SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
TUAN KELINCI.


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Di dalam Goa Es Abadi terlihat telah Yunjiang sedang menjalankan penyatuan tubuh baru milik Dewi Es sebelumnya yang ada di atas balok Es.



Yunjiang : Pemilik Tubuh Abadi Dewi Es ( Leluhur Suci Sekte Lembah Es) Kultivator Kegelapan + Es ( Elemen asal dari pemilik Tubuh sebelumnya)


......................


Di Wilayah lain Gunung terlarang Sekte Naga Emas juga terlihat sosok Wanita Cantik bergaun Merah Muda corak ungu yang sedang duduk Berkultivasi di dalam sebuah Bangunan Tua namun terlihat masih Kokoh.



Yinshi : Pemilik Tubuh Abadi dari Putri Naga Emas ( Dewi Agung Sekte Naga Emas) Kultivator Cahaya + Api ( Elemen asal dari pemilik Tubuh sebelumnya).


......................


Di wilayah lain Sekte Ular terdapat sebuah lembah yang memiliki Pelindung Petir, terlihat Sosok Wanita berpakaian minim berwarna Hitam dengan garis di pinggir berwarna Keemasan yang juga sedang duduk Berkultivasi di sebuah Goa kecil namun terlihat sangat indah seakan diselimuti Petir dan Api berwarna Kuning kemerahan.


Konon Dewi Phoenix Petir Pernah bertarung melawan Ratu Ular Neraka yang memiliki Elemen Api dan Kegelapan dan berhasil mengalahkannya. Namun Saat Dewi Phoenix Petir ingin Menerobos Pendekar Surgawi, Inti Roh dari Ratu Ular Neraka menyerang Jiwanya yang membuat dia mati karena tidak mampu menahan amukan Api yang merusak jiwanya.



Yuwang : Pemilik Tubuh Abadi Dewi Phoenix Petir Kultivator Kegelapan + Petir + Api ( Elemen Petir dari pemilik Tubuh sebelumnya dan Elemen Api dari Inti Roh Ratu Ular Neraka).


......................


Di tempat lain terlihat Ryu bersama Ling Ying dan Mu Nalan sedang melakukan perjalanan menuju Kota Anhui dimana harus melewati jalan setapak agar bisa mempersingkat waktu.


" Gege... Apa kamu yakin bahwa Topeng Kelinci itu bisa melihat markas Paviliun Kelinci Merah?" Tanya Ling Ying.


" Mmmmmm. Aku melihat sendiri bagaimana cara mereka menggunakan Topeng ini agar mengetahui Markas mereka. Tidak hanya itu saja, Topeng Kelinci ini bisa membuka Pelindung yang mereka ciptakan." Ryu memperlihatkan Topeng Kelinci Hitam milik Heng Gubeng.


" Kalau begitu, akan lebih mudah mencarinya. Tapi..." Mu Nalan sedikit ragu.


" Haaahh... Sebaiknya aku akan mengantarkan kalian secepatnya." Ryu merasa ragu jika mereka ikut dalam pencarian Markas Paviliun Kelinci Merah.


" Gege... Aku sudah capek berjalan seharian. Didepan Permukiman Warga, jadi kita harus mencari Penginapan dulu untuk Istirahat." Mu Nalan memberi usul.


" Baiklah... Besok pagi kita lanjutkan perjalanan." Ryu terus berjalan hingga mencapai sebuah Permukiman Warga.


Saat berada di sebuah Penginapan, Ryu langsung menuju ke sebuah meja kasir yang tidak jauh dari tempatnya.


" Pelayan... Aku mau Pesan Tiga Kamar untuk malam ini." ucap Ryu.


" Ada Tuan. Totalnya 30 Batu Roh." ucap pelayan.


" Aku memesannya " Ryu mengeluarkan 30 Batu Roh.


" Baik Tuan, Nona, mari saya antar." Pelayan tersebut membawa tiga kunci lalu menuntun mereka menuju ke sebuah Kamar.


" Silahkan Tuan, Nona ." pelayan membuka pintu kamar.


" Aku disini." Ling Ying langsung menyerobot masuk saat Ryu melangkahkan kakinya untuk masuk ke kamar.

__ADS_1


Melihat kelakuanku dari Ling Ying, Ryu sedikit kesal namun berusaha untuk menahan diri.


" Selanjut ini Tuan, Nona. " Pelayan membuka pintu kamar yang kedua.


" Kamu duluan masuk." Ryu menoleh ke arah Mu Nalan tidak ingin kejadian sebelumnya kembali kedua kali.


" Mmmmmm." Mu Nalan langsung menuju Kamar tersebut.


" Ini Tuan, yang terakhir." Pelayan mempersilahkan


" Terimakasih pelayan." Ryu langsung masuk ke kamar.


