
" Shuijing, Jiu dan kalian semua... Kalian boleh kembali ke Dunia Quzhu. Sepertinya rombongan yang lain akan datang kesini." Ucap Ryu karena merasakan Tetua Jila dan yang lain kembali naik ke atas Gunung.
" Baik Tuan." Kesembilan Hewan Kontrak tersebut kembali ke Dunia Quzhu.
" Bing Jilin... Kamu boleh bergabung dengan mereka." Bing Ruyue mengibaskan tangannya memindahkan Hewan Kontrak miliknya ke Dunia Quzhu.
Setelah beberapa, kini Tetua Jila, Shui Jian dan Murid Sekte Tirai Air sudah mencapai puncak gunung tersebut.
" Haaahh... Sepertinya hari mulai gelap. Apakah kita akan melanjutkan perjalanan?" Tanya Tetua Jila.
" Sepertinya kita beristirahat disini saja. Lebih baik besok saja kita kembali Ke Sekte." Ucap Ryu.
Para murid pun bergegas mencari ranting dan dahan yang akan digunakan sebagai api unggun lalu membuat beberapa tenda di balik reruntuhan Goa besar tersebut lalu masing-masing beristirahat.
Pada keesokan pagi mereka pun mengemas barang menyiapkan diri untuk kembali ke Sekte Tirai Air.
" Sudah enam hari kita meninggalkan Sekte. Sebaiknya kita kembali kesana" Ucap Ryu seraya mengeluarkan Jiu Tou She.
" Salam Tuan Muda" Jiu Tou She menundukkan kepala.
" Jiu... Aku butuh bantuanmu. Bawa kami kembali ke Sekte Tirai Air. " Ucap Ryu
" Dengan senang hati Tuan." Jiu Tou She merubah bentuknya dengan tubuh raksasa berkepala tujuh.
Hal itu membuat Shui Jian, Tetua Jila dan para murid gemetar sangat ketakutan.
" Jangan takut. Dia Hewan Kontrak milikku. Kita harus cepat menuju Sekte. " Ryu naik ke atas punggung Jiu Tou She yang 23 Istrinya.
Dengan Perasaan ragu mereka akhirnya memberanikan diri untuk menaiki makhluk raksasa tersebut.
Saat semuanya sudah berada di atas punggungnya, Jiu Tou She langsung terbang dengan kecepatan penuh menuju ke Sekte Tirai Air.
Seharian penuh, mereka akhirnya mendarat di lapangan luas yang tidak jauh dari Sekte Tirai Air kemudian menuju ruang pengisian misi untuk memberikan Sumberdaya yang mereka dapatkan.
Sedangkan Ryu dan Istrinya langsung menuju ke Rumah kediaman mereka untuk Beristirahat.
__ADS_1
Ryu dan 23 Istrinya yang sudah berada di Rumah kediaman langsung menuju Ke Istana Kristal.
Ryu juga menuju ke kediaman anggota Pasukan Semesta karena ada hal yang ingin dia sampaikan.
" Salam Dewa Agung." Semua anggota Pasukan Semesta menundukkan kepala.
" Aku hanya ingin menyampaikan kepada kalian semua, Tidak lama lagi kita akan bertarung melawan lima Sekte terbesar. Kalian boleh menentukan pilihan kalian." Ucap Ryu sambil menatap ke arah mereka.
" Dewa Agung... Selama ini kami sangat senang bisa menjadi bawahan Dewa Agung dan Dewi Agung. Jika kami mati dalam pertempuran, sedikitpun kami tidak akan menyesal." Ucap Dao Luo.
" Dewa Agung... Mati dalam pertarungan lebih baik dari pada hidup sebagai seorang pengecut." Ucap Yan Ran.
" Pasukan Semesta tidak takut mati." Guang Cheng bersuara lantang seraya mengangkat tangannya.
" Tidak takut mati!!!" Teriakan dari anggota Pasukan Semesta.
" Baiklah, Kalau begitu kalian berlatih lebih keras lagi. Di tempat ini sangat banyak Hewan Roh, Jadi kalian boleh berlatih dan berburu sepuasnya." Ucap Ryu.
" Baik Dewa Agung. Kami akan melakukan yang terbaik untuk Dewa Agung dan Dewi Agung." Luan Hua dan seluruh Pasukan Semesta wanita bersuara lantang tidak ingin kalah dari Pasukan Semesta Pria.
" Gege... Bagaimana?" Tanya Qin Shuomei.
" Sepertinya mereka lebih memilih untuk bertarung hidup dan mati." Ryu memasang wajah masam.
" Jalan seorang Kultivator memang begitu. Mati di medan pertempuran lebih mulia dari pada hidup sebagai pengecut." Ucap Ting Ye.
" Aku juga berpikir seperti itu." Ucap Ryu.
