
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Selesai meletakkan Harta langit tersebut, Ryu langsung berpindah tempat dan kini telah berdiri di atas Awan sambil memperhatikan 30 sosok wanita yang sedang mencari sesuatu.
Ryu dapat merasakan bahwa ada satu sosok yang sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Menengah tidak jauh dari 30 sosok wanita tersebut.
" Beruntung saja tidak terlambat." Ryu merubah penampilannya menjadi sosok Pria paruh baya berkepala botak dengan kumis dan jenggot tebal hampir menutupi mulutnya.
Sedangkan di Bawah Awan tempat Ryu berada, terlihat beberapa sosok wanita yang terlihat khawatir karena sesuatu yang mereka cari belum ditemukan.
" Shu'shu... Kemana lagi kita mencari Gege? Kita sudah berjalan sejauh ini namun belum menemukan petunjuk." Yuwang terlihat khawatir takut terjadi sesuatu pada Suami mereka.
" Aku juga tidak tau harus bagaimana lagi." Sheng Zhishu juga tidak kalah panik.
" Bagaimana kalau kita menyebar saja agar cepat mencari keberadaan Gege." Wang Mingjun memberi usul karena tidak ada cara lain agar bisa menemukan Suami mereka dengan cepat.
" Jangan! Meskipun kalian semua sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, tapi aku khawatir ada orang lain yang melebihi Pendekar Surgawi di tempat ini." Zhang Qixuan menolak usulan tersebut karena menurutnya akan terlalu berbahaya meskipun dia sendiri sangat khawatir dengan Ryu.
" Xuan'xuan benar... Kita tidak tau kekuatan tersembunyi seperti apa yang ada di Dunia kecil ini." Jiang Caiping ikut menimpal.
Mendengar ucapan dari Zhang Qixuan dan Jiang Caiping, mereka kembali berfikir dan menganggap hal itu ada benarnya.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan Ryu bersama-sama agar tidak menimbulkan resiko.
...----------------...
Di dalam sebuah Goa terlihat satu sosok pria yang masih terlihat muda dan tampan namun sudah berusia jutaan tahun dengan postur tubuh yang kekar.
Pria tersebut membuka mata saat merasakan kehadiran puluhan sosok wanita yang sedang mendekati kediamannya.
" Sepertinya aku sudah menghabiskan waktu selama lebih dari satu juta tahun di Dunia kecil ini. Sepertinya 30 wanita itu bisa menjadi hidangan pembuka untukku." Pria tersebut merasakan bahwa targetnya sangat empuk.
Pria itupun bangkit dari tempat duduknya seraya memeriksa keadaan sekitar mengambil beberapa perlengkapan yang dia miliki.
__ADS_1
" Dewa Kelinci... Bagaimana dengan kabarmu setelah kamu selingkuh dengan istriku." Pria tersebut adalah sosok yang diberi julukan Hantu Malam.
KILAS BALIK :
Gambaran kasar jutaan tahun yang lalu setelah Dewa Racun, Dewa Ilusi, Iblis Utara, Dewa Kelinci dan Hantu Malam menyelesaikan tugas mereka menghancurkan anggota Klan Liu, mereka bisa dibilang cukup akrab setelah bekerjasama menghancurkan Klan Liu.
Saat itu mereka semua sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal dimana mereka semua adalah sosok yang paling ditakuti oleh kalangan Kultivator lainnya di Dunia Abadi.
Namun persahabatan mereka tidak berlangsung lama karena Dewa Kelinci memiliki niat terselubung untuk menikmati keindahan tubuh dari tiga Istri Hantu Malam yang dikenal sangat cantik.
Kelima sosok tersebut adalah penguasa dari kelima Benua yang dimana Hantu Malam sebagai penguasa Aliran Hitam Benua Timur, Dewa Kelinci sebagai penguasa Aliran Hitam Benua Tengah, Dewa Ilusi sebagai penguasa Aliran Hitam Benua Benua Barat, Dewa Racun sebagai penguasa Aliran Hitam Benua Selatan dan Iblis Utara sebagai penguasa Benua Utara.
Dari kelima sosok tersebut mereka semua adalah Kultivator aliran Hitam yang dimana mereka semua paling ditakuti oleh kalangan Kultivator Aliran Hitam maupun Putih.
Meskipun demikian, ada beberapa sosok dari Aliran Putih yang ingin memburu keberadaan mereka, namun sama sekali tidak membuahkan hasil karena kelima sosok tersebut disamping banyak bawahan, mereka juga sangat licin.
