
Melihat kejadian tersebut, Ryu mengela napas panjang mencoba meminta pertolongan dari para Kultivator Wanita lain agar saling membantu hingga kondisi mereka semua telah pulih.
" terimakasih Tuan telah menolong Kami" Mereka langsung berlutut.
" Sekte Gunung Es sekarang sudah Musnah, jadi kalian akan aman. Jika boleh tau, asal dari mana asal kalian?" tanya Ryu.
Mereka langsung menjawab berasal dari berbagai Sekte di Wilayah Kerajaan Es dan dari Warga biasa Bahkan ada pula dari Sekte kecil wilayah Kekaisaran Tang.
" Tuan... Jika dalam keadaan kami sekarang, mungkin kami tidak bisa lagi kembali ke Sekte." ucap Salah satu Kultivator Wanita.
" Lalu apa Rencana Kalian?" tanya Ryu.
" Mungkin kami akan pergi ke Kota lain untuk melanjutkan hidup." ucapnya
" Kalau begitu, mungkin ini bisa membantu perjalanan kalian." Ryu memberikan masing-masing satu Cincin Ruang berisi Ribuan Koin emas juga ratusan pil dari berbagai jenis.
" Tuan, ini sangat banyak sekali." Salah satu Kultivator Wanita melihat cincin Ruang miliknya berisi Koin Emas dan Pil.
" Itu bukan punyaku, tapi hasil jarahan dari Sekte ini termasuk Cincin yang kalian pakai. Jadi anggap saja sebagai ganti rugi karena mereka telah memperlakukan kalian secara tidak manusiawi." ucap Ryu.
" Terimakasih Tuan." mereka sangat senang meskipun sedikit merasakan kesedihan.
" Tuan, jika berkenan aku akan melayani Tuan sebagai ucapan Terimakasihku." ucap Wanita muda yang lain.
" Benar Tuan, Kami tidak mungkin menerima pemberian Tuan secara Cuma-cuma." beberapa dari mereka juga bersuara.
" Aku menolong kalian tanpa meminta imbalan. Jadi Pergilah ke arah Selatan dari sini secepatnya sebelum matahari terbenam. disana kalian akan menemukan jalan untuk menemukan Permukiman Warga. aku rasa kalian aman karena wilayah ini tidak ada Siluman." ucap Ryu.
" Te...." suara mereka langsung terhenti saat melihat di depan mereka Sosok tersebut telah menghilang.
Mereka langsung keluar dari penjara bawah tanah meski ada beberapa wanita muda terlihat murung karena keinginan mereka ingin menemani Pemuda yang baru saja menyelamatkan mereka.
Namun setelah dipikir lagi mereka juga sadar, mana mungkin Seorang Pemuda Tampan dan memiliki Kultivasi tinggi bisa menerima mereka dengan keadaan seperti sekarang.
Mereka juga berharap ingin mencari pendamping hidup dari kalangan biasa yang bisa menerima mereka apa adanya meskipun status mereka awalnya sebagai seorang Kultivator.
Dari balik awan kini terlihat Ryu sedang mengendarai Jinying menuju Klan Bing, meskipun awalnya dia tidak senang namun dia tidak ingin Anggota Sekte Gunung Es masih ada yang tersisa.
...****************...
Di dalam kediaman Klan Bing :
" Ketua, bagaimana ini? sudah berkali-kali dinding Es yang dibuat Pasukan Elit telah hancur. Qi mereka sudah banyak terkuras." Wakil Klan Bing terlihat khawatir.
" Ambil Pil dan berikan kepada mereka untuk memulihkan Qi mereka! Kita harus menyatukan kekuatan menahan serangan mereka." Bing Zhou langsung melompat membantu memperkuat dinding Es.
Dentuman keras antara Dinding Es dan Bola Es membuat seisi Klan Bing menjadi bergetar.
" Hahahaha... sampai kapan kalian bersembunyi di dalam tempurung Es ini? kemana kebesaran Klan Bing yang melegenda selama Ratusan Tahun yang lalu?" Salah satu Tetua Sekte Gunung Es.
" Hahahaha... Tetua Pertama, jangan terlalu keras. sayang sekali jika kulit Wanita dari Klan Bing harus tergores" ucap Tetua yang lain.
" Ternyata benar apa yang dikatakan Orang Klan Bing banyak menyimpan Wanita Cantik. Sangat beruntung kita harus turun tangan untuk menyelesaikan pekerjaan ini." ucap Tetua yang lain sambil memperhatikan para Wanita yang ikut membantu memperkuat dinding Es.
