SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SENJATA ROH TINGKAT LANGIT


__ADS_3

" Ryu'er... Hua'er sudah lama hidup menderita, aku harap kamu bisa melindunginya." ucap Xie Tang.


" Maksud Ketua?" Ryu menyipitkan matanya.


" Sepertinya aku akan menceritakan ini kepadamu." Xie Tang menghela nafas panjang.


Xie Tang pun menceritakan tentang Xie Hua mulai dari awal dia berada di Klan Xiong hingga sampai dia berada di Klan Xie sampai sekarang.


Mendengar cerita tentang hidup Xie Hua, Ryu merasa Prihatin dan merasa bersalah karena membawa Xie Hua masuk ke dalam Rencananya.


Meskipun Ryu tidak akan menyentuhnya, namun tentu saja membuat Xie Hua akan susah untuk menjalani kehidupannya di kemudian hari.


Ryu pun berjanji dalam hati Akan menjaga Gadis tersebut dan membuatnya lebih kuat agar bisa mencari Pendamping hidupnya sebelum dia meninggalkan Benua Pembantaian.


Begitupun dengan Klan Xie, Ryu juga berjanji akan membantu mereka agar lebih kuat hingga setara dengan Lima Klan Besar lainnya jika sudah mendapatkan banyak Sumberdaya.


Disisi lain, Xie Tang sudah memiliki pemikiran lain dengan Status Ryu mengingat apa yang dikatakan oleh Xie Dong, Xie Kai dan Xie Tong bahwa Ryu memiliki Tubuh Baja tingkat sempurna dengan kata lain, Ryu sudah banyak menjalani Pertarungan Hidup dan mati.


" Ketua... Mohon terimalah ini sebagai ucapan terimakasih karena telah menjadikan aku sebagai Anggota Klan ini." Ryu memberikan 5 Peti besar masing-masing berisi Harta Langit untuk meningkatkan Fondasi.


Ryu memberikan itu karena di dalam Dunia Quzhu sudah berlimpah bahkan seperti mengkonsumsinya sebagai camilan.


" Ryu'er... Ini... Ini sangat banyak. Bahkan Klan Nomor satu saja tidak memiliki Harta Langit seperti ini." Xie Tang seakan tidak memiliki Tulang karena melihat hal Langka seperti itu.


" Seperti yang sudah aku katakan, aku tidak ingin seperti benalu di Klan ini." ucap Ryu.


" Aku akan membagikan ini untuk Hua'er dan Kultivator Muda di Klan Xie." Xie Tang menahan diri karena seakan mau Pingsan.


" Untuk Istriku, Ketua tidak perlu Khawatir. Biar aku yang mengurusnya. Jika Sudah habis, Ketua tinggal bilang saja kepadaku." ucap Ryu.


Mendengar ucapan tersebut, Xie Tang langsung goyang dari tempat berdirinya sambil menatap Ryu yang seakan memiliki ladang Sumberdaya saja.


" Kalau begitu aku pamit dulu. Jangan lupa, sembunyikan hal ini kepada siapapun." Ryu langsung keluar dari Ruang Ketua Klan.


Xie Tang yang dari tadi hanya mematung, kini langsung buyar dari lamunannya lalu menyimpan Harta Langit tersebut ke dalam Cincin Ruang miliknya.


" Aku harus teliti dengan Harta ini agar tidak bocor ke Klan lain." Xie Tang langsung Keluar untuk mencari Para Tetua.


Sesampai di rumah, Ryu langsung disambut oleh Xie Hua yang terlihat sedang menunggunya.


" Gege... Kamu dari mana saja?" Xie Hua berusaha membiasakan diri dengan status barunya.


" Aku baru saja dari Rumah Ketua. Hua'er... Satu Bulan lagi kita akan mendaftar di Akademi Naga Langit. Aku harap kita bisa mencapai Pendekar Alam Tahap Awal." Ucap Ryu.