" Kalau begitu aku pamit dulu, Jika ada Pesanan lain, Tuan bisa ke meja Kasir." Pelayan tersebut kembali ke arah meja Kasir.


" Mmmmmm." Ryu mengunci Pintu dan membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu berjalan mendekati tempat tidur.


" Aku Harus menemui Istriku di Istana dulu." Ryu memegang Batu Bintang lalu menghilang.


Setelah beberapa saat Ling Ying keluar dari kamarnya langsung menuju ke kamar dimana tempat Ryu sedang berada.


Dari luar pintu Ling Ying berjalan mondar-mandir seakan ingin masuk, namun posisi Pintu sudah terkunci.


" Saudari Ying, Apa yang kamu lakukan?" Mu Nalan yang berniat ingin ke kamar Ryu kini telah melihat Ling Ying sudah berdiri di depan pintu.


" Ah... Itu..." Ling Ying kaget karena rencananya ketahuan.


" Apa kamu ingin bertemu dengan Gege.?" Mu Nalan berpura-pura.


' Bagamana Wanita Ular ini bisa kesini? Apa jangan-jangan dia juga ingin bertemu dengan Gege Ryu.' Ling Ying membatin lalu menoleh ke arah Mu Nalan.


" Kamu sendiri ngapain kesini? " Ling Ying memasang wajah datar menutup rasa gugupnya.


" Ah... Itu..." Mu Nalan tersadar bahwa dirinya juga ketahuan deng rencananya.


" Aku ingin bertemu dengan Gege. Kalau kamu ikut kita sama-sama." Ling Ying mengetahui bahwa mereka memiliki rencana yang sama.


" Tidak masalah." Mu Nalan berjalan mendekati Pintu Kamar Ryu.


" Tok...tok... tok.." mereka bergantian mengetuk pintu berkal-kali namun tidak ada jawaban apapun.


" Haaahh... Sepertinya Gege sudah tertidur pulas. Jika begini percuma kita menunggu." Ling Ying memasang wajah murung meninggalkan tempat tersebut langsung menuju kamarnya.


" Aku juga sudah ngantuk." Mu Nalan meluap berjalan ke kamarnya dengan lesu.


......................


Di dalam sebuah Hutan, terlihat sebuah Bangunan sangat besar yang sangat megah dikelilingi Tembok Batu dimana terdapat Pintu Gerbang yang dijaga ketat oleh beberapa Penjaga.


Didalam Bangunan besar terlihat beberapa Sosok yang tengah mengadakan rapat.


" Salam Tuan Kelinci." ucap beberapa Sosok didepannya.


" Mmmmmm." Tuan Kelinci melambaikan tangan.


" Kelinci Pertama, Apa yang sedang terjadi pada bawahan kalian?" lanjutnya.


" Tuan Kelinci, Sepertinya kita sedikit ada masalah. Heng Gubeng serta bawahannya sudah mati." Ucap kelinci Pertama.


" Hmm.... Baru kali ini kita bisa mendapatkan masalah, Apa kalian tahu siapa Pelakunya? " Tanya Tuan Kelinci.


" Kami tidak tau jelas siapa pelakunya. Yang jelas pelakunya sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Akhir atau diatasnya." Ucap Kelinci Pertama.


" Tuan Kelinci, beberapa bulan yang lalu Para anak Buahku juga banyak yang mati saat menculik Istri dan Putri Walikota Bei. " Ucap Kelinci Ketiga.


" Kalau begitu kalian harus lebih berhati-hati lagi. Aku masih butuh beberapa Wanita lagi untuk menerobos Pendekar Langit Tahap Awal, Karena Ketiga Istriku juga ingin Menerobos Pendekar Bumi Tahap Menengah." Ucap Tuan Kelinci.


" Baik Tuan Kelinci." Sambut mereka serempak.


" Sekarang pergilah! Ingat, kalian tetap menggunakan namaku agar musuh kita terkecoh." Tuan Kelinci mengingatkan mereka.


" Baik Tuan Kelinci" Mereka memberi Hormat lalu meninggalkan tempat tersebut.


" Haaahh... Sepertinya aku harus menambah Istri lagi agar mempercepat Kultivasiku." Tuan Kelinci menuju ke Ruangan lain.


" Suami..." Sambut Tiga Wanita Cantik yang memakai Gaun berwarna Merah.

__ADS_1


" Istri-istriku, Sepertinya kita harus sedikit bersabar untuk meningkatkan Kultivasi kita, Karena Para Gadis lain belum ada yang baru." ucap Tuan Kelinci.


" Suami... Sepertinya Para Tawanan Wanita masih belum mampu membuatmu bisa menerobos." ucap Istrinya.


" Suami... Kau harus mencari lebih banyak lagi agar kami juga bisa menerobos." ucap Istrinya yang lain.


