
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Benar Yang Mulia Kaisar. Jika Kami kembali, kami memang tidak takut mati. Tapi yang dikhawatirkan mereka akan membunuh Keluarga kami." Ucap Jenderal Jintao.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu meminta mereka untuk menginap di Istana Kekaisaran Awan berhubung masih banyak Kamar yang kosong.
Sedangkan untuk Prajurit, Ryu meminta Jenderal Fei untuk membawa mereka ke kediaman Prajurit agar bisa berbaur dengan Prajurit lainnya dan tentu saja tetap akan diawasi.
Para Pelayan lain langsung membawa mereka ke Kamar tamu yang dimana Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying lebih memilih untuk tinggal bersama, Sedangkan Jenderal Jintao berada di kamar lain.
......................
Kejadian sebelum Ryu, Jenderal Jintao, Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying masuk ke dalam Istana :
" Eh... Siapa mereka? Bukankah mereka dari Kekaisaran Shin?" tanya salah satu Bangsawan.
" Sepertinya begitu. Sepertinya aku belum pernah melihat ketiga Wanita itu, meskipun aku sering ke Wilayah Ibukota Kekaisaran Shin."
" Tapi Pakaian yang mereka pakai seperti menunjukkan bahwa mereka berasal dari Istana."
" Sepertinya Kekaisaran Awan ini banyak menyimpan Roh Suci bahkan Dewi Agung. Tidak lama lagi akan tersebar luas."
" Apa yang kalian bicarakan tentang Roh Suci dan Dewi Agung?" Jenderal Yuchen menatap ke arah Para Bangsawan tersebut.
" Jenderal... Apa kamu tidak mengingat kejadian sebelumnya?" tanya salah satu Bangsawan.
" Kalian bisa pergi dari sini, karena Wilayah Kekaisaran Awan sudah aman." Jenderal Yuchen membawa mereka keluar Pintu Gerbang Istana yang dituntun oleh beberapa Prajurit.
Baik Jenderal Yuchen, Jenderal Chuang dan Jenderal lain menganggap Bangsawan tersebut sudah Gila karena selalu membahas tentang Roh Suci dan Dewi Agung yang mereka sendiri tidak pernah melihatnya.
Hal itu tentu saja mereka tidak mengingatnya karena saat melewati Pintu Gerbang ingatan mereka langsung terhapus.
" Ciihhhh... Para Jenderal dan Prajurit itu ingin menyembunyikan keberadaan Roh Suci dan Dewi Agung itu jelas-jelas kita juga melihat secara langsung." Sosok Bangsawan beranjak keluar Gerbang hingga melewati Dinding yang Ryu ciptakan.
Seketika Ingatannya juga terhapus, karena yang dia ingat hanya saat Pelindung Yin-Yang Kura-kura pecah dan mengingat Pasukan Kekaisaran Awan keluar Istana untuk menghadang Pasukan Kekaisaran Shin.
Begitu juga dengan yang lain, tidak ada satupun yang mengingat hal itu langsung berjalan kembali ke tempat masing-masing.
Di Penginapan Giok Bulan, Terlihat Jenderal Tianli dan Jenderal Bizhu yang baru saja datang dan membuka kembali Pelindung Yin-Yang Kura-kura dengan sebuah Lencana Kekaisaran.
" Sekarang Kekaisaran Awan sudah aman, Silahkan kalian kembali ke kediaman masing-masing." Ucap Jenderal Tianli.
__ADS_1
Semua Warga yang berada di dalam Lantai Dasar Penginapan Giok Bulan berbondong-bondong keluar Penginapan Giok Bulan karena sudah tidak tahan dengan ocehan beberapa Bangsawan yang Pelit itu.
" Permisi Tuan-tuan... Apakah Kalian Ingin menginap disini?" Tanya salah satu Pelayan kepada para Bangsawan tersebut.
" Ciihhhh... " Beberapa Bangsawan keluar dari Penginapan karena tidak ingin dipermalukan dan menganggap mereka seperti pengemis.
Sedangkan beberapa Bangsawan lain lebih memilih untuk tinggal dan menyewa kamar di tempat tersebut karena mereka menganggap Penginapan Giok Bulan tersebut sangat Mewah dan menarik ditambah lagi dengan Pemandangan Gunung Cahaya Bulan yang memanjakan mata mereka.
......................
Di Kekaisaran Shin :
Terlihat Dua sosok yang berada di dalam Kamar Utama Istana yang sedang memadu kasih dimana mereka berdua tanpa sehelai kain dan hanya ditutupi dengan sprei.
