
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Dede mau maem apa masih gelap gini?” tanya Yanto.
“Yang ada apa Mas?” tanya Fitri. Dia juga tahu suaminya tak mungkin pergi keluar ruang rawat karena kondisi Yanto belum sehat betul dan hasil pemeriksaan kepala belum ketahuan. 32 hari tak sadar pasti ada gangguan di otaknya. Tak boleh sembarangan dengan kondisi kepala suaminya.
“Saat bikin su5u barusan Mas lihat masih ada nasi, kemarin lauknya kan ibu memang bawa terpisah. Masih ada ada rendang daging, ada patin goreng dan ada sayur capcay. Tapi kalau sayurnya masih belum cek bau atau enggak. Sepertinya sih enggak bau karena semua ada di kulkas. Tapi ya agak dingin Yank. Lalu tadi Mas lihat paru goreng,” kata Yanto.
“Enggak apa-apa deh dingin. Aku mau nasi sama patin goreng dan rendang enggak pakai sayur,” kata Fitri.
“Sebentar ya Papa ambil, Dedek mau maem ya,” kata Yanto dia pun kembali turun dan mengambil nasi, patin goreng serta rendang tanpa sendok tentunya.
‘Aku memang tak suka sayur capcay, anakku di perut juga tak suka padahal capcay itu kegemaran Fitri,’ batin Yanto.
Yanto menyiapkan air putih di gelas dia taruh di meja pasien.
__ADS_1
“Pakai capcay ya Yank?” pinta Yanto.
“Enggak.”
“Itu sayur kesukaanmu kan? Pakai sedikit ya biar ada serat,” bujuk Yanto.
“Aku sekarang enggak suka capcay,” jawab Fitri.
Yanto mulai menyuapi istrinya tanpa sendok karena Fitri tak suka disuapi dengan sendok.
“Ini sahur atau sarapan ya?” goda Yanto.
“Ini tuh makan malam,” jawab Fitri. Mereka pun terkekeh.
Cukup banyak nasi dan lauk yang Fitri makan walau memang dibantu Yanto. Tapi tetap Fitri makan lebih banyak dan Yanto senang melihat porsi makan istrinya yang memang tidak seperti saat belum hamil.
__ADS_1
“Mas senang lihat kamu banyak makan seperti ini,” kata Yanto.
“Nanti kalau aku gemuk, Mas enggak malu?” Tanya Fitri serius.
“Jangan pernah berpikir Mas akan malu kalau kamu gemuk habis melahirkan. Kamu gendut saat hamil itu tetap cantik, tapi kamu gemuk setelah melahirkan itu adalah kodrat. Mas tidak akan pernah malu,” kata Yanto memastikan.
“Kalau sehabis ini hormonmu mulai mengganggu kulit, misalnya kamu menjadi gatal atau menjadi kusam atau menjadi hitam itu kamu enggak usah pikirin. Mas akan mencintai kamu apa pun kondisimu,” kata Yanto.
Fitri sudah mendengarkan sendiri bagaimana cintanya Yanto. Kemarin Yanto mengakui pada Gendis, jadi dia juga percaya bahwa Yanto tak akan pernah berpaling.
“Mas cuci tangan dulu ya, nanti bau amis dan ini tissue basah untuk mulutmu,” kata Yanto memberikan satu bungkus tissue basah pada Fitri. Dia menaruh mencuci piring sekalian cuci tangan agar tangannya tidak bau amis.
Sehabis itu Yanto membuat teh panas untuk dirinya dia minum teh yang dia buat, sesungguhnya sekarang Yanto mual.
Nah lho, siapa yang tahu kenapa papa Yanto mual?
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR yok.
__ADS_1