
Di sepanjang Perjalanan, Chieyu juga menjelaskan berbagai hal yang dia ketahui kepada Ryu.
Dalam perjalanan selama Tiga Bulan itu memang sengaja Chieyu memilih jalan memutar melewati berbagai tempat Kediaman Warga yang membuat mereka harus menginap di Penginapan ataupun membuat Kemah.
Ryu yang sudah tau trik tersebut memilih diam karena yang dia butuhkan adalah lebih banyak informasi.
" Saudara Ryu, tidak ada lagi Informasi yang aku sampaikan kepadamu, semua sudah aku jelaskan." Chieyu kini sudah berani memegang tangan Ryu sambil menyandarkan Kepalanya di bahu Ryu.
" Saudari Chieyu, Terimakasih atas semua informasinya. Sepertinya Hari sudah Malam, lebih baik kita istirahat." Ryu melepaskan Sandaran dari Chieyu dengan sopan lalu masuk kedalam Tenda miliknya.
Chieyu yang masih ingin bersama Ryu, juga langsung ke tenda miliknya dengan sedikit kekecewaan.
Pada Keesokan pagi, Chieyu kembali menuntun jalan hingga mencapai ke Sebelah Kota yang bernama Fuan.
Saat berada di dalam, Mereka langsung menuju pusat Kota dimana terlihat ramai Pengunjung hingga banyak sekali berbagai macam jenis yang diperdagangkan.
Mengingat itu adalah kesempatan yang baik, Ryu langsung memisahkan diri diam-diam langsung mencari Pusat dagang Sumberdaya untuk memborong semua Inti Roh yang ada di tempat itu apapun jenisnya.
Tindakan dari Ryu membuat para Pelayan kebingungan untuk Apa membeli inti Roh sebanyak itu.
Namun karena Ryu membayar dengan harga yang sesuai, mereka tidak perlu memikirkan hal itu lagi hingga Ryu juga langsung keluar membeli Inti Roh yang lain baik dari pedagang menengah maupun pedagang kecil yang menawarkan Inti Roh yang rendah.
Setelah semua selesai, Ryu kembali ke Kelompok Chieyu yang masih ingin mencari barang yang mereka inginkan.
Sesampai di sebuah bangunan Kecil, Chieyu langsung menarik tangan Ryu dan membawanya ke suatu tempat.
" Saudari Chieyu, kota Kemana ini?" Ryu merasa heran karena tangannya ditarik Tiba-tiba.
Tanpa menjawab apapun Chieyu membawanya hingga mencapai tempat di lorong sempit yang terdapat sosok Pria Sepuh berpakaian lusuh sedang duduk di tempat itu.
" Peramal, apa kamu bisa melihat masa depanku.?" Chieyu menyodorkan 5 Batu Roh di atas meja Peramal.
" Ah... Sepertinya kamu kesulitan untuk mencari jodoh. Tapi ketika sudah waktunya dia Sendiri yang akan datang menemui Nona." Ucap Peramal tersebut.
" Apakah Orang itu ada disini?" Chieyu sambil melirik ke arah Ryu yang duduk di tempat yang agak jauh.
" Sepertinya dia juga berada di Wilayah ini." Peramal menatap ke wajah Chieyu sambil melihat garis tangannya.
Mendengar ucapan tersebut Chieyu sangat senang sambil melirik ke arah Ryu lalu memanggilnya hingga Ryu beranjak dari tempat duduk menuju ke arahnya.
Baru saja Ryu muncul, Pria Sepuh berpakaian lusuh itu langsung menyipitkan matanya memandang tubuh Ryu secara seksama.
" Anak Muda, Kemarilah!" Peramal meminta Ryu agar menyodorkan tangannya.
" Baik Senior." Ryu Sopan memberikan 10 batu Roh dan menyodorkan tangannya hanya menghormati orang yang sudah Tua.
Peramal yang sudah tau kalau Pemuda yang di depannya seakan tidak percaya dapat dilihat dari wajah datarnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
' Anak Muda Sepertinya kamu Bukan dari Dunia ini dan Tujuanmu juga bukan ke Dunia Ini juga. Apa tujuanmu sebenarnya?' Peramal tersebut memejamkan mata sambil memegang tangan Ryu mengirimkan Pesan Jiwa kepadanya.
' Senior, memang tujuanku Awalnya bukan kesini. Tapi sepertinya aku tidak punya alasan lagi untuk meneruskan perjalanan.' Ryu sangat kaget namun berusaha untuk menahan sambil membalas pesan jiwa.
__ADS_1
' Kalau begitu, lanjutkan saja Perjalananmu! Aku merasakan ada Orang-orang yang sedang menantikan kedatanganmu.' Ucap Peramal kemudian membuka kembali matanya.
Tanpa menjawab apapun Ryu hanya terdiam mematung sambil melihat Sosok Pria Sepuh seakan mencari sesuatu dibalik Cincin Ruang miliknya.
