
" Hanya ada satu yang masih aku fikirkan. Saat kita bertarung di Dunia kecil, Ling Xianzi melarikan diri dari kelompoknya dan keluar dari Dunia kecil." ucap Xie Hua.
" Aku juga tidak tau dimana tempat dia tinggal. Perguruan Hantu Malam sangat sulit untuk ditemukan. Kita hanya bisa mendengar, namun tidak ada yang mengetahui keberadaan Perguruan Hantu Malam." Ryu sebenarnya berniat untuk menghancurkan Perguruan Hantu Malam, namun karena tidak mengetahui keberadaan mereka tentu hal itu sangat sulit.
Jika Ryu terus mencari keberadaan mereka, maka perjalanannya untuk mencari Penguasa Elemen akan selalu terhambat.
" Sepertinya Perguruan Hantu Malam pasti ada hubungannya dengan Hantu Malam." Ryu berfikir sejenak.
" Kalian tunggu disini! Aku ingin bertanya langsung kepada Hantu Malam." Ryu menghilang dari tempat tersebut lalu muncul di depan Hantu Malam yang kini terlihat sudah tidak berdaya.
" Tuan... Tolong ampunilah hamba." terdengar suara yang menyedihkan dari Hantu Malam.
" Aku tidak tau bagaimana cara membunuhmu, karena kamu memiliki Tubuh Abadi. Kecuali tubuhmu terlepas dari jiwamu." Ryu berbohong seraya menatap Hantu Malam yang kini terlihat menyedihkan.
" Aku akan melepaskan mu, tapi kamu harus menjawab dengan jujur. Apa hubunganmu dengan Perguruan Hantu Malam?" Ryu menatap ke arah Hantu Malam penuh dengan ancaman.
" Perguruan Hantu Malam?" Hantu Malam bergumam sambil mengerutkan keningnya.
" Tuan... Aku tidak tau itu. Siapa yang berani menggunakan namaku?" Hantu Malam terlihat kesal karena ada orang yang memakai namanya.
Ryu yang melihat ekspresi dari Hantu Malam yang tidak ada kebohongan, dia pun merasa heran sambil mencerna hal itu.
" Baiklah... Kalau begitu aku akan melakukan sesuatu sebelum membunuhmu." Ryu mengibaskan tangannya hingga mereka telah berpindah ke tempat yang lain dimana terdapat sebuah permukiman.
Ryu pun berjalan dengan santai sambil membawa Hantu Malam memasuki permukiman tersebut hingga beberapa sosok menatap ke arah Ryu penuh dengan kebencian.
Tetapi sekeras apapun mereka ingin melawan, tubuh mereka seakan tidak mampu bergerak.
" Sial... Siapa Pemuda ini?" Apa yang dia lakukan kepada leluhur kita?" Beberapa sosok yang ada di tempat itu.
Setelah beberapa saat, Ryu sudah sampai di sebuah lapangan terbuka yang sepertinya sebagai tempat anggota Klan Hantu Malam berkumpul.
Hingga beberapa saat sudah banyak yang berkumpul di tempat itu dan bertanya kepada satu sama lain.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung menciptakan Hujan Petir membuat semua yang ada di tempat itu langsung mati saat terkena sambaran petir.
Suasana yang awalnya hening, kini terdengar suara teriakan dari mereka yang mulai berjatuhan.
__ADS_1
" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Hujan Petir terus menghujam tubuh mereka hingga satu-persatu mati dalam kondisi tubuh gosong.
Teriakkan demi teriakan kini terdengar dari berbagai arah membuat Hantu Malam yang menyaksikan hal tersebut sangat marah namun dari kondisinya sendiri sudah tidak berdaya.
" Tuan... Hentikan!" Hantu Malam terlihat frustasi karena Ryu sudah banyak membunuh keturunannya.
" Baik." Ryu menoleh ke arah Hantu Malam hingga beberapa saat yang lain juga berdatangan.
" Gege.." Tiga sosok wanita berjalan mendekati Ryu dan Hantu Malam.
" Istriku." Hantu Malam menatap ke arah tiga Istrinya.
" Gege."
" Suamiku."
" Gege."
Beberapa sosok wanita berlari ke arah sosok yang sudah mati akibat sambaran petir yang Ryu ciptakan.
