
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Merasa diri mereka terpojok, kedua wanita tersebut berubah wujud menjadi sosok bayangan merah berniat untuk melahap jiwa Xin Chie.
" Kwwwaaakkk." Tekanan energi dari Phoenix Api membuat kedua bayangan merah tersebut terpental puluhan meter menabrak pepohonan hingga hancur.
" Wuush." Semburan Api membakar kedua wanita tersebut membuat mereka berteriak kesakitan.
" Aaarrrggghhhh." Kedua wanita tersebut berusaha untuk memadamkan api yang membakar tubuh mereka.
Xin Chie yang berwujud Phoenix Api juga tidak tinggal diam terus menyemburkan elemen Api kepada mereka berdua sehingga membuat mereka tidak berdaya dan mati dalam keadaan tubuh gosong.
" Wuush." Xin Chie berubah wujud seperti semula mengambil Cincin Ruang milik kedua wanita tersebut.
Di Pertarungan lain Huli Yue yang berwujud Rubah langit dengan gesit melancarkan serangannya kepada dua sosok wanita lain sebagai lawannya.
Dalam setiap serangannya Huli Yue meninggalkan asap tebal berwarna putih membuat kedua wanita tersebut kebingungan karena tidak mampu mendeteksi keberadaan Huli Yue.
" Craaash... Craaash." Dari balik asap tebal Huli Yue dengan wujud Rubah mencakar tubuh mereka lalu menghilang dari balik asap tebal.
" Saudari... Bagaimana ini?" Salah satu sosok wanita berkeringat dingin karena tidak mampu mendeteksi keberadaan Huli Yue.
" Tidak ada cara lain, kita harus bertahan." Wanita tersebut seakan tidak percaya dengan apa yang mereka hadapi sekarang.
Meskipun mereka semua sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, namun jika berhadapan dengan teknik yang tidak masuk akal hanya membawa mereka ke dunia orang mati.
Jangankan untuk melawan, kedua sosok tersebut hanya bisa berdiri saling membelakangi rekannya agar tidak diserang dari arah belakang.
' Dengarkan kalian semua. Para wanita itu memiliki teknik bayangan yang bisa melahap jiwa lawannya.' Xie Hua memberi pesan jiwa kepada yang lain.
Mendapatkan pesan jiwa dari Xie Hua, semua Istri Ryu meningkatkan kewaspadaan termasuk Huli Yue yang sedang bertarung melawan kedua sosok wanita.
Huli Yue yang mendapatkan pesan jiwa tersebut langsung menyelimuti tubuhnya dengan energi Petir dan Angin seraya kembali melancarkan serangannya.
" Ggooooaaarr." Huli Yue mengaum keras menciptakan gelombang Petir membuat kedua wanita tersebut terpental puluhan meter.
" Bbbzzzttt..." Tubuh kedua wanita tersebut diselimuti elemen Petir membuat mereka tidak berdaya karena sudah banyak mengeluarkan Qi untuk melepaskan Spiritual mereka.
" Uhuuk." kedua Wanita tersebut memuntahkan segumpal darah merasakan organ tubuh mereka seperti terbakar.
" Wuush." Huli Yue melompat ke arah mereka dan mencengkram kepala kedua Wanita tersebut.
" Kraaack." Terdengar dari leher kedua wanita tersebut patah hingga menghembuskan nafas terakhir.
Secara perlahan Huli Yue kembali ke wujud semula mengambil Cincin Ruang milik kedua wanita tersebut lalu menarik mayatnya ke Cincin pemulihan.
__ADS_1
Di pertarungan lain Tianhe yang juga melawan dua sosok wanita dengan wujud Burung Merak melepaskan Bola Cahaya sambil menyelimuti tubuhnya dengan energi Cahaya karena sudah diperingatkan oleh Xie Hua.
Meskipun wujud dari Burung Merak terlihat Cantik, namun dari setiap serangannya mampu membuat ledakan yang sangat kuat membuat kedua wanita tersebut beberapa kali terpental ke belakang.
Dari setiap kepakan sayapnya Tianhe menciptakan energi Angin dan cahaya membuat tekanan udara yang sangat kuat menekan pergerakan kedua lawannya.
Kedua wanita yang merasakan efek tekanan udara tersebut membuat tubuh mereka seperti ditimpa beban yang sangat berat.
Tidak sampai disitu saja dengan efek tekanan tersebut kedua wanita itu mengeluarkan darah segar dari hidung dan telinga mereka.
Mendapatkan efek tekanan tersebut kedua wanita langsung mengeluarkan Qi milik mereka untuk melindungi tubuhnya.
