
Pada keesokan pagi Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She kembali melanjutkan perjalanan melewati Hutan yang sangat luas.
Namun kali ini Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She memilih untuk terbang dengan berpencar, karena tidak ingin melewatkan hal yang berharga yang ada di Hutan tersebut.
Sambil melepaskan Spiritual mereka yang terbang mendekati pepohonan, Ryu , Tou Shuijing dan Jiu Tou She banyak sekali bertemu dengan Hewan Roh tingkat langit kebawah.
Oleh karena itu mereka hanya melewatinya saja, karena yang mereka butuhkan sekarang adalah Hewan Roh tingkat Surgawi atau Sumberdaya yang langka.
Setelah terbang dengan kecepatan tinggi selama hampir seharian, Ryu bertumpu pada sebuah Bukit yang memancarkan Aura yang kuat dari sebuah Danau.
" Haaahh... Tidak aku sangka disini juga ada Air Embun Surgawi." Ryu menatap ke arah Danau di depannya.
Dengan penuh keyakinan, Ryu ingin membawa Danau itu ke Dunia Quzhu.
" Sepertinya berkat Pagoda Jiwa itu, aku sudah bisa membawa Air Embun Surgawi." Ryu memusatkan fikirannya lalu meletakkan kedua telapak tangannya di tepi Danau.
" Wuush." Seketika Danau tersebut telah berpindah ke Dunia Quzhu tanpa gangguan apapun lagi.
Meskipun Danau Air Embun Surgawi tidak terlalu dibutuhkan oleh Ryu dan Istrinya, namun sangat bermanfaat bagi Pasukan Semesta.
Saat selesai melakukan proses pemindahan tersebut, kini muncul sosok Pria yang terlihat masih muda, namun dapat diperkirakan sudah mencapai usia jutaan tahun.
" Siapa kamu?" Ryu sontak kaget karena kemunculan Pria tersebut tanpa dia sadari.
Pria yang memakai pakaian serba hitam dengan corak warna keemasan hanya tersenyum sambil berjalan mendekati Ryu.
" Dewa Agung ya? Nama yang cocok... Kamu tidak perlu takut, karena aku berada di pihakmu." Pria tersebut mengeluarkan elemen Petir Hitam di telapak tangannya.
" Apakah kamu Dewa Ashura?" Ryu menaikkan alisnya karena yang memiliki Petir Hitam hanya Dewa Ashura selain dirinya.
Itupun karena dia pernah membaca sebuah Kitab tentang kehidupan para Dewa tertinggi saat berada di Dunia Setengah Abadi.
" Sepertinya namaku cukup terkenal. Aku datang kesini untuk menawarkan kerjasama. Sepertinya kamu memiliki tujuan untuk menghancurkan Kekaisaran Langit." Dewa Ashura tersenyum seraya berjalan mendekati Ryu.
Melihat hal itu Ryu sejenak berfikir bahwa Dewa Ashura tidak memiliki niat membunuh kepadanya, sedangkan di dalam Kitab para Dewa tertinggi, Dewa Ashura adalah sosok yang ditakutkan karena membunuh siapapun tanpa ampun.
__ADS_1
" Sepertinya namaku memiliki gelar buruk di Dunia ini, tapi sayangnya para Dewa tertinggi telah berhasil menghasut Manusia bahwa Dewa tertinggi lah yang berbudi luhur. Padahal mereka mereka hanya layaknya Binatang yang menggunakan cara licik untuk melancarkan tujuan mereka." Ucap Dewa Ashura.
" Maksudnya?" Ryu mengerutkan kening.
" Para Dewa tertinggi memiliki banyak aturan yang dimana mereka beranggapan bahwa aturan yang mereka pakai, harus dituruti oleh siapapun."
" Sederhananya mereka menganggap Ras lain seperti warga biasa, sedangkan mereka sendiri seperti para Bangsawan. Jika ada dari Ras lain yang memiliki kekuatan besar, maka mereka akan mengambilnya, dan tentu harus mengikuti aturan mereka. Jika tidak, mereka akan dibunuh. Apa kamu paham?" Ucap Dewa Ashura sambil menatap ke arah Ryu.
" Aku sedikit paham. Mereka tidak ingin ada Ras lain yang bebas berkeliaran, karena mereka ingin mengatur jalan hidup seseorang." Ryu menebak apa yang dikatakan oleh Dewa Ashura.
" Sederhananya seperti itu. Untung saja kamu adalah Dewa yang baru dan tercipta tanpa disengaja. Jadi mereka tidak mengetahui potensi yang kamu miliki. Saat mereka sadar, semuanya sudah terlambat, karena kamu memiliki sebuah Armor yang tidak bisa tercium oleh para Dewa. Haaahh... Cukup licik." Dewa Ashura tersenyum lebar mengingat dirinya sendiri tidak mampu mengetahui keberadaan Ryu saat melakukan sumpah langit dimana Petir Hitam dan Api Hitam turun dari langit.
