SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Jiu Tou She


__ADS_3

Di Sebuah Rumah makan, terlihat tiga Sosok wanita bercadar yang baru saja sampai dari Benua Tengah.


Ketiga wanita bercadar tersebut terlihat sedang mendengar suatu pembicaraan dari sebuah meja yang tidak jauh dari mereka.


" Saudara aku dengar Kaisar Shandian Bai telah berhasil mengalahkan pemberontak. apa itu benar? "


" Benar Saudara... Pangeran Shandian Hei dan pasukannya dibantu dua Sekte Besar Aliran Hitam dengan mudah dikalahkan"


" Sungguh sulit dipercaya. Bagaimana Pasukan Kekaisaran bisa mengalahkan Pasukan pemberontak yang jumlahnya puluhan kali lipat."


" Tapi aku dengar mereka dibantu oleh Sosok Kultivator muda yang kekuatannya tidak masuk akal. "


" Lalu siapa pendekar tersebut? Apa kau tau?"


" Yang aku dengar mereka menyebutnya 'Monster tampan."


" Monster tampan? Apa ada kaitannya dengan Monster Harimau Suci? "


" Aku juga tidak tau Saudara. "


" Hah... Kalian ini... Aku melihatnya Pemuda itu sangat gagah dan tampan." yang lain ikut bersuara.


" Apa itu benar Saudara? "


" Tentu saja. Saat itu aku sedang berburu, dari kejauhan aku melihat Pertarungan Monster tampan bisa mengalahkan Monster Harimau Suci dengan mudah. "


" Apa Kau becanda? bagaimana mungkin Monster Harimau Suci yang kabarnya telah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah dengan mudah dikalahkan. "


" Jika tidak percaya, silahkan tanya langsung dengan Prajurit! Aku melihat sendiri Monster Harimau Suci yang awalnya terlihat Perkasa bisa seperti Kucing kurus yang kelaparan. "


" Apa? Sepertinya Pendekar muda yang kamu maksud itu adalah Monster yang sesungguhnya. "


Setelah mendengar Percakapan tersebut, ketiga Wanita bercadar mengerutkan Keningnya.


" Adik Bei, Adik Rong... Sepertinya kita telah terlambat. " ucap wanita bercadar gaun merah.


" Benar Kakak Qiulan... Lalu apa yang kita lakukan sekarang? Apa kita kembali ke Benua Tengah atau Benua utara mencari Anggrek Darah Naga?" Tanya wanita bergaun Ungu.


" Kakak Qiulan, Kakak Rong... Kita ke Benua Selatan Saja untuk mencari Ginseng Air.

__ADS_1


" Haaahh... Kalian berdua ini selalu ingin memperkuat Fondasi kalian sendiri. lalu bagaimana denganku sebagai ahli racun?" Feng Qiulan terlihat kesal.


" Maafkan kami Kakak. " ucap Feng Yue dan Feng Rong bersamaan.


" Sekarang kita harus mencari Pemuda yang mereka maksud. Jika memungkinkan Kita bunuh!" Ucap Feng Qiulan.


" Kakak Qiulan... Sepertinya kita tidak mudah mengalahkan Pemuda itu. Kita harus menggunakan strategi yang matang." Ucap Feng Rong.


" Adik Rong benar... Sepertinya kita bisa menghisap jiwa Pemuda itu untuk menambah kekuatan kita. " Feng Yue senyum lebar.


" Hal Itu juga yang sedang aku pikirkan. Sepertinya kita ada jalan pintas untuk mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah." Feng Qiulan tersenyum lebar.


" Sekarang kita cari Pemuda Itu! Ini kesempatan Emas kita. " Feng Rong terlihat bersemangat.


" Baiklah... Kita harus mencari keberadaan Pemuda itu." Ucap Feng Qiulan.


Setelah melakukan pembayaran di kasir mereka pun menuju ke arah Ibukota Kekaisaran Petir yaitu Kota Losian.


*****


Di Luar Gerbang istana... Terlihat Tetua Sekte Gunung Suci, Ryu dan ke 15 Kultivator muda yang selalu mengikutinya.


Mendengar hal itu, Ryu langsung meminta maaf kepada mereka karena dia sendiri harus melakukannya petualangan ke berbagai Benua lainnya.


Tetua Wu pun tidak bisa memaksa, karena mereka sendiri sudah melihat aksi heroik dari Ryu saat melawan pasukan Pemberontak yang tentu tidak ingin menyinggung Pemuda tersebut.


Tetua Wu juga langsung menyerahkan Peti yang diberikan oleh Kaisar Shandian Bai sebelumnya sebagai ucapan terimakasih karena telah menolong mereka saat melawan Kucing Bulan.


" Maaf Tetua Wu... Bukannya aku menolak pemberian kalian, aku sudah mendapatkan bagianku bahkan semua Istriku juga mendapatkan bagian yang sama." Ryu tidak ingin memanfaatkan keadaan tersebut karena dia sendiri memiliki harta yang berlimpah.


