
Melihat kejadian tersebut, Ryu menyipitkan matanya sambil memeriksa tingkat Kultivasi mereka dimana dia merasakan bahwa keenam wanita itu sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.
Sedangkan untuk para Tetua, semua sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.
' Shuijing, Jiu... Bunuh Para Tetua Itu!' Ryu mengirim pesan jiwa kepada kedua Hewan Kontrak miliknya.
' Baik Tuan.' Tou Shuijing dan Jiu Tou She membalas pesan jiwa.
' Dao Luo, Yan Ran, Wu Tian, Guang Cheng, Luan Hua, Wenlie, Yu Wei... Bawa calon Murid menjauhi tempat ini.' Ryu mengirim pesan jiwa kepada ketujuh Ketua Pasukan Semesta.
' Baik Dewa Agung.' Ketujuh bawahannya membalas pesan jiwa.
Setelah mendapatkan Isyarat tersebut, ketujuh bawahan Ryu memusatkan konsentrasi mereka membawa calon Murid ke tempat yang aman.
" Wuush." Bersamaan dengan bawahannya Ryu langsung melepaskan Aura Dewa Agung seraya menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi tempat tersebut.
" Ggooooaaarr... Ggooooaaarr." Dalam waktu yang bersamaan Tou Shuijing dan Jiu Tou She mengaum keras membuat para Tetua yang tidak sempat menghindar terpental menabrak Pelindung Yin-Yang Kura-kura.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu menjatuhkan Hujan Petir ke arah keenam wanita tersebut membuat mereka batuk darah karena terkena serangan dadakan dari Ryu.
Cakaran dan terkaman terpental ke Belakang sedikit mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
" Siapa kamu sebenarnya?" Keenam wanita sontak kaget karena serangan tiba-tiba.
Keenam wanita tersebut merasakan seluruh tubuh mereka seperti terbakar akibat sambaran Petir Hitam yang dilepaskan oleh Ryu.
" Apa hubungan kalian dengan Dewa Racun, Dewa Ilusi, Iblis Utara dan Dewa Kelinci?"Ryu dengan tatapan dingin.
" Bagus sekali jika kamu mengenal Kakekku Dewa Ilusi." Dewi pertama dan Dewi kedua sangat senang karena Ryu mengetahui kakek mereka.
" Jika kakek kami Dewa Racun ada disini, maka tamatlah riwayatmu." Ucap Dewi ketiga dan Dewi keempat.
" Kakekku Iblis Utara juga tidak tinggal diam jika keturunannya disakiti." Ucap Dewi kelima.
" Kakekku Dewa Kelinci juga akan melakukan hal yang sama." Ucap Dewi keenam.
Satu-persatu mereka dengan bangga menyebut nama leluhur mereka, karena berharap agar Ryu merasa ketakutan dengan nama itu.
Disisi lain Ryu terlihat senang karena dia bisa membalas dendam dengan apa yang pernah dilakukan oleh keempat leluhur tersebut kepada Klan Liu.
' Jadi begitu? Pantas saja keempat leluhur itu bersembunyi disini, karena mereka ingin menyembunyikan keturunan mereka yang memiliki Tubuh Abadi agar tidak diketahui oleh Ras Dewa.' Ryu memahami situasi tersebut, karena Sekte Kabut Beracun dilindungi oleh asap racun yang mematikan.
Bahkan pelindung yang ada di tempat itu begitu sangat kuat, sehingga para Dewa tidak mengetahui keberadaan pemilik Tubuh Abadi.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu kembali menjatuhkan Hujan Petir Hitam kepada keenam wanita itu karena dia merasakan ada empat sosok yang sedang menuju ke arah mereka.
__ADS_1
" Aaarrrggghhhh." Teriakan demi teriakan keluar dari mulut enam wanita itu menggema di udara merasakan sakit di sekujur tubuh mereka.
" Bbbzzzttt... Bbbzzzttt... Bbbzzzttt." Petir Hitam menyelimuti tubuh keenam wanita itu membuat mereka semakin melemah, karena energi mereka seakan terhisap.
" Wuush." Ryu menarik tubuh keenam wanita tersebut ke Cincin miliknya.
" Cucuku." Teriak dari keempat Sosok yang baru saja datang bersamaan dengan Ryu membawa keenam wanita ke dalam Cincin.
" Bboooom." Serangan gabungan dari keempat Sosok tersebut membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura langsung pecah.
Keempat leluhur langsung bergerak cepat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi masing-masing mengeluarkan Qi di kepalan tangan mereka.
Melihat hal itu Ryu langsung menciptakan pelindung Api Hitam dan Tanah mengelilingi tubuhnya.
" Bboooom." Tubuh Ryu terlempar puluhan meter hingga batuk darah.
" Sial... Ternyata mereka sudah mencapai Pendekar Semesta tahap awal." Ryu tidak menyangka dengan kecepatan tingkat Kultivasi mereka begitu mengerikan.
