SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
MELATI EMAS


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Gege... " Ting Ye menoleh ke arah Ryu saat merasakan kehadirannya.


" Mmmmm... Lanjutkan saja. " Ryu tidak ingin mengganggu mereka.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Sambut mereka sambil menundukkan kepala.


" Gege... Kami sedang membicarakan masalah kemunculan Kera berbulu Emas di berbagai tempat Wilayah Kota Linka." ucap Ting Ye.


" Kera berbulu Emas? Apa mereka termasuk Hewan Ilahi?" Ryu mengerutkan keningnya.


" Benar Yang Mulia Kaisar, Kami tidak tau dari mana mereka datang. Yang jelas mereka muncul begitu saja." ucap salah satu sosok.


" Kalau begitu biar Kekaisaran Awan yang menanganinya. Jadi kalian tidak perlu khawatir." Ryu merasa tertantang untuk menjajal kemampuan barunya.


" Baiklah kalau begitu, Aku anggap semua sudah selesai." Ucap Ting Ye.


" Kalau begitu Kami pamit undur diri." Beberapa sosok langsung meninggalkan ruangan.


" Gege... Akhirnya kamu datang." Ting Ye langsung mengalungkan tangannya di leher Ryu.


" Aku akan menjemputmu, karena Pernikahan tidak lama lagi." ucap Ryu.


" Gege... Apa kamu tidak ingin bermalam disini?" Ting Ye sedikit menggoda.


" Baiklah... Sudah kewajiban seorang Suami." Ryu senyum ramah menggandeng Ting Ye seraya berjalan menuju kamar.


Setelah berada di dalam Kamar, Ryu memberikan Kalung kepada Ting Ye yang tentu saja membuat Ting Ye merasa senang.


Tidak lupa Ryu menjelaskan tentang manfaat dari Kalung tersebut dengan penuh semangat Ting Ye meneteskan darahnya seketika dia merasakan keberadaan Pemilik Kalung Teleportasi yang lain.


Pada keesokan hari Ryu membawa Ting Ye ke Istana Kekaisaran Awan dimana terlihat seisi Istana dipenuhi dengan dekorasi riasan pengantin dan terlihat juga telah tersedia Kursi Pelaminan yang terlihat indah.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Sapa beberapa Pelayan saat berpapasan dengan Ryu.


" Mmmm" Ryu mengangguk menyapa ramah mereka.


Semua Pelayan yang baru saja bertemu dengan Ryu, seakan terhipnotis dengan Ketampanannya yang masih terlihat Muda dan berkharisma.


Saat mereka berangan-angan lamunan meraka kini terhenti saat melihat kedatangan Permaisuri dan Ratu yang lainnya.

__ADS_1


Ryu yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala karena menurutnya Dekorasi tersebut berlebihan.


Namun itu semua sudah diatur oleh Xie Hua, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan yang terlihat sangat antusias.


" Sebaiknya Riasan seperti ini adalah untuk Kalian." Ryu menoleh ke arah Istrinya.


" Tidak masalah Gege... Situasi yang dulu bukan hal yang tepat." ucap Wang Mingjun.


" Baiklah jika itu yang kalian inginkan." Ryu kembali ke Kamar berencana untuk memberitahukan hal itu kepada Jiang Caiping.


Saat berada dalam Penginapan Giok Bulan sebelumnya, Ryu tidak merasakan kehadiran Jiang Caiping lalu memutuskan untuk menuju Ke Penginapan Utama Giok Bulan yang ada di Gunung Cahaya Bulan.


Sesampai di tempat tersebut, Ryu melihat tempat tersebut sudah Ramai dan banyak pengunjung.


" Eh... Siapa Pemuda itu? sepertinya dia baru keluar dari kamar Manajer Caiping." Bisik beberapa Pelayan yang baru saja mengenal Ryu.


" Dia adalah Suami Manajer Caiping." Bisik salah satu Pelayan tanpa memberitahukan Identitas Asli Ryu.


" Salam Tuan." Sapa beberapa Pelayan.


" Mmmm." Ryu mengangguk seraya memperhatikan dari beberapa Pelayan tersebut ada Lima Sosok Wanita Cantik yang pernah dia sembuhkan saat berada di Markas Tuan Kelinci.


" Gege... " Jiang Caiping berlari kecil menuju ke arah Ryu berada.


" Ping'er... Sepertinya tempat ini sudah ramai." Ryu memperhatikan beberapa Pengunjung.


" Ini semua berkat bantuan Gege. Banyak para pengunjung yang betah tinggal disini bahkan beberapa ada dari Kekaisaran lain untuk berlibur." Ucap Jiang Caiping.


