
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Setelah melakukan perundingan, mereka semua membubarkan diri dan memberitahukan hasil rapat tersebut kepada Ling Queqi dan Ling Xianzi.
......................
Di Istana Kekaisaran Shin terlihat Satu sosok sedang duduk di Kursi Kebesarannya bersama Enam sosok Pria Sepuh.
" Yang Mulia Kaisar Hye Gang, Kami datang kesini untuk memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar bahwa ada satu sosok berdarah Klan Liu yang sekarang sudah menjadi Kaisar di Kekaisaran Awan." ucap Li Sobay.
" Jadi begitu... Sangat sulit dipercaya, bagaimana Para Leluhur terdahulu bisa menyisakan Anggota Klan Liu. " Ucap Shin Hye Gang.
" Kami juga tidak tahu Yang Mulia. Yang jelas Pemuda itu bisa mengangkat Pedang Biru dan artinya dia memang berdarah Klan Liu." ucap Li Sobay.
" Kalian terlalu ceroboh bagaimana kalian bisa mengikrarkan Sumpah Langit seperti itu." Shin Hye Gang menggelengkan kepala.
" Pemuda itu benar-benar licik, dia mampu menyamarkan tingkat Kultivasinya menjadi Pendekar Alam Tahap Awal, Tapi Kekuatan seperti Pendekar Bumi Tahap Menengah bahkan lebih." Huo Banlian ikut bersuara.
" Kalau begitu kita harus menyusun rencana matang-matang, Apalagi Pemuda itu dibawah Perlindungan Assosiasi Matahari Timur." Shin Hye Gang mengerutkan kening.
" Lalu bagaimana dengan Utusan Yang Mulia Kaisar untuk mencari keberadaan jasad Dewi Phoenix Api itu?" Tanya Huo Banlian.
" Dia sudah mati, tapi sekarang sudah diganti dengan Putrinya Ling Xianzi. aku harap dia akan membawa beberapa Informasi dari Klan Ling." ucap Shin Hye Gang.
" Kalau begitu, kami hanya bisa memberi informasi saja. Kami tidak bisa kembali ke Kekaisaran Awan karena Sumpah itu." ucap Li Sobay.
" Mmmmmm... Terimakasih atas informasi dari kalian. Sayangnya Kekaisaran Shin tengah menghadapi para Manusia Rawa dan Paviliun Kelinci Merah. Jadi sementara waktu kita tunda dulu tentang penyerangan." Ucap Shin Hye Gang.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Keenam Leluhur menundukkan kepala.
......................
Pada keesokan pagi, Ryu meninggalkan Dunia Quzhu dan berpamitan kepada Istrinya untuk kembali ke kediaman Klan Ling.
Di kediaman Klan Ling, Ryu bergegas dari Kamar menuju ke Ruang kerja Paktriak yang kini telah disambut oleh Ling Sancuo, Ling Liddan, Ling Queqi dan Ling Xianzi.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Sambut mereka serempak.
" Mmmmmm." Ryu mengangkat tangan menyapa ramah.
" Yang Mulia Kaisar, seperti yang kami janjikan sebelumnya." Ling Sancuo memperkenalkan kedua Wanita Cantik yang di samping mereka.
__ADS_1
' Tidak ada Tubuh Abadi?' Ryu membatin sambil menatap Kedua Wanita tersebut bergantian. ' Guru, apa yang harus aku lakukan? Apa kamu ingin mengutukku?' Ryu terlihat murung.
Ryu terus berfikir keras bagaimana cara menolak hal tersebut dan paling tidak hanya memilih salah satu dari mereka seketika matanya tertuju pada Ling Xianzi.
' Kenapa dengan Wanita ini? Kenapa Instingku mengatakan bahwa Wanita ini sangat berbahaya?' Ryu merasa ada hal yang aneh pada Ling Xianzi.
' Ah... Mungkin hanya perasaanku saja.' Ryu menepis kembali fikirannya.
" Yang Mulia Kaisar." Ling Sancuo membuyarkan lamunan Ryu.
" Paktriak, Mohon maaf sebelumnya. Aku hanya mengambil satu saja untuk menghormati Dewa Alkemis." Ryu mengutarakan keinginannya.
" Yang Mulia Kaisar? " Hamba sudah memikirkan hal ini sebelumnya. Hamba siap menjadi Istri Yang Mulia." Ling Queqi sangat senang tidak menyangka jika Ryu ingin mencari Seorang Istri dari Klan Ling dimana sebelumnya harapannya sudah pupus.
