SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PENGUASA ELEMEN PETIR


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Bing Ruyue menghela nafas seraya mencari tempat duduk sambil menatap ke arah Ryu dan bercerita.


Sejak Jutaan Tahun yang lalu Kekaisaran Awan dikuasai oleh Klan Liu.


Klan Liu dikenal sebagai banyak yang melahirkan Kultivator yang disegani oleh Kekaisaran lain.


Disisi lain Klan Li dikenal banyak melahirkan para Pedagang dan menguasai jalur perdagangan.


Klan Heng dikenal sebagai Klan Sastrawan, Klan Ji dikenal sebagai Klan Ahli Politik dan strategi, Klan Huo dikenal sebagai Klan banyak melahirkan Para Jenderal dan Prajurit, Klan Wu dikenal sebagai Klan Ahli Formasi dan Klan Song banyak melahirkan para Alkemis jenius.


Karena takut kepopuleran mereka tersaingi, Keenam Klan menjalin kerjasama untuk menggeser kekuasaan Klan Liu hingga akhirnya Klan Liu dinyatakan sudah musnah karena Para Anggota Klan Liu yang paling disegani telah diracuni oleh anggota Klan Huo berkat bantuan Klan Song yang ahli dalam Pembuatan Pil.


Keenam Klan tidak tanggung-tanggung, mereka juga meminta bantuan kepada Kekaisaran Shin untuk melancarkan rencana mereka.


Harga yang dibayar oleh Keenam Klan tersebut harus kehilangan sosok yang jenius yang mengakibatkan kematian.


Akibatnya Kekaisaran Awan dan Shin tidak memiliki Kultivator jenius, Ahli Formasi yang jenius, dan Alkemis yang jenius.


Hal itu terjadi hingga Ribuan Tahun sampai muncul satu sosok yang Jenius dari Klan Li yang dijuluki Dewa Perang yaitu Li Chun sendiri.


Namun ketika ada kemunculan Raja dari Hewan Roh, Li Chun bersama Empat sosok lain yang juga diberi julukan sebagai Dewa dari seluruh Dunia Abadi karena kejeniusan mereka yang diatas rata-rata.


Kelima Dewa itulah yang berhasil membunuh Raja Hewan Roh, Raja Iblis dan Raja Neraka meskipun Dewa Li Chun sendiri harus mati.


Saat Li Chun mati, seluruh Keluarganya juga dibunuh oleh Klannya sendiri yang mengakibatkan terjadi Perperangan di seluruh Kekaisaran Awan oleh 20 sosok pendukung Li Chun yang tergabung dari beberapa Kekaisaran dan Kerajaan di Benua Timur.


Hal itu tentu saja membuat Kekaisaran Awan yang dibantu Kekaisaran Shin banyak memakan korban.


Karena 20 sosok tersebut berencana menghancurkan Kekaisaran Awan dan Shin maka beberapa Anggota dari keenam Klan maupun Kekaisaran Shin yang tidak ingin ikut campur urusan Politik lebih memilih untuk mengungsi ke berbagai tempat untuk melindungi keluarga mereka dari kehancuran.


Beruntung saat itu ada Dua sosok Misterius yang menggagalkan rencana mereka hingga mampu memukul mundur 20 Sosok tersebut hingga kembali ke tempat masing-masing dimana salah satunya berasal dari Kerajaan Pasir Putih.


Itulah sebabnya sampai sekarang baik Kekaisaran Awan maupun Kekaisaran Shin banyak mengalami kemunduran dan akhirnya tidak ada melahirkan Kultivator jenius dan tentu saja Dua Kekaisaran dianggap paling lemah.

__ADS_1


Meskipun banyak yang sudah mencapai Pendekar Langit, namun jika dibandingkan dengan Kekaisaran lain mereka bukan apa-apa karena pemahaman Kultivator, pemahaman Alkemis, pemahaman Formasi dan pemahaman Penempa sangat minim.


Mendengar cerita dari Bing Ruyue, Ryu teringat apa yang dikatakan oleh Li Chun atas Pembantaian keluarganya saat dia dan 4 Dewa yang lain menyegel Raja Hewan Roh, Raja Iblis dan Raja Neraka.


Meskipun Bing Ruyue mengatakan bahwa ketiga Raja tersebut berhasil dibunuh, namun yang sebenarnya hanya disegel.


Hal itu memang wajar karena mereka tidak tau yang sebenarnya.


