SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 48. PENGUASA


__ADS_3

" Jangan! biar aku yang paling Tua yang bicara pada mereka" Ucap Naga Biru.


" Baiklah. Naga Biru, tolong hati-hati" Naga Putih mengingatkan.


" Mmmmm" Naga Biru terbang menuju ke arah Ryu dan Kelompoknya.


Di tempat lain Ryu yang baru saja selesai mengumpulkan Inti Roh berkat bantuan Xin Chie dan Huli Yue juga Hewan Kontrak mereka kini merasakan ada yang datang ke arah mereka.


" Salam Tuan." Naga Biru langsung menyambutnya dengan Ramah.


" Apa kamu adalah Pemimpin mereka ini?" Ryu meningkatkan kewaspadaan.


" Bisa dibilang begitu Tuan. Maafkan atas segala kelancangan Kami" Naga Biru menundukkan kepala.


" Lalu apa yang Kamu inginkan?" Ryu menyelidik.


" Jika berkenan, Tolong hentikan untuk menyerang Rakyat Kami. Sebagai gantinya, Tuan tinggal bilang Apa yang Tuan inginkan " ucap Naga Biru.


" Baiklah tapi aku ingin melihat-lihat Puncak Gunung Ini.!" Ryu mengumpulkan keberanian.


" Baiklah Tuan, mari kuantar!" Naga Biru memberikan tumpangan.


Ryu yang merasakan tidak ada Niat Jahat dari Naga tersebut, diapun menaiki Naga tersebut bersama kedua Istrinya.


Didalam perjalanan, Ryu merasa heran bagaimana Naga tersebut dengan mudahnya Terbang tanpa tekanan Gravitasi sedikitpun.


" Kita sampai Tuan." Naga Biru mendarat di Puncak Gunung.


" Salam Tuan!" Ketiga Naga yang lain memberi Hormat.


" Mmmmm " Ryu menjawab dengan anggukan.


" Seperti yang aku janjikan, jika boleh tau apa yang Tuan inginkan? Naga Biru kembali bertanya.


"Sebenarnya Aku datang kesini untuk mencari sesuatu ataupun Harta Langit. itulah kenapa aku sampai disini, mengingat Ini Puncak Gunung Terakhir yang aku telusuri" ucap Ryu.


" Terakhir?" Keempat Naga sangat kaget.


" Jadi, Tuan sudah mencapai dua Puncak Gunung lain disana?" Tanya Naga Putih.


" Mmmm" Ryu mengangguk.


' Bagaimana Pemuda ini bisa mengalahkan Sepasang kelelawar dengan Ribuan Anak buah dan Ketiga Phoenix itu.' Keempat Naga berasumsi dengan pikiran mereka masing-masing.


" Tuan... Apakah ketiga Phoenix itu? " Naga merah memastikan.


" Mereka sudah mati. Harta Langit disana sudah Kami ambil, yang tersisa hanya ini. Ambilah! kami sudah mendapatkan bagian dan anggap saja sebagai permintaan maaf ku karena telah banyak membunuh Rakyat kalian. " Ryu memberikan satu Apel Petir kepada Naga Biru.


" Terimakasih Tuan. Dengan begini, Kami bisa menanam Apel Petir di tempat ini. " Naga Biru terlihat senang.


" Terlalu lama. Bukankah Puncak Gunung dimana Ketiga Phoenix sudah ada Pohon Apel Petir" Ucap Ryu.


Mendengar ucapan tersebut, Keempat Naga saling berpandangan satu sama lain.


" Oh ya, aku memiliki pertanyaan pada kalian. Apa kalian tahu tentang Darah spesial? apakah kalian bagian dari itu?" Tanya Ryu.


" Tuan, kami memang tau tentang Darah spesial. Jika Mahluk memiliki Darah itu, maka kekuatanya akan berlipat ganda. Sayangnya kami bukan bagian dari itu." ucap Naga Hitam.


" Apa kalian mengenal darah ini?" Ryu mengeluarkan sebuah botol kecil berisi Darah.


" Tuan, Sepertinya ini adalah darah Peri. Jika begitu Tuan bisa mempelajari Kitab ini. Itu adalah Kitab Penyatuan Darah yang pernah kutemukan pada kerangka seorang Kultivator di sebuah Goa. Tuan ambil saja mengingat kami tidak bisa mempelajarinya karena kami bukan dari golongan Manusia" Naga Biru mengeluarkan Kitab dibalik tubuhnya.


" Mmmmm" Ryu mengambil Kitab tersebut sambil menatap ke arah Huli Yue.


