SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
RAJA TIANKONG.


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Dari 14 Wanita yang melawan, langsung bangkit dari tempat duduknya mendekati mereka.


" Pendekar Ryu... Aku butuh 14 Wanita itu." Jinying tiba-tiba muncul di tengah mereka.


' Kenapa kamu keluar?' Ryu mengirim pesan jiwa kepada Jinying.


" Tenang saja... Aku memiliki kemampuan untuk tidak terlihat oleh siapapun kecuali aku menginginkannya." Ucap Jinying.


" Wuush." Ryu mengibaskan tangannya membuat 14 Wanita tersebut menghilang menuju ke Dunia Quzhu.


" Aku akan ke Dunia itu untuk melahap mereka." Jinying langsung menghilang menuju Dunia Quzhu.


' Kenapa Wanita Liar itu bisa seenaknya ke Dunia Quzhu?' Ryu membatin karena biasanya tidak ada yang bisa ke Dunia ciptaannya tanpa seizinnya.


Tiba-tiba Jenderal Jintao dan yang lain juga muncul di Ruang kerja Raja Maochu.


" Kalian bertiga silahkan kembali ke tempat Keluarga kalian." Ryu menatap ke arah Tiga calon Menantu Raja Maochu.


" Ba...Baik Yang Mulia Kaisar." Ketiga Wanita tidak berani melawan meskipun mereka tau jika Pulang ke tempat Keluarga mereka, pasti akan membawa sial dan Pasti diasingkan.


" Tunggu! " Jenderal Jintao menghentikan langkah mereka.


" Jenderal... Ada apa?" Ryu sebenarnya mengetahui tindakannya itu akan berakibat buruk kepada seluruh Keluarga tiga Wanita tersebut namun pura-pura tidak tahu.


" Maaf Yang Mulia Kaisar. Jika ada Orang yang gagal Menikah, maka akan membawa Kesialan di tempat mereka bahkan Seluruh Kerajaan Angin ini." ucap Jenderal Jintao.


Ryu yang sebenarnya sudah tau, karena di Dunia Fana juga memiliki Adat seperti itu, dimana akan ditempatkan di Pengasingan Seumur hidup agar tidak membawa sial.


Ryu menatap kembali ke Arah tiga Wanita tersebut lalu menoleh ke arah Lima Wanita lain.


Ryu memang mengakui bahwa mereka masih muda dan cantik, tapi dia tidak mungkin menikah dengan mereka karena sudah banyak memiliki Istri.


Untuk menghadapi masalah tersebut, Ryu kembali berfikir dengan Ide Gilanya langsung menoleh ke arah Lan Liwei.


" Maktriak Lan Liwei... Apa kamu mau menjadi Istriku?" Ryu menatap Lan Liwei dengan intens.


" Ahhhh..." Lan Liwei kaget seperti disambar petir di siang bolong.


Kejadian itu tentu saja membuat yang lain kembali membulatkan mata dengan rahang terbuka lebar.


" Ba... Baik... Aku bersedia." Lan Liwei menjawab dengan Gugup meski hatinya sangat senang.


' Sepertinya Yang Mulia Kaisar menjadikan Aku sebagai Korban.' Tiankong karena mengingat kembali apa yang dilakukan Ryu kepada Zuge sebelumnya.


" Tiankong... Apa kamu mengakui bahwa Aku sebagai Ayahmu? " Ryu menatap ke arah Tiankong.


" Ba... Baik." Tiankong harus mengakui hal tersebut.


" Kalau begitu aku akan Mengangkatmu menjadi Raja disini. Chaizu, Serahkan Mahkota itu." Ryu menoleh ke arah Chaizu.


" Baik Tuan." Chaizu mengeluarkan Mahkota lalu menyerahkan kepada Ryu.

__ADS_1


" Ada yang tidak Setuju?" Ryu menatap mereka bergantian.


" Pilihan Yang Mulia Kaisar adalah Anugerah untuk kami." Mereka kembali berlutut di hadapan Ryu.


" Tiankong... Mulai sekarang kamu akan aku angkat menjadi Raja di Kerajaan Angin ini." Ryu memasang Mahkota di kepala Tiankong.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Tiankong menerima kepercayaan tersebut sambil menatap ke arah Delapan Wanita disampingnya.


" Untuk kalian... Apa kalian bersedia menjadi Istri Raja Tiankong." Ryu menatap delapan Wanita tersebut.


" Adat tidak bisa diremehkan Yang Mulia Kaisar. Kami bersedia." Delapan Wanita memberi hormat, meskipun mereka sebelumnya berharap bahwa Ryu lah yang menjadi suami mereka.


Karena suatu Adat yang mutlak, maka mereka menerima Tiankong sebagai Raja baru sekaligus sebagai Suami mereka.


