
" Baik Yang Mulia Kaisar. Kalau begitu, kami akan menunggu di atas awan sampai Formasi itu dihancurkan." Dao Luo membawa seratus Prajurit meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah atas awan Sekte Burung Hantu.
Setelah mereka pergi, Ryu dan Tou Shuijing kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Sekte Burung Hantu.
*****
( Wilayah Sekte Burung Hantu )
Di sebuah Hutan, terlihat Ryu dan Jiu Shuijing sedang berdiri di depan sekelompok Serigala yaitu Hewan Roh tingkat langit tahap awal dan pemimpin mereka sudah mencapai tingkat langit tahap menengah.
" Tuan... Apa rencana ini berhasil?" Tou Shuijing dengan wujud bunglon menempel di bahu Ryu.
Meskipun sekarang Tou Shuijing masih belum bisa menjadi wujud Manusia, namun paling tidak sekarang dia sudah bisa berbicara.
" Shuijing... Kamu tenang saja! Aku akan menggunakan mereka untuk memasuki wilayah Sekte Burung Hantu." Ryu sambil memegang lima buah Persik Bulan di tangannya menatap ke arah sebelas Serigala yang begitu tertarik dengan apa yang dipegang oleh Ryu.
" Baik Tuan... Kalau begitu aku pamit dulu." Tou Shuijing kembali ke alam jiwa.
" Gggrrrrrr." Sebelas Serigala tersebut tidak sabar ingin merebut buah Persik Bulan dari tangan Ryu.
Pemimpin Serigala tersebut dapat merasakan tingkat Kultivasi Ryu hanya mencapai Pendekar Bumi tahap awal, dengan begitu dia berpikir akan lebih mudah untuk merebut Harta langit tersebut.
Di sisi lain Ryu yang melihat ekspresi dari kelompok Serigala hanya tertawa dalam hati dengan wajah seperti orang ketakutan.
" Ggooooaaarr." Pemimpin Serigala memberi perintah kepada bawahannya untuk menyerang Ryu.
Ryu yang melihat hal itu langsung lari ke arah dimana Pintu Gerbang Sekte Burung Hantu berada sambil mengimbangi kecepatan Serigala tersebut.
Melihat Ryu yang berlari, Pemimpin Serigala semakin senang menganggap Ryu adalah buruan yang empuk dengan mengejarnya hingga keluar dari Hutan.
__ADS_1
Saat berada di pinggir Hutan, Kelompok Serigala tersebut sesaat menghentikan pengejaran mereka.
Namun karena niat yang kuat untuk merebut Harta langit dari tangan Ryu, mereka pun kembali mengejar Ryu dengan kecepatan tinggi.
Merasakan hal itu, Ryu sedikit menaikkan kecepatan agar bisa mengimbangi kecepatan Serigala.
Setelah beberapa kini Ryu telah berada di depan Pintu Gerbang Sekte Burung Hantu dimana terdapat beberapa Penjaga sedang berdiri di tempat itu.
" Tolong!!! Ada Serigala." Ryu berteriak keras seperti orang ketakutan.
" Saudara... Siapa orang itu? Kenapa para Serigala itu mengejarnya?" Tanya salah satu Penjaga Gerbang kepada rekannya.
" Aku pikir Orang itu memiliki sesuatu yang berharga di tangannya. Lebih baik kita menolongnya dan mengambil Harta itu dari tangannya." Ucap Penjaga Gerbang yang lain.
" Tuan... Tolong aku. Aku dikejar oleh Serigala itu karena aku mengambil Buah ini untuk mengganjal perutku di Hutan." Ryu berkata dengan nafas memburu.
Mendengar ucapan dari Ryu yang sudah ada di depan mereka tentu saja sangat senang, karena yang di tangannya Ryu adalah harta langit dan menganggap Ryu tidak memiliki pengetahuan tentang Harta langit di tangannya.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung masuk ke dalam Gerbang Sekte Burung Hantu dengan nafas memburu hingga Penjaga Gerbang langsung menutup kembali pintu tersebut.
Melihat hal itu kelompok Serigala tidak berani mendekati Pintu Gerbang, karena mereka menyadari jika mereka bersikeras untuk masuk, maka nyawa mereka sebagai taruhannya.
" Saudara... Buah yang di tanganmu itu sangat menarik. Apa kamu bisa memberikan kepadaku?" Salah satu Penjaga Gerbang menatap ke arah Harta langit yang ada di tangan Ryu penuh dengan keserakahan.
" Buah ini sangat banyak di sebuah Hutan bagian sana. Tapi sayangnya aku hanya sempat mengambil lima buah saja, karena Serigala itu tadi terus mengejar ku hingga aku sampai ke tempat ini." Ryu berbicara dengan napas terputus-putus.
