SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
GETARAN CINTA PERTAMA


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Ryu memang bisa saja memberikan kepada mereka secara cuma-cuma, namun menurut Ryu hal itu tidak efektif.


" Baik Yang Mulia Kaisar, Aku akan menyampaikan hal ini kepada seluruh Prajurit." ucap Jenderal Fei.


" Chaizu, Jiejia, Mayi, Mifeng, Aku percayakan kepada kalian." ucap Ryu.


" Baik Tuan." Jawab mereka serempak.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Jenderal Jintao baru muncul.


" Silahkan duduk Jenderal." Ryu mempersilahkan.


" Terimakasih Yang Mulia." Jenderal Jintao duduk di kursi yang tersedia.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Long Mubai memberi hormat.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Ling Sancuo dan Ling Liddan memberi hormat.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Gao Liang dan Bao Mingson memberi hormat.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Bing Ruyue juga muncul.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Hong Kian dan Zuge memberi hormat.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Lan Liwei dan Tiankong juga muncul.


" Mmmm... Silahkan duduk." Ryu mempersilahkan sedikit heran dengan kemunculan mereka yang terlihat serempak.


" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak lalu mengambil tempat duduk.


" Begini Yang Mulia Kaisar, Aku datang kesini karena Anakku Zuge Ingin mengabdikan diri kepada Kekaisaran Awan." Hong Kian membuka pembicaraan.


" Zuge, apa itu benar? " tanya Ryu.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Sudah saatnya Hamba turun Gunung untuk mengabadikan diri kepada Kekaisaran Awan." ucap Zuge.


" Jika begitu, selamat bergabung. Kekaisaran Awan sangat membutuhkan Orang yang kuat sepertimu." Ryu terlihat senang.


" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Zuge terlihat senang seraya menundukkan kepala.


" Yang Mulia Kaisar, setelah difikirkan Aku juga ingin mengabdi kepada Kekaisaran Awan. Ibu juga sudah mengizinkan." Tiankong mengutamakan keinginannya atas dorongan Ibunya karena Lan Liwei sendiri ingin merubah tatanan Sekte Kabut Ilusi menjadi Sekte Aliran Netral.


" Jika begitu selamat bergabung." Ryu terlihat senang, karena Pendekar Langit bertambah Dua.

__ADS_1


" Yang Mulia Kaisar, Aku mewakili Permaisuri Sian, Ratu Luyi, dan Ratu Liying. Jika Yang Mulia bisa menghantarkan Kekaisaran Shin, maka Permaisuri Sian Kembali memimpin Kekaisaran Shin dan tentu berada di bawah Kekaisaran Awan." Jenderal Jintao menyampaikan pesan dari ketiga Wanita tersebut.


Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung terdiam, karena sudah tau apa yang akan terjadi kedepan.


' Apa Yang Mulia Kaisar akan menambah Istri lagi?' Para Menteri dan Jenderal membatin.


Jika Ryu tidak membalaskan dendam, maka bukan tidak mungkin Kekaisaran Shin dan Empat Kerajaan kecil akan menghimpun kembali Kekuatan mereka untuk membalaskan kekalahan mereka. Jika dia menghancurkan Kekaisaran Shin, maka salah satu dari Anggota Keluarganya harus memimpin disana.


Sedangkan Ryu hanya seorang diri dan memiliki Putra Mahkota masih bayi yang tentu saja dia sendiri harus melakukannya.


" Untuk masalah itu aku fikirkan lagi, yang terpenting sekarang besok Pagi Aku dan Pasukanku akan menghancurkan Empat Kerajaan kecil itu dan yang terakhir Kekaisaran Shin." Ryu tidak ingin terlalu jauh membahas hal tersebut.


" Baik Yang Mulia Kaisar, kalau begitu aku dan Prajuritku akan membantu." Jenderal Jintao menawarkan diri.


" Jenderal Jintao, aku hanya ingin membawa Pasukan yang sudah mencapai Pendekar Langit saja untuk mengurangi resiko kerugian Pasukan." ucap Ryu.


" Kalau begitu biar aku sendiri yang ikut, tapi Prajuritku akan melihat dari kejauhan." Jenderal Jintao memahami apa yang dikatakan Ryu.


" Baiklah... lagi pula Kapal Udara masih mampu menampung Ribuan Pasukan." ucap Ryu.


" Yang Mulia Kaisar, Aku ikut." ucap Zuge.