" Tetua Kedua, Tetua Ketiga, Tetua Keempat, Pantas saja Paktriak sampai mengerahkan Setengah kekuatan Sekte Gunung Es agar kita tidak mengalami kerugian banyak." Tetua Pertama sambil mengukur kemampuan pihak lawan.
" Itu tidak masalah, biarkan saja para Anggota Sekte menguras tenaga Pasukan Klan Bing. dengan begitu kita tidak perlu membuat luka serius pada Gadis-gadis itu " Tetua Keempat memandang mereka dengan penuh nafsu.
Setelah menunggu waktu cukup lama kini dinding Es mulai Retak hingga di beberapa bagian sudah hancur.
" Ketua, kami sudah tidak tahan lagi." Salah satu Pasukan Elit Klan dengan napas terputus-putus.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom " Dingin Es langsung hancur berkeping-keping.
" Mundur!" seru Bing Zhou merasakan hal yang tidak baik.
" Serang." Tetua Pertama Sekte Gunung Es memberi perintah.
Kini suara dentingan Pedang terdengar di berbagai tempat Pasukan Elit yang tidak sempat mundur langsung terdesak membuat mereka langsung melawan.
" Kakek." Bing Yin menatap ke arah Pasukan Elit dengan mudah dikalahkan.
" Bertahan " Perintah Bing Zhou langsung melompat menyerang beberapa Anggota Sekte Gunung Es.
__ADS_1
Seketika butiran salju melayang di udara langsung membekukan Para Anggota Sekte Gunung Es yang berada di sekitar Pertempuran.
" Serang!" Kembali terdengar dari suara Bing Zhou.
Kini Pasukan Elit Klan melancarkan serangan kepada lawan di depan mereka sang seakan membeku Dangan bantuan Bing Zhou.
" Biar aku Yang membereskan Ketua Klan Bing" Tetua Pertama langsung melompat ke arah Bing Zhou.
" Bboooom " tubuh Bing Zhou langsung terpental akibat serangan tiba-tiba dari Tetua pertama.
" Kakek " Bing Yin terlihat khawatir sambil menyerang Anggota Sekte Gunung Es.
" Yin'er... cepat pergi dari sini " Bing Zhou merasa Klan Mereka sudah tidak ada harapan lagi untuk bertahan.
" Hahahaha... Sebenarnya aku ingin menikmati keindahan tubuh Cucumu, tapi sayangnya kami harus membawanya dalam keadaan Utuh. Tidak masalah, kami akan sedikit bermain dengan Wanita Cantik yang ada disini." Tetua Pertama memandang Para Gadis penuh nafsu.
" Bajingan." Bing Zhou langsung mengarahkan Pedang ingin menusuk Tetua Pertama.
" Bboooom" Pertarungan mereka kembali terdengar membuat Tekanan Es menyebar berbagai tempat.
Sesekali Bing Zhou mendapatkan sayatan di tubuhnya membuat dia semakin melemah akibat kehabisan tenaga.
" Bboooom" tendangan keras dari Tetua pertama membuat Bing Zhou terpental memuntahkan Darah.
" Akan Ku akhiri Pertempuran ini" Tetua pertama menebas leher Bing Zhou.
" Bboooom" Sambaran Petir yang sangat kuat membuat Tetua Pertama terpental puluhan Meter.
Terlihat Ryu sedang berdiri di atas punggung Jinying diikuti Chaizu dan Shizi di sampingnya.
" Apa?" semua terkejut menyaksikan Sosok Pemuda yang baru datang dengan mudah membuat Tetua Pertama terpental.
" Uhuk." Bing Zhou memuntahkan segumpal darah.
" Nak... Maafkan Pria tua ini. Tolong cepat bawa dan Selamatkan Cucuku. Bawalah dia Bersamamu! " Bing Zhou menatap Ryu sambil melihat Anggota Klannya sudah banyak terluka Parah bahkan banyak yang mati.
" Pak Tua. Sembuhkan dirimu dulu dan anggota Klan yang lain. " Ryu memberikan 1 Kotak Pil Pemulihan sambil menutupi Rasa kesalnya.
" Ggooooaaarr" Chaizu dan Shizi langsung melompat di tengah Pertarungan dengan tekan Auman bercampur Petir membuat Anggota Sekte Gunung Es terpental.
