SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
TIGA ROH SUCI


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Pada sore hari di Gunung Cahaya Bulan, terlihat Ryu dan Jiang Caiping sedang berada di puncak gunung tepat di lapangan yang cukup luas lumayan jauh dari Penginapan Giok Bulan berada.


" Gege... Untuk kali ini kamu harus cepat dari sebelumnya. Aku sudah tidak kuat lagi menahan energi Yin langit ini." ucap Jiang Caiping.


" Aku mengerti... Meskipun energi ini tidak bisa kita gunakan, yang penting kamu tidak terjadi apa-apa." Ryu menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura sampai tiga lapis agar tidak ada yang bisa mengetahui atau melihat mereka karena mereka akan melakukan proses penyerapan di lapangan terbuka.


Dengan persiapan sebuah alas, mereka duduk bersantai sambil menikmati pemandangan sekitar.


Jinying yang sedari awal terus memperhatikan mereka, kini bersiap untuk masuk ke dalam Kecapi saat ada celah.


" Aku rasa lebih baik kita lakukan pemanasan dulu, lagi pula tidak ada yang mengetahui keberadaan kita." Jiang Caiping mulai melepaskan pakaiannya sendiri.


" Baiklah." Ryu mengeluarkan kecapi dari Cincin miliknya lalu meletakkan di samping mereka.


" Wuush." Jinying langsung masuk ke dalam Kecapi tersebut langsung menyembunyikan keberadaannya saat Ryu dan Jiang Caiping tengah sibuk melepaskan pakaian mereka masing-masing.


Tanpa menunggu lama Jiang Caiping langsung duduk di pangkuan Ryu dengan posisi bertatap muka.


Dengan lembut Ryu mengalungkan tangannya di pinggang Jiang Caiping, begitupun sebaliknya Jiang Caiping mengalungkan tangannya di bahu Ryu hingga lidah mereka saling bertemu.


Semakin lama mereka melakukan aksi tersebut hingga Jiang Caiping sudah tidak tahan lagi dan berharap Bulan akan bersinar lebih cepat.


Seperti yang mereka harapkan, saat Sinar Bulan mulai muncul tanpa menunggu lama Jiang Caiping langsung mengarahkan miliknya tepat pada milik Ryu.


Saat itu juga energi yang keluar dari Ryu maupun Jiang Caiping langsung tersedot ke kecapi di samping mereka.


Namun disisi lain Jinying yang sudah berada di dalam Kecapi tersebut ternyata tidak seperti yang dia harapkan dimana energi miliknya juga langsung tersedot ke dalam Kecapi tersebut.


' Sial... Kenapa tidak bisa.' Jinying menggerutu dalam hati langsung kembali ke Alam Jiwa dengan perasaan penuh amarah karena Kultivasinya sendiri langsung turun menjadi Pendekar Bumi Tahap Awal.


Dengan wajah merah padam Jinying begitu sangat menderita saat mendengar suara dari Ryu dan Jiang Caiping tengah menikmati kemesraan mereka dimana suara dari kedua sosok tersebut begitu jelas di telinganya


Bahkan suara hentakan keras yang ditimbulkan oleh Ryu dan Jiang Caiping sangat menyiksa perasaannya membuat Jinying tidak bisa tidur karena Jiang Caiping seakan mampu menyaingi kegagahan Ryu.


Selama satu malam penuh Ryu dan Jiang Caiping melakukan proses penyerapan tersebut, selama itu juga Jinying tidak bisa berbuat apa-apa karena takut energinya juga akan terserap.


Pada keesokan pagi di Dunia Quzhu, terlihat Ryu dan Jiang Caiping sudah melakukan proses penyerapan.


" Gege... Bagaimana?" Tanya Zhang Qixuan.

__ADS_1


" Semua berjalan lancar." Ryu tersenyum sambil mengembalikan Kecapi kepada Zhang Qixuan.


Dengan sedikit senyuman Zhang Qixuan mengambil Kecapi tersebut merasakan energi dari Kecapi tersebut sangat banyak dan padat.


" Baiklah... Biar aku sendiri yang menyalurkan energi ini untuk anggota Klan Liu." Zhang Qixuan keluar dari Dunia Quzhu menuju kediaman Klan Liu.


