SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Loktan


__ADS_3

Di lantai lima, Ryu dapat mengumpulkan Qi 50 Ribu Lingkaran, di lantai enam Ryu dapat mengumpulkan Qi 50 Ribu Lingkaran.


Ryu yang awalnya sudah mencapai Qi 650 Ribu Lingkaran, kini berhasil mencapai Qi 750 Ribu Lingkaran.


Sedangkan di Pagoda Jiwa lantai tujuh meskipun tidak mendapatkan Qi, dia menemukan letak dari Ginseng Darah yang sudah berusia jutaan tahun yang diberi Formasi Kuno oleh pencipta Dunia kecil sebelumnya.


Meskipun Ginseng Darah sangat sedikit, namun usianya yang sudah mencapai jutaan tahun yang tentu akan berguna untuk membuat Pil Jiwa.


Ryu tidak menyangka Sumberdaya yang sangat langka itu berada di Dunia Quzhu di wilayah yang lain.


Ryu berpikir jika dia sudah berhasil menyerap semua informasi Pagoda Jiwa hingga sampai paling puncak, kemungkinan dia akan mendapatkan sesuatu yang berharga di Dunia kecil itu.


Lima puluh hari di Dunia Quzhu yang artinya Ryu hanya melewati satu malam saja di Dunia Abadi.


Kini Ryu kembali ke tempat semula, sedangkan untuk Istrinya memilih tinggal di Dunia Quzhu untuk membantu Jinying menyempurnakan tubuh Dewi Emas Suci.


Ryu sempat berfikir mengapa Shen Weida masih belum muncul seperti biasa, Sedangkan Shen Weida tinggal di lantai puncak Pagoda Jiwa yang tentu Ryu masih belum mampu mencapai tempat itu.


Tidak beberapa lama saat Ryu sudah ada di pinggir Hutan terlihat Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak sudah muncul di hadapan Ryu dan Istrinya.


" Salam Tuan." Tou Shuijing dan yang lain memberi hormat.


" Mmm... Shuijing, apa kalian mendapat petunjuk? " Tanya Ryu.


" Belum Tuan.... Tapi kami mendengar percakapan beberapa orang bahwa di bagian Kota Loktan ada Makam Kuno akan terbuka seminggu lagi." ucap Tou Shuijing.


" Makam Kuno? Apa itu akan ada dimensi lain?" Ryu mengerutkan kening sambil menatap ke arah Tou Shuijing.


" Kami dengar begitu Tuan, mereka juga mengatakan bahwa disana ada sebuah makam dari para leluhur Suci." Ucap Tou Shuijing.


" Baiklah... Shuijing, bawa kita kesana." Ryu tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk menjelajahi Makam Kuno yang dia fikir pasti ada hubungannya dengan Pulau Melayang.


" Baik Tuan." Tou Shuijing berubah wujud menjadi sosok Hydra raksasa.


Tanpa menunggu lama Ryu dan yang lain langsung naik ke punggung Tou Shuijing hingga Hydra tersebut melesat cepat ke arah Makam Kuno yang diceritakan oleh para Kultivator yang lain.

__ADS_1


*****


Tiga hari setelah kematian Walikota Loyang dan seluruh bawahannya, kini seisi Kota Loyang menjadi gempar saling bertanya satu sama lain mengenai pelakunya.


Bahkan kabar tersebut telah menyebar ke berbagai Wilayah Kekaisaran Beruang Putih bahkan Istana Kekaisaran Beruang Putih juga tidak lepas dari telinga mereka.


Hal itu membuat Sang Kaisar langsung memberi perintah kepada bawahannya untuk menyelidiki kasus tersebut.


Sedangkan Heng Gubeng pemilik Penginapan, para Pelayan dan pengunjung yang pernah melihat aksi dari Ryu; mereka tidak berani untuk bersuara karena takut jika sosok Pemuda tersebut masih ada di Kota Loyang yang tentu akan berimbas pada mereka.


*****


( Di Wilayah Kota Loktan )


Setelah menempuh perjalanan selama lima hari dengan terbang menggunakan Tou Shuijing, kini Ryu dan yang lain telah berada di pinggir Hutan yang berjarak sekitar 500 meter dari Pintu Gerbang Kota Loktan.


Ryu memilih untuk mendarat di tempat itu agar tidak menimbulkan perhatian orang banyak dengan tubuh Tou Shuijing yang tidak lazim.


