
Setelah kepergian kedua wanita tersebut, Ryu bernafas lega karena tidak ingin kejadian itu diketahui oleh Istrinya.
Meskipun dia sendiri sangat menyesal atas tindakannya tersebut, namun Ryu juga tidak mungkin bertanggung jawab apalagi harus mengurus Istri yang sudah banyak.
" Haaahh... Berapa banyak orang di luar sana rela menggadaikan kehormatannya demi mendapatkan harta ataupun kekuasaan." Ryu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.
" Ternyata kelemahanku bukan hanya Racun pembangkit gairah, tetapi juga Arak." Ryu berfikir sejenak hingga dia memutuskan untuk membiasakan diri untuk meminum arak agar di kemudian hari tidak ada lagi mengalami situasi yang sama.
" Jika begini terus, aku harus membeli semua arak untuk melatih diri." Ryu memejamkan mata meskipun tidak kelelahan.
( Di kamar lain )
Terlihat Liem Ao Ai sedang berganti pakaian tersirat sebuah kebahagiaan dari raut wajahnya.
" Tuan Pendekar Song Juan... Ternyata kamu begitu perkasa, bahkan melebihi keinginanku." Liem Ao Ai membayangkan kejadian sebelumnya sambil berjalan mendekati ranjang dengan tertatih.
" Jika saja aku tidak memiliki Pil pemulihan, mungkin saja aku masih belum bisa kesini. Tapi... Siapa Pemuda itu sebenarnya? mengapa wajahnya sangat tampan? Apa dia memiliki teknik perubahan wujud?" Liem Ao Ai kembali mengingat wajah dari Ryu yang dia kenal sebagai Song Juan memiliki wajah yang sangat tampan.
" Tok... Tok... Tok..." terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar.
" Langsung masuk saja!" Liem Ao Ai mengetahui bahwa Pelayan sedang membawa sarapan pagi untuknya.
" Permisi Manager Ai." Pelayan membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar sambil menoleh ke arah Liem Ao Ai.
' Kenapa wajah dari Manager Ai bisa berubah?' Pelayan tersebut membatin sambil menyusun makanan di atas meja.
" Pelayan... Ada apa kamu memandangku seperti itu?" Liem Ao Ai menaikkan alisnya saat Pelayan tersebut terus menatapnya.
" Maaf Manager Ai... Apakah Nona Manager Ai memiliki Pil untuk awet muda?" Pelayan merasa tertarik dengan perubahan wajah dari Liem Ao Ai yang kini kulitnya semakin kencang dan bersih mulus.
" Pelayan... Apa maksudmu? " Liem Ao Ai terlihat kesal.
" Maaf jika aku tidak sopan Manager Ai. Sepertinya Manager Ai terlihat lebih muda dari sebelumnya, itulah kenapa aku menanyakan hal itu karena aku juga merasa tertarik jika ada sebuah Pil untuk awet muda." Pelayan berkata jujur dengan apa yang baru saja dia lihat dari wajah Liem Ao Ai.
Mendengar ucapan dari Pelayan, Liem Ao Ai langsung mengeluarkan cermin dari Cincin Ruang miliknya hingga dia pun terkejut saat melihat wajahnya sendiri.
__ADS_1
' Kenapa bisa begini?' Liem Ao Ai membatin sambil mengusap wajahnya sendiri penuh dengan kebanggaan lalu melihat bagian tubuhnya yang lain juga semakin kencang dan mulus.
Liem Ao Ai berpikir bahwa perubahan yang terjadi padanya pasti ada hubungannya saat dia berhubungan intim dengan ' Song Juan ' karena saat itu terjadi Liem Ao Ai dia mendapatkan energi 'Yang' yang berlimpah dan padat dari Ryu.
Saat itu juga Liem Ao Ai dapat merasakan bahwa otot-ototnya semua bekerja dan berfungsi dengan baik karena aliran darahnya berpacu dengan hebat.
' Apakah Pemuda itu memiliki energi 'Yang' yang bisa meregenerasi sel-sel kulit, meregangkan otot atau memiliki efek penyembuhan. Sepertinya energi 'Yang' dari Song Juan masih tersisa pada milikku. Aku harus menyerapnya sebelum menghilang. Semoga saja dugaanku benar.' Liem Ao Ai merasa bersyukur karena saat Ryu melakukan pelepasan 'Yang', dia tidak segan menelan cairan kental tersebut dengan lahap disamping 'Yang' yang ada pada bagian sensitif miliknya.
" Manager Ai... Jika berkenan, aku ingin memesan Pil awet muda itu!" Pelayan berkata dengan polosnya.
" Ah.... Apa kamu? Harga Pil itu sebanding dengan Gajih mu selama lima tahun bahkan lebih." Liem Ao Ai menyembunyikan yang sebenarnya, mengingat bahwa Pil awet muda sangat mahal dan langka, melebihi Pil yang lain.
" Itu..." Pelayan mengurungkan niatnya untuk membeli Pil tersebut.
" Sudahlah, lebih baik kamu lanjutkan pekerjaanmu! Lagi pula Pil awet muda sangat langka. bahkan aku sendiri hanya mampu membeli satu Pil." ucap Liem Ao Ai.
" Baik Manager Ai... Aku pamit dulu!" Pelayan memberi hormat lalu meninggalkan kamar tersebut.
" Haaahh... Sungguh keberuntungan langit, aku tidak ingin membiarkan energi 'Yang' ini menghilang begitu saja. Energi 'Yang' Pemuda itu melebihi Pil awet muda." Liem Ao Ai mengambil posisi duduk bersila untuk menyerap energi 'Yang' tersebut.