Para wanita itu pun menangis saat melihat suami mereka sudah kehilangan nyawa sambil menatap ke arah Ryu penuh dengan kebencian.
" Deeeg." Jantung Hantu Malam seakan terhenti saat mendengar ucapan dari Ryu.
" Kraaack... Kraaack... Kraaack." Hanya dengan tatapan, Ryu membunuh semua anggota keluarga Pria Hantu Malam hingga hanya menyisakan anggota keluarga wanita Hantu Malam.
Tentu saja hal itu membuat Hantu Malam mendapatkan firasat buruk bahwa Ryu ingin memuaskan nafsunya kepada seluruh anggota keluarga wanita.
" Hhmmm... Sepertinya ketiga Istrimu terlihat Cantik. Tidak hanya itu saja, keturunanmu juga banyak yang cantik. Ryu memperhatikan beberapa sosok yang ada di tempat tersebut dimana mereka semua.
" Tuan... Tolong jangan lakukan itu." Hantu Malam memelas memohon ampunan.
" Aku hanya ingin mengingatkan kembali bagaimana kejadian jutaan tahun yang lalu kamu telah memperkosa semua anggota keluarga wanita Klan Liu. Bagaimana kalau kita berganti posisi?" Ryu berjalan dengan santai sambil menatap ke arah Hantu Malam.
Mendengar ucapan dari Ryu, semua saling berpandangan satu sama lain lalu menoleh ke arah Hantu Malam seakan meminta penjelasan.
Sebenarnya mereka ingin melawan Ryu, namun karena kondisi mereka semua sudah seperti warga biasa, tentu saja membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.
__ADS_1
Hal itu tentu saja karena Ryu sudah menarik energi mereka dimana mereka sebelumnya sudah mencapai Pendekar Langit dan beberapa sudah mencapai Pendekar Surgawi kini langsung turun drastis tanpa mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut.
Begitupun dengan ketiga Istri Hantu Malam yang awalnya sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal kini sudah turun menjadi Pendekar Alam Tahap Awal.
" Tapi aku bukan orang sepertimu yang memanfaatkan situasi." Ryu kembali berjalan mendekati Hantu Malam.
" Saksikan sendiri bagaimana caraku membunuh mereka." Ryu menciptakan energi transparan agar Hantu Malam yang mampu bergerak bahkan untuk mengedipkan matanya sedikitpun.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu kembali menjatuhkan Hujan Petir menyambar seluruh anggota keluarga Hantu Malam.
" Aaarrrggghhhh."
" Aaarrrggghhhh."
" Aaarrrggghhhh."
" Aaarrrggghhhh."
Satu-persatu mereka tumbang dan mati saat terkena hujan petir.
Hantu Malam yang melihat kejadian mengerikan tersebut kini merasa sudah gila seakan tidak ingin melihat pemandangan tersebut, namun sekuat apapun Hantu Malam ingin menutup matanya tetap saja tidak berhasil.
Tidak perlu menunggu lama kini semuanya sudah mati dengan tubuh gosong.
" Sekarang giliranmu." Ryu menutup mata lalu menarik jiwa Hantu Malam ke Pagoda Jiwa yang ada di Alam Jiwa milik Ryu.
" Haaahh... Tubuh Abadi memang sangat merepotkan." Ryu menghela nafas merasa beruntung karena sudah mendapatkan Pagoda Jiwa.
Jika tidak ada Pagoda Jiwa, Ryu sendiri tidak bisa membunuh Hantu Malam meskipun Ryu Penguasa dari Dunia tersebut.
Dalam hitungan menit, semua mayat seakan terhisap dan menyatu dengan tanah yang kini hanya menyisakan mayat Hantu Malam yang masih terlihat utuh.
Melihat hal tersebut Ryu mengerutkan kening sambil memikirkan cara untuk menyingkirkan mayat tersebut.
Tubuh Abadi memang sangat berharga dari apapun, meskipun sudah mati tapi jasad mereka akan tetap utuh bahkan semua organ tubuhnya tidak ada yang rusak.
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Ryu mengambil jasad Hantu Malam memasukkan ke Cincin miliknya lalu meninggalkan tempat tersebut menuju Istana Emas.
__ADS_1
" Gege.. Bagaimana?" Sheng Zhishu langsung bertanya saat melihat Ryu sudah muncul di hadapan mereka.
" Tidak ada titik terang." Ryu menjawab dengan singkat.