" Hamba juga siap Yang Mulia Kaisar." Ling Xianzi terlihat senang.
" Tapi sebelumnya aku harus mengatakan hal ini kepada kalian. Aku sudah memiliki Lima belas Istri dan beberapa Selir lain. Aku tidak memaksa Kalian dan kalian bisa menolaknya." Ryu bicara asal-asalan menolak secara halus agar kedua Wanita tersebut berfikir kembali dengan keputusannya karena mereka tidak memiliki Tubuh Abadi dengan begitu dia akan terlepas dari janjinya.
" Deeeg." Jantung Ling Queqi seperti disambar Petir di siang bolong.
" Hamba tetap pada keputusan semula Yang Mulia Kaisar. Meskipun Yang Mulia Kaisar memiliki puluhan Istri hamba tetap bersedia." Ling Xianzi tidak memperdulikan Istri Ryu yang lain karena tujuannya adalah menjadi Seorang Ratu di Kekaisaran Awan.
Mendengar ucapan tersebut Ryu mengerutkan kening seakan tidak percaya apa yang diucapkan oleh Wanita tersebut.
Meskipun Penampilannya sangat Cantik, namun bagi Ryu sendiri dengan Keenam Istrinya sudah cukup dan karena terpaksa dia harus mencari Pemilik Tubuh Abadi yang lain.
Di sisi lain Ling Queqi masih terlihat bingung setelah mendengar ucapan dari Ryu. Dia memang menyukai Ryu, namun dia juga sedikit khawatir karena pasti akan banyak Persaingan untuk merebut kekuasaan antara Permaisuri deng Ratu Kaisar lainnya yang tentu membuatnya tidak menginginkan hal tersebut.
" Yang Mulia Kaisar, mohon maaf sebelumnya. Jika berkenan, Hamba akan menerima Sebagai Istri Yang Mulia tapi dengan satu Syarat." Ling Queqi memberanikan diri.
" Kalau boleh tau apa Syaratnya?" Ryu menatap ke arah Ling Queqi.
" qi'er... Yang Mulia Kaisar, tolong maafkan atas kelancangan Cucuku." Ling Liddan merasa khawatir dengan keberanian Ling Queqi kepada Ryu.
" Yang Mulia Kaisar... Jika kita sudah Menikah Hamba Ingin hidup tenang disini bersama Anggota Sekte Kuil Bambu lainnya." Ling Queqi memberanikan diri.
" qi'er... Ada apa denganmu? " Ling Liddan menggelengkan kepala.
" Tidak masalah... Aku akan menyetujuinya." Ryu merasa tertarik dengan apa yang dikatakan Ling Queqi, ditambah lagi Ryu bisa menaruh Batu Bintang di tempat tersebut agar cepat ketika melakukan perjalanan.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Ling Queqi terlihat senang.
" Mmmmm." Ryu mengangguk. " Paktriak, Tetua Liddan, sepertinya aku butuh bantuan kalian untuk mencari tempat aman karena Aku akan membuat Rumah Kediamanku bersama qi'er disini." Ryu menoleh ke arah Ling Sancuo dan Ling Liddan.
" Yang Mulia Kaisar... Untuk masalah kami hanya memiliki sebuah Bukit di belakang Sekte Kuil Bambu yang dikelilingi kediaman Anggota Klan Ling." ucap Ling Sancuo.
" Baiklah... aku memilih tempat itu. Paktriak, Mohon bantuannya." Ryu mengeluarkan satu Peti Besar berisi Batu Roh.
" Yang Mulia Kaisar. Ini..." Ling Sancuo membuka peti tersebut dengan tangan gemetar.
' Dengan Harta sebanyak ini bukan hanya membuat Bangunan, tapi Istana.' Batin Ling Liddan berusaha mengendalikan rasa terkejutnya.
" Baik Yang Mulia Kaisar, Aku akan meminta beberapa Tukang untuk membuat bangunan disana." Ling Sancuo terlihat senang.
Setelah melalui perundingan, mereka mengambil keputusan Pernikahan akan diadakan Dua Bulan kedepan yang akan dilangsungkan di Istana Kaisar.
" Aku rasa semua sudah selesai, kalau begitu Aku pamit dulu." Ryu melangkahkan kakinya.
" qi'er, zi'er, " Ling Sancuo memberi Isyarat kepada Ling Queqi dan Ling Xianzi untuk mengantar Ryu sampai ke luar Gerbang.
" Mmmmm." Ling Queqi dan Ling Xianzi mengangguk lalu mengikuti Ryu.