" Ping'ping... Apa Gege menyiksamu?" Huli Yue berbisik kepada Jiang Caiping.


" Satu malam penuh dia menyiksaku. Sepertinya aku harus istirahat." Jiang Caiping bicara pelan langsung menuju ke kamarnya.


" Bukankah hari ini kita harus belajar Teknik itu dari Hua'hua?" Sheng Zhishu menghentikan langkah Jiang Caiping.


" Aku tidak kuat... " Jiang Caiping berhenti sejenak lalu melanjutkan langkahnya.


" Teknik apa yang kalian inginkan dari Hua'er?" Ryu sedikit menyelidik.


" Getaran Cinta Pertama." Jawab mereka serempak.


" Ahhhh..." Xie Hua memasang wajah memerah.


" Aku hampir lupa." Ryu mengeluarkan tiga bola kristal.


" Gege... Apa itu?" Nan Sian mengerutkan keningnya.


" Sebaiknya kita ke lapangan latihan saja." Ryu membawa Istrinya keluar dari Istana.


Tanpa bertanya apapun, mereka mengikuti Ryu dari belakang dengan wajah penasaran.


" Shu'er... Teteskan darahmu pada bola kristal ini dan salurkan Qi milikmu." Ryu memberikan bola kristal kepada Sheng Zhishu.


" Mmm." Sheng Zhishu mengambil bola kristal sambil meneteskan darahnya lalu menyalurkan Qi miliknya.


" Chie'er, Yue'er, Jiang'er, Shi'er, Wang'er... Kalian bantu Shu'er, karena Kirrin yang ada di bola kristal itu sangat lemah." Ryu meminta mereka untuk membantu Sheng Zhishu.


" He'er... Teteskan darahmu pada bola kristal ini dan salurkan Qi milikmu." Ryu memberikan bola kristal kepada Tianhe.


" Mmm." Tianhe meneteskan darahnya lalu menyalurkan Qi miliknya pada bola kristal tersebut.


" Hua'er, Ye'er, Jun'er, Lu'er, An'er... Kalian bantu He'er, karena Merak yang ada di Bola kristal itu sangat lemah." Ryu meminta mereka untuk membantu Tianhe.


" Mmm." Xie Hua, Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu dan Li Jilan ikut membantu Tianhe.


" Mei'er... Kamu juga melakukan yang sama." Ryu memberikan bola kristal kepada Qin Shuomei.


" Mmm." Qin Shuomei meneteskan darah lalu menyalurkan Qi miliknya pada bola kristal tersebut.


" Qi'er, Sian'er, Yi'er, Ying'er, Yue'er... Kalian bantu Mei'er, karena Angsa yang ada pada bola kristal itu sangat lemah." Ryu meminta mereka untuk membantu Qin Shuomei.


" Mmm." Ling Queqi, Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying dan Bing Ruyue ikut membantu Qin Shuomei.


" Kian'er, Wei'er... Aku butuh bantuan kalian untuk membuat pelindung disini." Ryu langsung menutup matanya bersiap untuk membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura.


" Mmm." Hong Kian dan Lan Liwei menyalurkan Qi milik mereka kepada Ryu.


Setelah beberapa saat Ryu merasakan Energi dari Hong Kian dan Lan Liwei sudah cukup dia dengan segera menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi lapangan latihan tersebut.


Sambil menunggu waktu proses dari ketiga bola kristal tersebut, Ryu Ikut membantu mereka yang diikuti oleh Hong Kian dan Lan Liwei.


Setelah memakan waktu yang cukup lama kini udara di sekitar mulai bergerak liar hingga Ryu meminta mereka untuk melemparkan bola kristal tersebut ke dalam Pelindung Yin-Yang Kura-kura.


" Menjauhlah dari mereka." Ryu menatap ke seluruh Istrinya.

__ADS_1


" Mmm." Mereka mengangguk sambil melompat keluar dari pelindung Yin-Yang Kura-kura.


Semakin lama tekanan udara di dalam pelindung tersebut semakin kuat hingga terlihat Pelindung Yin-Yang Kura-kura mulai retak.


Dengan segera Ryu langsung memperbaiki Pelindung tersebut yang juga dibantu oleh Istrinya.


