
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ratu Rubah Langit?" Ryu mengerutkan keningnya.
Menurut cerita legenda, Ratu Rubah Langit Adalah Roh Suci yang dianggap sebagai Dewa dari segala Hewan Roh yang hidup Abadi namun memiliki kondisi fisik seperti Manusia pada umumnya dari sejak Lahir.
Roh Suci itu sendiri memiliki berbagai macam jenis dari Hewan Roh termasuk Rubah Langit itu sendiri.
Ratu Rubah Langit sering mengganggu Warga atau Para Kultivator Wanita dan menculiknya membawa Korban ke kedalaman Hutan lalu meninggalkannya hingga tidak ada yang selamat karena akan mati dimangsa oleh Hewan Roh sebelum mencapai pinggir Hutan.
Ada yang mengatakan bahwa Ratu Rubah Langit bisa menyerap Energi Kehidupan dari Wanita yang memiliki kecocokan darah tertentu agar bisa Awet Muda.
Ryu yang mendengar keterangan dari Ting Ye, kini sedikit Khawatir meskipun Dia tau dari Dewa Alkemis bahwa Ratu Rubah Langit memiliki Tubuh Abadi.
Saat Ryu dan Ting Ye berniat untuk meninggalkan tempat tersebut, Kini muncul sosok Wanita Cantik memakai Gaun Putih berjumbai warna Merah Muda Rambut seukuran Pinggang turun dari udara di depan mereka sambil menatap Tajam ke arah Ting Ye.
" Uuuuuuuu.... Romantis sekali." Suara lembut terdengar dari Sosok tersebut namun mengandung penekanan.
" Ye'er... " Ryu ingin membawa Ting Ye ke Dunia Quzhu namun kalah cepat.
" Hahahaha.... " Suara menggema dari Ratu Rubah Langit yang membawa Ting Ye terbang masuk ke dalam Hutan dengan kecepatan tinggi.
" Gege..." Ting Ye berteriak berusaha melepaskan diri dari Ratu Rubah Langit.
" Ye'er..." Ryu mengejar Ratu Rubah Langit masuk ke dalam Hutan menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir.
' Menarik sekali... Masih Pendekar Bumi Tahap Awal masih mampu mengimbangi kecepatanku.' Ratu Rubah Langit sambil menatap ke arah sebuah Bayangan Hitam yang mengejarnya.
" Sial... Ternyata Pendekar Surgawi sangat cepat." Ryu menggerutu sambil berlari mengejar Bayangan Putih di depannya.
" Kejar Aku kalau kamu mampu." Ratu Rubah Langit membuat Ting Ye pingsan lalu menambah kecepatan.
" Jalan Bayangan" Ryu mengimbangi kecepatan Ratu Rubah Langit.
' Untung saja aku bisa meminjam Qi dari Manusia Rawa ' Ryu berkal-kali menggunakan Jalan Bayangan hingga hampir mendekati Ratu Rubah Langit.
' Sial... Pemuda ini masih bisa bertahan sampai mampu mencapai Kedalaman Hutan ini ' Ratu Rubah Langit merasakan Qi miliknya sudah terkuras.
' Jalan Bayangan + Langkah Hantu Harimau Petir '
Ryu menggabungkan kedua Teknik tersebut hingga membuat Manusia Rawa merasa Qi milik mereka habis terkuras lalu meminta bantuan kepada seluruh Bawahan mereka untuk mentransfer Qi milik mereka.
" Bboooom" Ryu melepaskan Pukulan ke arah Ratu Rubah Langit membuat Ting Ye terlepas dari tangannya.
" Wuush" Ryu mengimbas tangannya meletakkan Ting Ye Ke Istana di Dunia Quzhu.
' Untung saja aku bisa meminjam Qi mereka. Jika tidak, mungkin dari tadi aku sudah kehabisan tenaga.' Ryu menatap tajam ke arah Ratu Rubah Langit.
" Hahahaha... Sungguh sulit dipercaya, Pendekar Bumi Tahap Awal bisa mengejarku sejauh ini." Ratu Rubah Langit menatap tajam ke arah Ryu.
" Bboooom" Ryu terpental menabrak pepohonan membuat sekitar langsung hancur.
__ADS_1
' Kekuatan yang mengerikan ' Ryu kembali bangkit menyerang Ratu Rubah Langit dengan kekuatan penuh.
Namun dari setiap serangannya dengan mudah dihalau oleh Ratu Rubah Langit seakan masih berdiri di tempatnya.
" Bboooom" Ratu Rubah Langit memukul bagian Dada Ryu membuatnya kembali terpental memuntahkan segumpal darah.
" Sambaran Petir" Ryu berniat memukul bagian Dada Ratu Rubah Langit.
" Tap.." Ratu Rubah Langit memegang tangan Ryu " Bbooom" memukul bagian perut Ryu hingga membuat Ryu terpental.
