SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
GUNUNG CAHAYA BULAN


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Tanpa menunggu lama, Ryu dan Jiang Caiping melakukan proses penyerapan Yin langit tersebut hingga membutuhkan waktu yang sangat lama.


Setelah Ryu dan Jiang Caiping berkali-kali melakukan pelepasan Yin Langit dan Yang, mereka berdua berhasil menerobos ke tahap selanjutnya.


Dimana Jiang Caiping berhasil menerobos Pendekar Bumi tahap awal dan Ryu juga berhasil menerobos Pendekar Bumi tahap menengah.


Terlihat sebuah senyuman puas dari wajah Jiang Caiping karena jika saja terlambat sedikit, maka tubuhnya akan meledak.


Disamping itu juga Ryu merasa terbantu dengan adanya Yin langit milik Jiang Caiping sehingga dia bisa naik tingkat.


" Gege... Terimakasih." Terlihat senyuman kebahagiaan terpancar dari wajah Jiang Caiping.


" Aku juga berterima kasih denganmu, berkatmu aku juga bisa menerobos." Ryu mengusap rambut Jiang Caiping yang tengah berbaring di samping Ryu dengan posisi kepala di atas dada Ryu.


" Gege... Aku juga tidak menyangka bisa menerobos Pendekar Bumi Tahap Awal secepat itu." Jiang Caiping sambil memeluk Ryu.


" Ping'er... Apakah Yin Langit itu akan bereaksi saat Bulan Purnama?" Ryu merasa hal itu sangat membantunya untuk menerobos.


" Itu hanya terjadi Lima Tahun sekali saat pertama Segel Yin Langit terbuka. Itu artinya Gege harus menunggu Lima Tahun lagi." ucap Jiang Caiping.


" Aku kira setiap Bulan Purnama... Lebih baik kita pasang Pakaian sekarang. Aku harus membuat Pelindung di Gunung ini." Ryu beranjak langsung memakai Pakaiannya.


" Mmmmm." Jiang Caiping juga langsung memasang pakaiannya kembali.


Selesai memasang Pakaian, mereka langsung masuk ke Pusat Penginapan Giok Bulan sambil menyusuri di setiap sudut ruangan hingga mencapai Lantai Lima yang terlihat kamarnya semakin Luas.


Di Lantai Lima juga terlihat Satu Kamar Utama dimana Ryu merencanakan sebagai tempat kediaman Jiang Caiping.


" Ping'er... Aku rasa disini cocok untuk kita." Ryu menciptakan tempat Teleportasi di Kamar Utama tersebut.


" Mmmmm.... Gege, Aku pergi dulu, nanti akan aku kabarkan jika ada informasi dari kakek." Jiang Caiping mengeluarkan sebuah Batu Giok lalu meneteskan darahnya dan diberikan kepada Ryu.


" Baiklah... Jika kamu ingin Kesini, pakailah Lencana ini. Dan jika wilayah ini benar-benar sudah aman, kamu bisa hancurkan saja Pelindung yang aku ciptakan." Ryu memberikan sebuah Lencana kepada Jiang Caiping.


" Mmmmm." Jiang Caiping mengangguk lalu keluar dari tempat tersebut.


Setelah Jiang Caiping sudah Jauh, Ryu menciptakan Pelindung Yin-Yang mengelilingi Gunung Cahaya Bulan lalu berjalan menuruni Gunung tersebut.


" Haaahh... Baru kali ini aku menggunakan Pelindung Yin-Yang." Ryu berjalan untuk meneruskan perjalanan seketika Giok yang diberikan oleh Jiang Caiping bergetar.

__ADS_1


' Gege, Kata kakek Paviliun Kelinci Merah sering melakukan Aksi mereka di Kota Anhui.' Ryu menerima pesan jiwa dari Jiang Caiping.


" Kota Anhui?" Ryu mengerutkan kening langsung melangkahkan kaki menuju Kota Anhui.


......................


Di sebuah tempat bagian terdalam Hutan Bambu, terdapat sebuah Bukit berukuran Besar yang ditutupi Sebuah Pelindung transparan.


Di dalam Bukit tersebut terdapat sebuah Goa yang sangat luas dimana seperti tempat tinggal yang memiliki lorong membentuk Ruangan.