Melihat tatapan dari Suaminya, Huli Yue sudah paham karena Ryu pasti curiga mengingat dia bisa mempelajari Kitab dari Manusia dengan mudah.


'Jadi Begitu. Jika mempelajari Kitab yang Beda Ras harus menggunakan Teknik Penyatuan Darah terlebih dulu. Pantas saja aku masih belum bisa mempelajari Kitab pemberian Xian Ye. Sepertinya Istri Yue sudah menggunakan Teknik Penyatuan Darah dengan Manusia' Ryu membaca bagian dari Kitab tersebut sambil berpikir.

__ADS_1


' Jadi Teknik Penyatuan Darah bisa meningkatkan Kekuatan setara dengan Darah spesial bahkan lebih jika lebih banyak lagi Darah yang dikumpulkan dari berbagai Ras. Sayangnya akan menjadi incaran dari semua Ras mengingat kekuatannya akan berlipat ganda. Sepertinya ini adalah Harta yang tidak ternilai. Aku harus mencari cara agar keberadaanku tidak diketahui saat menggunakan Penyatuan Darah Ini.' Ryu terlihat sangat Serius saat membaca Kitab tersebut.


" Tuan." Naga Biru penasaran dengan Ryu yang begitu serius.


" Apa kalian ingin menyatukan darah? aku bisa membantu kalian dengan setetes Darahku." Ryu terlihat memiliki Rencana.


" Terimakasih Tuan. Apa itu tidak Masalah? " Keempat Naga itu sangat senang.


" Baiklah, persiapkan diri kalian!" Ryu mengeluarkan setetes darahnya lalu membuat sebuah Lingkaran.


" Baik Tuan." Keempat Naga bersemangat memasuki lingkaran tersebut


" Wuush" Aura yang sangat kuat keluar dari lingkaran tersebut.


" Tuan.." Keempat Naga tersebut merasa ada yang salah pada diri mereka.


" Tenang saja. Aku hanya mengendalikan kalian agar tidak berbuat masalah di kemudian hari, tapi kalian masih memiliki kesadaran seperti biasa. Lagi pula kekuatan Kalian sudah bertambah dari sebelumnya." Ryu yang menyelipkan Teknik Kontrak Jiwa pada saat penyatuan Darah.


Keempat Naga tersebut merasa tertipu dengan trik yang diberikan Ryu, namun mereka sangat bersyukur karena kesadaran mereka tidak dikendalikan bahkan sekarang kekuatan mereka juga bertambah dua kali lipat. Mau tidak mau, mereka harus menerima Ryu sebagai Tuan mereka.


" Sekarang aku tidak jadi mengambil Harta Langit kalian, lagi pula aku hanya meminta kalian untuk menjaga Wilayah ketiga Gunung ini saja. Dengan kekuatan kalian sekarang, kalian bisa menyerap Energi Alam yang ada di Danau sana berkal-kali lipat." Ryu yang sudah mengetahui semua informasi dari keempat Naga tersebut berkat Teknik Kontrak jiwa.


Mendengar ucapan itu keempat Naga terlihat sangat senang dengan kekuatan mereka sekarang, tidak akan ada lagi yang berani mengganggu wilayah ketiga Gunung tersebut. Bahkan mereka sangat yakin apa yang dikatakan Ryu memang benar, bahwa mereka mampu menyerap Energi Alam di Danau tempat kediaman wilayah mereka.


" Sekarang sebagai tugas Pertama kalian adalah mencari Inti Roh dari Kera Bertanduk Sisik Naga dan Ular bersayap Tanduk Naga. Sepertinya kalian sudah lama memiliki hubungan yang tidak baik." Ryu memberi perintah meskipun mereka masih Tingkat Suci, namun kekuatan mereka yang sekarang sudah setara dengan Tingkat Abadi berkat darahnya.


Ryu mengeluarkan Chaizu yang diikuti Xin Chie dan Huli juga mengeluarkan Hewan Kontrak mereka untuk membantu keempat Naga tersebut.


" Bawalah mereka bersama kalian agar kalian tidak mengalami kerugian yang banyak" ucap Ryu.


" Tuan... Biarkan mereka naik ke punggung kami masing-masing mengingat mereka bertiga bukan Ras Naga, jadi gravitasi akan membuat mereka kesulitan untuk terbang" Naga Hitam memberikan tumpangan yang diikuti Naga Merah dan Naga Putih.


" Mmmmm'' Ryu mengangguk mengerti.