" Yang Mulia Kaisar, aku juga ikut." ucap Tiankong.


" Aku juga ikut." Long Mubai, Gao Liang, Bao Mingson ikut bersuara.


" Baiklah... kalian boleh ikut." Ryu menganggap akan lebih mudah jika lebih banyak Pasukan yang sudah mencapai Pendekar Langit.


" Yang Mulia Kaisar.., kebetulan aku sudah terlanjur keluar dari latihan tertutup, tidak ada salahnya jika aku membantu." Bing Ruyue menawarkan diri.


" Aku juga ikut." Hong Kian dan Lan Liwei bersuara.


" Baiklah... Besok Pagi kita akan berangkat. Aku harap kalian semua bisa mempersiapkan diri." Ryu semakin bersemangat.


" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.


" Kondisi mereka belum pulih Yang Mulia. Apa yang akan kita lakukan pada mereka?" Jenderal Fei merasa khawatir jika 52 Pendekar Langit tersebut Pulih maka akan membahayakan Kekaisaran.


Ryu yang menyadari kekhawatiran mereka, kini sempat berfikir jika membunuh mereka maka sangat disayangkan karena sangat sulit untuk mencari Pendekar Langit di Wilayah Kekaisaran Awan.


" Begini saja, Jika mereka ingin melakukan Sumpah Langit untuk setia kepada Kekaisaran Awan maka bebaskan mereka. Tapi jika mereka tidak mau, kalian bunuh saja selagi mereka masih terluka." Ryu merasa dengan keberadaan mereka Kekaisaran Awan akan lebih kuat.


" Deeeg." Semua terkejut mendengar kata ' Sumpah Langit ' yang sama saja dengan bunuh diri jika melanggar sedikit.


" Ba... Baik Yang Mulia Kaisar." Jenderal Fei dengan tubuh gemetar.


" Jenderal Li Chun, Selain mereka Sumpah setia kepada Kekaisaran Awan, aku perintahkan kepadamu agar juga mereka tunduk kepada aturanmu." Ryu berencana menempatkan mereka ke berbagai Kota di Wilayah Kekaisaran Awan.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jenderal Li Chun sangat senang, karena tenaga mereka sangat dibutuhkan jika ada permasalahan.


" Baiklah, kalian boleh pergi sekarang." Ryu membubarkan Pertemuan tersebut.


Semua langsung membubarkan diri menuju kediaman masing-masing, Ryu juga bergegas kembali ke Kamar Utama Istana.


......................


Di Ruangan lain :


" Permaisuri Sian, bagaimana menurutmu? Apa Kaisar Ryu akan setuju dengan hal itu?" tanya Zhao Luyi.


" Demi Rakyat di Kekaisaran Shin, aku harus memimpin disana." Nan Sian bicara dengan formal meski dia juga mengagumi Ryu.


" Aku fikir juga begitu. Meskipun Kaisar Ryu sudah banyak memiliki Istri, tapi itulah tradisi dan Politik." ucap Zhao Luyi.


" Tidak ada salahnya... Lagi pula Kaisar Ryu sangat Tampan dan berwibawa." ucap Zhao Liying.

__ADS_1


" Ini bukan masalah Kaisar Ryu tampan atau tidak. Tapi ini demi kelangsungan Kekaisaran Shin. Karena aku yakin, Kaisar Ryu tidak akan membiarkan musuhnya hidup tenang. Tanpa kita meminta, Kaisar Ryu pasti akan menyerang Kekaisaran Shin bahkan Empat Kerajaan yang mendukung. Itulah kenapa aku meminta bantuan kepada Kaisar Ryu untuk mengurangi jumlah Korban."


" Jika semua pengurus Istana Kekaisaran banyak yang mati, maka akan berdampak buruk bagi Kekaisaran itu sendiri. Sudah pasti Kekacauan akan terjadi dimana-mana baik itu Perebutan Kekuasaan, Perampokan, Pemerkosaan hingga Perbudakan."


" Apalagi dengan gencarnya dari Sekte Aliran Hitam, itu akan memperburuk keadaan. Kelaparan dan Kemiskinan akan terjadi di berbagai tempat. Karena mengatur Kekaisaran lebih sulit dari pada berperang." Nan Sian menjelaskan.


" Permaisuri memang benar... Itu artinya Kekaisaran Shin butuh pemimpin yang Arif dan bijaksana." Zhao Luyi menimpal.