Di Dalam Goa tersebut terlihat Sosok Wanita Cantik memakai Gaun Putih berjumbai warna Biru.


" Sepertinya Jiwaku sangat lemah, aku harus menyatukan tubuh Baru ini." Xin Chie sambil memperhatikan bagian Goa tersebut.


Setelah memeriksa berbagai sudut ruangan, Xin Chie menemukan beberapa Sumberdaya dan juga terdapat sebuah peti berukuran Besar yang berisi Pakaian yang sama seperti yang dia pakai sekarang.


" Haaahh... Jadi pemilik Tubuh ini adalah Leluhur Sekte Kuil Bambu. " Gumam Xin Chie lalu kembali ke tempat semula lalu duduk bersila untuk Berkultivasi.


Setelah itu Xin Chie memusatkan fikirannya untuk menyatukan tubuh Baru dengan jiwanya agar bisa menyatu dengan sempurna dan menjadi Reinkarnasi Dewi Phoenix Api



Xin Chie Pemilik Tubuh Abadi dari Dewi Phoenix Api, Kultivator Api.


......................


Di bagian terdalam Hutan berkabut, terlihat sebuah Goa yang begitu besar dan terawat dimana banyak menyimpan Sumberdaya.


Di Goa tersebut juga terdapat sebuah Pelindung berbentuk ilusi dimana keberadaan Goa tersebut tidak terlihat oleh orang lain.


Di dalam Goa berkabut tersebut terlihat Sosok Wanita Cantik memakai Gaun berwarna Putih dengan memperlihatkan bagian lekuk tubuhnya.


Setelah beberapa saat, Huli Yue kembali ke tempat semula duduk di kursi yang terbuat dari Batu.


" Setelah Kondisiku pulih kembali, aku harus ke Sekte Kabut Ilusi." Huli Yue merasakan bahwa Pemilik Tubuh Abadi sebelumnya adalah Leluhur Sekte Kabut Ilusi.


Setelah berdiam beberapa saat, Huli Yue duduk bersila untuk menyempurnakan penyatuan tubuh dan jiwanya.



Huli Yue Pemilik Tubuh Abadi Ratu Rubah langit. Kultivator Petir dan Angin.


......................


Setelah berjalan seharian, Ryu menghentikan langkahnya untuk mencari tempat beristirahat lalu mendirikan Kemah.


Saat malam sudah tiba, Ryu merasakan ada Sosok Misterius yang telah mengawasinya meskipun dia tidak mengetahui dimana tempat sosok tersebut bersembunyi.


" Wuush" Ryu menciptakan Pelindung Tempurung Kura-kura lalu beristirahat.


Dari kejauhan di balik gelapnya malam, terlihat Sosok Misterius memakai Pakaian Hitam memiliki penutup Wajah.


" Pemuda itu sepertinya memiliki Elemen Kegelapan, Aku harus mencari cara agar Ratu Neraka bisa hidup kembali. "Gumam Sosok tersebut sambil memperhatikan Sosok yang berada di Kemah tersebut.


Ryu yang sudah ada di dalam Kemah, kini tidak memperdulikan hal tersebut karena Ryu fikir bahwa Sosok tersebut tidak berani mendekatinya.


Hingga Pagi pun telah tiba, kembali melanjutkan perjalanan meskipun dia tau bahwa Sosok Misterius yang terus mengikutinya.


Setelah berjalan cukup jauh, Ryu merasakan ada sebuah Pertarungan meskipun masih jauh dari tempatnya sekarang.


Ryu dengan Langkah Hantu Harimau Petir miliknya langsung menuju arah Pertarungan tersebut hingga terlihat Kelompok Cheng Chuang beserta kelompok tambahan melawan Paviliun Kelinci merah.

__ADS_1


" Menarik... Sepertinya Kedua Pemuda itu memiliki kemampuan yang bagus." Ryu memperhatikan jalannya Pertarungan.


' Pendekar Bumi Tahap Menengah?' Ryu tersenyum lebar menatap ke arah salah satu Anggota Paviliun Kelinci merah yang memakai Topeng Kelinci berwarna hitam.


" Wuush" Ryu berdiri di samping Sosok tersebut yang tengah memperhatikan jalannya Pertarungan.