Hingga beberapa saat terlihat tiga sosok muncul saat tekanan udara mulai reda dimana terlihat sosok Kirrin berwarna merah setinggi lima meter, seekor Merak langit yang memiliki bulu yang indah setinggi tiga meter dan seekor Angsa Langit berwarna putih mengkilap setinggi tiga meter.


Secara perlahan ketiga Hewan Kontrak tersebut mendatangi tuan mereka sambil menundukkan kepala.


" Salam Tuan Putri." seekor Kirrin memberi hormat kepada Sheng Zhishu.


" Mmm... Aku akan memberimu nama Qilin." Sheng Zhishu mengusap kepala sosok Kirrin yang sangat besar di depannya.


" Dengan senang hati Tuan Putri." Qilin menundukkan kepala.


" Sekarang kamu boleh Istirahat." Ucap Sheng Zhishu.


" Baik Tuan Putri." Qilin membentuk sebuah cahaya langsung masuk ke kening Sheng Zhishu.


" Salam Tuan Putri." Sosok Burung Merak menundukkan kepala kepada Tianhe.


" Warna yang sangat indah, mulai sekarang aku akan memanggilmu Kongque." Tianhe membelai kepala sosok Merak tersebut.


" Dengan senang hati Tuan Putri." Kongque menundukkan kepala.


" Sekarang kamu boleh Istirahat." Ucap Tianhe.


" Baik Tuan Putri." Kongque membentuk sebuah cahaya lalu masuk ke kening Tianhe.


" Salam Tuan Putri." Sosok Angsa Langit menundukkan kepala.


" Angsa langit, mulai sekarang aku akan memanggilmu Jiaqin." ucap Qin Shuomei.


" Dengan senang hati Tuan Putri." Jiaqin menundukkan kepala.


" Sekarang kamu boleh istirahat." ucap Qin Shuomei.


" Baik Tuan Putri." Jiaqin membentuk sebuah cahaya lalu masuk ke kening Qin Shuomei.


Setelah ketiga Hewan Kontrak tersebut masuk ke Alam Jiwa majikan mereka, kini Istri Ryu yang lain saling berpandangan satu sama lain seakan ingin memiliki Hewan Kontrak juga.


" Gege... Dari mana kamu mendapatkan ketiga Roh Suci itu?" Xin Chie terlihat penasaran.


" Ketiga roh suci itu pemberian dari Raja Naga Air dan empat bersaudara Naga Gunung pada saat aku di Dunia Fana." ucap Ryu.


" Gege... Roh suci itu setara dengan pemilik Tubuh Abadi yang kami miliki sekarang." ucap Huli Yue.


" Aku tau itu... Jika aku menemukan roh suci yang lain ataupun yang lebih kuat dari itu, aku akan memberikan kepada kalian semua." Ryu berfikir bahwa jika mereka semua mendapatkan Hewan Kontrak, maka Istrinya akan terbantu baik dalam Berkultivasi maupun saat bertarung karena darah mereka memiliki kesamaan.


Untuk Sheng Zhishu yang memiliki campuran darah Ratu Kirrin Api, maka Hewan Kontrak yang cocok adalah Kirrin itu juga.


Begitu juga dengan Tianhe yang memiliki campuran darah Ratu Merak, maka roh suci Merak langit sangat cocok untuknya dan Qin Shuomei adalah Reinkarnasi Dewi Angsa, sudah tentu roh suci Angsa Langit sangat cocok untuknya.


Setelah berbincang beberapa saat, Ryu membawa mereka kembali ke Istana Emas karena Ryu juga berencana untuk mengolah Aura Pembunuh yang dia miliki menjadi Aura Dewa Agung.


...----------------...


Di luar Istana Yexuan, dimana semua anggota keluarga Klan Liu sedang duduk bersila sambil menunggu instruksi dari Zhang Qixuan.


Setelah melihat seluruh anggota keluarga Klan Liu sudah siap, Zhang Qixuan langsung mengeluarkan kecapi lalu memainkan Kecapi tersebut hingga Energi dari Kecapi tersebut keluar dan menuju ke arah anggota Klan Liu.

__ADS_1


Merasakan Energi yang mengelilingi tubuh mereka, semua langsung menutup mata lalu berkonsentrasi untuk mengumpulkan energi tersebut.


__ADS_2