" Gege... Itu sangat Sulit bisa memakan waktu bertahun-tahun." ucap Xie Hua.


" Kita harus mencobanya." Ryu memberikan Pil Krisan Kultivasi Tingkat Suci sebanyak 20 Pil.


" Gege.. Ini..." Xie Hua meneteskan Air matanya penuh haru.


" Aku rasa itu cukup. Nanti saat di Akademi, aku akan mencari Sumberdaya lebih banyak lagi." Ryu terpaksa membagikan Pil tersebut dari jatah Tujuh Istrinya.


" Gege... Terimakasih banyak." Xie Hua secara spontan langsung memeluk Ryu.


" Hua'er... lebih baik sekarang kamu langsung Berkultivasi. Nanti aku akan menyusul." Ryu sambil mengusap Rambut Xie Hua.


" Mmmmm'' Xie Hua langsung mencium bibir Ryu lalu berjalan menuju kamar.


" Haaahh... Sampai kapan sandiwara ini berakhir." Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura mengelilingi Rumahnya langsung menuju Dunia Quzhu.

__ADS_1


Sesampai di Istana, Ryu melihat seisi Istana masih Kosong " Sepertinya Mereka masih Berkultivasi." Ryu mengirim pesan Jiwa kepada Ketujuh Istrinya.


Setelah menunggu beberapa saat, Istrinya sudah keluar dari Ruang Kultivasi sambil menatap Ryu penuh arti.


" Sayang, ada apa? Aku kira masih bersenang-senang dengan Istri Baru." Sheng Zhishu tersenyum sambil berjalan mendekati Suaminya.


" Kalian jangan buruk sangka, aku tidak pernah menyentuhnya." ucap Ryu.


" Apa dia jelek sekali?" Tanya Xin Chie.


" Bukan masalah itu. Apa kalian mau aku menambah satu Anggota Keluarga lagi? Lagi pula tujuanku hanya untuk mendapatkan Sumberdaya." ucap Ryu.


" Sayang, ada apa kau memanggil kami?" Tanya Huli Yue.


"Aku butuh bantuan kalian agar bisa mencapai Pendekar Alam Tahap Awal. Karena dalam satu bulan lagi akan ada penerimaan Murid Baru." Ucap Ryu.


" Kalau begitu, lebih cepat lebih baik." Yuwang langsung menarik tangan Ryu menuju Kamar.


" Haaahh... biarkan yang muda duluan, besok malam bergantian. Lebih baik kita lanjutkan untuk memperkuat Fondasi." ucap Sheng Zhishu.


" Mmmmm'' Mereka kembali ke Ruang Kultivasi.


...****************...


Satu Bulan telah berlalu, Ryu telah keluar dari Dunia Quzhu kembali ke Rumah Kediamannya " Semoga saja belum Terlambat." Ryu memperlihatkan kamarnya masih tertutup yang menandakan bahwa Xie Hua belum selesai.


" Sebaiknya aku menanyakan kepada Ketua Klan." Ryu bergegas menuju ke Ruang Ketua yang terlihat mereka sedang berdiskusi dengan para Tetua lain.


" Salam Ketua... Para Tetua" Ryu memakup tangan memberi hormat.


" Ryu'er... Selamat, sepertinya kamu sudah menerobos." Xie Tang terlihat senang dengan kemajuan Ryu.


" Selamat Tuan Ryu." Para Tetua lain merasa senang.


" Apa Hua'er sudah menerobos?" Xie Tang penasaran.


" Aku kira sedikit lagi. Aku yakin dia juga akan menerobos." Ryu sangat yakin.


" Ryu'er... Aku percaya padamu." Xie Tang terlihat senang.


" Ryu'er... Besok pagi kita akan menuju kediaman Klan Lang. Karena disana Semua Calon Murid Akademi akan berkumpul." ucap Xie Dong.


" Senior, apa di Klan Lang kita bisa menemukan Sumberdaya?" Tanya Ryu.