Tanpa menunggu lama Ryu, Dao Luo, Yan Ran, Tou Shuijing, Chaizu, Jiejia, Qilin, Jiu Wei Hu, Kongque dan Jiaqin mulai berjalan mendekati Pintu Gerbang Kota Loktan.


Satu-persatu mereka mendapatkan giliran untuk memasuki Kota Loktan dengan menunjukkan lencana pengenal hingga memakan waktu yang cukup lama, kini Ryu telah mendapat giliran untuk diperiksa oleh penjaga Pintu Gerbang.


" Tunjukkan tanda pengenalnya Tuan." Penjaga Pintu Gerbang menatap ke arah Ryu.


" Maaf Penjaga, kami hanya seorang pengembara. Jadi tidak memiliki pengenal apapun." Ryu sambil menunjuk ke arah Dao Luo dan yang lain.


" Kalau begitu kalian harus membayar biaya 100 Batu Roh untuk satu orang." Ucap penjaga tersebut.


" Baik Penjaga." Ryu mengangguk lalu memberikan 1000 Batu Roh kepada Penjaga Gerbang.


Melihat Batu Roh yang diberikan oleh Ryu kepada Penjaga Gerbang, beberapa sosok yang mengantri di belakang mereka berpikir bahwa Ryu memiliki harta yang banyak.


Beberapa kelompok tersebut berniat untuk merebut harta yang ada pada Ryu, saat berada di tempat yang sepi.


Para penjaga yang melihat tatapan dari beberapa kelompok itu hanya bisa tersenyum masam dan merasa kasihan kepada Ryu yang secara terang-terangan memberikan Batu Roh yang sangat banyak.

__ADS_1


Hal itu memang wajar, dimana biasanya butuh sepuluh orang bahkan lebih untuk membeli satu lencana perak yang sangatlah mahal.


Meskipun begitu, para Penjaga Gerbang tidak bisa berbuat apa-apa karena di dalam dunia Kultivator itu adalah hal yang wajar.


Mereka hanya bisa bertindak jika ada Orang yang membuat keributan di Kota Loktan.


" Ini Tuan! Kalian boleh memakai lencana pengenal dari Kota Loktan. Lencana perak ini bisa memberikan akses untuk membeli beberapa Sumberdaya di Menara Obat di Kota manapun." Penjaga Gerbang memberikan 10 Lencana perak kepada Ryu.


Menara Obat adalah salah seorang kelompok terbesar di Benua Utara yang banyak berprofesi sebagai Alkemis dan bersifat independen.


Menara Obat itu sendiri memiliki banyak cabang di seluruh Benua Utara yang melakukan bisnis jual beli Sumberdaya dan berbagai Pil.


" Terimakasih Penjaga." Ryu tersenyum seraya membagikan lencana itu kepada Dao Luo Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak tanpa memperdulikan Aura Pembunuh yang dilepaskan oleh beberapa sosok yang ada di belakangnya.


Saat semua sudah mendapatkan lencana perak tersebut, mereka langsung dipersilahkan untuk memasuki Kota Loktan dimana sangat ramai pengunjung.


" Tuan... Sepertinya ada orang yang sedang mengawasi kita." Tou Shuijing berbisik kepada Ryu.


" Biarkan saja mereka! Mereka hanya sekumpulan semut." Ryu berjalan dengan santai menuju ke Menara Obat berharap bisa menemukan sesuatu yang berharga.


" Kalian boleh pergi mencari Penginapan dulu, nanti aku akan menyusul." Lanjut Ryu.


" Baik Tuan." Tou Shuijing, Chaizu, Jiejia dan yang lain memisahkan diri dari Ryu mengambil arah lain untuk mencari Penginapan.


Saat itu juga Ryu mengaktifkan Armor Pelangi lalu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir karena dia berpikir belum waktunya untuk membuat keributan.


" Kemana Pemuda itu tadi?" Tanya salah satu sosok kepada rekannya.


" Haaahh... Sialan, kita kehilangan jejak." Sosok yang lain terlihat kesal karena baru saja menyelinap, kini incaran mereka sudah menghilang.


" Mungkin kita salah lihat, kemungkinan Pemuda itu bersama rombongannya."


" Aku pikir juga begitu. Kita ikuti saja orang-orang itu." Salah satu sosok menunjuk ke arah rombongan Tou Shuijing.


" Mmm... " Mereka mengangguk setuju lalu mengikuti Tou Shuijing dan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2