" zi'er... Satu Minggu lagi Pasukan yang saya kirim akan kembali lagi kesini. Dengan begitu kita akan membuat Pesta Besar-besaran untuk menyambut Para Selirku." Shin Hye Gang senyum kemenangan.
" Baiklah... Aku akan menunggu kedatangan mereka dan meminta mereka untuk berlutut di hadapanku." Ling Xianzi membelai wajah Shin Hye Gang dengan manja.
" Tentu saja, akan aku penuhi Permintaanmu." Shin Hye Gang mengusap rambut Ling Xianzi.
' Semoga saja mereka tidak membunuh Ryu Gege... karena hanya dia yang mampu memenuhi hasrat ku.' Ling Xianzi membatin.
" Gege... Lalu bagaimana dengan Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying? Apa mereka sudah tertangkap? " Tanya Ling Xianzi.
" Aku sudah memerintahkan kepada para Prajurit untuk menyusuri seluruh Wilayah Kekaisaran Shin. Kamu tenang saja, tidak lama lagi mereka akan tertangkap." Shin Hye Gang penuh percaya diri.
" Jika mereka sudah tertangkap, Apa yang Gege lakukan kepada mereka? Apakah Gege masih mencintai mereka? Gege Pernah bilang kalau mereka sudah terlihat Tua dan Keriput. Tapi beberapa hari yang lalu mereka masih awet muda dan tetap cantik." Ling Xianzi menyelidik memperhatikan sikap Shin Hye Gang.
" Ah... Itu... Tergantung pada mereka. Jika mereka mau berada dibawah Posisimu maka aku akan mengampuni mereka." Shin Hye Gang menyembunyikan keraguannya karena Sekarang wajah Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying tidak kalah cantik dari Ling Xianzi.
Terlebih lagi, Nan Sian dia tidak pernah menyentuhnya lagi selama 20 Tahun akibat Nan Sian menjalani Kultivasi tertutup.
Yang lebih parah adalah Zhao Luyi dan Zhao Liying yang sama sekali dia tidak pernah menyentuhnya, dikarenakan Saat Pernikahan mereka, Shin Hye Gang terkena Racun Ular Es yang membuatnya tidak bisa menyalurkan hasratnya kepada Kedua Wanita itu hingga mereka juga memilih untuk Berkultivasi tertutup bersama Nan Sian.
Kedatangan Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying lebih dari seminggu yang lalu juga tidak pada saat yang tepat dimana Ling Xianzi juga ada di sampingnya dan tidak tau kalau mereka akan pergi diam-diam.
" Baiklah Gege... Aku percaya denganmu." Ling Xianzi menepis keraguannya.
......................
Di Kekaisaran Awan :
Ryu yang sudah berada di Kamar Utama Istana, kini langsung melihat keadaan Istrinya.
" Gege..."
" Sayang..."
Sambut semua Istrinya.
" Bagaimana dengan Kondisi kalian? " Ryu duduk mendekati mereka.
" Sepertinya sudah cukup baik. Sayang... Aku sudah menjelaskan kepada yang lain agar jangan menerobos terlebih dulu." Ucap Sheng Zhishu.
" Sayang, Dunia Quzhu ini memang sangat membantu. Tapi sayangnya kami tidak bisa menggunakannya secara efektif sebelum mencapai Pendekar Surgawi secara sempurna." ucap Yuwang.
" Kami memang sudah mencapai Pendekar Surgawi, tapi sayangnya penyatuan tubuh masih belum sempurna." Ucap Yunjiang.
" Baiklah... Aku tidak memaksa kalian untuk tinggal di sini, tapi ambillah Harta langit dan Sumberdaya agar bisa mempercepat proses penyembuhan dan Penyempurnaan tubuh kalian." ucap Ryu.
" Kami sudah mengambilnya, Sayang tenang saja!" ucap Xin Chie.
__ADS_1
" Kalau begitu kami pamit dulu, kami tidak bisa terlalu lama disini." ucap Sheng Zhishu.
" Baiklah... Jaga diri kalian. Aku akan mencari Inti Roh Hewan Ilahi untuk kalian semua." ucap Ryu.
" Mmmm.... Utamakan untukmu dulu." Tianhe memegang Kalung Teleportasi hingga tubuhnya langsung menghilang.
" Hua'hua, Ye'ye, Jun'jun, Lu'lu, An'an qi'qi, Ping'ping, Sepertinya aku menyukai bahasa di Dunia Abadi ini. Semoga yang lain juga setuju." Huli Yue Memegang Kalungnya sesaat langsung menghilang.