" Anak Muda, mungkin ini bisa membantu Perjalananmu. Aku temukan Benda ini saat Aku muda seusiamu." Peramal memberikan sebuah Gulungan yang usang Serta sebuah Kitab.
" Terimakasih Senior." Ryu menerima pemberian tersebut lalu menaruh sebuah Cincin Ruang biasa di atas meja berisi Seribu Batu Roh.
Chieyu yang tidak faham dengan kejadian itu hanya terdiam seakan meminta penjelasan dari Ryu.
Ryu yang sudah tau dari ekspresi dari Chieyu hanya tersenyum sambil memohon diri untuk Pamit kepada Peramal tersebut kemudian beranjak ke tempat yang lain.
Tanpa berkata apapun Ryu meminta mereka agar segera kembali melanjutkan perjalanan menuju Sekte Harimau Putih.
Dalam Perjalanan sehari mereka sudah berada di Sekte dan Ryu langsung melaporkan kepulangannya juga beranjak ke tempat kediaman sebelumnya.
Sesampai di Kamar, Ryu langsung mengunci Pintu dan membuat Pelindung Tempurung Kura-kura menuju ke Dunia Quzhu memberikan semua Inti Roh yang baru saja dia Borong kepada Pasukan Semesta hingga Menciptakan Waktu di Dunia Quzhu menjadi 100 kali lebih cepat Agar Proses Penyerapan inti Roh dengan cepat.
Disamping itu juga Ryu juga membuat berbagai macam Pil Tingkat Suci hingga Tingkat Bumi dari hasil Sumberdaya yang diberikan oleh Xiao Hei sebelumnya.
" Istriku, Aku Harap kalian masih memiliki Elemen kalian." Ryu mengeluarkan Api berwarna Hitam di tangannya hasil Gabungan Api milik Sheng Zhishu dan Xin Chie.
Sesaat Ryu juga mengeluarkan Elemen Cahaya gabungan dari milik Tianhe dan Yinshi, Elemen Kegelapan gabungan milik Yunjiang dan Yuwang serta Elemen Es Pemberian Shizi.
" Ternyata di Dunia Setengah Abadi ini bisa menggunakan berbagai Elemen Sekaligus. meskipun aku tidak bisa aku gunakan saat menyerang, tapi masih bisa digunakan untuk hal lain." Ryu sambil menatap ke langit
Ryu sebenarnya masih bisa menggunakan Elemen yang lain saat bertarung, namun dia berfikir lebih baik Fokus Menggunakan Petir agar tidak terlalu banyak Belajar Teknik lain yang hasilnya juga sama.
Setelah selesai membuat Pil, Ryu langsung membagikan Pil kepada Pasukan Semesta yang diantaranya dia beri nama Pil Krisan karena semua sudah dicampur bunga Spiritual Krisan.
Begitupun dengan Sepasang Harimau Suci, Ryu langsung memberikan kepada Pasukan Semesta sebagai makanan mereka untuk memperkuat Fisik mereka, Sedangkan Inti Rohnya Ryu berikan kepada Chaizu.
Merasa Pekerjaannya sudah selesai, Ryu langsung membuka Gulungan Peta yang diberikan oleh Peramal sebelumnya kemudian melanjutkan dengan membuka Kitab.
Di dalam Kitab tersebut Ryu hanya menemukan berbagai Pengetahuan namu menurutnya itu sangat penting di kemudian hari.
Setelah semua selesai Ryu Langsung menuju Kamarnya untuk membersihkan diri kemudian beristirahat.
Pada keesokan pagi Ryu langsung keluar dari Dunia Quzhu menuju Lapangan latihan dimana Guru Du Lao sedang menunggu.
" Guru." Ryu Ryu memberi hormat.
" Sepertinya aku terlalu bersemangat setelah mendengar kamu sudah kembali." Du Lao datang kepada Ryu Pagi sekali." Ryu'er... Apa kamu sudah siap?" Du Lao sambil mengukur tingkat Kultivasi Ryu yang menurutnya masih berada di Pendekar Alam Tahap Awal.
" Aku sudah Siap Guru." Ryu menepati janjinya.
" Baiklah, Kalau begitu aku akan mengabarkan Hal ini kepada Kepala Bagian Murid Inti kebetulan juga ada beberapa Murid yang akan masuk sebagai Murid Inti." Du Lao langsung membawa Ryu menuju wilayah Murid Inti.
Setelah sampai di Wilayah Murid Inti, Du Lao langsung meminta Ryu untuk menunggu di sebuah Kursi dimana akan ditempatkan Semua Calon Murid inti nantinya.
Di Barisan Kursi tersebut kini hanya Ryu saja yang ada, karena Jadwal yang ditentukan masih satu Jam lagi.
__ADS_1
Setelah menunggu selama Satu Jam, kini terlihat semua Kursi telah terisi penuh karena Paktriak, Para Tetua, Para Guru, Semua Murid Inti dan Murid Elit juga ikut hadir.