" Pelayan... Tolong bawakan makanan terbaik ke kamarku!" Ryu menatap ke arah Pelayan yang berada di meja kasir.
" Baik Tuan Pendekar. Nanti kami akan membawanya ke kamar Tuan." Sambut Pelayan tersebut.
" Mmm." Ryu mengangguk lalu kembali ke kamar yang kini berpapasan dengan Liem Ao Ai.
" Se... Selamat Pagi Tuan Pendekar." Liem Ao Ai terlihat gugup dengan wajah memerah.
" Mmm." Ryu mengangguk seolah tidak terjadi sesuatu sebelumnya sambil melangkahkan kaki.
Setelah berada di dalam kamar, tidak lama kemudian Ryu mendengar suara ketukan pintu di kamarnya.
Dengan santai Ryu membuka pintu kamar dimana terlihat Liem Ao Ai sedang membawa makanan yang di pesan Ryu.
" Manager Ai?" Ryu mengerutkan kening sambil mempersilahkan untuk masuk.
__ADS_1
" Tidak masalah... Lagi pula aku juga bosan tidak ada kerjaan." Liem Ao Ai memahami apa yang ada di pikiran Ryu langsung masuk ke dalam kamar lalu menyusun makanan di atas meja.
" Terimakasih Manager Ai." Ryu berkata dengan tulus.
" Tidak perlu seperti itu. Apa aku boleh makan bersama denganmu?" Liem Ao Ai menoleh ke arah Ryu.
" Manager Ai... Langsung saja! Apa yang ingin kamu bicarakan? Kalau masalah untuk makan, sepertinya kamu memang sudah menyiapkan untukmu juga." Ryu menatap hidangan tersebut sangat banyak dari yang dia pesan.
" Lagi pula aku hanya menumpang di sini tanpa membayar sepersen pun. Jadi aku tidak bisa melarangmu." Lanjut Ryu.
" Karena Tuan Pendekar sudah mengetahui tujuanku, maka aku tidak sungkan lagi. Aku hanya ingin bertanya, apakah di dalam Tuan Pendekar memiliki energi 'Yang' Matahari? Aku pernah mendengar bahwa seseorang yang memiliki energi 'Yang' Matahari mampu meregenerasi kulit, menyembuhkan luka dan yang tidak kalah penting melebihi Pil awet muda bagi siapa yang mendapatkannya." Liem Ao Ai sedikit malu, namun memiliki keinginan yang kuat untuk menyerap energi 'Yang' itu kembali dari Ryu bahwa dia sangat menikmati apa yang dilakukan Ryu kepadanya yang tentu tidak pernah dia dapatkan dari Suaminya.
" Energi 'Yang' Matahari? Aku baru saja mengetahui hal itu." Ryu mengerutkan kening seolah tidak mengerti hal itu.
" Tuan Pendekar... Apa kamu mau melakukan hal itu lagi untukku? Aku sangat membutuhkannya. Aku akan memberimu satu juta Batu Roh atau lebih dari itu sesuai apa yang kamu inginkan." Liem Ao Ai tidak peduli dengan harga dirinya, yang penting dia bisa menikmati sesuatu yang membuatnya bahagia dan bangga. Disamping itu juga Liem Ao Ai ingin menyerap energi 'Yang' Matahari yang begitu berharga dari Ryu menyamai Harta langit sebanyak mungkin.
" Maaf Manager Ai... Aku tidak bisa melakukannya. Anggap saja kemaren malam kita melakukan itu tidak ada, karena posisi kita semua dalam keadaan mabuk. Lagi pula Manager Ai sudah memiliki Suami, jadi tidak pantas kita melakukan hal itu lagi." Ryu menggelengkan kepala tidak menyangka bahwa Liem Ao Ai yang awalnya dia kenal begitu baik, kini langsung berubah saat mengetahui bahwa Ryu memiliki energi 'Yang' Matahari.
" Maafkan aku Pendekar Juan... Seharusnya aku tidak melakukan hal ini, karena Harta langit yang ada di tubuh Tuan Pendekar membuatku kehilangan akal sehat." Liem Ao Ai tertunduk malu, tanpa sadar dia seperti orang yang serakah.
" Aku memahami hal itu. Siapapun yang mengetahui Harta langit itu, maka segala sesuatu akan berubah. Tapi sebagai gantinya, aku akan memberikan Harta langit yang lain." Ryu memberikan sebuah Cincin Ruang yang berisi lima jenis Harta langit masing-masing seratus buah.
" Ini." Liem Ao Ai membulatkan mata saat memeriksa isi dari Cincin Ruang tersebut.
" Mmm... Anggap saja sebagai permintaan maafku, karena telah memperlakukanmu seperti itu. Aku harap kita dapat melupakan kejadian itu, karena kita sama-sama memiliki keluarga." ucap Ryu.
" Terimakasih Tuan Pendekar. Aku juga minta maaf, karena keserakahan menguasai pikiranku." Liem Ao Ai terlihat senang, meskipun keinginannya tidak terpenuhi.
" Lebih baik kita makan dulu." Ryu mengambil tempat untuk menikmati hidangan tersebut.
" Mmm." Liem Ao Ai mengangguk lalu menyiapkan piring makanan untuk Ryu tanpa memperdulikan posisinya.
Bagi Liem Ao Ai, sangat berterimakasih kepada Ryu karena telah memberikan sesuatu yang berharga untuknya. Ditambah lagi dengan lima Harta langit yang Ryu berikan, tentu saja hal itu tidak ternilai harganya.
Begitupun dengan Ryu, dia tidak terlalu menanggapi tentang perubahan sikap dari Liem Ao Ai langsung menikmati makanan yang diberikan oleh Liem Ao Ai itu.
__ADS_1