SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
RATU RUBAH LANGIT.


__ADS_3

Untuk itu juga Ryu memberikan Armor Pelangi kepada Ting Ye, agar mengurangi segala resiko di kemudian hari.


Sama halnya dengan Xie Hua, Ryu juga memperlakukan Ting Ye seperti Xie Hua tanpa membedakan sedikitpun lalu meminta Ting Ye memberikan setetes darahnya agar bisa memasuki Dunia Quzhu kapanpun dia mau.


" Ye'er... Sekarang kamu bisa masuk ke Dunia Quzhu kapanpun karena semua isinya juga milikmu." Ryu membawa Ting Ye masuk ke Kamarnya.


" Gege... Siapa mereka? Sepertinya ada Hua'er di Lukisan itu? " Ting Ye menatap sebuah Lukisan yang terdapat Delapan Sosok Wanita termasuk didalamnya adalah Xie Hua.


" Itu Lukisan yang dibuat Hua'er sendiri. Dan Ketujuh Wanita lain itu adalah Mendiang Istriku." Ryu menghela nafas panjang.


' Cantik sekali... Seandainya mereka masih Hidup, mungkin aku merasa bahagia bersama mereka.' Batin Ting Ye seraya menoleh ke arah Ryu yang terlihat murung.


" Gege... Aku minta maaf." Ting Ye merasa tidak enak.


" Tidak masalah... Semua telah terjadi." Ryu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang seraya menutup mata.


" Gege... Kamu jangan khawatir meskipun aku tidak bisa menggantikan mereka, tapi aku akan berjanji untuk membuatmu bahagia dengan caraku sendiri." Ting Ye berbaring di samping Ryu meski sangat tegang merasa fikirannya mulai kacau.


Waktu sudah berjalan Tiga Jam, namun Ting Ye tidak bisa tidur Jantungnya berdetak kencang seakan pikirannya seakan kacau karena baru pertama kali merasakan harus satu Ranjang dengan Sosok Pria yang baru dia kenal, meskipun dia juga menyukainya.


Ryu yang sudah tertidur, kini terbangun sambil menatap ke arah Ting Ye yang berbaring disampingnya masih mematung tanpa bergerak sedikitpun.


" Ye'er... Kenapa belum tidur?" Ryu senyum ramah menatap ke arah Ting Ye.


" Ah.. Gege..." Sepertinya aku belum ngantuk." Ting Ye menyembunyikan suasana hatinya.


" Baiklah... Aku akan membantumu agar bisa tidur." Ryu mengeluarkan Cahaya dari Teknik Kultivasi Ganda memasukannya ke tubuh Ting Ye.


" Gege... " Ting Ye merasakan hangat dari Cahaya tersebut lalu menyerapnya hingga menyatu dalam tubuhnya.


" Sepertinya Malam Pertama akan dipercepat." Ryu memeluk dan mencium Kening, Pipi hingga Bibir Ting Ye yang terlihat basah.


" Mmmmmm." Ting Ye merasakan Sensasi hebat dalam tubuhnya karena sentuhan lembut dari Ryu.


" Ye'er... Kamu sangat Cantik." Ryu berhenti sejenak lalu meneruskan aksinya seakan menggali sesuatu yang ada di balik Lidah Ting Ye.


Ting Ye yang merasakan serangan tersebut langsung membalas dengan Lidahnya secara sukarela melepaskan pakaiannya hingga memperlihatkan Gunung kembar yang masih Megah putih bersih memiliki aroma Khas dibalik kulit lembutnya.


Pada malam itu pun Ryu dan Ting Ye menikmati kebersamaan mereka melewati malam panjang melakukan hubungan penuh kebahagiaan sebagai suami istri.


Tergambar jelas dari raut wajah Ting Ye begitu menikmati apa yang dilakukan oleh Ryu kepadanya dengan penuh kelembutan yang membuat Ting Ye seperti dimanjakan sebagai seorang Ratu.


Selama lebih dari Satu Bulan mereka di Dunia Quzhu, Ryu mengajarkan beberapa hal kepada Ting Ye mulai dari Teknik yang dia ketahui hingga berbagai macam Pengetahuan lain bahkan Ryu juga memberikan sebuah Kitab Formasi Pelindung Yin-Yang kepada Ting Ye.


Menurut Ryu, Pelindung Yin-Yang sangat cocok untuk melindungi Wilayah Istana Walikota agar bisa terhindar dari serangan musuh.


