
Mendengar ucapan dari Bu Jing Yu, Jinying tidak bisa lagi menahan hatinya hingga sekejap tertunduk lesu.
Jinying bisa membayangkan bagaimana kehidupan saat bersama dengan Ryu. Jinying juga merasakan kehangatan dan perhatian dari Ryu dan Istrinya yang lain.
Dia sangat menyesal karena telah meninggalkan Dunia Quzhu karena niat awalnya ingin membunuh Istri Ryu yang lain hingga terjerumus dalam ambisinya sendiri.
Hal yang paling menyakitkan bagi Jinying dimana sikap Hao Mingzi telah berubah dimana tidak pernah menganggap anaknya bersama Ryu seperti yang dia janjikan.
" Bu Jing Yu... Mungkin aku akan kembali bersama Gege. Semoga saja Gege dan Istrinya yang lain bisa menerima keadaanku. Sekalipun mereka tidak mau menerima, paling tidak mereka bisa menerima anakku." Jinying menatap ke arah Bu Jing Yu, berharap kepada wanita itu bisa mengerti perasaannya sebagai sesama wanita.
" Jinying... Mungkin kamu masih ada alasan agar mereka bisa menerimamu karena Anakmu dengan Ryu Gege. Tapi aku...." Bu Jing Yu menggelengkan kepala merasa posisinya tidak mungkin diterima oleh Ryu karena saat bersama Ryu, Bu Jing Yu memakai wajah Jinying.
" Aku juga berpikir begitu. Hanya saja yang menjadi kelemahan Ryu Gege adalah 22 Istrinya. Dia tidak bisa menolak jika mendapatkan persetujuan dari istrinya itu." Jinying menggelengkan kepala merasa posisi Bu Jing Yu akan lebih sulit darinya.
" 22 Istri? " Bu Jing Yu sontak kaget seraya membulatkan mata dengan rahang terbuka seakan tidak percaya bahwa Pemuda tersebut memiliki Istri sebanyak itu.
" Mmm." Jinying mengangguk.
Melihat ekspresi dari Jinying tidak ada kebohongan, Bu Jing Yu merasa ragu atas keputusannya.
Setelah cukup lama berpikir, Bu Jing Yu membulatkan tekadnya berharap dia bisa menjadi bagian dari keluarga kecil tersebut.
" Jinying... Apa kamu tau kenapa Kaisar Ryu bisa ada disini?" Tanya Bu Jing Yu.
" Aku yakin Kaisar Ryu memiliki rencana untuk menghancurkan Sekte Ular ini. Jika dia melakukan hal itu, sama saja dengan bunuh diri." Jinying memiliki firasat buruk karena yang Ryu hadapi adalah orang yang sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal.
" Kamu benar... Kita harus membantunya agar tidak terbunuh." Bu Jing Yu berpikir bahwa hal itu adalah kesempatan baik agar Ryu bisa menerimanya.
" Lalu apa yang harus kita lakukan?" Jinying sedikit khawatir.
" Kita tidak bisa melawan Patriak Sekte Ular secara langsung. Kita harus membunuhnya secara sembunyi-sembunyi. Lalu bagaimana dengan Kaisar Ryu sendiri?" Bu Jing Yu merasa khawatir karena di Sekte Ular masih memiliki banyak para Tetua yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal dan tahap menengah bahkan tahap akhir.
Jika berhadapan dengan Para Tetua seorang diri, maka itu bukan perkara yang mudah.
__ADS_1
" Aku juga tidak tahu. Tapi aku yakin Kaisar Ryu memiliki dukungan dari Istrinya ataupun orang lain yang belum kita ketahui." Ucap Jinying.
" Jinying... Kamu kan orang yang cerdik, aku yakin kamu memiliki cara untuk menghadapi segala kemungkinan." Bu Jing Yu.
Mendengar ucapan dari Bu Jing Yu, Jinying teringat kejadian saat dia membantu Ryu menghadapi kelompok penentang Matriak Lan Liwei di Sekte Kabut Ilusi.
" Hanya ada satu cara, yaitu dengan racun. Sayangnya aku tidak memiliki racun. Paling ampuh untuk menghadapi Pendekar Semesta adalah dengan racun pembangkit gairah. Kalau racun bersifat membunuh, akan mudah dipatahkan bahkan masih mampu bertahan dan sempat melakukan serangan." Jinying berpikir jika hanya racun biasa, Patriak Sekte Ular masih bisa bertahan meskipun terkena efek racun.
Hal yang paling efektif adalah dengan racun pembangkit gairah, karena tidak ada yang bisa menangani racun tersebut meskipun tidak mematikan.
" Hmmm... Aku rasa Hao Mingzi memiliki racun mata merah. Kita harus meminta racun itu kepadanya bagaimanapun caranya." Bu Jing Yu memberi usul, teringat bahwa Hao Mingzi pernah mengeluarkan racun tersebut dari Cincin Ruang miliknya saat ingin menghadapi Ryu.
Sayangnya waktu itu Hao Mingzi tidak jadi menggunakannya karena dia berniat untuk memberikan racun tersebut kepada Jinying.
" Baiklah... Kita harus mengambil Racun itu dari Hao Mingzi. Kita harus mencari alasan agar dia bisa memberikan racun itu kepada kita." Terlihat sebuah senyuman lebar dari Jinying.
" Kalau begitu biarkan Kaisar Ryu melakukan penyamarannya. Kita harus memantau saja, biar tidak menimbulkan kecurigaan." ucap Bu Jing Yu.
