SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
DEWI EMAS SUCI 2


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Baik Guru... Aku akan membawanya ke Perguruan Hantu Malam dan lebih berhati-hati lagi." Ling Xianzi mengambil botol tersebut.


" Haaahh... Sangat memalukan, bagaimana kamu bisa kehilangan Cincin Ruang milikmu." Wanita bergaun merah menggelengkan kepala " Ambillah ini.dan jangan sampai hilang lagi. Semoga saja mereka tidak bisa menggunakan Teknik tubuh Emas itu. Jika tidak, mereka akan menjadi penghalang Perguruan kita di masa depan." Wanita bergaun merah memberikan sebuah Cincin kepada Ling Xianzi.


" Terimakasih Guru." Ling Xianzi mengambil Cincin tersebut lalu memakainya dan memasukkan botol yang berisi serbuk mata merah.


" Kamu tunggu disini saja, nanti aku akan mengirim beberapa Murid terbaik yang akan bersamamu untuk menjelajahi Dunia kecil itu saat terbuka. Sembuhkan dirimu dulu disini." Wanita bergaun merah meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi.


...----------------...


Di sebuah Hutan terdapat sebuah Batu berukuran besar dimana terlihat sebuah cahaya berbentuk lingkaran.


Lingkaran cahaya tersebut adalah sebuah portal dimensi menuju Dunia kecil dimana baru saja terbuka.


Terlihat di depan batu besar tersebut sudah banyak yang berkumpul dari berbagai Sekte, bahkan para Kultivator bebas.


" Saudara... Sebentar lagi Dunia kecil itu terbuka. Aku harap kita tidak menyiakan kesempatan ini." ucap salah satu sosok kepada rekannya.


" Benar Saudara... Tapi kita harus berhati-hati, sepertinya banyak sekali anggota Sekte Aliran Hitam yang mencari keberuntungan." yang lain menimpal.


Dari kejauhan Ryu terus memperhatikan rombongan dari berbagai Sekte yang diantaranya adalah Sekte Kabut Ilusi, Sekte Gunung Phoenix, Sekte Lembah Api, Sekte Kuil Bambu, Sekte Menara Awan, bahkan beberapa kelompok lain yang memakai pakaian Sekte yang belum Ryu ketahui.


Dari setiap kelompok tersebut juga terdapat beberapa Prajurit yang diutus oleh Walikota Chuang untuk memastikan keamanan di tempat itu yang dikawal oleh tiga sosok yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.


Ryu yang melihat hal itu sedikit heran, ternyata Walikota Chuang telah berhasil merekrut Pendekar Surgawi.


Dalam hati Ryu sendiri sangat senang atas kebijakan dari Walikota Chuang agar wilayahnya tetap aman.


" Dengarkan semuanya. Aku adalah utusan langsung dari Walikota Chuang. Bagi siapapun yang ingin memasuki Dunia kecil ini, kalian akan dibebaskan untuk mencari Sumberdaya. Jangan sampai ada yang saling membunuh karena disana akan banyak kalian temui Hewan Roh atau yang lebih kuat lagi." Ucap Pemimpin Prajurit.


" Satu lagi... Setiap Sumberdaya yang kalian dapatkan, kalian harus memberikan kontribusi untuk kemajuan Kota Linka dan Kekaisaran Awan. Apa kalian mengerti?" tegas Pemimpin Prajurit.


" Kami mengerti." Ucap mereka serempak.


" Sambil menunggu Dunia kecil itu benar-benar terbuka, daftarkan Nama kelompok kalian semua ke tempat yang telah disediakan." Ucap Pemimpin Prajurit.


Satu-persatu mereka mendaftarkan kelompok mereka dimana semua secara bergantian.


Dari kejauhan terlihat 30 sosok wanita yang memakai penutup wajah menuju tempat pendaftaran.


Mereka adalah 22 Istri Ryu bersama delapan pengawal Penginapan Giok Bulan yang terbaik karena mereka semua sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah.


Jiang Caiping memberikan ide seperti itu karena jika mereka hanya berjumlah 22 orang, maka sudah pasti Ryu akan curiga.


Dengan bantuan delapan wanita yang bersama mereka, maka Ryu tidak akan mengetahui mereka.

__ADS_1


" Manager Ping, Apakah kita ikut kesana." ucap salah satu sosok Wanita yang bersama 22 Istri Ryu.


" Mmm... Tapi jangan sampai penyamaran kita diketahui." ucap Jiang Caiping.