" Sumberdaya Klan diprioritaskan untuk Klan saja. Tidak untuk dijual untuk umum." Xie Dong menjawab.


" Tuan Ryu, untuk mendapatkan Sumberdaya hanya bisa didapatkan melalui misi. Dan itu semua berada di Wilayah Akademi. Sedangkan untuk Wilayah Klan hanya sedikit, harus mencari di Kedalaman Hutan. Itupun kalau beruntung." Ucap Xie Kai.


" Tuan Ryu, di dalam Akademi tidak diperbolehkan untuk memakai Cincin Ruang. Jadi kita hanya bisa menggunakan Kantong Dimensi yang berukuran 1x1 meter." Xie Tong memberikan sebuah Benang buntalan.


" Bagaimana cara untuk memasukkan Pedangku? " Ryu terlihat murung.


" Tuan Ryu kalau untuk senjata hanya bisa ditenteng saja. Jadi Untuk Kantong Dimensi hanya untuk bekal Hari-hari. Karena jika ketahuan menggunakan Cincin Ruang maka akan langsung dikeluarkan." Xie Kai menambahkan.


" Ryu'er... Akademi melakukan hal itu karena disana banyak Sumberdaya. Jadi akan Mudah ketahuan jika ada salah satu Murid yang mencuri." ucap Xie Tang.


" Sepertinya Aku harus membuat Sarung Pedang ini." Ryu mengeluarkan Pedang Naga Pembelah Gunung.


" Senjata Roh Tingkat Langit? Bahkan Auranya sangat kuat." Semua menatap Ke Arah Pedang Naga Pembelah Gunung.

__ADS_1


" Tuan Ryu, boleh Aku mencobanya? " Xie Kai Penasaran dengan Pedang tersebut karena bentuknya Sangat Besar berwarna Hitam bahkan tidak layak dikatakan Pedang.


" Silahkan! jika kamu mampu mengangkatnya, maka akan kuberikan padamu." Ryu meletakkan Pedang tersebut.


Mendengar perkataan dari Ryu, Para Tetua lain merasa ingin mencoba mengangkat Pedang tersebut karena mereka fikir Pedang itu hanya memiliki bobot sekitar 50 Kg.


Tanpa menunggu lama Xie Kai langsung memegang ganggang Pedang tersebut, namun sekeras apapun dia mencoba Pedang tersebut tidak bergeser sedikitpun.


" Seberat itu?" mereka terkejut melihat Xie Kai sampai bercucuran keringat berusaha untuk mengangkat Pedang tersebut.


" Aku menyerah." Xie Kai tidak sanggup lagi karena Energinya seakan terhisap oleh Pedang tersebut.


Para Tetua yang penasaran juga ingin mencoba untuk mengangkat Pedang tersebut bahkan Ketua Klan Xie juga saking penasarannya juga mencoba keberuntungan.


Hal yang tidak mereka ketahui Sudah Ratusan Inti Siluman Naga yang ada di Pedang tersebut saat berada di Dunia Fana, ditambah lagi dengan Inti Hewan Roh yang selama ini Ryu Buru membuat Pedang tersebut sangat Berat dan haus Darah.


Mereka langsung teringat mahar yang diberikan Ryu kepada Xie Hua karena mereka menganggap kedua Pedang itu satu Tingkat, namun kali ini mereka menganggap Pedang milik Ryu memiliki Tingkat yang lebih tinggi lagi.


Meskipun Ryu menambah Kekuatan Pedangnya menjadi Senjata Roh Tingkat Langit, namun jika digabungkan dengan asalnya Senjata kelas Dewa tentu saja akan memiliki keunikan tersendiri.


" Tuan Ryu, senjata jenis Apa ini.?" Xie Kai masih penasaran.


" Aku juga tidak tau. Pedang ini Pemberian dari Guru." Ryu kembali memasukkan Pedang tersebut.


