BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
TETIRAH DI DESA


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Senang ya Nang, kita ada di rumah eyang Gendis,” Fitri berbisik pada Daffa saat mereka akan turun di rumahnya Gendis. Sesuai keinginan Fitri dia ingin menginap di rumah Gendis.


Fitri sudah bilang pada Yanto bahwa dia akan lama di sini bisa dua minggu atau tiga minggu, padahal dia sebenarnya ingin menetap di sini selamanya. Tapi kalau bilang langsung akan pindah tentu kedua orang tuanya tak memberi izin dan Yanto akan merasa tak enak pada Suradi dan Erlina. Itu sebabnya Fitri hanya memberitahu Yanto dan kedua orang tuanya kalau dia ingin menginap lama di desa.


Kemarin Yanto menyuruh orang bengkel bawa motornya dan satu orang lagi bawa motor sendirian. Jadi yang bawa motor Yanto bisa bonceng motor temannya ketika kembali ke kota. Yanto akan bekerja dari sini  pulang pergi naik motor saja tidak mau bawa mobil.


Naik motor ke bengkel tak terlalu jauh dan tak terlalu lama sekitar 35 menitan. Tentu saja itu bukan hambatan buat Yanto dia tetap akan bekerja.


Fitri sangat senang tinggal di desa tiap hari dia ke kebun juga ke dapur dia biarkan Gendis yang menjaga Daffa, Fitri yang memasak juga belanja dan segala macamnya. Mencuci pun dia yang melakukan karena semua alat elektronik dari rumah Jogja ada disini. Semua sudah lengkap.

__ADS_1


“Pokoknya selama aku ada di sini Ibu nggak perlu masak biar aku yang masak. Ibu puas-puasin jaga Daffa aja. Ibu enggak boleh nyuci dan setrika. Nanti Daffa aku pegang kalau pas mau mimik su5u aja.”  begitu yang Fitri bilang pada Gendis.


Mendapat kesempatan seperti itu tentu Gendis senang. Dia kadang hanya menyapu saat cucunya tidur, mengepel di kerjakan Timah dan setrika baju dikerjakan Herry.


Yanto bangga Fitri memberikan kesempatan pada ibunya seperti itu karena memang yang diharapkan oleh orang tua adalah merawat cucunya. Banyak menantu yang melarang mertuanya memegang cucu paling hanya boleh menggendong pun sebentar. Fitri malah membiarkan sang ibu menjaga putranya. Istrinya yang masak dan beberes di dapur juga belanja. Tentu Yanto membantu semua pekerjaan istrinya. Kadang dia yang mencuci sebelum berangkat kerja.


Yanto bahagia kembali hidup normal. Tak seperti bila di rumah mertuanya tak boleh melakukan apa pun. Ini alasan Fitri hidup di desa. Yanto punya kesempatan jadi dirinya sendiri. Yanto bisa menunjukkan jati dirinya sebagai kepala keluarga. Biar bagaimana pun Fitri tahu apa yang diinginkan suaminya. Uang bukan segalanya buat Yanto.


“Wah ayahmu pulang tuh.” kata Gendis pada Daffa saat Yanto tiba. Yanto pulang tidak terlalu sore, dia jarang menunggu hingga bengkel tutup. Begitu sampai di rumah dia langsung cuci tangan dan membersihkan diri di halaman depan baru dia masuk ke dalam rumah dan mandi kemudian memegang Daffa.


Begitu melihat Yanto datang Fitri langsung menghampiri dan memberikan teh madu hangat.


“Terima kasih ya Yank,” kata Yanto sambil menerima teh yang diulurkan oleh istrinya. Dia kecup kening Fitri seperti kebiasaannya sejak mereka menikah. Sepulang kerja atau berangkat kerja tak lupa Yanto mencium kening Fitri.


“Mas mandi dulu ya,” kata Yanto sehabis minum teh hangat yang memang Fitri siapkan langsung bisa diminum, bukan teh panas.

__ADS_1


“Ya Mas, bajunya sudah aku siapkan di kasur ya Mas” jawab Fitri menerima cangkir kosong bekas teh yang diminum oleh suaminya.


‘Ya ampun seorang putri orang kaya bisa melayani anakku seperti itu, dengan hormat dan penuh cinta,’  ada tetes air di sudut mata perempuan tua yang melihat perlakuan Fitri pada putra sulungnya. Gendis tak menyangka ajaran yang diberikan untuk berbuat baik membuahkan hasil yaitu anaknya mendapatkan istri yang sangat menghargai dirinya.


Anak perempuan orang kaya yang tidak peduli pada penghasilan putranya tapi memang mencintai anaknya dengan sepenuh hati bukan dengan harta. dan anaknya juga tidak menikahi Fitri karena hartanya tapi karena cinta mereka.


‘Rasanya aku berhasil mendidik Yanto, semoga Herry dan Timah juga baik jodohnya, baik rezekinya seperti yang Yanto alami. Semua itu tergantung perilaku kita sebelumnya,’ harap Gendis dalam hatinya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.


__ADS_1


__ADS_2