" Kalian benar... Aku ingin secepatnya menerobos. Karena aku dengar Raja Kelinci sudah Menerobos Pendekar Langit Tahap Awal, Bahkan Kaisar Kelinci di Benua Tengah sudah menerobos Pendekar Surgawi " ucap Tuan Kelinci.


" Haaahh.. lalu bagaimana dengan Raja Kelinci di Kekaisaran lain? " tanya Istrinya.


" Mereka juga sama, Sudah mencapai Pendekar Langit." ucap Tuan Kelinci.


" Suami... Kamu jangan kalah. Apalagi di wilayah Kekaisaran Awan ini sangat luas dan lemah, jadi Anak buah mu lebih leluasa dari kekaisaran yang lain." ucap Istrinya.


" Kamu benar. Tapi untuk sekarang kita harus berhati-hati, karena banyak anak buah kita banyak yang mati." ucap Tuan Kelinci.


" Mmmmm." Ketiga Istrinya mengangguk.


......................


Pada keesokan pagi, Ryu keluar dari kamar langsung menuju luar Penginapan sambil menunggu kedatangan Ling Ying dan Mu Nalan yang masih belum keluar dari kamar.


" Haaahh... Mengapa mereka masih belum keluar." Ryu bergumam sedikit Kesal.


" Maaf Gege., Kami kesiangan." Mu Nalan keluar dari Penginapan yang diikuti Ling Ying.


" Cepatlah! " Ryu langsung melangkahkan kaki untuk melanjutkan perjalanan.


" Gege... Tunggu." Ling Ying berlari ke arah Ryu.


' Ciihhhh... " Ryu menggerutu dalam hati terus berjalan tanpa memperdulikan kedua Wanita tersebut.


Ketika melewati Pinggiran Hutan meraka langsung dihadang oleh Anggota Paviliun Kelinci merah.


" Hahahaha... Sepertinya Kedua Wanita ini sangat Cocok untuk Tuan kita." Ucap salah satu anggota Paviliun Kelinci merah.


" Benar... tunggu apa lagi? Apa yang kita takutkan pada Pemuda itu Hanya Pendekar Alam Tahap Awal.." Anggota yang lain merasa lebih mudah untuk mengalahkan mereka.


" Buktikan saja" Ryu tidak ingin terlalu lama langsung mengeluarkan Pedangnya menggunakan Teknik Pedang Penghisap.


" Crraaash... Crraaash... Crraaash." Ryu membunuh mereka semua hanya dengan satu tarikan nafas.


" Apa?" Mu Nalan dan Ling Ying Membulatkan mata.


' Kebetulan ' Ryu merasakan Aura lain yang sedang mengawasi mereka.


" Wuush" Ryu Menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir menuju bagian Hutan.


" Bboooom." Ryu langsung memukul Sosok tersebut membuatnya terpental menabrak beberapa Pepohonan.


' Sial.. Aku ketahuan. Bagaimana mungkin Pemuda ini memiliki kecepatan yang sangat tinggi.' Sosok tersebut adalah Kelinci Kedua.


Tanpa menunggu lama Ryu kembali menyerang Kelinci Kedua menciptakan Elemen Petir.


Kelinci Kedua yang tidak ingin kejadian sebelumnya kembali langsung meningkatkan kewaspadaan hingga merasakan araah serangan dari Ryu lalu membalas dengan sebuah Pukulan.


" Bboooom." Pertemuan Serangan membuat mereka sama-sama mundur beberapa langkah.


" Kau pikir hanya kamu yang memiliki kecepatan tinggi." Kelinci Kedua langsung melompat ke arah Ryu.


Ryu pun langsung menghindar dari arah pukulan ingin membalas serangan tersebut, Kelinci Kedua juga dengan cepat untuk menghindar kembali melancarkan pukulan.


Pertarungan itupun terlihat berimbang, Karena Kelinci Kedua sudah berada di Pendekar Bumi Tahap Menengah.


Dari setiap serangan Kelinci Kedua dan Ryu kini langsung membuat kerusakan di Areal Pertarungan.


" Sepertinya Sosok ini adalah Tuan Mereka." Ryu berasumsi sambil Menghindari dan membalas kembali dengan Pukulannya kepada Kelinci Kedua.


Kelinci Kedua juga menghindari serangan tersebut lalu menyerang balik ke arah Ryu


Setelah memakan waktu yang cukup lama, Kini kelinci Kedua merasakan Qi miliknya sudah banyak terkuras kembali membalas lalu menyerang balik dengan kekuatan penuh.


Pertukaran serangan mereka terus berlanjut hingga akhirnya Kelinci kedua mulai kewalahan karena Qi miliknya habis terkuras.


Saat itulah Ryu langsung Menyerang Kelinci Kedua dengan kekuatan penuh.

__ADS_1


" Bboooom". Ryu menciptakan Petir melepaskan ke bagian dada Kelinci Kedua yang membuatnya terpental dan mati


__ADS_2