" Sepertinya Pemuda yang disana adalah Suami kita." Huli Yue menunjuk ke arah satu sosok Pria yang terlihat hanya sendirian dengan perubahan wujud seperti warga biasa.


" Abaikan saja! aktifkan Armor Pelangi kalian semua agar tidak diketahui." Sheng Zhishu berbisik kepada mereka.


" Mmm." mereka mengangguk pelan sambil melangkahkan kaki.


" Waaahhh... Ternyata kali ini kita ada dua Kelompok yang semuanya wanita." ucap beberapa orang yang melihat kedatangan kelompok Sheng Zhishu dan kelompok Ling Xianzi bersama murid Perguruan Hantu Malam.


Mendengar ucapan tersebut semua langsung menoleh ke arah kedua kelompok tersebut dengan tatapan penuh menyelidik.


" Dari Sekte mana mereka?" Bisik satu sama lainnya.


" Entahlah... Sepertinya mereka bukan dari Kekaisaran Awan. Sebaiknya kita harus berhati-hati, jangan hanya melihat mereka semua wanita. Tapi aku yakin mereka jauh lebih berbahaya dari kelompok yang lain." Bisik yang lain kepada rekannya.


Satu-persatu mereka sudah mendaftarkan kelompok mereka, kini kelompok Ling Xianzi yang mendapat giliran.


" Nona, Kalau boleh tau apa nama Sekte atau kelompok kalian?" tanya salah satu petugas yang mencatat.


" Kelompok Hantu Malam." Ling Xianzi menjawab dengan santai sambil memperhatikan beberapa sosok yang ada di tempat itu.


" Hantu Malam?" gumam beberapa kelompok yang ada di tempat tersebut.


Beberapa dari mereka terlihat senang, karena mengetahui rekam jejak dari Perguruan Hantu Malam dimana mereka lebih senang bermain dengan beberapa Pria yang akhir-akhir ini sering muncul di beberapa tempat.


Terlihat dari beberapa kelompok memandang mereka penuh nafsu apalagi dilihat dari wajah mereka terbilang sangat cantik.


Di sisi lain Ryu yang melihat hal itu tentu saja ingin membuat perhitungan kepada Ling Xianzi ataupun kelompoknya tersebut.


Begitu juga dengan kelompok Sheng Zhishu berharap agar bisa bertemu dengan Ling Xianzi dan kelompoknya untuk membunuh mereka.


" Berikutnya." Petugas yang sudah mencatat kelompok Ling Xianzi lalu menatap ke arah kelompok Sheng Zhishu.


Mendengar ucapan dari Sheng Zhishu semua saling berpandangan karena nama tersebut sangat asing dan baru mereka dengar.


Dari beberapa kelompok secara diam-diam memeriksa tingkat Kultivasi mereka yang mereka anggap sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah.


Hal itu tentu saja Sheng Zhishu dengan sengaja menyamarkan tingkat Kultivasi mereka agar tidak menimbulkan perhatian.


Setelah semua sudah terdaftar, kini hanya ada satu sosok yang belum mendaftarkan diri.


Secara perlahan Ryu berjalan mendekati meja dimana tempat mencatat nama mereka.


" Tuan Pendekar... Apa kamu tidak memiliki kelompok?" Petugas yang mencatat merasa heran karena Ryu hanya sendirian.


" Aku hanya seorang pengembara, jadi tidak masalah jika hanya sendiri." Ryu bicara dengan santai.


Semua mata tertuju pada Ryu yang terlihat hanya sendirian dimana dari beberapa kelompok merasa kasihan.


Begitu pun dengan para Prajurit yang ada di tempat itu, mereka berharap agar Ryu tidak mendapatkan celaka.


" Baiklah... Kalau siapa namamu?" Petugas yang mencatat menggelengkan kepala seraya bertanya.


" Song Juan." Ryu memberikan namanya.


" Baiklah... Semua sudah selesai, jadi kita hanya menunggu beberapa saat." Pemimpin Prajurit merasa tidak ada lagi orang lain.


Setelah beberapa saat kini portal dimensi tersebut telah terbuka lebar hingga semua memasuki portal dimensi tersebut secara bergantian.


Saat terlihat sudah sedikit, Ryu dengan segera memasuki portal dimensi hingga tubuhnya menghilang.


' Ingat... Jangan sampai ada yang terlepas, bukan tidak mungkin kita akan tersebar di berbagai tempat. Pastikan semua saling berpegangan.' Sheng Zhishu memberi isyarat kepada yang lain.


