
Setelah terbang selama lima hari, kini Ryu sudah berada di bagian terdalam Gurun Api tersebut hingga terlihat sosok seperti seekor Biawak namun memiliki ukuran puluhan kali lipat dari tubuh Tou Shuijing dimana seluruh tubuhnya memiliki kobaran Api.
" Hhmmm... Akhirnya kamu datang juga." Penguasa Elemen Api bersuara hingga menggema di seluruh tempat itu.
" Salam Penguasa." Ryu menundukkan kepala kepada sosok makhluk raksasa tersebut.
" Sepertinya kekuatan fisikmu cukup bagus, tapi itu masih belum cukup." ucap Penguasa Elemen Api.
" Aku mengerti Penguasa." Ryu menundukkan kepala senyum kecut karena Penguasa Elemen Api menganggap kekuatan pisiknya masih lemah.
" Terimalah Anugerah dariku. Dengan begitu kekuatan Api yang kamu miliki akan meningkat." Penguasa Elemen Api mengeluarkan sebuah cahaya berwarna merah lalu masuk ke Akar Jiwa milik Ryu.
Seketika Api merah itu kembali menjadi Api berwarna hitam, namun semakin kuat.
" Sepertinya Api yang kamu miliki sedikit unik karena tergabung dari elemen Racun dan elemen Kegelapan. Jika kamu menggunakannya, kamu bisa menyerap energi kehidupan dari orang lain." Ucap Penguasa Elemen Api.
" Terimakasih Penguasa." Ucap Ryu.
" Pergilah! Yang lain sudah menunggumu. Saat kamu berlayar ke Benua Selatan, temui lah Penguasa Elemen Air. Dia akan memberimu sebuah tanda dengan ombak yang besar." Ucap Penguasa Elemen Api hingga dalam beberapa saat Sosok tersebut masuk ke dalam tanah.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung keluar dari Gurun Api agar kembali ke Kekaisaran Petir.
Namun kali ini Ryu tidak merasakan hawa panas sedikitpun, bahkan ketika dia menginjak pasir yang berwarna merah itu malah merasakan tubuhnya menjadi ringan.
'Jadi ini kekuatan sejati dari elemen yang sesungguhnya.' Ryu berjalan di atas pasir itu karena dia dapat merasakan Qi miliknya semakin padat saat menyentuh pasir tersebut.
Setelah puas menikmati sensasi dari pasir tersebut, Ryu kembali terbang ke udara dengan elemen Angin yang dia miliki.
*****
( Wilayah Kekaisaran Petir )
Saat Ryu berjalan di pinggir Hutan, kini Sheng Zhishu dan yang lain muncul dengan sendirinya di depan Ryu.
" Haaahh... Kalian ini." Ryu menggelengkan kepala melihat tingkah dari Istrinya.
" Gege... Kami juga bosan Tinggal di Istana Emas terus." Ucap Sheng Zhishu.
__ADS_1
" Benar Gege... Kami juga ingin menikmati pemandangan di Benua ini." ucap Xie Hua.
" Baiklah... Tapi ingat, jangan sampai keluarkan semua kekuatan kalian! Itu bisa membuat orang lain merasa ketakutan." ucap Ryu.
" Baik Monster tampan... Kami akan berjanji." Jawab mereka serempak.
Mendengar ucapan dari Istrinya, Ryu sedikit mengerutkan kening karena julukan itu pernah terjadi pada saat Ryu berada di Dunia Setengah Abadi.
Ryu berpikir bahwa Xie Hua lah yang memberitahukan kepada Istrinya yang lain.
" Pakailah Pedang Senjata Roh tingkat Bumi saja, biar terlihat seperti Kultivator biasa." Ryu tidak ingin mengundang perhatian orang banyak.
" Baik monster tampan. Kami akan melakukannya." Sheng Zhishu sedikit menggoda.
" Monster tampan? Tidak buruk." Ryu mengerutkan kening lalu berjalan kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah berjalan beberapa saat, kini Ryu dan Istrinya menemukan sebuah permukiman warga yang dimana terlihat telah terjadi penyerangan.
Terlihat jelas dari beberapa bangunan di tempat itu banyak yang rusak, bahkan warga biasa terlihat banyak yang mati.
Dengan rasa penasaran Ryu langsung bertanya kepada salah satu warga yang sedang berpapasan dengan mereka.
