SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 44. GUNUNG MISTERIUS PERTAMA


__ADS_3

Di Ruangan Kerja Paktriak, Ryu memberikan sebuah Kitab yang dia dapatkan dari Sekte Lembah Racun yang menurutnya sangat membantu perkembangan Murid Sekte dimana banyak Kitab tentang Teknik Beladiri yang tinggi meskipun baginya tidak begitu menarik.


Dalam beberapa kitab juga terdapat tentang pengetahuan berbagai jenis Sumberdaya bersifat Racun dan pengobatannya yang Ryu anggap sangat bermanfaat asalkan digunakan dengan cara benar.


" Ryu'er, apa yang membuatmu begitu gelisah?" Lin Feng melihat Ryu seakan banyak pikiran.


" Paktriak, apa kamu pernah mendengar tentang Kultivator yang mampu mencapai Level 100?" Ryu tiba-tiba serius.


" Menurutku ada, tapi bisa dihitung jari. bisa dibilang mereka memiliki Darah spesial dari generasi ke generasi, tapi tidak semua. Hanya beberapa dari keturunan tersebut, bahkan bisa terjadi dari puluhan hingga ratusan tahun." Lin Feng menjelaskan.


" Sepertinya aku tidak memiliki Darah keturunan seperti itu." Ryu terlihat murung.


" Ryu'er meskipun aku tau kamu tidak memiliki Darah spesial, tapi dengan kegigihan dan tekad yang kuat tidak ada yang tidak mungkin." Lin Feng mencoba menghibur Ryu, meskipun dia sendiri tidak yakin.


" Aku harus mencobanya! " Ryu mengumpulkan tekad.


" Dalam sebuah Legenda, Jika Seorang Dewa meneteskan Darahnya pada Manusia, maka manusia itu akan mampu mencapai Level 100 dan mampu menembus ke Dunia Dewa. Tapi jika Iblis yang meneteskan Darahnya pada Manusia, maka manusia itu akan mampu mencapai Level 100 dan mampu menembus Dunia Iblis tapi semua itu ada sebuah Teknik aku juga belum mengetahuinya." Lin Feng sambil berjalan mengingat kembali beberapa informasi yang pernah dia dapatkan.


" Aku pernah menemukan sebuah catatan Kuno ketika itu aku masih muda. Disitu dituliskan bahwa Ras Gabungan antara manusia dan Siluman pernah mencapai Level 100 dan mampu menembus Dunia Iblis dan Dunia Dewa. Tidak hanya itu, Gabungan antara Peri dan Siluman juga Peri dan Manusia juga memiliki kekuatan yang sama. Tapi keturunan mereka tidak ada di Benua kita ini. Dalam catatan Kuno, tanda mereka saat baru Lahir sudah mencapai Level 20 hingga 30, tergantung tingkat Kultivasi Prang Tua mereka." Lin Feng mengela napas panjang.


" Gluug " Ryu menelan ludah membayangkan bagaimana kuatnya jika mereka sudah Dewasa.


" Dibalik kelebihan mereka, Keturunan itu selalu menjadi incaran para Kultivator baik untuk disingkirkan maupun mengangkat sebagai Sekutu. Hal paling berbahaya, mereka menjadi incaran Dewa dan Iblis karena mereka takut jika keturunan itu akan mengacaukan Dunia mereka. Itulah sebabnya mereka tidak ingin diketahui siapapun. Hanya itu yang kudapatkan dari catatan Kuno, Semoga kamu harus berhati-hati jika menemukan keturunan mereka." Lin Feng mengingatkan karena Ryu lebih senang mengembara.


" Baik Paktriak... Nasehatmu akan selalu kuingat. Jika begitu aku mohon pamit " Ryu sedikit lega, Pengetahuan yang baru dia dapatkan dari Paktriak akan menjadi dasar untuknya mengambil tindakan.


Dari situ Ryu berpikir bahwa bukan hanya dia yang mengalami nasib yang sama, melainkan masih ada beberapa orang memilih jalan hidupnya yang berbeda yang penuh dengan resiko.


Disitulah Ryu berusaha untuk lebih kuat lagi agar bisa melindungi seluruh keluarganya dari segala kemungkinan, mengingat dengan Istrinya Huli Yue bukan tidak mungkin jika suatu saat bisa bertemu dengan Xian Ye.