" Pengawal disini juga sudah banyak, termasuk Kelima Wanita itu. Disamping sebagai Pelayan, mereka juga sebagai Pengawal. Mereka sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah, Sungguh Prestasi yang hebat." Jiang Caiping memuji kelima Wanita tersebut.


Ryu juga merasa kaget karena saat Pertama kali mereka bertemu masih berada di Pendekar Bumi Tahap Awal namun kali ini mereka sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah.


Setelah memperkenalkan Suaminya, Jiang Caiping membawa Ryu menuju ke Kamarnya karena ada beberapa hal yang mereka ingin bicarakan.


" Tidak perlu merasa bersalah, Aku juga faham bagaimana layaknya Kaisar." Jiang Caiping berusaha untuk menyadari kondisi tersebut.


" Untuk itu Aku mengundangmu untuk kesana." Ryu sambil duduk di kursi.


" Gege... Undangan Pernikahan itu aku sudah membacanya, kamu tenang saja aku pasti akan datang." Jiang Caiping tersenyum.


" Ping'er... Aku ada Hadiah untukmu." Ryu mengeluarkan Kalung lalu memasang di leher Jiang Caiping.


" Gege... Ini sangat Indah." Jiang Caiping sangat senang lalu memeluk Suaminya.


" Ah... Aku lupa. Kakek ada menitipkan Sesuatu untukmu." Jiang Caiping mengeluarkan sebuah Bola Kristal.


' Auranya sangat kuat melebihi Jenderal Naga Neraka.' Ryu merasakan Aura dari Bola Kristal tersebut.


" Terimalah. Kakek mengambil ini dari salah satu Anggota Sekte Iblis Neraka yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Akhir. Untung saja Kakek bisa selamat berkat bantuan rekannya." Jiang Caiping memberikan benda tersebut kepada Ryu.


" Mmmmm." Ryu mengambil Bola Kristal lalu menyimpannya.


' Sepertinya Bola Kristal itu sangat berharga. Butuh waktu lama untuk menyimpan Roh yang ada di dalamnya ke Kristal Mutiara.' Ryu membatin karena Aura Jahat pada Roh didalamnya sangat kuat.


" Ping'er... Ada hal yang aku tunjukkan padamu." Ryu memegang tangan Jiang Caiping menuju Dunia Quzhu.


Ryu berfikir meskipun Jiang Caiping hanya Selirnya, namun Ryu tidak ingin pilih kasih kecuali untuk Kalung Teleportasi karena dia tidak ingin orang lain mengetahui keberadaan Istrinya yang lain atas permintaan Sheng Zhishu.


" Gege... Ini?" Jiang Caiping tidak henti dengan rasa kagum.


" Ini adalah Dunia Quzhu ciptaan ku. " Ryu memperlihatkan Tumbuhan Sumberdaya dan Harta langit yang tumbuh subur.

__ADS_1


" Sepertinya Waktu disini sangat cepat." Jiang Caiping merasakan Aura di Dunia Quzhu.


" Mmmmm... Satu hari di Dunia Abadi, disini kita menghabiskan waktu selama Seratus hari. Itu artinya Tiga Bulan lebih." Ryu menjelaskan.


" Gege... Apa aku boleh mengajukan Permintaan?" Jiang Caiping menginginkan waktu lama untuk bersama Ryu.


" Apa itu?" Tanya Ryu.


" Temani aku selama Selama seratus hari disini. Disamping itu Aku juga ingin berlatih dan Berkultivasi." Jiang Caiping membuat permohonan.


" Baiklah... Aku akan menemanimu. Ryu membawa Jiang Caiping menuju ke sebuah Pohon Akar Jiwa langit dimana terdapat sebuah Danau tempat Ikan Nian Ekor Tujuh yang kini sudah bertambah banyak.


" Ping'er... Ikan Nian Ekor Tujuh inilah yang menghasilkan Batu Roh untukku. Jika kamu menginginkan, kamu bisa ambil sepuasnya." Ryu memperlihatkan kepada Jiang Caiping.


Tidak sampai disitu, Ryu juga memperlihatkan Pohon Akar Jiwa langit dan fungsinya.


" Haaahh... Pantas saja Gege memiliki Harta langit yang berlimpah, Apalagi ditambah Batu Roh yang tidak bisa habis itu artinya Gege adalah orang terkaya di Benua Timur ini." Jiang Caiping tidak henti dengan rasa kagum.


" Gege... Aku punya sesuatu untukmu. Semoga tanaman ini bisa tumbuh subur disini." Jiang Caiping memberikan sebuah Botol giok.