Setelah kehancuran anggota Klan Liu, beberapa tahun kemudian Dewa Kelinci berkunjung ke Benua Timur dan bertemu dengan Hantu Malam dimana dia tinggal di wilayah Kekaisaran Taiyang.
Tanpa sengaja Dewa Kelinci berpapasan dengan tiga Istri Hantu Malam yang membuat dirinya sangat tertarik dan ingin menikmati keindahan tubuh dari tiga Istri Hantu Malam.
Tanpa menaruh curiga, Hantu Malam menyambut baik kedatangan Dewa Kelinci hingga Dewa Kelinci mulai menjalankan rencananya tersebut.
Dalam keahliannya menaklukkan hati wanita, Dewa Kelinci memberikan suatu Teknik Kultivasi yang bernama Kultivasi Sejati.
Kultivasi Sejati adalah Teknik yang hampir mirip dengan Teknik Kultivasi Ganda, namun lebih sempurna lagi dimana semakin banyak energi 'Yin-Yang' yang mereka serap, maka semakin cepat mereka bisa menerobos.
Teknik itulah yang dipakai oleh Perguruan Hantu Malam, dimana Guru Agung mereka adalah murid dari salah satu Istri dari Hantu Malam.
Karena sudah diajarkan Teknik Kultivasi Sejati, ketiga Istri Hantu Malam merasa sangat senang dan selalu mempraktekkan Teknik Kultivasi Sejati kepada Hantu Malam.
Mendengar tawaran dari tiga Istri Hantu Malam, Dewa Kelinci menerima tawaran tersebut karena tujuannya juga ingin menikmati keindahan tubuh mereka.
Hal itu sering mereka lakukan ketika Hantu Malam sedang berpergian hingga suatu hari Hantu Malam menyaksikan sendiri bagaimana Dewa Kelinci sedang menggagahi ketiga Istrinya penuh dengan kebahagiaan.
Hantu Malam bukankah orang yang bertindak gegabah, karena dia yakin bahwa ketiga Istrinya juga akan berbalik menyerangnya jika membunuh Dewa Kelinci pada saat itu.
Apalagi dengan bantuan ketiga Istrinya, Dewa Kelinci berhasil menerobos Pendekar Semesta Tahap Menengah sehingga membuatnya semakin sakit hati.
Dengan kelicikannya, Hantu Malam mencari seorang Alkemis yang bisa menciptakan Pil Penurun Kultivasi.
Saat berhasil mendapatkan Pil penurun Kultivasi, Hantu Malam menyuguhkan kepada Dewa Kelinci dan juga tiga Istrinya yang membuat mereka mengalami penurunan Kultivasi hingga tiga tingkat.
Dewa Kelinci yang awalnya sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Menengah, kini langsung turun menjadi Pendekar Surgawi tahap menengah.
Begitu juga dengan tiga Istri Hantu Malam yang awalnya sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal langsung turun menjadi Pendekar Surgawi tahap awal.
Saat itulah Hantu Malam menangkap dan mengurung mereka berniat untuk membuat Dewa Kelinci dan tiga Istrinya benar-benar kehilangan Kultivasi.
Pada saat Kultivasi Dewa Kelinci dan tiga Istrinya sudah turun menjadi Pendekar Bumi, dalam keadaan frustasi Dewa Kelinci diam-diam melemparkan serbuk mata merah kepada Hantu Malam.
Saat Hantu Malam memiliki gairah yang memuncak, saat itu juga Dewa Kelinci meloloskan diri dan berhasil kembali ke Benua Tengah berniat untuk balas dendam dengan membawa seluruh bawahannya serta Dewa Racun, Dewa Ilusi dan Iblis Utara.
Mendengar kabar tersebut Hantu Malam mengorbankan tingkat Kultivasinya merobek ruang kosong dan berhasil bersembunyi di Dunia kecil dimana tempat dia tinggal sekarang.
__ADS_1
Saat Hantu Malam sudah berada di Dunia kecil, dia mulai menjelajah wilayah tersebut hingga menemukan berbagai macam Sumberdaya untuk meningkatkan Kultivasinya.
Tidak sampai disitu saja, Hantu Malam juga pernah masuk ke dalam Goa dimana Ryu mengambil Pagoda Jiwa.
Namun sekuat apapun Hantu Malam mencoba menerobos masuk, saat berada di Formasi bentuk Ilusi dia selalu tersesat hingga memutuskan untuk mengurungkan niatnya lebih fokus untuk berlatih dan Berkultivasi di tempat yang sangat jauh dari tempat tersebut berminat untuk membalaskan dendamnya saat sudah mencapai puncak Kultivator.