" Gege... Aku dengar dari Jiu Wei Hu bahwa Gege pernah dikurung oleh Api dari Ular raksasa. Tou Shuijing menceritakan kepada Jiu Wei Hu bahwa Gege tidak mengalami luka apapun. Teknik apa yang Gege gunakan?" Huli Yue merasa heran.
" Tidak ada Teknik khusus... Hanya saja saat menerima Anugerah dari Penguasa Elemen, semua jenis serangan elemen tidak berpengaruh lagi untukku. Bahkan bisa dibilang akan menambah kekuatanku." Ucap Ryu.
" Maksud Gege?" Sheng Zhishu dan yang lain semakin penasaran.
" Karena sekarang aku sudah mendapatkan Inti Elemen Petir, Api, Angin dan Air... Jika ada lawan yang memakai keempat elemen itu, maka mereka tidak bisa melukaiku sedikitpun. Bahkan keempat elemen itu akan menambah kekuatanku." Ryu menjelaskan kembali kepada mereka.
__ADS_1
" Hhhhmmm... Itu artinya jika Gege mendapatkan semua Elemen, maka tidak ada lagi bisa membuat Gege terluka dari serangan elemen." Tanya Bing Ruyue.
" Mmmm... Hanya saja Penguasa Elemen selalu mengatakan bahwa fisikku masih lemah. Aku masih belum tau apa maksud dari itu. Padahal kalian sudah tau sendiri bahwa aku sudah mencapai 90% Tubuh Dewa Agung, yang artinya berkali-kali lipat dari kekuatan fisik maksimal." Ucap Ryu.
" Mungkin saja ada cara lain untuk menambah kekuatan fisik lagi. Tapi Tubuh Dewa Agung lebih kuat dari teknik Tubuh Naga." Xie Hua mengerutkan kening sambil mencerna apa yang disampaikan oleh Ryu.
" Lebih baik kita beristirahat saja. Aku yakin suatu saat akan menemukan cara untuk meningkatkan kekuatan fisik." Ucap Ryu lalu menuju ke kamar utama.
Sheng Zhishu dan yang lain juga menuju ke kamar mereka masing-masing, Sedangkan Hong Kian, Lan Liwei dan Bing Ruyue yang mendapatkan giliran untuk menemani suami mereka juga menuju ke kamar utama tempat Suami mereka.
Pada keesokan pagi Ryu bangun sambil menatap ketiga Istrinya yang masih tertidur lelap, langsung mencium kening Istrinya lalu keluar dari Kamar menuju ruang Kultivasi.
Didalam ruang Kultivasi, Ryu langsung pergi ke Alam Jiwa dimana untuk menyerap informasi dari Pagoda Jiwa.
Saat berada di Pagoda Jiwa, Ryu berhasil naik ke tiga lantai hingga mampu mencapai lantai 10 dimana semuanya hanya memberikan Qi 50.000 Lingkaran dari setiap lantai.
Meskipun hanya mendapatkan lingkaran Qi, Ryu merasa senang karena tidak mudah untuk mendapatkan hal tersebut dengan mudah dimana Ryu sudah memiliki Qi 900.000 Lingkaran.
Karena masih belum mampu untuk mencapai ke lantai selanjutnya, Ryu menyudahi penyerapan tersebut lalu keluar menuju Istana Kristal yang kini telah disambut oleh 23 Istrinya.
" Gege... Apa kamu sedang Berkultivasi?" tanya Sheng Zhishu.
" Mmmm... Sepertinya aku akan menyempurnakan Tubuh Dewa Agung sampai ke puncaknya sebelum menyerang kelima Sekte itu." Ucap Ryu.
" Gege... Kami juga ingin menyempurnakan tubuh Dewi Emas Suci." Ucap Huli Yue.
" Menyempurnakan tubuh Dewi Emas Suci memang lebih sulit dari meningkatkan Kultivasi, tapi apa salahnya jika kita berusaha lagi." Ucap Nan Sian.
" Bukan hanya itu saja, tapi saat kita mencapai tahap sempurna, tubuh kita akan membutuhkan lebih banyak lagi Sumberdaya untuk naik tingkat." Ucap Xin Chie.
" Tidak masalah... Lagi pula di Dunia Quzhu ini seratus kali lipat lebih cepat dari waktu yang sebenarnya, jadi tidak perlu khawatir." Ucap Ting Ye.
" Sayangnya aku dan yang lain tidak memiliki Tubuh Abadi Seperti kalian." Ling Queqi terlihat murung karena dia ingin sekali bersama dengan Ryu dan yang lain hidup Abadi.
Mendengar ucapan dari Ling Queqi, Sheng Zhishu dan yang lain yang memiliki Tubuh Abadi hanya bisa menggelengkan kepala karena mereka juga tidak tau bagaimana cara untuk melakukannya.
__ADS_1