Dari cerita Xian Ye juga Ryu menyimpulkan bukan tanpa alasan, Kultivator yang dia ceritakan harus menjadi yang terkuat sebelum menjemput Kekasihnya dimana Seluruh Dunia akan menentang keberadaan mereka. Begitu juga dengan Huli Yue, beruntung Huli Bai Ayahnya sudah memikirkan segala kemungkinan yang akan Huli Yue sehingga jauh-jauh hari menyiapkan segala hal agar keberadaan Huli Yue tidak tercium oleh Kultivator.


'Aku harus menciptakan sebuah Armor yang bisa menyatu dengan Kulit. Mungkin di Benua ini tidak ada yang mampu mengetahui Adik Yue, tapi aku tidak yakin jika sudah berada di Benua Bintang' Ryu berpikir sambil melangkahkan kakinya.


''Haaahh. tidak kusangka bisa terjebak dalam situasi seperti ini " Ryu mengela napas panjang.


" Saudara Ryu " Suara Qixuan memanggil.


" Ahhh Saudari Qixuan, mengapa kamu ada disini? Bagaimana dengan Sekte Pedang Kuno? Ryu menyapa basa-basi.


" Seperti yang kamu lihat sekarang. Untuk Sekte Pedang Kuno Aku sudah lama meninggalkan tempat itu, Tapi aku mengusulkan kepada beberapa Tetua disini agar bisa menjalin kerjasama sepertinya mereka juga setuju." Qixuan menjelaskan.


" Syukurlah... Kurasa Kekaisaran akan menjadi lebih kuat." Ryu terlihat senang.


" Saudara Ryu, aku mohon ajarkan teknik milikmu itu padaku! sepertinya disini tidak ada diajarkan. Aku jadi bosan dengan teknik yang biasa-biasa saja." Qixuan dengan wajah murung.


" Ahhh itu.. " Ryu kembali berpikir.


Mengingat kembali saat Qixuan mengajarkan semua Teknik milik Sekte Pedang Kuno, tidak ada salahnya sebagai membalas kebaikannya dulu.


" Baiklah... Tapi resikonya sangat berat. Kamu tidak bisa naik level seperti biasa, bahkan akan memperlambat tingkat Kultivasimu ratusan kali lipat." Ryu mengingatkan.


" Aku tidak peduli, untuk apa naik level jika bisa kalah dari Kultivator yang rendah dari kita." Qixuan membulatkan tekad.


" Baiklah. Tapi ingat, kamu harus mencari Harta Langit jika ingin cepat naik level.. Seperti Sumur Teratai Pelangi" Ryu memberikan 3 buah Kitab yaitu Kitab Langkah Kilat dan Wujud Hantu, Teknik Dasar Mengguncang Semesta , juga Formasi Pelindung Tempurung Kura-kura.


" Terimakasih Saudara Ryu, aku akan belajar sungguh-sungguh." Qixuan menundukkan kepala.


" Satu lagi, jangan terlalu terpaku dengan Kitab. tapi kamu harus menggabungkan dengan teknik lain yang kamu pelajari." Ryu memberi pesan.


" Tenang saja. Lagi pula aku adalah Murid paling aling jenius disini, bahkan beberapa Tetua akan mempromosikan aku menjadi guru. Jadi ada banyak waktu untuk berlatih." Qixuan terlihat senang.

__ADS_1


" Bukankah kamu dulu tidak mau mengajari Murid?" Ryu sedikit heran.


" Sekarang aku berubah pikiran. Tapi aku meminta, Jika diangkat jadi Guru aku memilih jauh dari keramaian dan hanya mengajar Murid Wanita saja." Qixuan tersenyum.


" Haaahh kurang lebih saja." Ryu senyum Masam.


Di sisi lain ada beberapa murid Guru dan Tetua yang sedang menyaksikan kedekatan mereka, beberapa tetua beranggapan bahwa Qixuan adalah murid dari Ryu tentu saja mereka senang mengingat Qixuan adalah murid paling Jenius.


Mereka langsung sepakat melaporkan kepada Paktriak agar secepatnya mengangkat Saudara Seperguruan mereka tersebut.


" Terimakasih Saudara Ryu, aku pamit dulu. Sepertinya sudah banyak pasang mata menyaksikan kita disini" Qixuan menundukkan kepala berusaha menyimpan perasaannya langsung meninggalkan tempat tersebut.


Ryu yang juga merasakan hal serupa, kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman baru mereka.


Sesampai di Rumah Ayahnya, Ryu langsung disambut oleh Liu Meng, Dong Shen dan Kedua Istrinya.