" Ping'er... Apa isinya?" Ryu menatap ke arah Botol giok tersebut.


" Didalamnya ada Biji Melati Emas yang hanya bisa tumbuh di Dunia Dewa, aku membawanya dari tempat asalku." Jiang Caiping menjelaskan.


" Melati Emas? " Ryu mengerutkan keningnya.


" Aku dengar Melati Emas bisa meningkatkan Kultivasi Seperti Pil Kultivasi bahkan lebih cepat lagi. Selain itu melati Emas memiliki Aroma yang sangat kuat hingga mencapai Ribuan kilometer yang tentu saja akan menjernihkan pikiran." ucap Jiang Caiping.


" Waktu Tumbuh Selama Seratus Tahun, Itu Artinya Gege membutuhkan waktu Setahun agar Melati Emas bisa digunakan." Lanjut Jiang Caiping.


" Ping'er... Ini sangat luas biasa. Aku akan menanamnya di depan Istana." Ucap Ryu.


" Mmmm." Jiang Caiping mengangguk.


" Ping'er... Kamu ambil sepuasnya Batu Roh itu dan juga yang lain. Aku akan menanam ini dulu." Ryu bergegas kembali ke Istana.


Sesampai di Istana Emas, Ryu mengeluarkan Spiritualnya lalu menanam Biji Melati Emas tersebut.


Selesai menanam, Ryu menuju Ruang Penempa lalu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura dan mengeluarkan Bola Kristal lalu menyatukan ke Kristal Mutiara Roh didalamnya bisa ditarik.


" Sepertinya butuh waktu lama." Ryu melihat kedua benda tersebut seakan berlawanan lalu keluar dari Ruangan tersebut menuju Istana.


" Gege... Aku sudah selesai." Jiang Caiping berlari kecil ke arah Ryu.


Ryu pun mengajak Jiang Caiping menuju ke sebuah Kamar lain, karena di Kamar Utama terpampang Lukisan Ketujuh Istrinya yang lain dan tentu saja akan mengundang pertanyaan bagi Jiang Caiping.


Pada Keesokan hari Ryu dan Jiang Caiping keluar dari Dunia Quzhu, Ryu juga berpamitan kepada Jiang Caiping langsung menuju Istana Kaisar.


......................


Pada Hari Pernikahan terlihat Ryu sedang duduk di kursi Pelaminan bersama Ling Queqi dan Ling Xianzi.


Disamping kiri dan kanan meraka juga terlihat Xie Hua, Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Jiang Caiping.


Sebenarnya Jiang Caiping hanya ingin menjadi Tamu undangan saja, namun karena desakan dari Istri Ryu yang lain akhirnya dia menyetujuinya.


Di dalam Kursi lain juga terlihat Menteri Li Shang, Menteri Wang Cun, Menteri Shu Miyo, dan Menteri Qin Jian.


Di tempat lain terlihat Delapan Jenderal yang berjaga dimana terdapat Jenderal Li Chun, Jenderal Tianli, Jenderal Bizhu, Jenderal Suwu, Jenderal Chuang, Jenderal Yuchen dan tidak lupa Jenderal Heilong.


Di Kursi Kehormatan juga terlihat Bi Zhang Walikota Moguo bersama Keluarga, Mo Li Walikota Bayin bersama keluarga, Lu Bu Walikota Lupeng bersama keluarga, Gu Bei Walikota Heson bersama Keluarga, Xuan Lao Walikota yang baru Ryu angkat juga bersama keluarga Serta Empat Walikota lain.

__ADS_1


Tamu undangan dari Klan juga terlihat yaitu Wang Chuyin Ketua baru Klan Wang, Shu Yao ketua baru Klan Shu, Qin Ming ketua baru Klan Qin, Ling Linzhu ketua Klan Ling dan satu Cheng Mao Ketua Klan Cheng sebagai pendukung baru Kekaisaran karena Klan Li hanya terdapat kurang dari lima belas Anggota saja.


Di Kursi tamu untuk Sekte Aliran Putih juga terlihat Long Mubai Paktriak Sekte Naga Emas yang sudah berusia Lebih dari 200 Tahun tapi masih terlihat Muda, Gou Liang Paktriak Sekte Menara Awan sudah berusia Lebih dari 200 Tahun namun masih terlihat Muda dan satu Wanita yang terlihat masih Muda dan Cantik tapi sebenarnya sudah berusia lebih dari 150 tahun yaitu Bing Ruyue Maktriak Sekte Lembah Es.


__ADS_2