SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SEKTE BURUNG HANTU 5


__ADS_3

Semakin lama Kecapi tersebut berputar di udara, semakin kuat efek suara yang ditimbulkan hingga secara perlahan asap ungu tersebut mulai menipis.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini asap berwarna ungu sudah menghilang yang kini Kecapi itu berpindah tempat menuju kedua wanita tersebut dan menghisap semua Racun penggoda di tubuh mereka.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung membunuh kedua wanita tersebut lalu menarik jiwa mereka ke dalam Pagoda Jiwa.


Sedangkan Kecapi tersebut masih bergerak memutar di atas kepala kedua mayat wanita tersebut yang menandakan bahwa Racun penggoda masih tersisa di tubuh mereka.


" Gege... Ternyata kamu juga sangat kejam. Bahkan kedua wanita itu yang sudah tidak berdaya, kamu juga membunuhnya." Sheng Zhishu menggelengkan kepala, namun dia dapat memahami situasi tersebut.


Jika kedua wanita itu tidak dibunuh, maka merekalah yang akan terbunuh.


" Shu'er... Pasangkan kembali pakaian mereka! Aku membutuhkan tubuh mereka, karena mereka juga memiliki tubuh abadi." Ryu berjalan menjauhi kedua mayat tersebut tanpa memperdulikan ucapan dari Sheng Zhishu, karena dia tau bahwa Sheng Zhishu hanya membual.


Tanpa menunggu lama, Sheng Zhishu dan Huli Yue mendekati mayat tersebut lalu memasang kembali pakaian mereka dan mengambil Cincin Ruang milik mereka.


" Pekerjaan kami Sudah selesai. Kami harus kembali ke Dunia Quzhu." Zhang Qixuan melambaikan tangan hingga Kecapi tersebut kembali ke tangannya.


" Mmm. Besok Pagi kita ada pekerjaan sedikit. Kita harus menghancurkan Sekte Burung Hantu ini. Hmmm... Apa kalian tidak mengetahui bahwa Ling Xianzi sudah aku kirim ke Dunia Quzhu? " Ryu menatap mereka secara bergantian.


" Ling Xianzi memiliki Jiwa Abadi. Jika kami membunuhnya sekarang, tidak menutup kemungkinan dia akan bereinkarnasi atau jiwanya akan berpindah tempat. Jadi kami hanya bisa menghukumnya di dalam Penjara Es." Ucap Yuwang.


" Gege tenang saja, Kami akan memikirkan cara untuk mengambil Jiwa Ling Xianzi menjadi sebuah Pil. Dengan begitu, kami juga akan memiliki Jiwa Abadi." Ucap Xin Chie.


" Hhmmm... Ternyata kalian lebih kejam dariku." Ryu tersenyum seraya menggelengkan kepala lalu mengambil mayat kedua wanita itu dan memasukkannya ke dalam Cincin miliknya.


" Gege... Aku rasa kedua Mayat ini juga memiliki Tubuh Abadi." Sheng Zhishu mengeluarkan dua mayat wanita yang diantaranya adalah Mayat Dewi Kematian.


" Dari mana kalian menemukan mayat yang satu ini?" Ryu menunjuk ke arah salah satu jasad yang lain, karena dia hanya mengetahui satu jasad saja.


" Yang satu ini adalah Jasad Dewi Kematian yang kami dapatkan dari Ling Xianzi saat berada di Kota Linka. Sedangkan yang satu ini kami menemukan di Cincin Ruang milik Ling Xianzi saat Gege mengirim Ling Xianzi ke Dunia Quzhu." Sheng Zhishu menjelaskan tentang kedua Jasad tersebut.


" Haaahh... Ternyata Ling Xianzi memiliki niat untuk menggunakan Tubuh Abadi ini. Untung saja dia masih belum menggunakannya." Ryu mengambil kedua Jasad tersebut lalu menyimpannya di Cincin pemulihan.


" Gege... Kami Pergi dulu. Besok Pagi kami juga ingin menikmati pertarungan." Sheng Zhishu dan yang lain langsung kembali ke Dunia Quzhu.


" Haaahh... Untung saja ada Xuan'er." Ryu bergumam sambil memeriksa kamar tersebut untuk mencari keberadaan titik pusat Formasi yang melindungi Sekte Burung Hantu.


Setelah melakukan penelusuran cukup lama, Ryu menemukan sebuah ruang rahasia dibalik lemari pakaian milik Matriak Sekte Burung Hantu.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dimana terlihat sebuah pilar yang berdiri tegak lurus dan memancarkan cahaya berwarna ungu.


Dengan penuh kehati-hatian Ryu mempelajari Formasi tersebut hingga menemukan sebuah tuas sebagai pengontrol Formasi.


" Haaahh... Biarkan saja seperti ini dulu. Besok Pagi akan ada kejutan di Sekte Burung Hantu ini." Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi tempat tersebut lalu menuju ke Dunia Quzhu.


" Haaahh... Kalian ini." Ryu menghela napas saat melihat semua Istrinya sudah tertidur pulas.


Ryu pun membaringkan tubuhnya di samping Nan Sian langsung memejamkan mata hingga tertidur pulas.


Pada keesokan hari Ryu kembali ke tempat semula bersama Semua Istrinya yang berencana untuk membunuh semua yang ada di Sekte Burung Hantu.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung menggerakkan tuas tersebut hingga dalam hitungan detik Formasi yang melindungi Sekte Burung Hantu langsung terbuka.

__ADS_1


*****


( Di luar kediaman Matriak Sekte Burung Hantu )


" Tetua.... Apa yang terjadi? Kenapa Pelindung ini bisa terbuka?" Salah satu Tetua menatap ke arah langit.