" Tuan Ryu, Sepertinya ini akan cocok untuk membuat sarung dan ganggang Pedang milikmu. Ini Pohon Batu yang berusia Ribuan Tahun. Dengan ini Aura yang ada pada Pedangmu akan ditutup." Xie Tong mengeluarkan Sebuah Kayu berukuran Besar Berwarna Hitam mengkilap.


" Terimakasih Senior. sepertinya ini sangat cocok." Ryu langsung memasukkan benda tersebut." Kalau begitu aku pamit dulu, mungkin Hua'er sudah menyelesaikan Kultivasinya." Ryu langsung keluar Ruangan menuju kediamannya.


" Haaahh... Aura Pedang itu seakan mencekik leherku." Gumam Xie Tong.


Sesampai di Rumah Kediamannya, Ryu langsung disambut oleh Xie Hua yang terlihat senang karena telah berhasil mencapai Pendekar Alam Tahap Awal.


" Gege... Aku berhasil." Xie Hua terlihat senang langsung memeluk Ryu menempelkan tubuhnya.


" Hua'er... Selamat. Besok Pagi kita akan berangkat ke Klan Lang untuk menjadi Murid Akademi Naga Langit." Ryu mengusap Rambut Xie Hua tidak bisa mengelak lagi karena Xie Hua seakan terus menempel padanya.


" Gege... Sejak awal kita Menikah, kenapa kamu tidak mau melakukan itu padaku? Apa aku kurang Cantik untukmu?" Xie Hua penasaran sambil memegang tangan Ryu membawanya ke Kamar.


" Hua'er... Kamu masih usia 16 Tahun, masa depanmu masih panjang. Tunggu Sampai kamu sudah Berusia 20 Tahun." Ryu mengulur waktu sambil mengikuti Xie Hua yang menariknya.


" Baiklah. Gege... Aku tidak pernah sedekat ini pada seorang Pria. Jadi jangan kecewakan aku." Xie Hua yang sudah duduk di atas Ranjang bersama Ryu langsung menyandarkan Kepalanya di bahu Ryu


" Mmmmm'' Ryu hanya tersenyum sambil mengusap bahu Xie Hua.


Ryu berfikir dengan Wajah Cantik Xie Hua, Pasti dia akan menjadi Primadona di Kemudian hari.


Bahkan bisa dibilang bisa menjadi menantu Klan Besar, itu sebabnya Ryu ingin membuat Xie Hua lebih kuat lagi, agar bisa menjaga diri dari Orang jahat.


" Hua'er... Ini untukmu!" Ryu memberikan Harta Langit Untuk memperkuat Fondasinya.


" Gege, apa ini?" Xie Hua melihat Kelima jenis Harta Langit tersebut begitu Asing untuknya


" Hua'er.. Ini Namanya Buah Tangan Budha, fungsinya untuk memperkuat Jiwa" Ryu sambil memegang buah tersebut.


" Ini namanya Anggrek Darah Naga untuk memperkuat Tulang, Ini Ginseng Air untuk memperkuat Kulit, Ini Persik Bulan untuk meningkatkan Qi, dan ini Apel Matahari untuk memperkuat Elemen. " Ryu menjelaskan satu-persatu.


" Aku pernah mendengarnya, tapi aku baru tau bentuknya seperti ini. Gege, Terimakasih." Xie Hua senang karena Harta Langit tersebut susah dicari, bahkan untuk sebutir saja.


" Jangan terlalu fokus untuk Meningkatkan Kultivasi, tapi kamu harus memperkuat Fondasi terlebih dulu. Jika sudah habis, kamu tinggal minta padaku sampai semua mencapai Fondasi Tingkat Naga Langit." ucap Ryu.

__ADS_1


" Mmmmm''. Xie Hua memeluk tubuh Ryu.


" Sudahlah, jangan seperti anak kecil. Kamu tidur saja dulu, aku ada pekerjaan sedikit." Ryu membaringkan tubuh Xie Hua yang menurut lalu meninggalkan Kamar.


__ADS_2