Tanpa penjelasan apapun, Liu Meng dan Dong Shen langsung membawa mereka ke sebuah Puncak Bukit namun diatasnya terlihat dataran yang cukup luas dihiasi pepohonan yang rindang menambah Indahnya Pemandangan yang ditengahnya terdapat bangunan Megah.


" Ayah... Bangunan apa ini? " Ryu memandang Rumah megah di depannya.


" Ryu'er... ini Rumahmu sekarang. Bukan berarti Ayah mengusir kalian dari Rumahku, tapi sudah selayaknya kamu membangun Rumah Tanggamu sendiri." ucap Liu Meng.


" Tetua Agung. Ini adalah usulan dari beberapa Tetua dan Guru lainnya, mengingat kamu sangat berjasa untuk Sekte ini. Lagi pula dengan Harta yang kamu berikan itu sudah sangat banyak." ucap Dong Shen.


" Terimakasih atas kebaikan kalian, aku sendiri tidak terpikir sampai kesitu. Mengingat kami lebih senang berpetualang." Ucap Ryu.


" Tetua Agung. Untuk merawat semua , kami sudah memikirkannya, jadi tidak perlu khawatir jika ingin bepergian." Dong Shen menjelaskan.


" Terimakasih Tetua Shen." Ryu langsung masuk kedalam diikuti yang lain.


" Ka Ryu, sepertinya tempat ini sangat Cocok untuk kita. Ditambah pemandangan Luar seakan dikelilingi bangunan sekte." Xin Chie sedari tadi melihat pemandangan di luar.


" Mmmmm" Ryu juga mengangguk setuju.


" Ryu'er... Aku juga pamit." Liu Meng tidak ingin mengganggu. langsung keluar.


" Sepertinya mereka sudah lama memikirkan hal ini." Ryu melihat secara detail.


Setelah memeriksa seluruh Ruangan, mereka ke luar Rumah duduk dibawah pohon yang Rindang yang telah disediakan tempat untuk duduk bersantai sambil melihat pemandangan sekitar.


Saat sudah puas, mereka kembali ke Rumah membersihkan diri dan beristirahat.


......................


Beberapa hari telah berlalu, Ryu dan kedua Istrinya pun kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Benua Bintang.


Untuk mencapai Benua Bintang, mereka harus melewati wilayah kekuasaan Kekaisaran Lotus Hitam dak Kekaisaran Lotus Merah mengingat itu adalah jalur utama yang dianggap paling aman dari Ombak dan para Siluman yang tinggal di Air Laut.


" Adik Yue, Adik Chie, apa kalian sudah siap untuk menjelajahi Gunung Misterius itu sebelum menuju Benua Bintang?" Ryu kini sudah merasa cukup untuk kekuatan mereka sekarang.


" Suamiku, sebaiknya kita ada sedikit perubahan. Mengingat kit sudah lama menikah, jadi selayaknya kamu memanggil kami dengan sebutan Istri." Xin Chie mengalihkan pembicaraan lain.


" Ka Chie benar. Kecuali jika kamu masih ingin mencari istri lain, mengingat perjalanan kita sekarang sudah pasti banyak menemukan hal tidak terduga." Huli Yue menimpal.


" Tidak masalah Istriku yang cantik." Ryu sedikit mengejek.


" Begitukan lebih bagus. Oh ya untuk Gunung Misterius itu kurasa kita sudah mampu menjelajahinya." ucap Xin Chie.


" Itu benar. mengingat perjalanan kita ini sangat panjang, siapa tau ada Harta Langit disana agar kita lebih kuat lagi." ucap Huli Yue.


" Tapi tetap saja kita harus berhati-hati, Jika memang tidak memungkinkan lebih baik kita lari dan jangan mati Konyol. masih ada waktu lain." Ryu mengingatkan.

__ADS_1


" Mmmmm " mereka mengangguk.


Setelah semua sepakat, Xin Chie langsung menggunakan Jinying menuju arah Gunung Misterius agar cepat sampai.


Tiga Bulan berlalu, kini mereka sudah berada di dekat Tiga Gunung Misterius lalu meminta Jinying langsung menuju arah Puncak.


Sekali lagi Jinying merasa Enggan untuk kesana, terlihat sangat gelisah kadang dia terbang seakan mau jatuh.


Melihat hal tersebut, Ryu meminta Jinying untuk berhenti mencari tempat untuk mendarat menjauhi Gunung.


