BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
BERNIAT MEMULAI PENYELIDIKAN


__ADS_3

Sehabis makan malam, Herry kembali serius menjelajah dunia maya mencari keterangan bahan yang digunakan orang untuk merusak tambaknya. Herry membaca bahwa tumbuh-tumbuhan уаng dараt di racik sebagai racun alami уаng bіѕа membuat ikan merasa pusing itu ikannya tetap aman di konsumsi оlеh manusia.


“Ada-ada aja ya Mas masalah si Herry,” ucap Fitri.


“Ada-ada aja bagaimana maksudmu?” tanya Yanto.


“Ya itu kok dia jadi sasaran kemarahan seniornya, padahal kan sama Herry perempuan itu juga nggak diladeni. Kalau diladeni sih masih mending. Berarti memang dia kalah saingan. Mungkin kalau kalah saingan bolehlah dia marah.” rinci Fitri.


“Mungkin Herry nggak nolak Mas. Dalam artian nggak tegas nolak. Tapi membiarkan saja sehingga membuat semua orang merasa bahwa perempuan tersebut tetap jadian sama Herry. Kamu kan tahu kelakuan adikmu itu nggak tegaan. Sama seperti kamu yang akhirnya kejeblos sendiri,” Fitri mengupas tuntas sifat Yanto dan Herry.


“Kok masalahnya nyambung ke aku Yank? Apa urusannya?” protes Yanto yang tak suka kalau dia malah ikut tergeret permasalahan Herry.

__ADS_1


“Kalian itu keturunan ibu Gendis. Enggak bisa tegas sama orang lain. Coba lihat Timah, dia benar-benar turunannya ayah Soeripto. Berani tegas walaupun ditekan oleh seorang paklik yang umurnya hampir 3 kali lipat.  Timah berani melawan, dia berani menolak. Sedang kamu sama Herry yang laki-laki malah seperti ibu sangat lembut dan sukanya tidak enakan,” Fitri menilai karakter keluarga suaminya.


“Bener banget, bener banget Yank. Aku nggak nyalahin kamu menilai seperti itu karena aku dan Herry memang seperti ibu yang tidak tegaan terhadap orang lain,” jelas Yanto mengakui kebenaran penilaian Fitri.


“Nah itu mungkin yang bikin Herry sekarang mengalami nasib seperti itu. Orang mengira dia menerima cinta perempuan tersebut sehingga Herry dijadikan sasaran tembak oleh seniornya karena dianggap sebagai kompetitor.”


“Aku jadi penasaran perempuan seperti apa yang naksir adik aku,” kata Fitri gemas.


“Nggak seperti itulah, buktinya aku lebih tua 3 tahun dari suamiku aku nggak apa apa. Cuma kalau memang udah ditolak ngapain dia ngejar?”


“Seperti yang tadi kamu bilang, mungkin Herry nggak keras nolaknya,,” balas Yanto.

__ADS_1


“Kalau Herry nggak keras nolaknya apa itu yang aku rasakan dulu, waktu aku ngejar driverku ya Mas?” tanya Fitri naif sambil tersenyum menggoda.


“Iiih,  driver mu apa nolak kamu?” tanya Yanto membalas godaan istrinya.


“Kayaknya drivermu bukannya nolak deh, dia menerimamu cuma ragu karena takut kamu itu anak majikannya,” mereka pun lalu tertawa bersama karena itu adalah cerita cinta mereka.


“Coba Mas besok selidiki seniornya dulu Mas. Anak siapa dan mengapa melakukan hal seperti itu. Pasti info yang didapat oleh seniornya itu salah sehingga mengira Herry pacaran dengan gadis tersebut. Kita juga harus tahu nama gadis tersebut sehingga langsung kita sebut namanya kalau lagi cerita, enggak pakai dengan kata ‘gadis itu.’  Fitri meminta Yanto mulai aktif bergerak.


“Ya besok sekalian kerja Mas akan selidiki keduanya, senior sih Herry juga gadis ya mengejar Herry,” jelas Yanto.


“Ya udah, sekarang ayo kita tidur,” ajak Yanto. Dia bisa mengajak istrinya tidur karena sedang ada palang pintu. Kalau tidak, mana pernah Yanto memberi libur pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2