
Sesampai di Kediaman Mereka, Ryu dan Xie Hua langsung menuju Kamar terlihat Dewa Alkemis langsung keluar dari tubuh Ryu namun tidak terlihat oleh Xie Hua.
" Ryu'er... Apa kamu sudah siap menerima Sumpah Langit?" Dewa Alkemis bersuara.
' Guru... kenapa kamu tiba-tiba muncul? apa kamu mau mengagetkan Istriku' Ryu membalas dengan pesan jiwa lalu duduk Posisi Berkultivasi.
Melihat Ryu yang berada di Alam Bawah Sadar, Dewa Alkemis senyum Masam lalu masuk kembali ke tubuh Ryu.
" Guru... Apa tidak ada cara lain? Aku sudah menjalani Hukuman Langit, dan aku tidak mau lagi harus menjalani Sumpah Langit." Ryu menatap ke Arah Dewa Alkemis.
" Ryu'er... Selain kamu membawa Istrimu Ke Dunia Abadi, Aku juga meminta bantuanmu untuk membantu Kerajaan Awan. Dengan begitu aku akan membantumu untuk tidak menjalani Sumpah Langit. ucap Dewa Alkemis.
" Kerajaan Awan? memangnya ada apa Guru?" Ryu sedikit heran.
" Aku berasal dari Kerajaan Awan sebelum aku menjadi Dewa. Sekarang Dunia Abadi sedang mengalami Kekacauan karena kemunculan 9 Artefak Kuno. Jika itu ditemukan oleh Orang Jahat, maka Seluruh Dunia akan terjadi kekacauan. Termasuk Dunia Fana tempat asalmu. " Dewa Alkemis terlihat serius.
" Haahh... kenapa masalah ini dilemparkan kepadaku?" Ryu memasang wajah masam.
" Karena aku percaya padamu. Kamu memang memiliki kekuatan 4 Dewa Terkuat, Tapi kamu bukan Reinkarnasi dari mereka. Bisa dikatakan itu terjadi secara kebetulan." ucap Dewa Alkemis
" Kamu memiliki kekuatan Dewa Ashura, Dewa Agni, Dewa Surgawi dan Dewa Kegelapan sekaligus. Tapi itu masih belum Cukup. Karena kekuatan yang kamu miliki sekarang hanya Pecahan dari mereka. Tapi sepertinya Kamu cukup Pintar bahkan cenderung licik, karena kamu telah menyembunyikan keberadaan mu Sehingga tidak ada yang mengetahui. " Dewa Alkemis tersenyum sambil menatap wajah Ryu.
' Apa karena dulu aku pernah menggabungkan Kelima Darah ' pikir Ryu teringat saat berada di Dunia Fana.
" Ryu'er... Aku akan mengantar kalian di Wilayah yang paling lemah, jadi cepatlah berkembang. Karena di Dunia Abadi begitu banyak yang tidak terduga dengan kekuatan yang tidak masuk akal. Sekarang bersiaplah, aku akan mengantar kalian." Dewa Alkemis keluar dari tubuh Ryu.
Ryu pun langsung keluar dari Alam Bawah Sadar dan membuka matanya lalu meminta Xie Hua untuk duduk bersila.
Saat Ryu dan Xie Hua Menutup mata, Dewa Alkemis langsung membuat sebuah lingkaran Cahaya di atas kepala mereka.
" Wuush." Dua buah cahaya melesat terbang tinggi ke langit.
" Jadilah Kuat Ryu'er. Aku bangga sebagai Gurumu." Dewa Alkemis tersenyum lalu tubuhnya memudar.
...****************...
Di Dunia Abadi :
Di Pinggir Hutan, terlihat dua bola Cahaya secara perlahan mendekati tanah yang tidak jauh dari Pemukiman Warga lalu berubah menjadi Dua Sosok Manusia.
" Gege... apa kita sudah sampai?" Xie Hua melihat sekeliling sontak Kaget saat melihat Sosok wajah Ryu yang berubah.
" Hua'er... kenapa sekarang wajahmu begitu lucu.?" Ryu menatap Xie Hua seperti masih remaja yang berusia 15 Tahun.
" Gege... penampilanmu?" Xie Hua menatap Ryu yang juga terlihat berbeda dari sebelumnya meskipun sedikit berotot seperti masih remaja berusia 15 Tahun.
" Ah... Sial Dewa Nakal." Ryu merasa kesal tersadar semua Pakaiannya semua terasa longgar.
" Gege... Mengapa kita bisa seperti ini? " Xie Hua merasa pakaiannya juga longgar.
__ADS_1
" Sepertinya Dewa Nakal itu mengurangi usia kita." Ryu tidak henti mengutuk Dewa Alkemis.
" Gege... Siapa Dewa Nakal?" Xie Hua Penasaran.
" Yang mengantarkan kita sampai kesini. Haahh... " Ryu memeriksa Kultivasinya turun menjadi Pendekar Suci Tahap Akhir.