" Penasehat Agung dan kalian semua, Kalian atur sebaik mungkin Kerajaan ini." ucap Ryu.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap mereka serempak.


" Tiankong... Silahkan duduk di Kursi Kebesaranmu. " Ryu mempersilahkan Tiankong.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Tiankong memberi Hormat kepada Ryu lalu duduk di Kursi Kebesaran.


" Hormat kepada Yang Mulia Raja yang baru." Delapan Wanita, Para Penasehat dan Para Jenderal menundukkan kepala kepada Tiankong.


" Mmmm." Tiankong mengangkat tangannya berusaha menjadi orang yang berwibawa.


" Kalau begitu aku anggap selesai. Tugas kalian hanya membersihkan wilayah Pertarungan sebelumnya." Ryu berjalan keluar Istana diikuti yang lain.



Lan Liwei ( Maktriak Sekte Kabut Ilusi) Kultivator Angin.


Setelah berjalan beberapa saat, mereka telah berada di lapangan luar Gerbang Istana lalu mencari tempat yang aman.


Di dalam perjalanan Ryu sambil melirik ke arah Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying lalu memperhatikan Bawahannya sambil memikirkan sesuatu yang akan terjadi jika menyerang Kekaisaran Shin.


Ryu berfikir seperti ini bukan tanpa alasan, karena di Kekaisaran Shin pasti akan lebih banyak lagi Wanita baik itu Istri Shin Hye Gang maupun Menantunya.


" Gege... Kamu sangat licik." Hong Kian menggelengkan kepala sambil berjalan di samping Ryu.


" Yang Mulia Kaisar." Lan Liwei berjalan di samping Ryu berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.


" Wei'er... Kamu tidak perlu memanggilku seperti itu." Ryu menggelengkan kepala.


" Ba...Baik Gege." Lan Liwei mencoba memanggilnya dengan sebutan itu meskipun usia mereka terlampau jauh.


Namun mengingat Hong Kian juga memanggil seperti itu, Lan Liwei juga akan melakukan hal yang sama.


' Ciihhhh... Mengapa mereka yang lebih dulu dari Aku.' Bing Ruyue menggerutu dalam hati menyaksikan kedekatan mereka.


' Permaisuri Sian, apa kamu yakin Kaisar Ryu juga ingin menjadikan kita sebagai Istrinya?' Zhao Liying membuka pesan jiwa kepada Nan Sian dan Zhao Luyi.


' Entahlah... Sepertinya dia selalu menghindar. Bukankah kalian lihat sendiri bagaimana Kaisar Ryu melemparkan haknya kepada Zuge dan Tiankong.' Nan Sian memberi balasan pesan jiwa.


' Kaisar Ryu sulit ditebak. Bukan hanya kita yang menginginkannya, coba kalian perhatikan Maktriak Bing Ruyue.' Zhao Luyi menatap ke arah Bing Ruyue.


' Kamu benar... Sepertinya dia Cemburu dengan kedekatan Kaisar Ryu bersama Maktriak Hong Kian dan Maktriak Lan Liwei.' Zhao Liying menggelengkan kepala.


' Sepertinya dia sudah lupa aturan Sekte Lembah Es.' Nan Sian memberi Pesan jiwa.


' Entah apa yang membuatnya berubah tidak seperti biasanya.' Zhao Liying memberi pesan jiwa.


' Jika begitu berarti Bing Ruyue akan melepaskan Jabatannya sebagai Maktriak Sekte Lembah Es.' Zhao Luyi memberi Pesan jiwa.


' Kita fikirkan masalah kita saja. Sepertinya kita juga mengalami nasib yang sama dengan Maktriak Bing Ruyue.' Pesan Nan Sian.


' Semoga saja Kaisar Ryu tidak mencari alasan untuk menghindari Hukuman Langit itu kepada kita.' Pesan Zhao Liying.


' Sepertinya Kaisar Ryu tidak memiliki alasan lagi untuk menghindar. Karena disini tidak ada lagi yang memiliki Putra.' pesan Zhao Luyi.


' Kaisar Ryu pasti akan memilih kalian berdua, Karena kalian masih Suci. Sedangkan aku sudah tidak suci lagi.' Nan Sian seketika murung.


' Kaisar Ryu tidak bisa berbuat apa-apa. Sudah pasti Yang Mulia Permaisuri akan terpilih.' Pesan Zhao Liying.

__ADS_1


' Tapi ada Permaisuri yang baru Ling Xianzi.' Pesan Nan Sian.


' Haaahh... Wanita Ular itu. Bukankah dia adalah Istri Kaisar Ryu juga.' Pesan Zhao Luyi.


' Itu memang benar... Yang aku Khawatirkan Paktriak Ling Sancuo hanya memberi Hukuman saja kepada Ling Xianzi, Karena Ling Xianzi adalah cucu Paktriak Ling Sancuo.' Pesan Nan Sian.


