kini yang di atas kapal hanya tersisa Ryu, Dao Luo Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak. Sedangkan untuk Sheng Zhishu dan yang lain mereka masih berada di Dunia Quzhu.