" Baiklah kalau begitu... Pendekar Ryu, kami mohon pamit " Ucap Tetua Wu.


" Baik Tetua Wu... Semoga kita bisa bertemu lagi. " Ryu memberikan Peti Besar yang diberikan Kaisar Shandian Bai yang diikuti semua istrinya.


"Pendekar Ryu... Bukankah ini yang dikasih Kaisar Shandian Bai sebelumnya?" Tanya Tetua Wu.


" Benar Tetua... Aku harap dengan ini Sekte Gunung Suci akan bertambah kuat. " Ucap Ryu.


" Terima Kasih Tuan Muda dan Tuan Putri semuanya, hadiah ini aku terima. Aku berjanji akan menggunakannya demi Kejayaan Sekte Gunung Suci." Tetua Wu tidak ingin menyinggung mereka, ditambah lagi Sekte Gunung Suci sedang membutuhkan Harta dan Sumberdaya untuk memulihkan kondisi Sekte, karena sebelumnya banyak Murid yang mati.

__ADS_1


Tetua Wu berpikir dengan pemberian tersebut, Sekte Gunung Suci bisa memberikan santunan kepada anggota Sekte yang mati.


" Tuan Putri?" Sheng Zhishu dan yang lain merasa heran.


" Maaf Tuan Putri... Sebutan baru untuk kalian memang sangat pantas. Sekte Gunung Suci menerima hal itu. " Tetua Bao senyum hangat.


"Hah... " 23 wanita itu menghela nafas panjang.


" Tetua Wu... Mohon terima hadiah dari kami ini juga! Anggap saja sebagai rasa hormat kami pada Sekte yang menjunjung tinggi perdamaian. " Guang Chen memberikan 5 Peti kecil dari Kaisar Shandian Bai.


" Tetua Wu... Mohon terima hadiah kecil kami ini. Semoga bisa membantu Rakyat yang sedang membutuhkan." Luan Hua memberikan 5 Peti Kecil dari Kaisar.


" Tetua Wu... Mohon terimalah hadiah ini! Aku harap bisa berguna untuk membatu yang membutuhkan." Wenlie memberikan 5 peti kecil.


" Haaaiiisss... Kalian ini membuatku seperti penggalangan dana saja. " Tetua Wu terlihat kesal.


" Maaf Tetua Wu. Kami tidak bermaksud seperti itu. Tapi sebagai hormat kami kepada Sekte Gunung suci. " Luan Quan memberi hormat.


" Hah.. baiklah. Sepertinya aku telah memiliki pekerjaan tambahan. " Tetua Wu senang, tidak menyangka 15 Kultivator muda tersebut memiliki jiwa sosial yang tinggi, terlebih dulu Ryu dan Istrinya.


" Kalau begitu, kami pamit undur diri. " Tetua Wu memberi hormat kemudian meninggalkan tempat tersebut diikuti Tetua Bao dan Murid yang lain.


" Tuan Muda Ryu... Tuan Putri semuanya... kami berlima ingin berpetualang bersama Tuan untuk mencari pengalaman baru." ucap Luan Hua.


" Tuan Muda Ryu dan Tuan Putri semuanya... Mohon izinkan kami berpetualang bersama kalian. " Guang Cheng dan yang Lainnya memberi Hormat.


Sheng Zhishu dan Istri Ryu lain yang awalnya sedikit kesal atas sebutan itu, kini mengela napas terlihat pasrah meskipun mereka sejatinya adalah Permaisuri dan Ratu.


" Hah... Baiklah! Jika kalian memaksa, tapi sekali lagi aku mengingatkan. Kedepannya aku tidak tau sebesar apa bahaya yang akan kita hadapi" Ucap Ryu


" Tidak masalah Tuan Muda Ryu." Jawab mereka serempak.


" Baiklah... Kalian boleh bersama kami! " Ryu memandang 10 Kultivator wanita dan 5 Kultivator pria." Kalian boleh berbelanja terlebih dulu sebagai keperluan kalian dalam perjalanan nantinya. "


" Baik Tuan Muda Ryu " jawab mereka serempak


" Jika kalian ingin berbelanja kalian bisa bersama. Sekaligus beri tahu mereka hal apa nantinya diperlukan. Aku akan menunggu di pinggir Hutan utara Kota Losian untuk menyiapkan sesuatu." Ryu menatap ke arah Sheng Zhishu dan yang lain.


" Baik Gege." Sahut mereka serempak kemudian meninggalkan Ryu diikuti ke 15 Kultivator muda tersebut.

__ADS_1


Namun kali ini Sheng Zhishu dan yang lain secara diam-diam mengirim pesan jiwa kepada Ryu mengizinkan para Kultivator Muda tersebut agar bisa tinggal di Dunia Quzhu di wilayah daratan yang lain.


__ADS_2