Meskipun Ryu sudah mempelajari Teknik tersebut, namun dia tidak pernah memakainya karena Teknik Pelindung Tempurung Kura-kura sudah cukup Kuat.


Begitupun sebaliknya Ting Ye juga memberikan berbagai pengetahuan yang dia ketahui agar bisa saling menambah wawasan mereka.

__ADS_1


Pada keesokan hari di Dunia Abadi, Ryu dan Ting Ye keluar dari Dunia Quzhu yang kini terlihat sudah akrab tanpa sedikit keraguan di antara mereka.


Ting Ye juga langsung mengumumkan kepada seluruh Bawahannya bahwa Ryu adalah Suaminya dan Xie Hua juga bagian dari Pemilik sah Seluruh Istana Walikota.


Ting Ye juga berpesan kepada mereka agar menghormati Ryu dan Xie Hua seperti menghormatinya sendiri.


Meskipun awalnya mereka sangat kaget, namun mereka juga terlihat senang karena Walikota mereka sudah memiliki Pasangan mengingat Ting Ye adalah Sosok yang datar terhadap seorang Pria namun kali ini telah bertekuk lutut di depan Pemuda yang baru dia kenal hanya satu hari.


Dari sikapnya juga berubah dimana sebelumnya selalu bersifat Formal, namun kini bisa menjadi sosok yang hangat.


" Hua'er... Kamu bisa kan tinggal disini untuk memimpin sementara waktu Aku dan Gege menyelesaikan Pekerjaan lain?" Ting Ye menoleh ke arah Xie Hua.


" Baiklah Yeye... Aku akan membantumu sebisanya." Xie Hua tidak keberatan dengan usulan tersebut karena keberadaan Ting Ye akan mempermudah pekerjaan Ryu.


" Pelayan, Penjaga, Hormati semua perintah dari Hua'er." ucap Ting Ye.


" Baik Walikota Ye." mereka menjawab serempak.


" Kalau begitu, Kami pergi dulu." Ting Ye menggunakan Cadar lalu membuat Pelindung Yin-Yang mengelilingi Wilayah Istana. " Gege.." Ting Ye menatap ke arah Ryu.


" Mmmmm." Ryu mengangguk langsung melangkahkan kakinya keluar Istana Walikota.


Di dalam Perjalanan, Ryu dan Ting Ye hanya berjalan kaki agar keberadaan mereka tidak menjadi bahan perhatian orang kecuali seluruh Prajurit, Pelayan dan Penjaga.


" Nasib baik Pemuda itu bisa menjadi Suami Walikota Ye. Bahkan dia memiliki Istri lain yang tidak kalah Cantik dari Walikota Ye." Ucap salah satu Penjaga.


" Benar Saudara... Bahkan banyak Pria yang ingin mempersunting Walikota Ye ditolak mentah-mentah, tapi sekarang dia seperti Kucing Rumahan dengan Pemuda itu.


" Tapi aku memiliki pandangan lain. Pemuda itu memiliki Kharisma yang sangat Kuat melebihi Kaisar Zou. Masih beruntung Walikota Ye bisa menjadikan dia sebagai Suaminya. Jika Kekaisaran Awan tau, pasti Pemuda itu akan diangkat sebagai menantu Kaisar Zou." ucap Pemimpin Penjaga.


" Kalau seperti itu, akan lebih berbahaya. Sudah lama Warga di Wilayah Kekaisaran Awan menderita akibat sifat Kekaisaran Awan yang semena-mena."


" Kita hanya bisa berharap Pemuda itu memiliki pemikiran yang tepat."


" Semoga saja."


Di dalam perjalanan, Ryu dan Ting Ye telah berada di dalam Hutan yang tidak jauh dari Markas Manusia Rawa.


" Gege... Apa kamu yakin? " Ting Ye menatap Ratusan Manusia Rawa sedang berkumpul.


" Kita tunggu saja disini, Sampai ketiga Pemimpin itu Keluar dari Kelompok. Sebentar lagi Ketiga Pemimpin itu akan melakukan Ritual pada Batu Besar itu." Ryu menunjukkan ke arah Batu yang terlihat memanjang.


"Saat itulah Aku akan menyegel mereka. Aku Butuh Bantuanmu untuk menjaga Pelindung Yin-Yang agar tidak retak sebelum Proses selesai." Ryu terus memperhatikan Manusia Rawa.


" Mmmmm." Ting Ye mengangguk setuju.


Setelah menunggu beberapa saat, kini ketiga Pemimpin tersebut menjauhi kelompoknya lalu berjalan ke arah Batu Besar hingga terlihat sedang membuat beberapa Gerakan.