" Tunggulah disini sementara kami akan membunuhmu mereka " Keempat Naga tersebut begitu bersemangat, mengingat Kedua Siluman itu sering menyerang Rakyat mereka secara diam-diam bersama Pasukannya.


Keempat Naga tersebut langsung terbang lalu memberi sebuah Isyarat kepada Pasukannya yang sempat mereka sembunyikan takut akan dibunuh oleh Ryu.


Terlihat di langit Ratusan Naga yang berkumpul seakan menutup Sinar Matahari terbang ke suatu tempat dimana tempat kediaman salah satu dari yang Ryu sebutkan.


Di suatu tempat bagian lain Kaki Gunung mulai terdengar suara pertarungan antara kedua belah pihak membuat getaran yang sangat kuat, meskipun tidak terlalu terdengar dari Puncak Gunung karena jarak yang sangat jauh.


Di Puncak Gunung sedikit khawatir untuk menggabungkan darahnya dengan Darah Peri, mengingat resiko yang akan diterima.


" Suamiku, apa yang membuatmu begitu gelisah? " Xin Chie melihat kekhawatiran Ryu.


" Istriku, sebenarnya aku ingin menggabungkan Darah Peri dengan darahku. Tapi yang jadi masalah adalah jika itu terjadi, maka aku akan menjadi incaran Semua Makhluk, bahkan akan menjadi incaran Dewa maupun Iblis." Ryu mengungkapkan kegelisahannya.


" Suamiku Bagaimana dengan Armor Pelangi yang kamu ciptakan? " tanya Xin Chie.


" Sebenarnya belum sempurna, Kecuali aku mampu mengumpulkan Darah Siluman, Darah Iblis, dan Darah Dewa juga beberapa Harta Langit yang lain." ucap Ryu.


" Jika kita mencari Siluman tidak begitu sulit, tapi untuk Darah Dewa dan Darah Iblis kurasa tidak ada di Dunia ini." ucap Huli Yue


" Adik Yue benar. Bahkan jika itu semua ada, kenapa kita tidak sejalan gabungkan saja semua Darah itu dengan Darahmu. Pasti sangat kuat lagi." ucap Huli Yue.


" Aku juga mau punya gabungan darah yang lain. dengan begitu kita semua akan menjadi Ras Baru yang terkuat." Huli Yue tersenyum lebar.


" Betul juga. tapi masalahnya kemana kita harus mencari darah dari Dewa dan Iblis?" Ryu merasa itu sangat mustahil.


" Yang penting kita cari saja ke seluruh penjuru dunia. Jika sudah dapat dengan sedikit pengetahuanku, aku bisa memurnikan darah itu menjadi bentuk Pil. Aku yakin pasti ada Dewa ataupun iblis di yang terdampar di Dunia ini." ucap Xin Chie.


" Baiklah, kita akan mencoba mencarinya. masalah berhasil atau tidak, itu belakangan." ucap Ryu.


"Sebaiknya kita istirahat saja dulu, kurasa mereka butuh waktu lama untuk membunuh mereka semua." Ryu mencari tempat untuk beristirahat diikuti kedua istrinya.


Lima hari berlalu Pasukan Naga masih belum di ke puncak Gunung, terlihat Ryu hanya tersenyum membuat kedua Istrinya merasa heran.

__ADS_1


" Suamiku, sepertinya kamu terlihat senang?" tanya Huli Yue.


" Keempat Naga itu menggunakan kesempatan dengan adanya hewan kontrak kita untuk membersihkan semua Wilayah ketiga Gunung ini yang menentang mereka " Ryu menjawab dengan santai.


" Pantas saja sangat lama." ucap Xin Chie.


Dari kejauhan kini Kelompok Naga mulai mendekati Puncak Gunung hingga terlihat 4 Sosok yang sangat besar mendarat ke arah Ryu berada.


" Maaf Tuan kami terlambat, karena ada sedikit perubahan rencana." Naga biru dan yang lain terlihat ketakutan.


" Tidak masalah, yang penting tidak ada dari kalian yang mati." Ryu menyambut dengan hangat.


" Terimakasih Tuan. Ini inti Roh sesuai perintah Tuan." Naga biru memberikan Inti Roh Kera Bertanduk Sisik Naga dan Inti Roh Ular bersayap Tanduk Naga.


" Pekerjaan yang bagus" Ryu mengambil kedua Inti Roh tersebut.