' Haaahh... Harusnya kematian yang menimpanya.' Pesan Zhao Liying.


' Semoga saja Kaisar Ryu bertindak tegas.' Pesan Nan Sian.


Setelah berada di tempat yang aman, Ryu mengeluarkan Kapal Udara lalu meminta mereka untuk masuk.


Tanpa menunggu lama, mereka semua langsung masuk ke kapal lalu melanjutkan perjalanan menuju Kekaisaran Shin.


" Jenderal Jintao... Kira-kira berapa lama kita sampai ke Istana Kekaisaran Shin? " Ryu menatap ke arah Jenderal Jintao.


" Jika melewati arah Wilayah Klan Ling hanya membutuhkan waktu Dua hari. Tapi kita melewati Tiga Hutan Larangan yang bisa membuat kita tersesat."


" Lebih baik kita bergerak memutar, meskipun melewati Hutan yang Luas namun aman karena kita melalui jalur Udara." Jenderal Jintao menjelaskan.


" Aku hanya tau Wilayahku saja. Untuk Wilayah Kekaisaran Shin, aku belum pernah melihatnya." Ryu berkata jujur.


" Tenang saja Yang Mulia Kaisar. Aku bisa mengantarmu mengelilingi Kekaisaran Shin." Zhao Liying menawarkan diri.


" Lain kali saja... " Jawab Ryu singkat.


" Tuan... Kita memilih jalur mana?" Tanya Zi Mayi.


" Kita memutar saja." Ryu tidak ingin mengambil resiko, karena dia sendiri pernah mengalami saat berada di Hutan Bambu.


Beruntung saja ada Xin Chie, jika tidak mungkin dia tidak bisa kembali.


" Baik Tuan." Zi Mayi kembali ke Ruang kemudi.


" Gege... Bukankah di Kapal ini ada banyak Kamar? Jadi kita bisa Istirahat disini saja." Ucap Hong Kian.


" Tapi tidak ada menyediakan makanan." Ryu yang tidak ada baru saja memakai Kapal Udara, jadi tidak sempat mengisinya.


" Sayang sekali... Padahal Kapal Udara ini melebihi Kapal Pesiar mewah." Ucap Nan Sian.


" Kapal ini memang mewah... Tapi sangat rentan jika diserang, karena semua berbahan kayu." Jenderal Jintao juga mengeluarkan pendapat.


Mendengar ucapan tersebut Ryu kembali berfikir bahwa apa yang dikatakan Jenderal Jintao memang benar.


" Kalian boleh pilih Kamar untuk ditempati. Tapi Kapal Udara ini tidak menyediakan apapun." Ryu beranjak menuju Kamar Utama Kapal.


Benar saja, di Kamar Utama Kapal juga hanya terdapat sebuah meja dan dua Kursi tanpa ada tempat tidur.


" Sepertinya aku harus memeriksa beberapa bagian penting dari Kapal Udara ini. Jika ada bahan, aku akan membuatnya lebih kuat lagi." Ryu merasa Kapal Udara tersebut masih banyak kekurangan karena semua berbahan kayu.


" Gege..." Hong Kian dan Lan Liwei masuk ke kamar.


" Kalian bisa tinggal disini. Aku ingin memeriksa Pasukan Semesta dibawah." ucap Ryu.


" Gege... Apa kamu kesini lagi?" Tanya Hong Kian penuh harap.


" Mmmm." Ryu memahami hal itu lalu keluar dari kamar menuju Lantai dasar kapal dimana tempat tinggal Pasukan Semesta.


" Salam Tuan." Sambut mereka.


" Mmmm... Aku ingin memeriksa keadaan kapal ini dulu." ucap Ryu.


" Baik Tuan." jawab mereka serempak.


Ryu langsung berjalan menuju dimana letak Tangga untuk turun ke bagian dek kapal.


Di bagian dek kapal, Ryu terus memperhatikan secara detail cara pembuatan Kapal Udara tersebut sambil membuka sebuah Kitab tentang bagaimana cara membuat Kapal Udara.


Setelah memakan waktu beberapa jam, Ryu mulai memahami Pembuatan kapal tersebut secara detail.


" Jadi seperti itu?" Ryu kembali ke arah tangga berniat untuk kembali ke Lantai Dua Kapal dimana terdapat Kamar Utama.


" Seandainya saja ada bahan yang cukup, Aku akan membuat yang lebih kuat lagi." Ryu berfikir sambil berjalan.

__ADS_1


Sambil berjalan Ryu terus mengingat kembali apa saja yang ada di Dunia Quzhu hingga tidak terasa Ryu sudah berada di Kamar Utama Kapal.


__ADS_2