" Wuush" Ting Ye langsung membuat Pelindung Yin-Yang mengelilingi mereka.

__ADS_1


" Ggooooaaarr" Ryu menggunakan Teknik Auman Bencana Harimau Petir membuat Ketiga Pemimpin Manusia Rawa langsung sekarat.


Ryu langsung mengikat mereka dengan jaring Petir Lalu menggunakan Teknik Kontrak Jiwa kepada Tiga Pemimpin tersebut.


Seketika Manusia Rawa yang lain langsung menyerang Pelindung Yin-Yang dengan ganas dari berbagai arah.


' Gege... Ternyata kamu sangat cerdas. Aku sendiri tidak terpikirkan jika Manusia Rawa menyerang Pelindung ini meski harus terluka.' Ting Ye sambil menahan Pelindung Yin-Yang agar tidak retak.


Setelah beberapa saat, Ryu sudah mampu menundukkan Tiga Pemimpin Manusia Rawa hingga mereka langsung memejamkan mata untuk mengendalikan anak buah mereka.


Saat itu juga Manusia Rawa yang lain kini Langsung menunduk memberi Hormat kepada Pemimpin baru mereka tidak lain Ryu itu sendiri.


" Traaang." Seketika Pelindung Yin-Yang langsung Pecah terlihat Ting Ye sudah kelelahan.


" Ye'er... Pulihkan Tenagamu." Ryu menoleh ke arah Ting Ye.


" Mmmmm." Ting Ye menganggukkan kepala lalu mencari tempat duduk untuk memulihkan tenaga.


" Wuush" Ryu mengimbas tangannya membawa mereka ke Dunia Quzhu lalu duduk di atas batu besar sambil menunggu Ting Ye memulihkan diri.


Selesai memulihkan tenaga, Ting Ye kembali membuka mata lalu bangkit kembali " Gege..." Ting Ye menatap ke arah Ryu.


" Kita lanjutkan kembali perjalanan." Ryu bangkit dari duduknya seraya berjalan keluar dari Hutan.


Ting Ye langsung berjalan mendekati Ryu hingga mereka berdua sudah mencapai jalan yang terlihat lebar.


" Ye'er... Menurutku, mulai sekarang kamu lebih fokus untuk meningkatkan Fondasi terlebih dulu! Jika sudah mencapai Naga Langit, baru Fokus Berkultivasi." Ryu memberi usul, karena Ting Ye mudah kelelahan saat bertarung meskipun sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah.


Jika dibandingkan dengan Xie Hua, Ting Ye masih kalah jauh dari segi kekuatan dan ketahanan fisik meskipun Xie Hua masih berada pada Pendekar Bumi Tahap Awal.


" Aku mengerti Gege..." Ting Ye menyadari kekurangannya, merasa bersyukur karena Suaminya memiliki Harta Langit yang dia butuhkan.


" Ye'er... apakah cuma ini jalan menuju Kota Heson? " Ryu melihat jalan yang akan mereka lewati seperti membelah Hutan lebat.


" Mmmmmm... Disini tidak banyak Hewan Roh, tapi beberapa sudah berada pada Tingkat Bumi Tahap Akhir." Ting Ye menjelaskan wilayah yang akan mereka lewati sekarang.


" Tidak masalah... Semoga kita tidak menemukan kendala." Ryu terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam Hutan.


Ting Ye yang sudah mabuk asmara dengan Cinta Pertamanya seakan terus menempel pada Ryu meskipun hanya memegang lengannya juga mengikuti kemana arah Ryu berjalan.


Saat berada di tengah Hutan, Ryu merasakan ada hal yang sedang mengintai mereka dari kejauhan.


' Ini aneh... mengapa aku tidak bisa mengetahui keberadaannya?' Ryu memperlambat langkahnya.


" Gege... Ada Apa?" Ting Ye merasa heran.


" Ye'er... Apa kamu tidak merasakan Aura dari Orang yang mengawasi kita?" Ryu berbisik kepada Ting Ye.


" Gawat... Jangan-jangan." Ting Ye berkeringat dingin memeluk Ryu dengan erat.

__ADS_1


" Ye'er... Ada apa? " Ryu merasa heran dengan sikap Ting Ye.


" Tidak... Aku tidak mau berpisah dengan Gege.... Ratu Rubah Langit itu..." Ting Ye terus memeluk Ryu karena dia tau Cerita tentang Ratu Rubah Langit yang ada di Hutan yang mereka lewati sekarang.


__ADS_2