" Benarkah? Apa saudara bisa mengantar kami ke tempat itu?" Pemimpin Penjaga memiliki rencana lain, dimana dia ingin mengambil langsung Harta langit tersebut.
" Maaf Saudara... Aku sudah lapar sekali. Aku tidak bisa mengantar kalian. Mataku juga hampir kabur karena terus berlari semalaman penuh.' Ryu berpura-pura ingin memakan Buah Persik Bulan di tangannya.
__ADS_1
" Tu... Tunggu Saudara! Buah itu tidak bisa membuatmu kenyang. Nanti aku akan memberikan kepadamu makanan yang lain." Pemimpin Penjaga menghentikan apa yang dilakukan Ryu.
" Baiklah Saudara. Aku juga ingin menikmati makanan yang enak dari pada Buah ini." Ryu menyerahkan kelima Buah Persik Bulan kepada pemimpin Penjaga.
Pemimpin Penjaga itupun mengambil Buah Persik Bulan tersebut, lalu memberi isyarat kepada yang lain agar tidak membunuh Ryu karena mereka masih menginginkan Buah Persik Bulan yang masih belum diambil.
" Penjaga... Ada apa? Kenapa Pemuda itu bisa ada disini? Cepat usir dia!" Salah satu sosok Pria yang baru muncul merasa tidak suka dengan kehadiran Ryu.
" Ah... Tetua." Pemimpin Penjaga sekte cepat tanggap dengan situasi tersebut langsung menghampiri Tetua Sekte Burung Hantu.
" Penjaga... Ada apa?" Tetua Sekte Burung Hantu menatap tajam ke arah Pemimpin Penjaga tersebut.
" Tetua... Apa kita boleh bicara sebentar mengenai ini? " Pemimpin Penjaga mau tidak mau memperlihatkan lima buah Persik Bulan kepada Tetua Sekte Burung Hantu agar Ryu tidak diusir dari Sekte Burung Hantu.
Niat awal Pemimpin Penjaga tidak ingin ada yang mengetahui hal tersebut. Namun karena diketahui oleh salah satu Tetua dari Sekte Burung Hantu, tentu dia harus melakukan hal tersebut.
Sontak hal itu membuat Tetua Sekte Burung Hantu begitu tertarik dengan Harta langit tersebut lalu menatap ke arah Ryu dengan seksama lalu menoleh ke arah Pemimpin Penjaga.
" Penjaga... Dari mana kamu mendapatkan Harta langit itu?" Tanya Tetua begitu bersemangat sedikit mengetahui maksud dari Pemimpin Penjaga.
" Salam Tetua... Harta langit ini diberikan oleh Pemuda itu. Tadi dia dikejar oleh kelompok Serigala karena dia mengambil Harta langit di bagian terdalam Hutan di bagian barat Sekte ini. Sepertinya Pemuda itu tidak mengetahui bahwa Buah Persik Bulan ini adalah Harta langit. Hampir saja Pemuda itu memakan Buah Persik Bulan ini karena dia sedang lapar, beruntung saja aku mencegahnya. Jika tidak, mungkin Pemuda itu pasti akan mengetahui bahwa buah ini adalah Harta langit." Pemimpin Penjaga menjelaskan kepada Tetua Sekte.
" Lalu kenapa kamu masih belum mengusirnya atau membunuhnya? Bukankah Buah Persik Bulan ini sudah ada di tanganmu?" Tetua Sekte menyelidik.
" Pemuda itu mengatakan bahwa Buah Persik Bulan ini sangat banyak di Hutan sana. Jika kita memanfaatkan dia, maka kita akan mendapatkan lebih banyak lagi." ucap Pemimpin Penjaga.
" Bagaimana mungkin di Hutan sana ada Buah Persik Bulan, Kenapa kita tidak pernah menemukannya?" Tetua Sekte merasa tidak percaya.
" Aku yakin Pemuda itu memiliki penglihatan yang khusus sehingga bisa mengetahui keberadaan Harta langit ini. Bukankah di Sekte Burung Hantu selalu menerima Murid yang memiliki kemampuan khusus? Aku yakin jika Pemuda ini mau menjadi anggota Sekte Burung Hantu, maka tidak hanya Buah Persik Bulan. Tetapi juga yang lain." Pemimpin Penjaga sangat yakin bahwa Ryu memiliki kemampuan khusus.
__ADS_1
" Hhmmm... Kedengarannya masuk akal. Kalau begitu biar aku yang mengurus Pemuda itu. Ini sebuah keberuntungan langit. Bagaimanapun caranya, Pemuda itu harus menjadi anggota Sekte Burung Hantu." Tetua Sekte tersenyum kemenangan lalu berjalan mendekati Ryu.