" Itulah kenapa aku membuat Kerjasama ini. Kalian lihat sendiri bagaimana keadaan Kekaisaran Awan ini setelah berperang? mereka memiliki sedikit Prajurit, meskipun Pasukan bawahan Kaisar Ryu memiliki Kekuatan mengerikan. Tapi itu tidak cukup untuk mengatasi permasalahan di setiap Wilayah Kekaisaran Awan yang sangat luas ini. Mereka butuh waktu hingga bertahun-tahun agar bisa pulih kembali. Sebuah keberuntungan mereka langsung didukung oleh Tujuh Sekte, Lima Klan, dan seluruh Walikota. Jika tidak, mungkin Perperangan akan terus berlanjut." ucap Nan Sian.


" Aku dengar Kaisar sebelumnya sangat Arogan dan tidak peduli dengan Warganya. Itulah kenapa mereka sangat senang setelah mendengar Keluarga Kaisar Zao sudah mati." ucap Zhao Luyi.


" Kalau begitu, Aku harap Kaisar Ryu mau menjalin kerjasama demi kepentingan rakyat." ucap Nan Sian.


" Mmmm." Kedua Wanita tersebut mengangguk setuju.


......................


Di Kamar Utama Istana :


" Hua'hua... Aku lupa bertanya padamu, Serangan terakhir yang kamu pakai waktu itu sangat Kuat. Teknik apa yang kamu pakai?." Wang Mingjun teringat kejadian saat Xie Hua melepaskan Tujuh Kelopak bunga teratai yang membuat Pasukan Kekaisaran Shin menjadi kabut darah.


" Aku menamakan teknik itu 'Getaran Cinta Pertama ' Xie Hua bicara dengan santai.


" Getaran Cinta Pertama" Semua melotot ke arah Xie Hua dengan rahang terbuka.


' Teknik itu sangat mengerikan, tapi kenapa dinamakan seperti itu '. Wang Mingjun membatin.


" Apa memang itu nama Tekniknya? " Shu Meilu merasa nama itu tidak cocok.


" Apa tidak ada nama lain? " Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi menggelengkan kepala.


" Aku tanpa sengaja menciptakan Teknik itu saat Jiwa Ka Zhishu dan yang lain menyatu dalam tubuhku. Berkat Elemen yang mereka miliki akan memperkuat efek serangannya." Ucap Xie Hua.


" Saat aku berlatih, Aku selalu teringat Gege. Saat itulah aku menamakan ' Getaran Cinta Pertama ' yang kebetulan Gege adalah Cinta Pertamaku." Xie Hua menatap ke arah mereka bergantian.


" Hua'hua... Apa kamu bisa mengajarkan Teknik itu Kepadaku? Aku rasa itu sangat cocok Karena Gege juga Cinta Pertamaku." Shu Meilu sangat tertarik dengan nama Teknik tersebut.


" Aku juga." Wang Mingjun,Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi berkata serempak.


Mendengar ucapan tersebut semua saling menunjuk satu sama lain.


" Haaahh... Ternyata Cinta Pertama kita pada Suami kita sendiri." Xie Hua senyum tipis.


" Itu lebih bagus... " ucap Shu Meilu.


" Baiklah aku akan mengajarkan Teknik itu kepada kalian. Tapi agak sedikit sulit karena Perbedaan Elemen yang kita miliki." Ucap Xie Hua.


" Tidak Masalah, yang penting suatu saat nanti aku akan menunjukkan kepada Gege." Ucap Li Jilan.


" Kalian ada disini semua?" Ryu baru saja muncul ke dalam kamar.


" Gege... Kami hanya membahas Teknik yang dipakai Hua'hua saja." ucap Wang Mingjun.


" Teknik apa itu?" Ryu mengerutkan kening sedikit penasaran.


" Itu rahasia." jawab mereka serempak.


" Haaahh... terserah kalian, Aku ingin ke Dunia Quzhu. Apa kalian mau ikut?" Tanya Ryu.


" Kami ikut." Jawab mereka serempak.


" Baik... Hua'er, bagaimana denganmu?" Ryu menoleh ke arah Xie Hua.


" Gege... Aku disini saja untuk menemani xi'er." ucap Xie Hua.

__ADS_1


" Kalau begitu, kami pergi dulu." Ryu membawa yang lain ke Dunia Quzhu.


__ADS_2