BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
CARI DADDY


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Gendis merasa bahwa Yanto ketakutan Fitri benar-benar keguguran makanya Yanto bereaksi.



Besok adalah hari di mana Fitri harus periksa tapi Yanto belum juga bangun, belum juga sadar dari komanya.



Hari ini adalah hari di mana Suradi yang berjaga menemani Fitri, saat datang semua yang berjaga selalu bawa makanan pagi, siang, dan malam buat Fitri juga buah vitamin serta makanan yang Fitri pesan tentunya.



Yang datang juga membawakan pakaian dan semua perlengkapan bersih yang Fitri butuhkan dan membawa baju kotor untuk dicuci di rumah.



“Ayah bawa apa pagi ini?” tanya Fitri.



“Buat sarapan Ayah bawa lontong sayur kegemaranmu, tapi hari ini ayah tambah dengan tempe mendoan karena kamu tidak suka tahu.”



“Tapi kalau tahu isi aku suka Yah. Aku lagi kepengen tahu isi, tapi tahu isinya tuh isi sayuran bukan isi daging yang jual di cafe sini. disini isinya tuh daging atau bakso. Aku pengen tahu yang berisi sayuran, itu kayanya lebih enak terus dimakan pakai sambel kacang,” jelas Fitri.



“Kamu bilang aja pada ibu, besok di jadwal siapa yang ke sini?” tanya Suradi.



“Sehabis Ayah ya Ibu kan?” jawab Fitri/



“Maksudku ibu Erlina, sesudah itu baru ibu Gendis.”

__ADS_1



“Ya bilang pada ibumu biar simbok bikinkan tahu isi sayuran sesuai dengan keinginanmu, jadi besok pagi-pagi dibawakan yang masih panas,” jawab Suradi.



 Fitri memang tidak ngidam yang sulit didapat atau tengah malam minta sesuatu.



Kalau Fitri ingin makanan itu masih bisa dibawakan esoknya atau lusanya tidak harus hari ini juga, mungkin dede’ bayi mengerti bahwa papanya sedang belum sehat. Kalau ada Yanto pasti saat itu juga dia akan berupaya mencari semua yang diinginkan Fitri. Tidak ngidam saja Fitri adalah fokus utamnya, terlebih dia sedang ngidam, pasti semua apa pun yang Fitri ucap akan langsung dicarikan oleh Yanto.



Mereka pun sarapan lontong sayur ditambah mendoan panas. Tentu saja sangat enak lontong sayur yang dibawakan oleh Erlina pagi ini.



Dokter kembali memeriksa Yanto saat Fitri sudah selesai makan sarapan.



“Kondisinya semakin baik Bu, semoga aja Pak Bambangnya cepat sadar ya. Detak jantung dan respon otaknya semakin terlihat responsif,” kata dokter melihat grafik yang tercatat di rekam medis milik Bambang.




Untuk makan siang Erlina membawakan Fitri nasi urap dengan goreng patin.



“Mas ini ada patin goreng loh. Kapan ya kita makan bareng lagi? Aku juga kepengen ke tambak Mas. Kita beli ikan langsung ke tambak yuk,” ajak Fitri sambil bicara saat dia akan makan.



“Bangun dong Mas, nanti ajak aku ke tambak. Dede’ kan juga pengen tahu desanya Papa,” kata Fitri lagi.



Suradi hanya mendengar Fitri bicara dengan Yanto tapi tak mau bereaksi. Dia pura-pura sibuk membaca koran yang memang disediakan di ruang tunggu.


__ADS_1


 Suradi sudah makan saat dia pergi ke masjid untuk solat dzuhur dan dia mengambil koran dari ruang tunggu untuk dia baca. Siapa pun bisa membaca koran yang dilipat kayu. Karena menggunakan lipat kayu maka koran bebas dibawa kemana saja dalam ruamh sakit ini.



Tanpa sengaja Suradi melihat pupil mata Yanto bergerak-gerak tapi tetap belum terbuka.



Sampai Suradi akan pulang setelah selesai makan malam Yanto masih belum sadar dari komanya. Ini sudah satu bulan sejak Yanto kecelakaan dan dirawat.



Kemarin ada Burhan dan beberapa teman yang datang menengok Yanto, mereka tak percaya Bambang masih betah dalam kondisi tak sadarkan diri seperti itu.



Burhan bercerita pada Fitri kalau Yani sudah melahirkan prematur karena terpeleset, jadi belum 9 bulan sudah lahir.  Bayinya laki-laki. Ternyata ayah si bayi adalah laki-laki yang diakui sebagai sepupunya saat datang ke kantor PO untuk menjebak Bambang. Burhan tahu dari seorang kondektur yang kebetulan kenal dengan laki-laki tersebut.



Fitri masih geram mendengar nama Yani. Dia ingat rasa sakit yang ditimbulkan akibat perbuatan culas Yani. Sakit buat dirinya, juga sakit buat Yanto yang tersiksa karena tertekan harus menyimpan rahasia beban berat menyembunyikan pernikahan siri Yanto dengan Yani tersebut. Fitri sangat benci terhadap Yani, tapi dia juga tetap kasihan karena Yani harus melahirkan prematur.



Biar bagaimana pun sebagai seorang perempuan dia tidak tega mendengar ada orang susah, tapi dia tak mau membantu tentang akan pernah membantu perempuan yang sudah mencabik-cabik pernikahan dia dan Yanto.



Pagi ini sehabis sarapan dan dokter visite, Fitri sudah bersiap akan kontrol bersama dengan ibu Erlina.



“Papa diam di sini aja ya, biarin Dede’ sama Mama pergi. Papa kan enggak suka sama dede’. Papa enggak mau anterin Dede pergi ke sana. Jadi dede’ mau cari daddy aja. Paling enggak dokternya ganteng walau pun udah tua an. Tapi enggak apa apa lah jadi daddy-nya Dede’ aja dokter ganteng itu. Jadi bapaknya Dedek bukan Papa Yanto yang enggak mau anterin,” Fitri  mencium pipi Yanto dan berbalik badan untuk berangkat ke poli kebidanan.



Saat badannya berbalik tangannya dipegang oleh Yanto!



Fitri langsung balik badan melihat tangannya yang ditarik oleh tangan Yanto.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok.

__ADS_1



__ADS_2