" Tidak buruk... Mungkin bahasa kami di Dunia sebelumnya perlu perubahan." Xin Chie memegang Kalungnya sesaat menghilang.
" Terserah suara terbanyak." Sheng Zhishu tersenyum juga langsung menghilang.
" Sayang... Eh Gege... Kami pamit dulu." Yunjiang, Yinshi dan Yuwang mencium Pipi Ryu kemudian menghilang.
" Gege... mereka sangat kuat. Bahkan bisa berteleportasi." ucap Wang Mingjun.
" Ah... Itu... Mereka memiliki kelebihan masing-masing." Ryu tidak ingin mengecewakan Istrinya yang lain, bukan karena ingin membedakan namun karena ada hal yang belum waktunya mereka mengetahui.
" Gege... Kata mereka Aku adalah Reinkarnasi Dewi Angsa. Tapi aku belum mengerti bagaimana caranya agar bisa berubah wujud menjadi Angsa." Ucap Qin Shuomei.
" Aku sempat menjadi Seekor Harimau Putih, tapi itu tidak lama." Shu Meilu merasa malu teringat kejadian sebelumnya.
" Sebaiknya kalian berlatih di tempat yang tertutup untuk menggali potensi kalian. Tapi sayangnya siapa yang mengatur Istana Kekaisaran Awan ini.?" Ryu terlihat kebingungan.
" Gege... Biarkan seperti ini dulu sampai kami menemukan tempat yang cocok untuk Latihan tertutup." Ucap Xie Hua.
" Hua'hua... Aku sarankan jika kamu melakukan latihan tertutup, Paling tidak ada yang menjaga Anak kalian." Ucap Jiang Caiping.
" Benar apa yang dikatakan Ping'er. Lagi pula yang lain juga akan menyusul, terlebih untuk Ye'er." ucap Ryu.
" Jika harus melakukan Latihan tertutup, Aku memiliki 10 Pelayan terbaik. Hanya saja yang kita butuhkan harus mencari tempat yang cocok untuk kita semua." ucap Ting Ye.
" Aku sudah bilang tidak bisa mengurus Istana Kekaisaran ini, Jika kalian semua melakukan latihan tertutup. Apalagi aku harus mencari Inti Roh Hewan Ilahi untuk kalian." Ucap Ryu.
Mendengar ucapan tersebut semua langsung menoleh ke arah Ling Queqi dan Jiang Caiping.
" Maaf aku tidak bisa. Aku harus mengurus Penginapan Giok Bulan." Jiang Caiping menyadari tatapan tersebut.
" Gege... Aku juga tidak mampu jika mengurusnya sendirian." Ling Queqi menggelengkan kepala.
" Gege... Mau tidak mau kami harus melakukan latihan tertutup. Jika tidak, kejadian sebelumnya bisa terulang lagi." Qin Shuomei menyadari kelemahannya.
Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung terdiam karena hal itu memang ada benarnya, bukan tidak mungkin Suatu saat kejadian serupa akan terulang bahkan bisa lebih berbahaya lagi.
" Baiklah jika itu keinginan kalian, aku tidak bisa memaksa. Biar aku sendiri yang mencari tempat yang cocok dan aman." ucap Ryu.
" Terimakasih Gege..." Semua terlihat senang.
" qi'er... Aku harap kamu bisa tinggal disini untuk memimpin Istana Kekaisaran Awan ini." Ucap Ryu.
" Baiklah Gege... Aku akan mencobanya semampu yang aku bisa." Ling Queqi tidak bisa menolak hal tersebut.
" Lebih baik kita keluar dari sini." Ryu membawa mereka keluar dari Dunia Quzhu.
" Gege... Aku tidak bisa terlalu lama disini. Aku harus kembali ke Penginapan Giok Bulan." ucap Jiang Caiping.
" Baiklah... Aku akan mengantarmu." Ryu memegang Jiang Caiping hingga mereka langsung menghilang.
Setelah beberapa detik Ryu telah kembali ke tempat semula.
" Gege... Aku kembali ke Linka dulu." Ting Ye memegang Kalungnya sesaat langsung menghilang.
__ADS_1
" Gege... Kami Pamit dulu." Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi keluar dari Kamar Utama menuju Kamar masing-masing.
Setelah mereka pergi, Ryu langsung menggendong anaknya sambil menimang yang membuat Xie Hua menggelengkan kepala.