" Gege... Sepertinya Aku juga mengalami penurunan." Xie Hua juga merasakan Kultivasinya berada di Pendekar Suci Tahap Akhir.
' Mungkin saja Guru melakukan ini agar usia kami mengimbangi Kultivasi yang menurun karena Hukum Alam ' Ryu tersadar dengan penurunan Usia mereka agar sejajar dengan Kultivator pada umumnya.
" Hua'er... Sepertinya Dunia Quzhu masih bisa digunakan. Lebih baik kamu ke sana dulu, Nanti aku akan mencari Pakaian baru untuk kita." Ryu berjalan ke arah Permukiman Warga.
" Mmmmm." Xie Hua menghilang dan masuk ke Dunia Quzhu.
Saat berada di Desa tersebut, Ryu langsung membeli beberapa Pakaian untuk mereka berdua.
Penjual pakaian yang menyaksikan apa yang dilakukan Ryu, kini hanya menggelengkan kepala " Mungkin saja dia ingin membelikan Pakaian itu pada Adiknya." tidak ambil pusing karena yang terpenting jualannya laku.
Selesai membeli Pakaian, Ryu kembali berjalan keluar dari Permukiman Warga karena di usianya sekarang tidak mungkin untuk bermalam di Penginapan sudah pasti orang akan menganggap Anak remaja yang kabur dari rumah.
Merasa sudah cukup aman, Ryu menuju ke Dunia Quzhu langsung menemui Xie Hua yang menunggu kedatangannya di kamar.
" Hua'er... ini Pakaianmu." Ryu memberikan beberapa steel pakaian Remaja.
" Mmmm." Xie Hua langsung mengganti Pakaian di depan Ryu yang membuat Ryu sedikit canggung.
" Hua'er... Itu..." Ryu menggoda Xie Hua karena bagian Gunung kembarnya sudah mengecil.
" Benar juga... Mungkin kita sekarang seperti orang yang masih Pacaran." Ryu mendekati Xie Hua lalu memberikan sebuah ciuman.
" Meski tubuh ini masih 15 Tahun, tapi jiwaku sudah usai 17 Tahun." Xie Hua membalas ciuman Ryu lalu melepas kembali pakaiannya.
" Aku rasa kita akan menjadi Pasangan Suami-istri yang termuda." Ryu mengangkat tubuh Xie Hua lalu menempatinya di Ranjang.
" Tidak masalah... Mungkin ini juga akan menjadi Malam Pertama kita untuk yang kedua." Xie Hua menarik tangan Ryu lalu menempelkan di kedua Gunung kembarnya yang masih kecil.
" Pernikahan dibawah umur ya?" Ryu mulai menguasai tubuh mungil Xie Hua.
Ryu dan Xie Hua pun menikmati malam panjang mereka di Dunia Quzhu dengan perasaan Cinta yang tidak berkurang meskipun fisik mereka telah berubah.
Akhirnya hari pertama mereka menginjak Dunia Abadi telah terlewatkan, Ryu dan Xie Hua kini telah memulai perjalanan mereka dan memutuskan untuk mencari keberadaan Kerajaan Awan mencoba bertanya kepada beberapa penduduk tempat sebelumnya Ryu membeli Pakaian.
" Permisi Senior, kami sedang tersesat dan ingin Pulang ke Kerajaan Awan... Apa Senior tau?" Ryu bertanya kepada salah satu Penduduk yang sedang berpapasan dengan mereka.
" Nak... Ini memang Wilayah Kerajaan Awan. tapi untuk mencapai Ibukotanya sangatlah jauh." Pria tersebut menggelengkan kepala saat menatap kedua Remaja di depannya " Kalian memangnya dari Kota atau Desa mana?" Pria tersebut kasian, meskipun dari Tingkat Kultivasi Kedua Remaja tersebut bisa dibilang Jenius di Usia mereka. Namun tetap saja sangat berbahaya jika melakukan perjalanan.
" Kami berasal dari Kota Hasperia. Apa Senior tau? " Ryu menerima Informasi dari Dewa Alkemis selama selama dia Masih Hidup saat mereka berubah dalam bentuk Cahaya.
" Nak... Wilayah itu sangat berbahaya. Banyak sekali Manusia Rawa selalu menyerang Para Penduduk bahwa Para Kultivator." Pria tersebut terlihat serius.
__ADS_1
" Manusia Rawa? " Ryu mengerutkan kening Karena baru pertama kali mendengarnya.
" Nak... Manusia Rawa memiliki Wajah yang mengerikan dan sangat kuat. Bahkan aku dengar dari beberapa Kultivator yang melewati wilayah ini, Kulit mereka hanya bisa dilukai dengan Senjata Roh Tingkat Alam. Lebih baik kalian tunggu disini sampai anda Kultivator yang mau mengantar kalian." Pria tersebut melangkahkan kakinya.
