
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
Seminggu kemudian Herry mulai belajar semua seluk beluk usaha tambak. Herry mulai magang di tambak yang sudah berproduksi di sana dia belajar segala seluk-beluknya sesudah pulang sekolah hingga menjelang maghrib. Kadang dia juga sekalian beli ikan titipan Fitri.
Di rumah dia akan diskusi dengan Yanto pada saat kakaknya juga sudah istirahat sehabis makan malam dan kedua keponakannya tidur.
“Mas nanti aku di tambak pengin bikin saung permanen Mas. Jadi bisa makan di sana untuk keluarga kita pas kita panen. Kita bisa bawa kompor portable dan goreng atau bakar ikan di sana. Bawa nasi dan sambal dari rumah,” kata Herry.
“Saung yang aku lihat saat ini kan hanya tempat berteduh kecil dan alasnya tetap tanah. Nanti di tambakku alasnya papan rata. Bukan gelar tikar di tanah.”
“Yang pasti di sana harus ada water heater buat para penjaga masak air bila ingin bikin kopi,” Herry sudah mencatat apa yang ingin dia buat.
“Mas setuju, jadi walau tidak sedang panen kita bisa ke saung ambil beberapa ikan dan diolah di sana,” Yanto suka gagasan adiknya.
“Terus rencananya kamu mau tanam apa?” tanya Yanto.
“Kalau saat ini, di pasaran ini yang laku itu lele Mas, enggak pernah ada sepinya. Permintaan kontinue karena sudah familiar. Rumah makan selalu butuh baik size standart mau pun yang agak besar. Size besar bisa di jual untuk para pembuat abon ikan,” ucap Herry.
“Kalau ikan patin memang pasarnya itu hanya beberapa tapi dia kompetitor lebih sedikit. Sehingga masuk ke zona itu relatif lebih aman. Harga juga stabil, permintaan tetap konstan hanya tak serame lele.”
“Yang memang sangat jarang pemasoknya itu belut. Belut kompetitornya langka sekali Mas,” jelas Herry.
__ADS_1
Yanto tak percaya adiknya sudah bisa membuat kesimpulan seperti ini.
“Di tambak nanti aku akan gabung dengan MERI Mas.” lanjut Herry lagi. Maksud Herry dengan meri adalah anak itik.
“Jadi nanti sekeliling tambakku akan aku pagar dengan bambu rapat dengan tinggi hanya 1M saja, yang penting meri tidak keluar. Kalau ayam bisa terbang, meri kan tidak.” Herry ingin piara itik ditambak nanti dia akan bikin kandang dan mereka biar berenang di tambak.
“Apa tak bahaya buat ikanmu? Apa ikan tak habis dimakan oleh meri?”
“Enggak nanti pakan untuk Meri terpenuhi sehingga dia tidak ngambil ikan. Walaupun ngambil enggak bakal banyak karena meri malas mengejar buruan bila pakan terpenuhi. Kalau ikan sudah lebih besar juga enggak bakal dimakan oleh meri.”
“Bagus lah kalau kamu seperti itu, nanti telurnya bisa dikonsumsi sendiri paling tidak bisa kita pakai buat bikin telur asin buat konsumsi sendiri atau di jual.”
Yanto memperhatikan materi diskusi hari ini sejak tadi Herry berpikir tentang kompetitor. Adiknya selalu cari celah kosong yang sedikit peminatnya sehingga bermain di sana lebih aman. Benar-benar pemikiran yang tajam buat seorang pemula seperti Herry.
“Lalu ikannya tadi kamu belum bilang. Mau lele atau bagaimana?” tanya Yanto.
“Aku masih ragu antara patin dengan belut. Kalau gurame terlalu lama panennya dan hanya pengepul tertentu yang ambil tapi memang lebih besar hasilnya. Kalau menurut Mas bagaimana?”
“Kalau memang bagus patin dan kenapa enggak ambil itu? Kamu kan punya dua tambak,” saran Yanto.
__ADS_1
“Tapi yang sebenarnya aku ingin tanam ikan mas. Ikan mas itu tak ada saingan sama sekali di sini. Hanya dia harus di air mengalir. Jadi butuh aerator nah repotnya di sini aerator itu listriknya sering mati.”
“Listrik mati itu bukan kendala, kamu beli aja diesel buat pengganti saat listrik padam,” Yanto memberi solusi.
“Oh iya juga ya Mas.”
“Ya iyalah, kamu tanam patin dan ikan mas aja kalau memang itu lebih bagus menurut pemantauanmu. Mas kan baru dengar dari kamu aja enggak mantau sendiri. Memang harus hasil pantauanmu yang dijadikan acuan. Kalau dari kata-katamu tadi ya Mas bicara seperti itu. Tinggal tambah modal buat beli diesel dan alat penggerak airnya aja gampang kan? Mas yakin tabunganmu cukup nggak usah minta ke ayah. Tabunganmu aja tiap bulan tambah teruskan dari ayah?”
“Iya ayah rutin kasih uang bulanan untuk aku dan Timah. Untuk usaha aku akan kelola sendiri kok. Enggak mau aku minta ayah lagi. Untuk modal beli bibit awal juga cukup dari tabungan yang ada di aku. Tapi aku yakin pasti akan langsung diganti sama ayah, makanya aku mau diam-diam aja,” kata Herry.
“Mau diam kayak apa pun kalau dia tahu kamu sudah tanam benih pasti langsung dia berikan gantinya.”
“Iya sih. Yang penting aku enggak minta,” ucap Herry.
“Aku minta bantu rakit listrik sekelilingnya ya Mas. Aku mau kalau malam itu tambak terang sehingga siapa pun yang mendekat terlihat karena katanya banyak pencurian.”
“Aku mau pasang penyengat arus pendek takut orang kesetrum nanti bahaya,” kata Herry.
“Bisa pakai setrum ringan tapi harus di dalam area pagar kita. Jangan di luar pagar. Jadi kalau ada orang kesetrum karena di dalam pagar itu enggak salah. Toh sudah ada di dalam lokasi milik kita. Kalau kamu taruh di pagar itu bahaya, bisa kena kasus. Kalau di dalam berarti dia memang berniat tidak baik,” kata Yanto.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.
__ADS_1