" Gege... Mungkin di wilayah Kekaisaran Awan dan Shin tidak ada yang mampu melawanmu, tapi yang aku khawatir jika mereka berasal dari Kekaisaran lain ataupun Sekte yang selalu menutup diri." Bing Ruyue mengingatkan Ryu.


Bukan tanpa alasan Bing Ruyue berkata demikian, Karena Ryu akan mencari keberadaan Hewan Ilahi yang terbilang sangat langka dan sudah pasti harus mencarinya di berbagai tempat.


Ryu juga memahami mengapa Bing Ruyue mengatakan hal itu, yang tentu sebagai seorang Istri pasti tidak ingin Suaminya celaka.


" Yue'er... Bagaimana dengan keadaan Istana?" Tanya Ryu.


" Berkat kerjasama dengan Assosiasi Matahari Timur dan tentu dengan adanya Harta langit, mereka sudah banyak kemajuan." Ucap Bing Ruyue.


" Baguslah kalau begitu." Ryu terlihat senang.


" Bagaimana dengan kedua Putri Kerajaan Pasir Putih yang kamu katakan? Kita tidak boleh meremehkan Kerajaan Pasir Putih, Jika salah langkah maka akan menimbulkan Perperangan." Bing Ruyue kembali ke topik pembicaraan.


" Yue'er... Dengan adanya kalian itu sudah cukup. Aku tidak ingin menambah Istri lagi." Ryu senyum masam.


" Tapi harus punya alasan yang jelas agar tidak menyinggung Kerajaan Pasir Putih." Bing Ruyue terlihat bingung.


" Bilang saja kalau Kaisar sedang latihan tertutup." ucap Ryu.


" Baiklah... Akan kami coba." Ucap Bing Ruyue.


" Kalau begitu aku pamit dulu. Aku harus melanjutkan perjalanan." Ryu menghilang dari pandangan kembali ke tempat semula.


Saat berada di kedalaman Hutan, Ryu bertemu dengan 50 laba-laba Tingkat Bumi Tahap Akhir.


Tanpa menunggu lama Ryu melempar Jarum yang mengandung Racun hingga setiap lemparannya mampu membunuh satu Laba-laba.


Melihat rekan mereka satu-persatu berjatuhan, laba-laba yang lain semakin marah hingga menciptakan jaring di seluruh areal Pertarungan.


Sambil bergerak mundur, Ryu terus melemparkan Jarum hingga membuat Kelompok Laba-laba semakin kesal karena tidak mampu mendekati Ryu.


Ryu memang sengaja melakukan hal itu untuk menghemat Qi miliknya jika mendapatkan lawan yang tidak terduga.


Dari 50 Laba-laba kini hanya tersisa 15. Ryu tidak henti terus melemparkan Jarum hingga tiga ada satupun yang tersisa.


Setelah berhasil membunuh 50 Laba-laba tersebut, Ryu memungut kembali Jarum yang menancap di tubuh Laba-laba, mengambil Inti Roh dan tidak lupa menarik Mayat mereka ke Dunia Quzhu.


Baru saja Ryu selesai mengumpulkan Mayat laba-laba, Kini terlihat 2 ekor Laba-laba lima kali lebih besar dari sebelumnya.


" Berani sekali kamu membunuh bawahanku Manusia." Ucap Raja Laba-laba.


" Kebetulan... Aku sangat membutuhkan Inti Roh Raja ataupun Ratu Hewan Roh seperti kalian." Ryu melirik ke arah dua laba-laba tersebut yang sudah mencapai Tingkat Langit Tahap Awal.


" Suami... Kita bunuh saja Manusia itu." Ratu laba-laba terlihat geram.


" Crruuuuss." Semburan Jaring berwarna ungu mengarah kepada Ryu.

__ADS_1


Dengan sigap Ryu langsung melompat ke belakang sambil melemparkan jarum hingga menancap pada kedua laba-laba tersebut.


Dengan serangan yang tidak terduga tersebut kedua laba-laba sangat geram melepaskan Energi Api menyelimuti tubuh mereka.


Hal ini tentu saja Ryu sangat senang, karena semakin banyak mereka mengeluarkan Qi maka semakin kuat Racun yang menghisap Energi mereka.


Tanpa menunggu lama Ryu melemparkan kembali Jarum yang keduanya hingga kembali menancap sempurna di kedua laba-laba tersebut.


' Sial... Kenapa Manusia itu selalu saja menghindar.' Raja laba-laba semakin kesal karena menyentuh Ryu saja tidak bisa.


Semakin lama mengejar Ryu, kedua laba-laba itu semakin melambat karena Energi mereka banyak yang terkuras.


