
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\* ‘Sebel, mengapa barusan Fitri malah bilang aku ngidam karena aku mual dengan bau teh dan bau makanan dari rumah sakit?’\* kata Yanto dalam hatinya.
‘*Tapi apa ini memang ngidam ya? Aku pernah baca tentang hal ini dulu saat awal program kehamilan dua tahun lalu. Apa ini yang dibilang kehamilan simpatik ya*?’ pikir Yanto.
‘*Berarti benar aku harus lapor dokter saat dia datang jam 7.00 nanti*.’ Akhirnya Yanto mengantuk dia pun lalu membaringkan tubuhnya dan berupaya memejamkan matanya agar mualnya sedikit berkurang.
“Kenapa lagi Pak Bambang?” Tanya Dokter melihat Yanto berbaring lesu di pembaringan.
“Sejak kemarin pagi saya mual, lalu hilang saat makan siang. Tapi hari ini saya sangat mual sampai muntah. Saya tak mau mencium bau teh juga makanan dari rumah sakit walau saya lapar sehabis muntah,” Yanto menceritakan semuanya.
Dokter tersenyum mendengar cerita Yanto.
“Apa karena ini saya harus tunda pulang Dok?” tanya Yanto dengan sedih.
“Bapak Bambang tidak perlu menunda pulang, karena ini bukan penyakit bawaan dari tubuhnya Pak Bambang kok,” jawab dokter.
“Maksud Dokter apa?” tanya Fitri. Dia ketakutan melihat suaminya muntah-muntah hingga lemas.
__ADS_1
“Suaminya mengalami kehamilan simpatik Bu. Jadi setiap pagi dia akan mual dan muntah seperti perempuan hamil mengalami morning sickness,” kata dokter sambil menuliskan resep anti mual.
“Ya ampun segitunya,” ucap Fitri sambil memandang suaminya dengan tatapan penuh cinta.
“Jadi tidak ada kendala apa pun untuk kepulangan nanti sore Dok?” tanya Fitri penuh harap.
“Tida ada halangan sih Bu. Sampai saat ini tak ada perubahan. Semua data masih sama dengan kemarin, kecuali Bapak pusing karena lain hal. Itu mungkin kepulangannya ditunda, harus diperiksa ulang,” jawab dokter.
“Baik Dokter, terima kasih,” jawab Fitri.
“Ini surat kontrol minggu depan untuk Bapak ya. Jangan telat obat dan jangan terlalu lelah khususnya dalam satu minggu ini,” dokter memberikan Fitri surat untk kunjungan minggu depan.
“Mas mau makan apa?” tanya Fitri. Fitri melihat Yanto yang sangat lemas.
“Nanti suruh sopir belikan gado-gado lontong aja Ma, yang super pedas dan bumbunya yang kental,” kata Yanto lirih.
“Mas enggak salah pesan gado-gado lontong?” tanya Fitri tak percaya.
“Kenapa memang kalau Mas ingin itu?”
__ADS_1
“Mas kan enggak suka gado-gado. Sukanya ketoprak. Atu tumisan kalau buat sayur, atau urap? Paling mentok mas makannya pecel,” ucap Fitri.
“Kepengennya makan itu mau gimana Yank?” Jawab Yanto lagi.
“Yo wis, aku bilang ke sopirku, suruh belikan gado-gado lontong dengan bumbu yang sangat kental juga super pedas. Mau tambah apalagi?” tanya Fitri.
“Aku pengen gorengan aja lah,” jawab Yanto lagi
“Sudah aku pesankan ya, semoga sebentar lagi datang.” ucap Fitri. Tak ada respon Fitri menengok ke pembaringan, ternyata Yanto sudah tertidur.
Erlina tertawa terbahak-bahak mendengar bahwa sekarang menantunya ngidam.
“Pantas kowe hamilnya hamil kebo ( suatu istilah buat orang yang hamil tapi kerjanya makan saja ) apa aja dimakan, enggak mual, enggak ngidam yang neko-neko. Kecuali kamu jauh dari Yanto baru kamu mual. Ternyata yang hamil malah Yanto,” Kata Erlina.
Erlina diceritakan oleh Fitri bagaimana ngidamnya Yanto hari ini, yaitu ingin gado-gado dengan dengan bumbu kental dan minta gorengan.
“Enggak apa apa lah bu yang penting Fitri enggak mengalami hal ini. mual dan muntah-muntah ini sangat berat, terlebih kalau dia harus mengalaminya tiap hari. Dia mengalami saat aku jauh aja sudah sangat berat sampai di infus, terlebih kalau harus setiap hari. Jadi memang lebih baik aku yang ngalamin,” kata Yanto. Yanto dengan senang hati mengalami hal tersebut, asal istrinya tidak tersiksa.
“Iya sih, memang berat kalau Fitri yang mengalami seperti itu,” jawab Erlina.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY yok.
__ADS_1