" Tuan ini juga ada Puluhan Inti Roh Siluman yang sudah berusia 10Ribuan Tahun Tingkat Abadi. Dan masih banyak lagi Inti Roh lain dengan jumlah mencapai Ribuan." Naga Biru memperlihatkan semua hasil Pertempuran mereka.


" Kalian ambil saja! aku hanya mengambil sesuai permintaanku sebelumnya " ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan." Keempat Naga terlihat senang.


" Dengan banyaknya Inti Roh yang kalian dapatkan, tidak lama lagi kalian akan mempercepat usia ke 100 Ribu tahun." Ucap Ryu.


" Sepertinya Tuan sangat banyak mengetahui tentang kami." Naga biru penasaran bagaimana Tuan mereka mengetahui cara kuno tersebut.


" Ada lagi Tuan, Kami menemukan sebuah Kitab pada Ular bersayap Tanduk Naga berisi cara teknik kebangkitan. Pantas saja selama ini jumlah mereka tidak pernah menurun, bahkan semakin Kuat." ucap Naga Merah.


" Jika tuan mengijinkan, dengan Inti Roh sebanyak ini maka Pasukan kami akan bertambah seperti semula." Naga Hitam memberanikan diri.


" Lakukan saja yang menurut kalian baik. Aku ingin Menyerap Inti Roh dulu." ucap Ryu.


" Terimakasih Banyak Tuan" Naga biru membawa Tumpukan Inti Roh lalu membawa mereka meninggalkan tempat itu agar tidak mengganggu Tuan mereka.


" Istri Chie, Ini inti Roh ular untukmu" Ryu memberikan Inti Roh ular bersayap.


" Terimakasih Suamiku." Xin Chie mengambilnya, mencari tempat untuk menyerapnya diikuti Ryu yang juga mencari tempat untuk menyerap Inti Roh Kera di tangannya.


Setelah beberapa saat mereka berdua sudah menyelesaikan Proses Penyerapan yang kini Keempat Naga juga telah kembali


" Tuan... Proses Kebangkitan mereka semua telah berhasil, bahkan mereka lebih kuat dari sebelumnya dengan inti Roh baru mereka." Naga Biru terlihat senang.


" Bagus, dengan demikian wilayah ini sudah tidak ada lagi yang mengganggu. Jika begitu, kami akan pergi untuk melanjutkan perjalanan." Ryu memasukkan Chaizu diikuti kedua istrinya.


" Tuan Terimalah Kitab ini dan Sedikit Darah kami. dengan begitu Tuan tidak kesulitan mempelajarinya " Naga Biru Memberikan Kitab Kebangkitan dan kotak giok yang berisi Darah mereka.


" Tuan, Sebagai Hormat kami, biarkan aku mengantar kalian sampai Tujuan" Naga Putih menawarkan diri.


" Baik" Ryu dan Kedua Istrinya langsung naik ke punggung Naga Putih yang sudah siap memberi tumpangan.


Dengan kecepatan terbang yang melebihi Jinying, Naga Putih melesat dengan kecepatan Angin yang membuat Awan seakan terbelah menjadi dua dengan tubuh besarnya membawa Ryu dan kedua Istrinya menuju kota Wuhu.


" Naga Biru, bagaimana rencanamu selanjutnya? Tanya Naga Hitam.


" Aku sudah menyalin Kitab Penyatuan Darah. Dengan bantuan darah Pemuda itu, kita bisa mempelajari Teknik Penyatuan Darah Dewa." ucap Naga Biru.


" Darah Pemuda itu sangat membantu, bahkan sekarang kita lebih kuat dari sebelumnya." ucap Naga Merah.


" Lapor Pemimpin, Harta Langit dari kedua Puncak Gunung itu Energi Alamnya telah Habis " ucap Sosok Naga yang baru muncul.


" Apa?" Semua terkejut.


" Pantas saja mereka sangat kuat. Beruntung mereka tidak mau memakai Harta Langit kita, jika tidak pasti akan habis juga."Naga Biru menggelengkan kepala.


" Sepertinya Pemuda itu ingin menjalin hubungan baik dengan kita. Pantas saja serangan mereka sangat mematikan. Jika begitu, kita mampu bertahan lebih lama di Kawah berkat darah Pemuda itu." ucap Naga Hitam.


" Aku pikir juga demikian, Pemuda itu Sangat Layak untuk dijadikan Penguasa kita. Sekarang yang kita lakukan Hanya Penyatuan Darah Dewa, dengan demikian Klan kita akan mengukir sejarah baru untuk Ras Naga. Suatu saat kita akan tunjukkan Kepada Penguasa dengan Kekuatan baru." Naga Biru bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2