Ryu yang mendengar ucapan tersebut hanya bisa terdiam dan menyadari bahwa sebelumnya para Dewa tertinggi sedang mencari sumber kekuatan tersebut.
" Hhmmm... Apa kamu sedang mencari sesuatu?" Tanya Dewa Ashura.
" Benar... Aku ingin mencari keberadaan Klan Shui, salah satu dari Istriku sedang mencari orang tuanya." Ucap Ryu.
Ryu merasa tidak ada salahnya jika memberitahukan hal itu kepada Dewa Ashura, karena dia berpikir bahwa Dewa Ashura tidak seperti yang diceritakan dalam Kitab para Dewa tertinggi.
" Berjalanlah ke Desa Rumput Putih, disana kamu akan menemukan jawaban. Sampai bertemu di Benua Bawah Tanah di kediaman Ras Iblis." Ucap Dewa Ashura seketika langsung menghilang dari pandangan.
Setelah mereka berkumpul kembali, Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She kembali melanjutkan perjalanan agar bisa melewati Hutan yang luas untuk mencari Desa Rumput Putih.
Setelah hari sudah sore dimana tepat di pinggir Hutan Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She kembali ke Dunia Quzhu dan kembali ke tempat masing-masing.
Begitu juga dengan Ryu yang sudah berada di Istana Kristal, kini telah disambut oleh Sheng Zhishu dan yang lain.
" Gege... Apa kamu menemukan keberadaan Klan Shui?" Tanya Qin Shuomei
" Mei'er... Aku juga belum tau pasti. Tapi aku dengar dari beberapa orang yang aku temui, mereka mengatakan bahwa Klan Shui ada di Desa Rumput Putih." Ucap Ryu tidak ingin menceritakan tentang Dewa Ashura yang mendatanginya.
" Gege... Kita harus kesana untuk mencari mereka." Ucap Sheng Zhishu.
" Besok kita akan kesana untuk mencari tau. Bagaimanapun orang tuamu adalah orang tuaku Juga. " Ryu mengusap rambut Qin Shuomei.
__ADS_1
" Terimakasih Gege. Aku yakin mereka masih hidup." Qin Shuomei sangat senang
" Mei'er... Saat kita bertemu dengan Mertuaku, aku akan memberi perhitungan kepada orang yang berani mengganggu Klan Shui." Ucap Ryu.
" Mei'mei... Musuhmu adalah musuh Kami juga. Jadi Kami akan membantumu. Dan orang tuamu adalah orang tua kami juga." Ucap Sheng Zhishu diikuti Istri Ryu yang lain.
" Terimakasih semuanya." Qin Shuomei terlihat senang.
Sesaat mereka berbincang ringan kemudian kembali ke kamar mereka masing-masing.
Pada keesokan pagi, Ryu bersama istrinya dan juga seluruh Hewan Kontrak keluar dari Dunia Quzhu.
" Mei'er... Apa kamu mengetahui letak Desa Rumput Putih?" Ryu bertanya kepada Qin Shuomei.
" Kemungkinan besar kita menuju ke arah utara dan mengikuti jalan ini. mungkin satu hari kita baru sampai." Ucap Qin Shuomei sambil mengingat informasi dari tiga Bidadari Iblis.
" Gege... Lebih baik kita berjalan kaki saja. aku ingin menikmati udara di Benua Selatan ini. " Ucap Nan Sian.
" Hah... Baiklah... Jika itu yang kalian inginkan." Ryu memimpin rombongan mengikuti jalan setapak menuju arah utara.
Setelah berjalan seharian, Ryu bersama rombongannya telah memasuki Desa Rumput Putih.
Sebuah Desa yang lumayan besar dan warganya terlihat banyak yang menjadi Pendekar.
Dalam Perjalanan memasuki Kota, banyak pasang mata yang terus menatap tajam ke arah rombongan. Namun tidak ada yang berani menyapa atau pun bertindak.
Di bagian tengah Desa, kini terlihat satu Penginapan sederhana. Ryu dan Rombongannya pun memasuki Penginapan tersebut.
" Tuan... Kami ingin memesan semua kamar disini. Apa itu ada?" Tanya Ryu.
" Maaf Tuan... Kami hanya menyediakan 10 Kamar, dan kebetulan semuanya masih kosong." Pemilik penginapan merasa heran dengan jumlah mereka yang banyak.
" Kami pesan semua." Ryu memberi satu kantong yang berisi 10.000 Batu Roh.
Pemilik Penginapan itu pun langsung mempersilahkan mereka untuk mengambil kamar masing-masing.
__ADS_1
Seketika pemilik Penginapan tambah kaget ketika melihat Ryu bersama 23 wanita dalam satu kamar, sedangkan yang lain hanya satu orang.
" Ah... itu terserah... yang penting dapat penghasilan banyak." Pemilik penginapan menatap kantong besar yang berisi Batu Roh di tangannya dengan bahagia.