__ADS_1
" Yang Mulia Kaisar, biar kami mengantarmu sampai Gerbang Sekte." Ling Queqi dan Ling Xianzi berjalan di samping Ryu.
" Terimakasih." Ryu terus berjalan hingga beberapa saat telah sampai di Gerbang Sekte Kuil Bambu.
Ryu pun langsung berpamitan kepada mereka lalu Masuk ke dalam Kereta dimana Para Prajurit Walikota Zixi masih setia menunggu.
Setelah berjalan cukup jauh, Ryu meminta mereka untuk menghentikan langkah kudanya.
" Maaf Yang Mulia Kaisar, apa ada terjadi masalah? " Pemimpin Prajurit terlihat kebingungan.
" Kalian cukup mengantarku sampai di sini saja. Biar aku berjalan sendiri." Ryu keluar dengan Pakaian seperti biasa.
" Ba... Baik Yang Mulia Kaisar." ucap Pemimpin Prajurit.
" Kalau begitu aku pamit dulu, bagikan ini kepada yang lain." Ryu memberikan beberapa Batu Roh lalu meninggalkan tempat tersebut dengan Langkah Hantu Harimau Petir.
" Te....." Pemimpin Prajurit tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Ryu sudah menghilang dari pandangan lalu membagikan Batu Roh kepada bawahannya.
Di Pinggir Hutan, Ryu sudah berpenampilan baru dengan menggunakan wajah seperti Orang biasa.
" Haaahh... Semoga ini tidak menjadi musibah lagi." Ryu merasa jika menggunakan Wujud aslinya tentu akan menarik perhatian Kalangan Wanita.
Ryu langsung berjalan melewati Hutan untuk menuju salah satu Markas Paviliun Kelinci Merah dimana lokasinya tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
Dengan menggunakan Topeng Kelinci, Ryu langsung masuk ke dalam Hutan hingga terlihat sebuah Goa tempat kediaman anggota Paviliun Kelinci.
" Wuush" membuka Pelindung tersebut.
" Siapa kamu?" tanya salah satu dari Anggota Paviliun Kelinci Merah.
" Malaikat maut kalian." Ryu mengeluarkan Pedangnya tanpa basa-basi menebas leher mereka Satu-persatu.
" Apa?" Bagaimana mungkin." ucap salah satu dari Paviliun Kelinci merah saat menyaksikan rekannya dapat dikalahkan dengan mudah.
' Hanya Pendekar Alam Tahap Menengah saja.' Ryu merasa kesal mengalahkan mereka dengan mudah.
" Bboooom." Serangan tiba-tiba dari arah lain yang membuat Ryu terpental ke belakang.
" Bagus, sepertinya aku akan sedikit berkeringat." Ryu senyum tipis menghabiskan para bawahan lain agar tidak menggangu Pertempurannya melawan Salah satu sosok yang sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah.
" Sial... Bahkan dia tidak memperdulikanku " Sosok Bertopeng menggerutu karena Ryu terus membunuh bawahannya.
" Aku lawanmu Anak Muda." Sosok tersebut merasa geram langsung melompat ke arah Ryu dengan sebilah Pedang berniat ingin membunuh Ryu
Merasakan ada Aura Serangan tiba-tiba, Ryu langsung menghindar sambil menebas leher Anggota yang lain.
Sosok tersebut yang melihat bawahannya sudah mati Langsung menggunakan kekuatan penuh ingin menebas leher Ryu.
Ryu yang tau arah serangan langsung menunduk dan menebas ke bagian perut sosok tersebut.
" Crraaash." Seketika Perut Sosok Bertopeng mengeluarkan darah segar.
" Baj1ngan. " Sosok bertopeng amarahnya sudah memuncak menebas Ryu secara acak hingga membuat Ryu mundur beberapa langkah kebelakang.
Setelah mundur, Ryu kembali maju kedepan dari arah samping menebas kembali bagian lengan Sosok Bertopeng.
" Crraaash." Ryu membuat luka di bagian samping Sosok Bertopeng.
Tanpa memperdulikan luka sayatan yang dia alami, Sosok Bertopeng terus menyerang Ryu dari berbagai arah hingga tercipta dentingan yang kuat dari Pertemuan pedang .
Sayatan demi sayatan yang dilancarkan oleh Ryu kini membuat Sosok Bertopeng kehilangan tenaga dan jatuh .
__ADS_1
" Crraaash." Ryu memotong Leher sosok bertopeng tersebut.