Di kursi Calon Murid inti juga terdapat sosok yang Ryu kenal yaitu Chieyu dan keempat rekannya.
Saat suasana sudah Ramai, Tiba-tiba ada salah satu Penjaga yang tengah berbisik kepada beberapa Guru yang Duduk di samping Calon Murid Inti.
" Ryu'er... mengapa kamu tidak mengundang Istrimu? " Du Lao bersuara ditengah suasana yang begitu riuh.
" Istri...? " Ryu terlihat Bingung Begitupun dengan Chieyu kini memasang wajah masam mendengar suara tersebut.
" Mmmmm... Karena dia bukan dari Murid Sekte, maka kami memutuskan untuk memberinya tempat duduk bersama kami." Du Lao mengetahui bahwa yang mengaku sebagai Istri Ryu adalah Kultivator yang sudah berada di Pendekar Langit Tahap Menengah menurut keterangan dari Penjaga Gerbang.
Hal itu tentu saja mereka langsung beranggapan Bahwa Sosok Wanita tersebut bukan dari Kalangan biasa dan memiliki latar belakang yang Kuat hingga membuat mereka mengambil keputusan untuk membawanya Masuk agar tidak menyinggung lagi pula dia hanya Berkunjung untuk menjenguk Suaminya.
Didalam perasaan bingung, Tiba-tiba Shizi muncul dari balik Pintu sambil menatap ke arah yang ditunjukkan oleh Penjaga.
Kedatangan dari Shizi membuat orang saling bertanya bahkan ada yang langsung mengukur Tingkat Kultivasinya bahkan Paktriak dan Para Tetua.
" Pendekar Langit Tahap Menengah?" Semua yang ada di tempat itu sangat kaget melihat dari Wajah Cantik yang sedang menuju ke arah Ryu menyimpan Kekuatan yang besar dengan usia masih Muda.
" Sayang." Shizi sambil berjalan melambaikan tangannya ke Arah Ryu.
" Ah.. Nona silahkan duduk! jangan ganggu Suami Nona dulu karena sedang dalam pengujian." Du Lao mempersilahkan Shizi untuk duduk di kursi yang baru dibawa oleh Penjaga.
" Haaahh... " Ryu mengela napas panjang ingin marah tapi tidak enak dengan yang lain.
Sedangkan untuk Chieyu dan beberapa Murid Wanita lain yang mencoba untuk mendekati Ryu kini harus berpikir dua kali karena Tingkat Kultivasi Wanita tersebut seperti seorang monster.
" Sayang.. Semangat!" Shizi langsung duduk sangat senang rencananya berhasil tanpa memperdulikan pandangan Orang lain kepadanya.
" Baiklah untuk semuanya... Sekarang sudah waktunya untuk menguji kemampuan Calon Murid Inti dimana setiap Calon harus bisa menguasai Teknik Transformasi." Paktriak bersuara Lantang.
" Untuk semua Calon dipersilakan untuk maju satu-persatu dan menunggu Murid Inti lain untuk menguji." lanjutnya
Tanpa menunggu lama Lin Luan langsung masuk ke Arena lalu menggunakan Teknik Transformasi yang Kini terlihat Sosok Harimau Putih yang sekujur tubuhnya diselimuti Api berwarna Putih.
Chieyu Pun tidak mau Kalah, langsung memperlihatkan wujud Transformasi Harimau Putih yang diselimuti Api berwarna Biru.
Ling Lin dan Ling Mei juga memperlihatkan Tranformasi Harimau yang diselimuti Petir berwarna Merah.
" Sungguh luar biasa untuk pengujian Calon kali ini." Para Tetua terlihat Bangga dengan Prestasi dari Murid Sekte Harimau Putih.
Begitu juga dengan beberapa Guru yang mengajarkan mereka, kini memiliki kebanggaan tersendiri karena telah berhasil mengajarkan Murid Mereka dengan baik.
" Guru Lao, Kau bilang Muridmu yang terbaik. Aku penasaran dengan Elemen apa yang dimilikinya." Salah satu Guru memamerkan Hasil yang dia ajarkan kepada Chieyu, Ling Lin dan Ling Mei.
" Meskipun aku hanya memiliki satu Murid yaitu Lin Luan, tapi dia tidak kalah dengan yang lain." Guru dari Lin Luan terlihat senang.
'Ryu'er... Aku harap kamu tidak mengecewakan aku sebagai Gurumu.' Du Lao menunduk karena dia sendiri tidak mengetahui jenis Elemen yang ada pada Ryu.
Beberapa Calon lain juga menunjukkan kemampuan Transformasi Harimau Putih milik mereka satu-persatu hingga kini hanya tersisa Ryu Sendiri yang belum maju.
__ADS_1
Ryu yang melihat Gurunya menunduk lesu, dia pun merasa tidak enak kemudian maju ke arah Arena sambil menatap sekeliling.