" Kwaaaaaaak." Jinying juga menjatuhkan Kobaran Api dan mencakar beberapa Anggota Sekte membuat mereka terluka Parah.
Di sisi lain, Ryu melompat ke arah Tetua Pertama langsung melancarkan Serangan Pedang ke arahnya.
" Traaang... Crraaash... Crraaash..." Pertemuan Pedang membuat Pedang milik Tetua Pertama langsung patah diiringi dua sayatan di tubuhnya.
Para Tetua lain sang melihat kejadian itu langsung melompat berniat untuk menolong Tetua Pertama.
Namun karena perbedaan kecepatan, kepala Tetua Pertama langsung terlepas sebelum mereka tiba di depan Ryu.
Ketiga Tetua itupun langsung mengambil Pedang mereka untuk bergabung melawan Ryu.
Namun belum sempat mereka mengeluarkan Pedang, Ryu menebas tubuh mereka dengan serangan acak hingga tubuh mereka langsung terpental ke belakang.
'HENTAKAN PETIR'
Ryu langsung menggabungkan Aura Dewa untuk memperlambat serangan hingga Anggota Sekte Gunung Es enggan untuk melangkah akibat Petir terus menyambar tubuh mereka.
Hal itu tentu tidak terlewatkan oleh Klan Bing bahkan Bing Zhou dan beberapa Anggota Klan yang sedang memulikan diri langsung ambil bagian dalam pertarungan.
Di samping Ryu sendiri sudah terlalu banyak mengeluarkan Qi miliknya, untuk membantu Klan Bing hingga menelan beberapa Pil untuk memulihkan sedikit Qi.
Ketiga Tetua Sekte yang juga terkena dampak tersebut, langsung menyalurkan Es menyelimuti tubuh mereka agar tidak terkena Petir saat mereka melangkah.
Beberapa kali mereka menciptakan teknik untuk mengurung Ryu, namun selalu dapat dipatahkan sebelum menyatu sempurna hingga perlahan mereka juga kehabisan tenaga.
' Untung saja aku punya teknik Langkah Kilat dan Wujud Hantu ' Batin Ryu melihat teknik yang mereka pakai sangat berbahaya.
Saat Ketiga Tetua terlihat sedang kewalahan, Ryu kembali menggunakan Langkah Kilat dengan Qi yang tersisa.
" Slashhh... Slaash... Slaash..." Gerakan yang hampir tidak terlihat dengan sebilah Pedang langsung memotong kepala Ketiga Tetua tersebut.
" Haaahh." Ryu mengela napas Sambil memandang ke arah pertempuran lain yang kini telah dikuasai oleh Pihak Klan Bing.
__ADS_1
Hal itu dikarenakan keempat Tetua mereka telah berhasil dibunuh membuat mereka kehilangan semangat untuk bertarung.
Merasa tidak perlu dikhawatirkan, Ryu langsung duduk bersila untuk memulihkan tenaga.
Setelah terisi cukup, Ryu langsung mengambil Cincin Ruang milik keempat Tetua tersebut lalu berjalan ke arah Bing Zhou yang terlihat sudah menyelesaikan Pertarungan.
" Chaizu, Jinying, Shizi " Ryu memanggil mereka langsung naik ke punggung Jinying mengembalikan Chaizu dan Shizi ke Dunia Kecil.
Ryu perlahan terbang mendekati Bing Zhou melempar sebuah Kitab tanpa sepatah katapun langsung melesat terbang tinggi menjauhi wilayah Klan Bing.
Bing Zhou yang menyaksikan hal itu kini memasang wajah murung sambil memegang Kitab Es di tangannya sambil menatap ke arah Bing Yin yang seakan ingin berlari menyusul Ryu.
Bing Zhou sudah tau pasti bahwa cucunya tersebut sangat tertarik dengan Pemuda yang baru saja menolong mereka, mengingat dia kenal baik sikap Bing Yin yang selalu dingin kepada Pria jika ingin mendekatinya.
Bing Yin yang awalnya ingin mengejar, kini menghentikan langkahnya langsung menjauhi tempat tersebut menuju kediamannya dengan rasa kecewa dan sedih.
' Yin'er, aku tau perasaanmu. Jika memang berjodoh, kalian pasti akan bertemu kembali.' pikir Bing Zhou lalu meminta anggota Klan membersihkan bekas pertempuran memisahkan Mayat Anggota Klan untuk menguburnya dengan Layak dan mengambil harta yang ada dalam Mayat Anggota Sekte Gunung Es lalu membakarnya.