Melihat hal itu Ryu hanya menunggu sampai mereka benar-benar tidak mampu bergerak lagi.


" Manusia... Racun apa yang kamu pakai?" Raja laba-laba seakan tidak percaya mereka bisa dilumpuhkan dengan mudah.


Tanpa menjawab, Ryu mengambil pedangnya lalu memotong leher kedua laba-laba tersebut lalu memungut kembali Jarum yang tertancap, mengambil Inti Roh dan menarik mayat mereka ke Dunia Quzhu.


" Baru dapat Dua, masih tersisa 98 lagi." Ryu senyum masam lalu melanjutkan perjalanan.


Semakin Ryu masuk ke dalam Hutan, semakin kuat rasa penasarannya karena ada Aura yang sangat kuat seperti sedang memanggilnya.


" Ini aneh... Mengapa Angin ini seakan membawaku masuk kedalam lagi." Ryu merasakan bisikkan angin ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.


Karena rasa penasaran, Ryu terus berjalan hingga berjam-jam kini terlihat sebuah Pohon besar seperti membelah Awan yang diselimuti Elemen Petir yang sangat kuat.


" Hahahaha... Sepertinya ada Makhluk yang bisa mengetahui keberadaanku." Suara terdengar dari pohon tersebut yang kini terlihat seperti wajah Manusia.


" Sepertinya aku tersesat." Ryu tidak ingin berususan dengan Pohon aneh tersebut.


" Kebetulan atau tidak kebetulan.... Takdir atau bukan Takdir. Pertemuan kita mungkin sudah diatur oleh Sang Pencipta." ucap pohon tersebut.


" Maksudmu?" Ryu mengerutkan keningnya.


" Makhluk tidak berpengetahuan. Asal kamu tau, Aku adalah Penguasa Elemen Petir. Para Penguasa Elemen terlahir sejak awal mula Dunia ini diciptakan." ucap Penguasa Elemen Petir.


" Maafkan aku Tuan Penguasa. Aku memang Manusia yang tidak memiliki pengetahuan." Ryu menundukkan merasa ketakutan.


" Sudahlah... Hal itu wajar saja karena tidak ada satupun Makhluk yang mengetahui keberadaan kami dan hanya kamulah yang pertama bisa melihatku. Bahkan para Dewa maupun Iblis sekalipun tidak ada yang mengetahui keberadaan kami." ucap Penguasa Elemen Petir.


" Mohon bimbingan dari Penguasa. Aku memang tidak berpengetahuan." Ryu memberi Hormat.


" Elemen yang kamu pakai sekarang hanya 10% dari kekuatan yang sebenarnya. Itu artinya jika di Dunia kalian, kamu sudah mencapai puncaknya. Dan inti Elemen Petir yang pernah kamu dapatkan di Dunia Fana hanyalah pecahan dari Inti Elemen yang sebenarnya."


" Sungguh lucu... Kalian membuat gerakan yang menggelikan hanya untuk mengeluarkan Elemen saja. Tapi jika kamu memiliki Inti Elemen yang sebenarnya, tanpa Teknik sekalipun kamu bisa menggunakannya." Ucap Penguasa Elemen Petir.


" Jika berkenan, Apa Penguasa bisa memberikan Inti Elemen itu padaku?" Ryu menundukkan kepala.


" Aku bisa memberikan Inti Elemen untukmu, tapi sayangnya fisikmu sangat lemah. Jika kamu menggunakannya maka tubuhmu akan hancur." ucap Penguasa Elemen Petir.


" Gluug." Ryu menelan ludah.


" Beruntung kamu memiliki Inti Permata dari Kerang langit itu, aku rasa masih mampu tapi itu tidak bertahan lama. Kamu harus memperkuat fisikmu lagi." Penguasa Elemen Petir mengeluarkan sebuah cahaya langsung masuk ke kening Ryu dan menyebar ke tubuhnya.


" Penguasa, apa itu?" Ryu merasakan tubuhnya menjadi hangat.

__ADS_1


" Sekarang Tubuh Dewa Agung yang kamu miliki hanya memiliki kekuatan fisik 5% itu artinya kamu harus memperkuat fisikmu lagi. Aku sudah menutup keempat Makhluk yang ada di Alam Jiwa milikmu." ucap Penguasa Elemen Petir.


" Manusia... Kami para penguasa Elemen mendiami berbagai tempat di seluruh Benua hingga di setiap Dunia. Tapi kami tinggal di tempat yang tidak diketahui oleh Makhluk apapun. " Ucap Penguasa Elemen Petir.


__ADS_2