" Cakaran Harimau Petir" Ryu langsung melompat kembali menciptakan Petir Hitam membentuk puluhan berbentuk Cakar Harimau dari berbagai arah.
" Bboooom" Ratu Rubah Langit mengibas tangannya membuat Puluhan Cakar Harimau menghilang dan menabrak tubuh Ryu.
" Uhuuk" Ryu kembali memuntahkan segumpal darah.
' Pemuda ini benar-benar memiliki fisik yang kuat. Jika terkena Orang lain, sudah pasti tubuhnya hancur.' Ratu Rubah Langit menyipitkan matanya.
' Gelombang Harimau Petir '
Ryu kembali bangkit langsung menciptakan Puluhan Bayangan Harimau Berwarna Hitam mengarah ke Ratu Rubah Langit.
" Wuush." Ratu Rubah Langit mengibas tangannya "Bboooom" pertemuan Serangan membuat Area Pertarungan menciptakan Kawah kecil
" Siaal..." Ryu kembali Bangkit memusatkan fikirannya.
' Auman Bencana Harimau Petir '
Ryu membuat Pusaran Petir menyerang ke arah Ratu Rubah Langit
" Wuush" Ratu Rubah Langit menghindar dari areal serangan.
' Mengerikan ' Ratu Rubah Langit melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh Ryu.
Di sisi lain, Ryu kembali menarik Qi dari Manusia Rawa sambil berkonsentrasi menutup mata dan terbang ke udara.
' MALAPETAKA '
' Tameng Api Surgawi '
Ratu Rubah Langit menciptakan Pelindung mengelilingi tubuhnya.
" Bboooom" Ledakan dahsyat membuat Kawah Besar serta Pepohonan langsung hancur berkeping-keping.
" Kraaack" Pelindung yang diciptakan oleh Ratu Rubah Langit langsung Retak.
' Pemuda ini benar-benar Monster ' Ratu Rubah Langit membayangkan jika tubuhnya terkena serangan tersebut maka bisa membuatnya terluka, meskipun tidak terlalu parah.
' Transformasi Harimau '
Ryu berubah wujud menjadi Harimau Petir langsung menyerang ke arah Ratu Rubah Langit.
' Sepertinya Aku tidak Bisa bermain-main lagi dengan Bocah ini.' Ratu Rubah Langit melancarkan serangannya secara cepat.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom..."
" Bboooom... Bboooom... Bboooom..."
" Bboooom... Bboooom... Bboooom..."
Tekanan pertemuan Serangan seakan tidak berhenti membuat Kerusakan yang lebih besar dari sebelumnya.
" BBOOOOM" Ryu dalam Wujud Harimau terpental sekitar seratus meter menjauhi wilayah pertempuran hingga kembali ke Wujud Manusia.
" Uhuuk" Ryu merasakan penglihatannya berkunang-kunang dan seluruh tubuh seakan Remuk.
' Ciihhhh... Ternyata Qi milik Manusia Rawa itu semuanya sudah habis.' Ryu menggerutu dalam hati meskipun merasakan sakit yang luar biasa menyerang tubuhnya.
" Bruuuuk." Ryu tidak mampu lagi untuk bangkit.
Ryu yang sudah tidak berdaya kini seakan pasrah akan kematiannya ' Ye'er, Hua'er... Maafkan Aku... Aku tidak bisa menjaga kalian' Ryu menutup mata meskipun ingin bangkit sekuat tenaga ' Leluhurku... Maaf.' Ryu langsung tidak sadar.
__ADS_1
" Tap... Tap... Tap... " Ratu Rubah Langit berjalan ke arah Ryu menatap wajah pemuda tersebut dengan intens.
" Sayang sekali jika sekarang kamu mati." Ratu Rubah Langit memberikan sedikit Qi miliknya lalu berjalan menjauhi Ryu.
" Monster... Kamu memang Kuat, tapi Tingkat Kultivasi kita seperti Bumi dan Langit. Aku akan menunggumu sampai kamu bisa mengalahkan ku." Ratu Rubah Langit langsung menghilang.
Setelah beberapa menit kemudian, Ryu sudah siuman memeriksa seluruh tubuhnya sudah pulih total.
" Ye'er..." Ryu tersadar langsung menuju Dunia Quzhu dimana Ting Ye berada.
" Gege..." Ting Ye berlari ke arah Ryu langsung memeluknya.
" Ye'er... Syukurlah kamu sudah sadar." Ryu membalas pelukan dari Ting Ye.
" Gege... Kamu membuatku cemas" Ting Ye merasa lega karena Ryu masih baik-baik saja.
" Ye'er.. Sepertinya Ratu Rubah Langit itu hanya menjahili kita saja. Bahkan saat aku terbangun dari pingsan, tenagaku pulih kembali." Ryu beranggapan bahwa Ratu Rubah Langit tidak memiliki niat Jahat kepada mereka.
Ting Ye yang mendengar ucapan tersebut kini merasa heran mengapa Ratu Rubah Langit mau melepaskan Korbannya.