Tiga Hari berlalu setelah kejadian, kini Wilayah Kerajaan Es gempar saat ditemukan Kepada Paktriak Sekte Gunung Es sedang menggantung di pinggir jalan menuju Ibukota Kerajaan Es.
Banyak sekali yang meludahi kepala Tersebut karena kesal atas perlakuan Sekte Gunung Es selama ini membuat mereka kehilangan Anggota Keluarga.
Hal itu tentu saja dengan mudah sampai di telinga Raja Kerajaan Es hingga Klan Bing dan beberapa Sekte lain membuat mereka sangat senang.
Bagi Klan Bing dan beberapa Anggota Sekte dan Para tahanan yang pernah bertemu dengan Ryu, kini mereka sudah tau pelakunya meski hanya memilih diam karena tidak ingin Pemuda yang menolong mereka menjadi bahan Rebutan oleh para Penguasa yang ingin memanfaatkannya.
Di Berbagai tempat dari Benua Lotus maupun Benua Bintang ada yang sedang berinteraksi Menggunakan Pesan Jiwa.
' Bagaimana Kalajengking Kesembilan bisa mati terbunuh dengan mudah?'
' Kalajengking Pertama... Aku tidak tau pasti, yang jelas sepertinya dia tidak sempat menggunakan Teknik Iblis Neraka '
' Kalajengking kelima, Keenam, dan kalian semua kalian yang ada di Benua Bintang, jangan sampai ceroboh lagi. Aku yakin pembunuhnya masih berada disitu'
' Kalajengking Pertama tidak perlu khawatir. Jika hanya satu Kelompok saja yang berani mengusik ketenangan kami, itu bukan hal buruk '
' Bagaimana dengan keberadaan Iblis dari Tanah Hitam dan Dewa Rendaha itu?'
' Untuk sekarang mereka sepertinya menghilang. aku tidak tau apakah mereka kembali ke Dunia asal atau telah mati.'
' Kalajengking Pertama, Aku dengar Kelompok Putri Yuwang telah berhasil dilumpuhkan oleh Kultivator wilayahnya kerajaan Es.'
' Aku juga mendengar, Dewa rendahan itu juga mati di tangan Tiga Dewi Iblis sebelum melanjutkan misi mereka '
' Tiga Dewi Iblis itu lagi. Jika bukan karena Ilusi itu, kita dengan mudah membunuh mereka '
' Kalajengking Pertama, bagaimana dengan Benua Lotus?'
' Kalajengking Kedua, Ketiga, keempat dan aku sendiri masing-masing memperkuat wilayah masing-masing. Sampai Pasukan Siluman dan Pasukan Peri Kegelapan itu hancur dengan sendirinya. Jadi, kami hanya memetik hasil '
' Hanya saja kami sedikit kendala akibat Sekte Lembah Persik itu. Mereka semakin hari semakin kuat, Apalagi ditambah dengan keberadaan Dewa Naga itu.'
' Haaahh... Pantas saja Raja Bai meminta kami disini '
' Kalajengking Pertama, Kamu tenang saja. Aku punya rencana untuk menghasut Pasukan Siluman dan Pasukan Peri menyerang Sekte Lembah Persik '
'Kalajengking Ketiga, Apa kamu yakin?'
' Aku harus mencobanya, Paling tidak untuk mengurangi kekuatan mereka'
...****************...
Dua bulan setelah kejadian :
Wilayah Kerajaan Air, kini Ryu sedang duduk di atas Batu Besar di pinggir sebuah Sungai yang sangat besar.
" Haaahh... Semua yang mereka minta sangat langka." Ryu mengingat Permintaan ketujuh Istrinya bisa dikatakan menyamai Harta Langit.
Mutiara Kerang Langit adalah bahan sangat Mewah di kalangan Bangsawan jika dijadikan Perhiasan bisa mencapai Jutaan Koin Emas yang hanya Bangsawan Besar saja yang mampu membelinya.
Begitupun Permata Tujuh Warna jika dijadikan Perhiasan bahkan dipadukan ke Gaun maka harganya sudah tidak ternilai lagi karena Istri dan putri Kaisar atau Raja saja yang mampu membeli, itupun jika ada barangnya.
Menurut informasi dari beberapa Warga yang pernah Ryu temui saat melakukan perjalanan dari kerajaan Es menuju Kerajaan Air, ada sebuah sungai Besar yang bernama Sungai tanpa Dasar.
__ADS_1