" Tuan... Kami baru saja diserang oleh para Perampok Serigala Hitam. Semua Harta kami telah mereka rampas. Bahkan para Kultivator disini banyak yang mati." Sosok tersebut tidak menaruh curiga karena dia melihat 23 wanita yang menggunakan penutup wajah yang menandakan mereka adalah orang baik, atau berasal dari kalangan bangsawan.
" Apa senior tau dimana letak markas dari Perampok Serigala Hitam?" Ryu kembali bertanya.
" Aku juga tidak tau Tuan Muda. Tapi aku pernah mendengar bahwa Perampok Serigala Hitam bermarkas di Hutan bagian timur dari arah jalan menuju Ibukota Kekaisaran Petir." ucap sosok tersebut.
" Terimakasih Senior... Ambillah kotak ini, disitu ada berisi satu juta Batu Roh. Tolong bagikan kepada semua warga." Ryu mengeluarkan sebuah kotak cukup besar lalu memberikan kepada Pria tua itu.
" Terimakasih Tuan... Tapi ini.." Pria tua itu memegang kotak tersebut dengan tangan gemetar.
" Senior... Aku percaya padamu." Ryu dan Istrinya langsung meninggalkan tempat tersebut menuju arah dimana letak Perampok Serigala Hitam.
Melihat kepergian Ryu dan Istrinya, Pria tua itu langsung berinisiatif untuk pergi ke tempat kepala desa agar bisa membagikan Batu Roh tersebut kepada warga.
" Gege... Sejak kapan kamu bisa peduli seperti itu? " Sheng Zhishu menatap ke arah Ryu.
__ADS_1
" Aku hanya ingin melakukan apa yang menurutku baik." Ryu tidak ingin menceritakan tentang syarat dari Pagoda Jiwa.
" Kami akan mendukungmu Monster tampan." Yuwang menatap ke arah Ryu dengan sebuah senyuman manis.
Tanpa menjawab apapun Ryu terus berlari dengan kecepatan tinggi yang juga diikuti oleh istrinya.
Setelah memakan waktu cukup lama, akhirnya Ryu dan Istrinya sudah berada di sebuah Hutan dimana tempat markas Perampok Serigala Hitam.
" Gege... Aku rasa tempat itu adalah markas Perampok Serigala Hitam." Xie Hua menunjuk ke arah sebuah bangunan yang cukup besar di depan mereka.
" Kita akan kesana." Ryu melangkahkan kaki menuju bangunan tersebut yang terletak di balik pepohonan.
Ryu dan Istrinya yang sedang menuju arah bangunan tersebut, tiba-tiba muncul Puluhan sosok dari balik Pepohonan.
" Siapa kalian? kenapa masuk ke daerah ini? " tanya salah satu sosok kepada Ryu dan Istrinya
" Kami tidak akan membiarkan Orang seperti kalian berbuat onar . " Ucap Ryu.
" Hahaha... Kalian berlima beraninya memasuki Kandang Serigala? maka terimalah akibatnya" ucap salah satu sosok tersebut kemudian maju menyerang Ryu dan Istrinya yang diikuti yang lain.
Dengan Sigap semua Istri Ryu menyerang dengan beringas membuat wajah Ryu senyum kecut.
" Ternyata teknik tubuh Dewi Emas Suci itu membuat mereka semakin liar." Gumam Ryu melihat Keempat Istrinya seperti haus darah.
" Slash... Slash.. Slash.. " Tebasan dan Gerakan dari Sheng Zhishu dan yang lain? sangat cepat seakan menebas benda yang tidak bergerak saja.
" Hah... Kalian bukan hanya ganas di Ranjang, tapi juga saat bertarung. " Ryu menggoda Istrinya yang terlihat sudah membereskan kelompok Perampok tersebut.
Mereka pun kembali menuju Bangunan tersebut kini disambut kelompok Perampok di depan Pintu bersama beberapa Pemimpin mereka.
" Siapa Kalian dan Apa Tujuan kalian kesini.? " Salah satu Pemimpin tersebut.
" Hah... aku tidak ingin banyak bicara. Hancurkan dan jangan sampai ada yang lolos. " Ryu melompat kedepan dan menyerang siapa saja di depannya.
Melihat aksi yang dilancarkan Ryu, semua Istrinya pun tidak mau kalah dengan sigap menyerang para Kelompok Perampok tersebut yang ada di depan mereka.
*****
__ADS_1
Special edisi untuk pembaca setia SDA, hari ini dan besok Penulis akan update 5 Bab.
Terimakasih atas dukungannya 🙏