" Kamu memiliki kesempatan, karena kamu akan mengajarkan Ryu. Haaahh... Ini terlihat lucu. Tapi aku sarankan agar kamu tidak terbawa perasaan. Jika itu terjadi, maka rencana Kaisar Ryu akan gagal." Jinying mengingatkan kepada Bu Jing Yu.
" Baiklah... Kalau begitu lebih baik kita kembali! Jika kita terlalu lama disini, pasti akan menimbulkan kecurigaan." ucap Jinying.
" Mmm." Kedua wanita langsung beranjak dari tempat itu menuju kediaman masing-masing.
*****
( Kediaman Murid Inti Sekte Ular )
Ryu yang sudah berada di kamarnya langsung menyebarkan Spiritualnya untuk mengetahui keberadaan sekitar.
" Haaahh... Aku harus jalan-jalan dulu untuk mengetahui tempat ini." Ryu keluar dari kamarnya menuju lapangan latihan.
Karena rasa penasaran dengan keadaan tempat tersebut, Ryu berjalan seperti murid lainnya tanpa memperdulikan tatapan mata dari beberapa sosok murid Pria yang begitu membenci wajahnya.
__ADS_1
" Cciiihhhh... Pemuda itu sok tampan. Awas saja kalau bertemu di luar Sekte ini." ucap salah satu Murid Pria.
" Benar Saudara. Baru saja Pemuda ini masuk Sekte Ular, tapi sikapnya sangat sombong." Sekelompok Murid Pria yang begitu iri dengan wajah Ryu berniat untuk meludahi wajahnya.
" Hati-hati Saudara! Pemuda itu pasti memiliki latar belakang yang kuat. Apa kalian tidak lihat Tetua Lang sangat menghormatinya bahkan langsung mengangkatnya menjadi Murid Inti." Murid yang lain mengingatkan.
" Benar Saudara... Apalagi Pemuda itu sekarang menjadi Murid Guru Bu Jing Yu, pasti kita akan mendapat hukuman jika mengganggu Pemuda itu. Kalian tau sendiri bahwa Guru Bu Jing Yu adalah Menantu Patriak." ucap Murid lain.
" Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku muak melihat tingkah Pemuda itu." Murid Pria yang sudah terlanjur membenci wajah Ryu, berniat untuk menyingkirkannya secepat mungkin.
" Kita tunggu saja sampai ada mendapatkan misi. Saat itu kita akan membunuhnya." Bisik beberapa murid pria.
Suara mereka memang sangat pelan, namun Ryu masih bisa mendengar semua ucapan mereka masih bersikap santai sambil berjalan menuju lapangan latihan.
Saat berada di lapangan latihan, Ryu tertuju pada sebuah tempat yang tidak jauh dari tempatnya dimana terlihat beberapa sosok wanita yang sedang berkumpul.
Dari semua murid wanita yang menatap kagum melihat Ryu dan selalu melontarkan pujian kepadanya, Ryu meningkatkan pendengarannya kepada beberapa sosok wanita di bawah pohon besar.
" Saudari Yangmi... Itu Pemuda yang aku ceritakan. Dia Murid baru di Sekte ini. Dia sangat tampan." Salah satu murid terlihat senang saat melihat kedatangan Ryu sambil menunjuk ke arah Ryu kepada temannya tersebut.
Wanita itu pun menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh temannya itu sambil memeriksa tingkat Kultivasi Ryu.
' Tampan sih... Tapi tingkat Kultivasinya masih rendah. Sangat tidak layak menjadi kekasihku.' Wu Yangmi membatin merasa jijik melihat Ryu karena menebar pesona kepada rekannya tersebut.
Bagi Wu Yangmi, dia lebih memilih Pria yang memiliki tingkat Kultivasi lebih tinggi darinya meskipun memiliki penampilan yang standar.
" Saudari... Aku tidak menyukai Pemuda itu. tingkat Kultivasinya masih standar." Wu Yangmi menatap dingin ke arah Ryu.
Mendengar ucapan dari Wu Yangmi, semua murid wanita yang berada di tempat itu langsung membulatkan mata dengan rahang terbuka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Para Murid wanita itu ingin sekali mencabik-cabik wajah dari Wu Yangmi, namun karena perbedaan tingkat Kultivasi dimana Wu Yangmi sudah mencapai Pendekar Bumi tahap menengah tentu saja mereka memilih untuk mengurungkan niat mereka.
" Saudari Yangmi... Apa kamu yakin dengan ucapanmu? Pemuda itu langsung menjadi Murid Inti di Sekte ini. Aku yakin Pemuda itu dari kalangan bangsawan." Murid wanita yang lain memang mengetahui sifat dari Wu Yangmi dimana hanya tertarik kepada orang yang memiliki status sosial yang tinggi dan memiliki tingkat Kultivasi tinggi.
__ADS_1
Bahkan dia rela melepas kekasihnya yang pernah membawa Wu Yangmi ke Sekte Ular demi mendapatkan Putra dari Tetua Mu Lang yaitu Mu Lie Hao yang dikenal paling jenius karena sudah mencapai Pendekar Bumi tahap akhir.
Tidak hanya itu saja, Wu Yangmi sangat tertarik kepada Mu Lie Hao karena memiliki banyak harta karena ayahnya Mu Lang adalah orang terkaya di Sekte Ular. Bahkan Istri Mu Lang adalah keluarga Bangsawan yang terkenal di Kekaisaran Taiyang.