Satu-satunya harapan Ryu untuk mengalahkan mereka yaitu dengan serangan jarak jauh agar tidak kontak fisik secara langsung.
Tidak ingin hal yang buruk, Ryu langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir disertai elemen Petir Hitam, Api Hitam dan Tanah mengelilingi tubuhnya.
Melihat kejadian itu keempat leluhur berpikir akan lebih mudah untuk mengalahkan Ryu dengan serangan jarak jauh menggunakan elemen yang mereka miliki.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Benturan serangan dari kedua belah pihak membuat kerusakan di berbagai tempat bahkan menciptakan gempa bumi.
Dengan begitu Ryu terus menjatuhkan Hujan Petir Hitam disertai kobaran Api Hitam dengan kekuatan pikirannya kepada empat leluhur.
" Siapa Pemuda ini? Mengapa serangan elemen miliknya sangat mengerikan?" Tanya Dewa Kelinci kepada tiga rekannya.
" Aku juga tidak tau, sepertinya serangan Ilusi dariku tidak bekerja untuknya." Ucap Dewa Ilusi di sela pertarungan.
" Serangan Racun milikku juga tidak bekerja untuknya." Ucap Dewa Racun di sela pertarungan.
" Kalau begitu kita gunakan serangan terkuat dari elemen yang kita miliki." Ucap Iblis Utara.
Keempat leluhur langsung menciptakan teknik terkuat mereka, karena ingin lebih cepat menyelamatkan cucunya.
' Amukan Api Pelahap Gunung.'
' Tebasan Angin Bulan Sabit.'
' Badai Es.'
' Hujan Petir penghancur daratan.'
__ADS_1
Keempat leluhur menciptakan teknik terbaik mereka, membuat wilayah pertarungan seperti bencana alam.
Melihat arah serangan tersebut, Ryu langsung menciptakan dua Patung dari Tanah yang pernah dia pelajari dari kitab milik leluhur Kerajaan Pasir Putih.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Kedua Patung tersebut langsung hancur berkeping-keping sehingga serangan tersebut terus mengarah kepada Ryu.
" Bboooom." Serangan keempat elemen tersebut bersarang di tubuh Ryu.
Ryu yang terkena serangan tersebut merasakan tubuhnya merasa nyeri, namun sesaat kekuatannya pulih kembali.
" Apa Bagaimana mungkin?" Keempat leluhur membulatkan mata karena serangan gabungan mereka tidak mampu melukai Pemuda tersebut.
Dari kejauhan calon Murid dan tujuh bawahan Ryu juga membulatkan mata dengan rahang terbuka.
Mereka memperkirakan kekuatan serangan tersebut mampu membuat seseorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Semesta tahap menengah menjadi kabut darah.
Hal itu memang benar, itulah sebabnya Ryu menciptakan dua Patung sekaligus untuk mengurangi kekuatan serangan tersebut.
Meskipun Ryu memiliki Anugerah dari Penguasa elemen, namun musuh yang dihadapinya adalah Pendekar Semesta tahap awal yang tentu memiliki kekuatan ibarat langit dan bumi. Apalagi dengan adanya empat orang.
Melihat kejadian tersebut keempat leluhur menjadi panik sehingga mereka terus melancarkan serangan mereka dan berfikir bahwa Ryu tidak memiliki celah sedikitpun untuk membalas serangan.
Disisi lain terlihat sebuah senyuman puas dari wajah Ryu karena rencananya berjalan dengan lancar.
Serangan dari kelima elemen yang dia miliki, Ryu terus menyerang mereka dari jarak jauh.
Pertarungan itupun terus berlanjut hingga secara perlahan keempat leluhur mulai kewalahan karena sudah banyak mengeluarkan Qi.
Sebaliknya Ryu yang mendapatkan serangan demi serangan dari keempat leluhur Qi miliknya seakan tidak pernah habis dengan asupan dari serangan empat elemen tersebut.
' Malapetaka.'
Ryu langsung terbang ke udara dengan kecepatan tinggi menciptakan Bola Petir Hitam mengarah kepada empat leluhur.
" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat menciptakan kawah besar di sekitar keempat leluhur berdiri.
" Aaarrrggghhhh." Keempat leluhur berteriak kesakitan merasakan tubuh mereka seperti terbakar.
Mendapatkan kesempatan tersebut Ryu langsung mengambil Pedang Naga Petir kemudian dibaluti Elemen Petir.
' Jalan Bayangan.'
"Craaash... Craaash... Craaash... Craaash." Tebasan demi tebasan Pedang Naga Petir membuat keenam leluhur terluka parah.
" Wuush." Ryu mengeluarkan Api Hitam masuk ke dalam Dantian keempat leluhur tersebut.
__ADS_1
" Aaarrrggghhhh." Jeritan demi jeritan memilukan terdengar dari mulut keempat leluhur yang kini secara perlahan tingkat Kultivasi mereka menurun.