" Sial... Kita tidak boleh seperti ini terus." Sosok wanita lain merasa tidak memiliki kesempatan untuk menyerang lawan.
Bahkan mereka sudah banyak mengeluarkan Qi milik mereka agar bisa bebas dari efek tekanan tersebut mencoba mencari celah untuk menyerang balik.
" Kwaaaaaaak." Burung Merak melayang di udara seakan mendapatkan mangsa yang besar menciptakan tekanan udara yang lebih kuat lagi.
" Wuush." Dua bola cahaya mengarah ke dua sosok wanita tersebut.
" Bboooom... Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat tubuh kedua wanita tersebut tidak mampu bergerak lagi.
" Wuush." Sosok burung Merak kembali ke wujud semula mengambil Cincin Ruang milik kedua wanita tersebut lalu menarik mayatnya ke Cincin pemulihan.
Di Pertarungan lain Yunjiang yang mendapatkan lawan dari dua sosok wanita yang terlihat lebih gesit.
Dengan elemen Es yang dia miliki, Yunjiang menciptakan hujan salju membuat pergerakan mereka semakin melambat.
Dari dua arah, kedua wanita tersebut melancarkan serangan mereka berniat untuk menjatuhkan Yunjiang.
Dengan beberapa gerakan Yunjiang dengan santai menciptakan dinding Es untuk menghalau serangan mereka.
" Traaang." Kedua serangan terbentur dengan dinding Es yang Yunjiang ciptakan.
Kedua Wanita tersebut tidak mau kalah kembali melancarkan serangan mereka lebih kuat lagi melemparkan Bola Hitam ke arah Yunjiang.
" Bboooom... Bboooom." Benturan yang sangat kuat dari kedua serangan tersebut menciptakan gempa kecil.
" Tidak mungkin." Kedua wanita tersebut membulatkan mata tertuju kepada Yunjiang yang masih terlihat santai di balik dinding Es.
" Wuush." Yunjiang melambaikan tangan ke arah kedua wanita itu.
" Craaash." Dua balok Es yang runcing menusuk bagian belakang tubuh kedua wanita tersebut hingga terangkat.
" Kraaack." Yunjiang memusatkan fikirannya membuat kedua wanita tersebut menjadi patung Es.
Merasa diri mereka sudah tidak berdaya, kedua wanita tersebut hanya pasrah menanti ajalnya.
Yunjiang pun berjalan mendekati kedua sosok tersebut dengan santai, namun sebenarnya Yunjiang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengalahkan mereka karena memang seperti itu Teknik bertarungnya.
Sambil berjalan Yunjiang menciptakan energi Es hingga hawa di sekitar menjadi sangat dingin hingga menusuk ke tulang-tulang lawannya hingga membeku.
" Bboooom." Yunjiang melambaikan tangan membuat kedua wanita tersebut menjadi kabut darah.
Dengan santai Yunjiang mengambil Cincin Ruang milik kedua wanita tersebut lalu menarik mayatnya ke Cincin pemulihan.
Di Pertarungan lain Yinshi yang berubah wujud menjadi Naga Emas bergerak dengan liar menyerang kedua sosok wanita yang menjadi lawannya.
Dengan energi cahaya Yinshi menyelimuti tubuhnya agar terhindar dari serangan teknik Pelahap jiwa yang dimiliki lawannya.
Merasa Yinshi yang sudah tau Teknik yang mereka miliki, kedua wanita tersebut seakan frustasi karena tidak ada celah untuk mengalahkan Yinshi yang berwujud Naga Emas tersebut.
Disamping menerima serangan bola api secara terus-menerus, kedua wanita tersebut juga terdapat serangan dari kibasan ekor Naga Emas tersebut.
' Sial... Wanita naga ini seperti hanya bermain-main.' salah satu sosok menggerutu sambil berusaha untuk menghindar dari setiap serangan Yinshi.
__ADS_1
Tidak ingin terlalu lama, Yinshi kembali mengibaskan ekornya ke arah kedua wanita tersebut.
" Bboooom." Kedua Wanita tersebut terpental puluhan meter terbang ke udara.
" Wuush." Yinshi kembali menciptakan dua bola Api mengarah kepada kedua wanita tersebut yang masih ada di udara.
" Bboooom... Bboooom." Kedua wanita tersebut terpental sebelum menyentuh tanah.
" Ggooooaaarr." Yinshi terbang ke arah mereka dengan kecepatan tinggi.
" Kraaack." Naga Emas mematahkan leher kedua wanita tersebut.