Hantu Malam pun keluar dari Goa tempat latihan tertutup melesat cepat ke arah Sheng Zhishu dan yang lain berada.
" Hahahaha... Akhirnya aku bisa mencicipi keindahan tubuh kalian semua. " Hantu Malam terbang di udara dengan penuh nafsu menatap ke arah 30 sosok wanita yang berada di depannya secara perlahan berpijak di tanah yang lapang.
" Siapa kamu?" Sheng Zhishu dan yang lain terlihat ketakutan merasakan efek Aura Intimidasi Pendekar Semesta.
" Siapa aku? Harus kalian ketahui bahwa aku adalah sosok yang diberi julukan Hantu Malam. Aku sudah lama terkurung di Dunia kecil ini. Tapi tidak masalah jika terkurung bersama dengan kalian." Hantu Malam bicara dengan lantang seraya berjalan mendekati mereka.
" Wuush." Ryu turun dari awan berdiri di tengah mereka dengan penampilan yang lain.
Tentu saja hal itu membuat Hantu Malam dan 30 wanita sontak kaget karena kemunculan Ryu secara tiba-tiba.
" Siapa kamu?" Hantu Malam terlihat ketakutan meskipun dia sendiri sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Menengah.
Namun kali ini sosok yang didepannya bisa muncul tanpa dia ketahui cukup menandakan bahwa Ryu bukan orang sembarangan meskipun dia dapat merasakan bahwa Ryu masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal.
" Aku adalah malaikat maut yang dikirim untuk membunuhmu." Ryu berjalan dengan santai merasa beruntung karena Dunia kecil tersebut sudah menjadi miliknya.
Jika saja Ryu belum mendapatkan Pagoda Jiwa tersebut, itu adalah hal yang mustahil jika berhadapan dengan Hantu Malam.
" Entahlah dari sini." Hantu Malam merasa terprovokasi atas ucapan dari Ryu yang seakan menghinanya langsung menyerang Ryu.
" Wuush." Ryu mengibaskan tangannya ke arah Hantu Malam.
" Bboooom." Hantu Malam tidak bisa melihat serangan tersebut namun tiba-tiba mendapatkan pukulan yang keras di dadanya.
Sheng Zhishu dan yang lain merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, bagaimana sosok Pria Botak tersebut bisa mengalahkan Pendekar Semesta hanya dengan kibasan tangan.
" Bboooom." Ryu kembali mengibaskan tangannya membuat tubuh Hantu Malam terpental puluhan meter.
Tidak hanya sampai disitu saja, Ryu terus mengibaskan tangannya hingga berkali-kali membuat Hantu Malam tidak bisa melawan sama sekali.
Hantu Malam berniat untuk melepaskan kekuatan penuh, namun sama sekali tidak berfungsi bahkan dia seperti dijadikan sebagai mainan oleh Ryu meskipun belum mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi padanya.
Semakin lama Ryu mengibaskan tangannya maka tubuh Hantu Malam semakin menjauhi tempat dimana dia berpijak sebelumnya.
Sheng Zhishu dan yang lain yang masih berada di tempat semula kini hanya bisa memperhatikan dari kejauhan bahkan hingga beberapa saat kedua sosok tersebut tidak terlihat lagi.
Ryu yang menyimpan dendam pribadi kepada Hantu Malam yang pernah melakukan hal yang keji pada anggota Klan Liu tentu dengan menyiksanya seperti itu saja masih belum cukup untuk meredam amarahnya.
Berkali-kali Hantu Malam berteriak kesakitan dan memohon ampunan, namun Ryu tidak memperdulikan hal tersebut karena memang berniat untuk menyiksanya hingga tidak berdaya.
" Tap.." Ryu berdiri di depan Hantu Malam yang terlihat sudah sekarat.
" Kamu ingin tau kenapa aku melakukan hal seperti ini? Karena Aku adalah bagian dari anggota Klan Liu yang pernah kalian siksa." Ryu menatap dingin ke arah Hantu Malam.
' Bagaimana mungkin... Bukankah Klan Liu tidak ada satupun yang tersisa.' Hantu Malam berkeringat dingin memandang ke arah Ryu seperti malaikat pencabut nyawa.
__ADS_1
" Sepertinya kamu memiliki Istri, Anak, banyak keturunanmu di Dunia kecil ini. Bagaimana jika aku melakukan hal yang sama seperti yang pernah kamu lakukan kepada Klan Liu." Ryu yang masih belum puas untuk menyiksa Hantu Malam.
Mendengar ucapan tersebut, Hantu Malam berkeringat dingin karena tidak ingin keluarganya yang ada di Dunia kecil menjadi korban balas dendam oleh Ryu.