" Sebaiknya kita harus berjalan kaki lebih dulu untuk mencapai bagian tengah ketiga Gunung ini." Ryu memakai Topeng diikuti kedua istrinya.


" Suamiku, coba kamu perhatikan ketiga Gunung ini! Seperti berdiri membentuk Segitiga." Huli Yue memandang ketika gunung tersebut dengan teliti.


" Istriku, kamu memang cerdas. Jika begitu, kita harus ke arah tengah dari kaki ketiga Gunung ini. Siapa tau kita bisa menemukan petunjuk." Ryu terlihat bersemangat.


" Jika begitu apa yang kita tunggu lagi " Xin Chie langsung melangkah terlebih dulu.


Mereka langsung bergegas berangkat menuju bagian tengah kali Gunung tersebut menggunakan Chaizu agar lebi cepat.


Dalam perjalanan seharian, kini mereka sudah berada di tengah-tengah Gunung Tersebut lalu mengeluarkan semua Hewan Kontrak mereka.


Ryu meminta mereka untuk memilih mana yang lebih dulu untuk dinaiki sekira tidak membahayakan mereka.


Ketiga Hewan Kontrak tersebut memilih untuk menuju ke Gunung bagian kiri mereka.


" Jadi begitu." Ryu sambil memainkan dagunya.


Akhirnya Jinying pun telah berani menaiki Puncak Gunung yang lain dari sebelumnya langsung melesat menembus awan membawa Ryu dan kedua Istrinya.


Sesaat kabut Awan seakan menutupi pandangan mereka beberapa meter hingga mencapai Puncak Gunung tersebut.


Dengan penuh waspada, mereka mulai menjelajahi Daratan dari puncak Gunung tersebut hingga terlihat Dua Siluman Kelelawar yang memiliki Tanduk dan Ekor Naga berusia Ribuan Tahun Tingkat Abadi berada di Depan Goa yang sangat besar.


" Siluman macam Apa itu? " suara Pelan dari Xin Chie melihat bentuk aneh dari Siluman Kelelawar.


" Sepertinya Kelelawar itu banyak memakan Siluman Naga. Itulah kenapa bentuknya sekilas mirip Naga." Huli Yue menjelaskan.


" Adik Yue, apa kamu bisa berubah bentuk ke wujud mirip Siluman Lain? Xin Chie bercanda.


" Tidak mau! mereka sangat Jelek. Tidak seperti Rubah yang terlihat imut." Jawab Huli Yue dengan santai.


" Suamiku, biarkan kami yang membereskan kedua Siluman itu. Lagi pula aku juga ingin mengukur kemampuanku." usul Xin Chie.


" Suamiku, Ka Chie ada benarnya. Lagi pula aku belum tau bagaimana perkembanganku selama ini." Huli Yue menimpal.


" Baiklah. Tapi kalian harus hati-hati! Biar Aku dan Tiga Hewan Kontrak ini menyambut kedatangan bawahan dari Sepasang Kelelawar ini." Ryu memiliki firasat kalau kedua kelelawar itu memiliki anak buah.


" Mmmmm" Xin Chie dan Huli Yue melompat ke arah Siluman Kelelawar bertengger.


" Kkkyyyyiiiik" Suara yang melengking terdengar dari kedua Kelelawar membuat tekanan udara kuat membuat bagian tanah berlubang.


Beruntung Huli Yue dan Xin Chie sudah memperkirakan segala Kemungkinan.


" Manusia. Beraninya kalian memasuki wilayah kami. Matilah! " Kedua kelelawar langsung menyerang mereka.


" Chaizu, Jinying, Shizi, Sekarang giliran kita." Ryu melompat ke arah mulut Goa, merasakan getaran dari dalam Goa.


" GOOOAAAARR" Paduan Auman dari Chaizu dan Shizi membuat mulut Goa bergetar hebat membuat beberapa bebatuan berjatuhan menimpa beberapa kelelawar lain yang sedang keluar.


Seakan paham dengan keadaan, Chaizu dan Shizi mengaum hingga berkali-kali membuat Kelompok Kelelawar banyak mengalami luka akibat tekanan udara bercampur Petir ditambah lagi dengan bebatuan yang menimpa mereka sebelum mencapai mulut Goa.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat Kedua Pemimpin mereka sengat marah merasakan anak buah mereka banyak yang terluka sebelum bertarung.


Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa mengingat diri mereka sendiri sedang bertarung melawan Xin Chie dan Huli Yue terlihat imbang.


__ADS_2