Hal yang tidak pernah dilupakan dimana Yinshi mengambil Cincin Ruang milik kedua wanita tersebut dan menarik mayatnya ke Cincin miliknya.
Di Pertarungan lain Yuwang juga mendapatkan dua lawan sekaligus.
Yuwang yang sudah berubah wujud menjadi Phoenix Petir dimana dari kepakan sayapnya menjatuhkan Hujan Petir membuat kedua wanita tersebut meringis kesakitan karena tidak ada tempat untuk menghindar.
Jeritan demi jeritan tersebut membuat kedua wanita tersebut banyak mengeluarkan Qi milik mereka untuk menahan efek serangan tersebut.
Dari setiap hujan petir tersebut membuat ledakan yang sangat kuat membuat beberapa pepohonan yang terkena imbas serangan langsung hancur.
Tanpa menunggu lama Yuwang melesat cepat mencengkram kuat leher kedua wanita tersebut membawanya terbang ke udara hingga mencapai di tempat yang tinggi, Yuwang melempar kedua wanita tersebut kebawah.
" Bboooom... Bboooom." Tubuh kedua wanita tersebut membentuk kawah kecil dimana seluruh tubuhnya remuk.
Di Pertarungan lain Ting Ye yang diselimuti elemen Api yang sangat ganas membuat kedua wanita yang menjadi lawannya berfikir dua kali untuk mendekati Ting Ye.
Dari setiap pertemuan pukulan mereka membuat kedua wanita tersebut merasakan seluruh tubuh mereka kepanasan.
Kali ini Ting Ye tidak perlu khawatir lagi jika pakaiannya terbakar karena dia sudah memakai pakaian milik Sheng Zhishu dimana elemen api tidak bisa membakar pakaian tersebut.
Merasa diri mereka sudah terpojok, kedua wanita tersebut berusaha untuk melarikan diri.
Namun hal itu bukan pilihan yang tepat karena akan memperburuk keadaan.
Seandainya Ting Ye tidak diselimuti elemen Api, maka dengan mudah mereka mengalahkannya dengan melahap jiwanya.
Ting Ye yang sudah mendapatkan pesan jiwa dari Xie Hua tentu saja sudah mengantisipasi hal tersebut.
Melihat kedua lawannya sudah kehilangan semangat untuk bertarung, dengan sebuah senyuman puas Ting Ye bergerak liar dengan kecepatan tinggi melesat ke arah kedua wanita tersebut.
" Wuush." Kobaran api di tubuh Ting Ye mendekati mereka.
" Bboooom.... Bboooom." Dengan tinju mungilnya namun memiliki kekuatan yang besar Ting Ye mampu meremukkan tulang rusuk kedua wanita tersebut.
" Kraaack." Tulang rusuk kedua wanita tersebut patah seraya tubuh mereka terpental ke udara.
" Bboooom... Bboooom." Ting Ye menyambut tubuh mereka dengan sebuah pukulan sebelum menyentuh tanah.
" Uhuuk." Kedua wanita tersebut memuntahkan segumpal darah merasakan organ tubuhnya hancur dengan nafas terputus-putus hingga beberapa saat menghembuskan nafas terakhir mereka.
Di pertarungan lain Wang Mingjun yang mendapatkan lawan dari dua sosok wanita lain juga terlihat seluruh tubuhnya diselimuti elemen angin yang tipis, namun memiliki ketajaman seperti pisau.
Dengan julukan Reinkarnasi Dewi Perang, tentu saja setiap serangan elemen angin yang dia lancarkan mampu membuat luka sayatan pada bagian tubuh kedua wanita tersebut.
Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, kedua wanita itu berfikir keras mencari cara untuk menyerang balik kepada Wang Mingjun.
Jika saja Wang Mingjun tidak diselimuti elemen angin yang tipis tersebut, maka mereka akan mendapatkan kesempatan untuk mendekati dan menyerang Wang Mingjun.
Kini mereka berdua hanya mampu melawan dengan cara serangan jarak jauh, sedangkan kedua wanita tersebut adalah Kultivator yang lebih unggul jika melakukan serangan jarak dekat.
Tentu saja hal itu membuat mereka sangat kesulitan untuk melancarkan serangan mereka.
Karena sudah berada di atas angin, Wang Mingjun terus melancarkan serangannya dengan kekuatan penuh menciptakan pisau Angin ke arah mereka.
__ADS_1
Karena pisau Angin terlalu banyak, mereka tidak mampu untuk menghindar dari setiap serangan tersebut membuat bagian tubuh mereka banyak mengalami luka sayatan hingga sudah banyak mengeluarkan darah membuat wajah mereka menjadi pucat.