Mendengar cerita dari Para Pendahulunya, Ratu Rubah Langit adalah sosok yang Jahat. Tidak ingin berfikir terlalu jauh, Ting Ye merasa itu sebuah keberuntungan karena Ryu kini telah berada disisinya.
" Ye'er... Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan. atau kamu tinggal di sini saja untuk sementara? " Ryu memberi pilihan.
" Gege... Aku ikut denganmu." meskipun Ting Ye merasa khawatir jika Ratu Rubah Langit kembali mengincarnya, namun dia berfikir tidak mau Ryu menghadapi masalah sendiri.
" Baiklah... Kita pergi sekarang." Ryu membawa mereka keluar dari Dunia Quzhu.
" Gege... ada dimana kita ini?" Ting Ye kebingungan.
" Kita sudah berada di bagian terdalam Hutan." Ryu melangkahkan kakinya.
' Sejauh ini?' Gege... seberapa Kuat dirimu?' Ting Ye membatin bagaimana mungkin dia bisa mampu mengejar Ratu Rubah Langit sampai sejauh itu.
Dalam perjalanan menuju ke arah jalan utama, Ryu sambil memeriksa wilayah sekitar untuk memastikan keamanan mereka.
" Ye'er... Sepertinya disana ada Sebuah Goa. Aku harap kita bisa menemukan Sumberdaya ataupun Harta langit." Ryu menunjuk ke arah sisi Kiri mereka lalu berjalan ke arah tersebut.
" Gege... Hati-hati." Ting Ye merasa khawatir.
" Mmmm... Sepertinya Goa itu tidak berpenghuni." Ryu terus berjalan menuju mulut Goa.
Di dalam Goa tersebut, Ryu dan Ting Ye terus berjalan hingga mencapai bagian terdalam Goa yang terlihat sebuah cahaya.
" Selamat datang di kediamanku Anak Muda." suara terdengar dari cahaya tersebut.
' Ciihhhh... Pasti mengatakan dirinya Dewa.' Ryu menggerutu dalam hati.
" Gege.." Ting Ye terlihat ketakutan.
" Siapa kamu? " Ryu memasang wajah datar.
" Namaku? Hahahaha... Aku Li Chun. salah satu dari 5 Dewa saat Perperangan melawan Raja dari Hewan Roh, Raja Iblis dan Raja Kegelapan." Li Chun mengenalkan diri.
" Dewa Li Chun? " Ting Ye Sontak kaget mengingat jelas Legenda tentang Lima Dewa yang berhasil menyelamatkan Manusia dari Kehancuran.
" Pppfffftt... Lalu kenapa kamu muncul di sini? Apa kamu ingin meminta bantuan? kalau mati ya mati saja! jangan menyusahkan orang yang masih hidup." Ryu mengerutkan keningnya merasa kesal.
" Gege.. " Ting Ye merasa khawatir jika ada yang mengetahui bahwa Ryu tidak menghormati Dewa Li Chun maka seumur hidupnya akan diburu oleh para Kultivator.
Kelima Dewa salah satunya Dewa Li Chun adalah sosok yang diagungkan oleh seluruh Kultivator karena telah menyelamatkan seluruh Manusia, bahkan banyak Para wanita ingin menjadikan salah satu dari Lima Dewa menjadi Suami mereka.
Salah satunya adalah Ting Ye sendiri bermimpi bisa menjadikan salah satu dari Lima Dewa tersebut menjadi Suaminya, hanya saja karena kehadiran Ryu disampingnya maka keinginan tersebut sudah hilang dan di hatinya hanya ada Ryu.
Ting Ye yang menyaksikan hal itu hanya menggelengkan kepala jika ada Wanita lain yang mendengar, maka Ryu akan dibunuh oleh semua Wanita.
" Ye'er... Apa kamu percaya jika cahaya ini Dewa? lalu bagaimana jika aku mengatakan bahwa bahwa aku adalah salah satu dari Lima Dewa atau Guru dari Lima Dewa itu.?" Ryu menggelengkan kepala terlihat acuh.
"....." Ting Ye tidak bisa berkata apapun karena apa yang dikatakan Suaminya memang ada benarnya. Bahkan jika itu terjadi di luar sana yang mengaku sebagai Dewa, entah apa yang akan terjadi.
Dewa Li Chun yang mendengar ucapan tersebut juga memahami apa yang akan terjadi jika ada orang lain yang mengaku sebagai dirinya lalu berbuat semaunya, maka namanya bukan untuk diagungkan lagi melainkan semua orang akan mengutuk.
__ADS_1
" Kamu benar anak Muda. Tapi aku memang Li Chun yang asli. Harus kalian ketahui, bahkan aku dan Empat Dewa yang lain tidak mampu membunuh ketiga Raja tersebut melainkan hanya menyegel mereka saja dengan mengorbankan diri." ucap Li Chun.