Mereka pun mengangguk lalu mendekati portal dimensi dengan posisi saling berpegangan hingga tubuh mereka menghilang.

__ADS_1


...----------------...


Di Dunia Kecil :


Ryu yang baru saja masuk ke portal dimensi kini dia merasakan ada Aura yang mengerikan dimana dia hanya menatap ruang kosong di sekelilingnya.


Entah berapa lama Ryu berada di tempat itu hingga secara tiba-tiba kakinya bertumpu pada tanah lapang dengan keras hingga membentuk kawah kecil.


" Haaahh... Sangat mengerikan." Ryu keluar dari kawah kecil tersebut sambil memeriksa wilayah sekitar.


" Ternyata benar dugaanku." Ryu tidak mendapatkan seorangpun di sekitarnya.


Ryu berfikir bahwa seorang yang menciptakan Dunia kecil tersebut memang sengaja menempatkan dirinya di tempat yang berbahaya karena dia dapat merasakan Aura samar-samar dari kejauhan.


Sambil memeriksa keadaan sekitar, Ryu berjalan ke arah bagian barat dari tempatnya karena dia merasakan ada sesuatu yang menarik.


Saat sudah berjalan sekitar seratus meter, Ryu tertarik pada sebuah Goa yang tidak jauh dari tempatnya.


Dengan meningkatkan kewaspadaan Ryu berjalan mendekati mulut Goa tersebut hingga terlihat ada seekor Singa yang memiliki ukuran setinggi lima meter.


" Sepertinya aku kedatangan tamu." Singa Darah Besi tersebut keluar dari Goa menyambut kedatangan Ryu.


" Tingkat Surgawi tahap awal? Tapi kekuatannya sangat besar." Ryu bergumam.


" Cepat pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran." Singa Darah Besi melepaskan Aura Intimidasi yang sangat kuat dengan nada mengancam.


" Kau pikir aku takut? Ryu. menyipitkan matanya dalam posisi siap bertarung.


" Jika itu pilihanmu maka aku tidak akan segan lagi." Singa Darah Besi langsung melompat menyerang ke arah Ryu dengan cakaran.


Melihat hal itu Ryu juga tidak tinggal diam langsung melepaskan Bola Petir ke arah singa


" Bboooom." Pertemuan kedua serangan membuat pepohonan langsung hancur membuat mereka mundur beberapa langkah kebelakang.


Dengan Pedang Naga Petir Ryu membalas serangan tersebut dengan beberapa tebasan membuat Singa Darah Besi melompat ke samping.


" Ggooooaaarr." Singa Darah Besi mengaum keras membuat wilayah sekitar rusak total.


Ryu yang mendapatkan serangan tersebut kembali bangkit sambil melempar sebuah jarum hingga menancap di bagian dada Singa Darah Besi.


Singa Darah Besi yang merasakan serangan tersebut kini terlihat marah kembali melancarkan serangannya hingga setiap ke arah Ryu.


" Cakar Harimau " Singa Darah Besi melompat ke arah Ryu


" Traaang... Traaang... Traaang, " Pertemuan antara Pedang dengan Cakaran harimau.


Kejadian itu pun membuat Singa Darah Besi semakin marah karena terus melancarkan serangannya.


Begitu juga sebaliknya Ryu tidak mau kalah, kembali menghadang serangan Singa Darah Besi.


Suara pertarungan sengit itupun menggema di udara hingga mereka terlihat beberapa pepohonan mulai bertumbangan.


Dalam pertarungan tersebut Ryu dan Singa Darah Besi kini terlihat seimbang hingga memakan waktu cukup lama.


'' Sambaran petir." Ryu melepaskan Pukulannya yang diselimuti Petir Hitam.


" Bboooom." Dengan langkah Hantu Harimau Petir Ryu membentuk sebuah bayangan membuat Singa Darah Besi terlempar puluhan meter.


Tidak ingin terlalu lama Ryu melompat ke arah Singa Darah Besi sambil sebilah Pedang di tangannya.


" Craaash... Craaash... Craaash." Ryu berhasil membuat luka sayatan pada Singa Darah Besi.


" Aaarrrggghhhh." Singa Darah besi merasakan tubuhnya seperti terbakar.


" Gelombang Harimau Petir." Teriak Ryu menciptakan puluhan Harimau dari Petir.


" Wuush." Puluhan Harimau yang terbentuk dari Energi Petir menuju ke arah Singa darah besi.

__ADS_1


" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat tertuju kepada Singa Darah Besi membuatnya terpental puluhan meter.


__ADS_2