" Senior... Tunjukkan saja jalan yang harus kami lewati. " Ryu menghentikan langkah Pria tersebut.
" Haahh... Kalian ikuti saja Jalan ini, Nanti kalian akan menemukan persimpangan lalu belok kanan. kalian Akan melewati Hutan dan Permukiman Warga hingga mencapai Kota Hasperia." Pria tersebut menggelengkan kepala " Aku sudah mengingatkan Kalian, jadi jika terjadi sesuatu, jangan salahkan aku." kembali melangkahkan kakinya.
" Terimakasih Senior." Ryu menunjukkan kepada lalu mengikuti arah jalan yang ditunjuk.
" Gege... Apa kamu yakin kita bisa sampai ke Kota Hasperia? " Xie Hua sedikit khawatir.
" Hua'er... Kamu jangan khawatir. Aku akan menjagamu." Ryu mengusap rambut Xie Hua.
" Terimakasih Gege..." Xie Hua menyandarkan kepalanya sambil berjalan.
Setelah berjalan selama seharian, mereka tidak menemukan kendala lalu memutuskan kembali ke Dunia Quzhu untuk beristirahat.
Setelah berada di dalam Kamar, Ryu dan Xie Hua membersihkan diri lalu masing-masing duduk dalam posisi Berkultivasi.
Di Alam Bawah Sadar Ryu menemukan sebuah Kitab yang bercahaya, seketika Cahaya tersebut masuk ke dalam Tubuh Ryu.
' Sepertinya Guru telah mengorbankan sisa Pecahan jiwanya untukku.' Ryu membatin sambil membuka Kitab tersebut yang berisi sebuah catatan dari Dewa Alkemis.
' Ryu'er... Guru minta maaf tidak bisa bersamamu selamanya. Tapi Guru sangat senang sekali bisa mengantarmu sebagai Murid. Hal yang harus kamu ketahui Bahwa di Dunia Abadi ini adalah Pusat untuk menuju Dunia lain yang bahkan Gurumu belum mengetahuinya. Selama Perjalanan Hidup Guru, tidak pernah menemukan Klan Liu di berbagai Dunia yang pernah aku kunjungi.
Namun aku Pernah mendengar sebuah Legenda bahwa Klan Liu Pernah ada di Dunia Abadi Ratusan Tahun saat Guru Masih Remaja. Aku pernah mendengar bahwa salah satu dari Anggota Klan Liu Pernah menjadi Kaisar di Kekaisaran Awan dimana tempat kamu berada sekarang.
Dari cerita yang aku dengar, pada masa Kejayaan Kekaisaran Klan Liu, mereka telah dihancurkan oleh beberapa Klan lain yang masih menjadi misteri dengan bantuan dari Kekaisaran Angin.
Saat itulah Klan Liu benar-benar menghilang dari Dunia Abadi bahkan dianggap tabu jika ada yang menyebut nama Klan Liu.
Namun ada kabar bahwa salah satu dari Anggota Cabang Klan Liu yang berhasil selamat berkat bantuan Hewan Roh yaitu Rubah Giok Bulan yang menghilang tanpa jejak.
Aku sendiri tidak tahu Apa kamu berasal dari Klan tersebut atau tidak, karena kamu berasal dari Dunia Fana yang bisa dibilang sangat mustahil jika kamu berasal dari Klan tersebut karena segala informasi mengatakan bahwa Klan Liu seakan terhalang oleh kekuatan yang sangat Besar meskipun aku Seorang Dewa namun masih memiliki batas kemampuan.
Tetapi Guru berfikir bahwa kamu adalah bagian dari Klan Liu yang menghilang sejak Jutaan Tahun yang lalu.
Jika itu benar, bangkitkan kembali Klan Liu dan rebut kembali Kekaisaran Awan! Aku yakin kamu bisa melakukannya, Karena kamu memiliki Kharisma yang sangat Besar.
Yang kamu butuhkan adalah memiliki Istri yang banyak karena kamu memiliki Fisik seperti Monster. Dengan begitu Klan Liu akan cepat berkembang.
Tapi jangan lupa dengan Tujuanmu yang sebenarnya, tetap Sembunyikan latar belakangmu sampai merasa cukup kuat.
Guru punya Permintaan agar kamu bisa mengambil Istri dari Klan Ling dimana Klan Gurumu berasal. Tapi jangan terlalu menyiksanya setiap Malam.'
Setelah membaca catatan tersebut Ryu mengerutkan kening seraya berfikir bahwa dia adalah bagian dari klan yang menghilang itu.
" Ciihhhh... " Ryu sedikit kesal dengan kalimat terakhir yang ada di catatan tersebut.
__ADS_1
Ryu terfikir kembali saat dia masih kecil bahwa Ayahnya selalu mengingatkan jangan sampai memberitahukan Klan mereka, itulah sebabnya Ryu selalu memperkenalkan dirinya hanya dengan sebutan 'Ryu' tanpa menyelipkan nama Klan.