" Siapa kamu?" Sosok tersebut kaget karena kedatangan Ryu yang muncul tiba-tiba.


" Saudara... Aku hanya ingin menyaksikan Pertarungan meraka saja. Menurutmu siapa yang akan menang?" Ryu dengan santai sambil menatap ke arah Pertarungan.


" Ahhh.. Itu. Para Anak Buahku sangat Payah." Sosok tersebut memperhatikan bawahannya mulai kewalahan. " Teman... Apa tujuanmu sebenarnya? " Sosok tersebut menaruh curiga.


" Teman, Aku dengar Paviliun Kelinci Merah memiliki Racun Kelinci Merah yang bisa membangkitkan Gairah para Wanita. Aku fikir hal itu sangat menarik jadi tidak perlu repot-repot untuk memuaskan nafsuku. Apa aku boleh bergabung?" Ryu menoleh ke arah Sosok bertopeng Hitam.


" Teman... Apa kamu yakin ingin bergabung bersama kami?" Sosok Bertopeng Hitam penasaran.


" Untuk apa aku berbohong kepadamu? Bukankah itu hal yang sangat menggiurkan? "


" Baiklah untuk membuktikan bahwa kamu ingin bergabung, kamu bantu bawahanku dulu.!" ucap Sosok Bertopeng Hitam.


" Apa kalian Punya Pakaian resmi? aku tidak mungkin menolong kalau berpenampilan seperti ini." ucap Ryu.


" Haaahh Baiklah... Kau pakai Topeng ini dulu! masalah Pakaian nanti akan menyusul." Sosok Bertopeng Hitam melemparkan sebuah Topeng Kelinci berwarna merah kepada Ryu.


" Baiklah." Ryu memasang Topeng Kelinci tersebut lalu berjalan ke arah Pertarungan.


" Bboooom.... Bboooom... Bboooom..." Ryu menyerang Kelompok Cheng Chuang hingga membuat mereka satu-persatu terpental dan Pingsan.


" Apa?" Sosok Bertopeng Hitam bergindik ngeri membayangkan jika dia berada di posisi korban.


Setelah memukul Pingsan Cheng Chuang dan kelompoknya, Ryu diam-diam menulis sebuah surat lalu menyelipkan di bagian Tubuh Cheng Chuang serta sebuah Cincin Ruang.


" Teman... Apa itu sudah cukup? " Ryu kembali berjalan ke arah Sosok bertopeng Hitam.


" Periksa Mereka!" Perintah Sosok Bertopeng.


Seluruh rekan yang lain langsung memeriksa seluruh Kelompok Cheng Chuang satu persatu.


" Ketua... Mereka sudah mati." jawab mereka.


" Ah... Siapa namamu Anak Muda? " Tanya sosok tersebut.


" Aku Song Guang. Kalau boleh tau siapa namamu Teman?" Ryu kembali bertanya.


" Namaku Heng Gubeng. Selamat bergabung dengan Paviliun Kelinci merah." Heng Gubeng memberikan pakaian Hitam kepada Ryu.


" Terimakasih Teman." Ryu memainkan peran langsung mengganti Pakaiannya.


" Ayo teman, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini." Heng Gubeng membawa mereka berjalan ke tempat lain.


Setelah berjalan cukup jauh, mereka langsung menuju ke sebuah Hutan untuk menuju Markas mereka.


Ryu sebenarnya ingin menggali berbagai informasi kepada Heng Gubeng, namun dia kembali berfikir hal itu terlalu cepat yang pasti mereka akan menaruh curiga kepadanya.


" Teman... Kalau boleh tau, apa sebenarnya yang membuatmu ingin bergabung menjadi anggota Paviliun Kelinci Merah?" Heng Gubeng kembali bertanya kepada Ryu sambil melangkahkan kakinya.


" Teman... Itu adalah naluri seorang Pria yang menginginkan Kekuatan dan sudah pasti sebuah kekuatan." ucap Ryu.


" Hahahaha.... Aku suka caramu. Mari!" Heng Gubeng membawa mereka ke Sebuah Goa yang memiliki Pelindung agar keberadaan Goa tidak dapat ditemukan.


' Pantas saja mereka susah ditemukan.' Ryu membatin.

__ADS_1


__ADS_2