" Apa yang terjadi pada Matriak? Kenapa dia melakukan ini?" ucap yang lain.


" Sebaiknya kita tanyakan langsung masalah ini kepada Matriak."


" Tunggu! Kita tunggu saja di lapangan Sekte! Aku yakin Matriak pasti akan kesana."


" Baik! "


Para Tetua itupun berjalan menuju lapangan Sekte Burung Hantu dimana terlihat semua anggota Sekte Burung Hantu mulai berkumpul di lapangan tersebut dengan berbagai pertanyaan di benak mereka.


*****


( Di atas Awan )


" Hhmmm... Sepertinya Pelindung itu sudah terbuka. Prajurit... Sesuai dengan perintah Yang Mulia Raja Awan Timur, kita tunjukkan kepada Yang Mulia Kaisar bahwa kita ada di pihaknya." Dao Luo menatap ke arah Prajurit yang bersamanya.


" Demi nama baik Yang Mulia Raja." Semua Prajurit berseru dengan suara lantang.


" Sekarang kita hancurkan Sekte Burung Hantu itu!" Dao Luo menuntun mereka turun dari atas awan menuju ke Sekte Burung Hantu.


*****


" Wuush." Sebuah bayangan hitam melesat cepat ke arah kumpulan anggota Sekte Burung Hantu.


" Craaash... Craaash... Craaash." Sebuah bayangan hitam menebas leher anggota Sekte Burung Hantu.


" Sial... Ternyata Pemuda itu. Apa dia ingin cari mati." Salah satu Tetua yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah melesat cepat ke arah Ryu untuk menghentikan tindakannya.


" Ggooooaaarr." Seekor Kirrin melompat ke arah kerumunan anggota Sekte menyerang mereka dengan ganas.


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


Satu-persatu anggota Sekte Burung Hantu jatuh terkapar dengan kondisi tubuh mati mengenaskan.


" Tetua.. Ada apa ini?" Semua anggota Sekte berkeringat dingin saat menyaksikan pembantaian terhadap rekan mereka.


" Persiapkan posisi bertahan." Salah satu Tetua memberi instruksi kepada yang lain.


" Aku akan menghadapi Kirrin Api itu." Salah satu Tetua yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal langsung melompat ke arah Sheng Zhishu dengan wujud Kirrin Api.

__ADS_1


" Kwaaaaaaak." Seekor Phoenix Api wujud dari Xin Chie terbang di udara sambil menjatuhkan bola api membuat para anggota Sekte Burung Hantu lari ke berbagai arah untuk menghindari kobaran api tersebut.


" Biar aku yang mengurus Phoenix Api itu." Salah satu sosok Wanita melayang di udara untuk menghadang Xin Chie.


" Ggooooaaarr." Tekanan udara bercampur petir hingga terlihat sosok Rubah Langit berukuran besar membentuk bayangan putih menyerang anggota Sekte Burung Hantu.


" Sial... " Salah satu sosok Wanita melesat cepat menuju ke arah Huli Yue yang berwujud Rubah langit.


" Kwaaaaaaak." Tianhe dengan wujud Merak langit mengepakkan sayapnya menjatuhkan kobaran api membuat para anggota Sekte yang mendekatinya hangus terbakar.


" Wuush." Salah satu Tetua melesat cepat ke arah Tianhe untuk menghentikannya.


" Kraaack... Kraaack... Kraaack." Yunjiang menciptakan kristal es membuat anggota Sekte yang memiliki tingkat Kultivasi rendah langsung menjadi patung Es.


" Sial... " Salah satu sosok Wanita melompat ke arah Yunjiang untuk menghentikan tindakannya.


" Ggooooaaarr." Yinshi yang sudah berubah wujud menjadi Naga Emas menciptakan bola cahaya mengarah ke kumpulan anggota Sekte.


" Bboooom."


" Bboooom."


" Bboooom."


Bola cahaya langsung meledak menciptakan tekanan angin membuat anggota Sekte yang berada di sekitar serangan langsung menjadi kabut darah.


" Apa-apaan ini." Sosok Pria sepuh bertindak cepat untuk menghentikan tindakan dari Yinshi langsung menghadangnya.


" Kwaaaaaaak." Yuwang yang sudah berubah wujud menjadi Phoenix Petir terbang ke udara dimana setiap kepakan sayapnya menjatuhkan Hujan Petir.


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


Anggota Sekte Burung Hantu berteriak kesakitan saat merasakan sambaran petir bertumpu pada tubuh mereka hingga mati mengenaskan.


" Roh suci lagi?" Salah satu sosok Pria sepuh melesat cepat menuju ke arah Yuwang.


" Wuush." Xie Hua melayang di udara sambil melepaskan kelopak bunga hitam mengarah kepada kumpulan anggota Sekte Burung Hantu.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat beberapa anggota Sekte yang berada di tempat tersebut terpental ke udara.


" Wuush." Kobaran api mengelilingi tubuh Ting Ye sambil menciptakan Bola Api mengarahkan kepada kumpulan anggota Sekte Burung Hantu.


" Craaash... Craaash... Craaash." Serangan pisau Angin dari Wang Mingjun membuat setiap serangannya mampu membunuh anggota Sekte Burung Hantu dalam sekejap.


" Ggooooaaarr." Qin Shuomei dalam wujud Harimau putih Mengaum keras membuat anggota Sekte Burung Hantu yang ada di depannya terlempar ke udara hingga sekarat.


Melihat hal tersebut, para Tetua dan Guru berinisiatif untuk menghentikan tindakan mereka agar korban tidak berjatuhan.

__ADS_1


__ADS_2