
“Rupanya ini yang Arini bilang siapa yang akan berdiri tegak!” kata Mojo geram.
Belum selesai sampai situ sekarang profil istri sirinya diumbar oleh media. Mojo kaget melihat ternyata dulu istri sirinya adalah perempuan panggilan! Track record istri sirinya terlihat dari berbagai jejak digital.
Tentu saja Mojo kaget karena baru tahu saat ini. Itu adalah ulah Arini yang mengulik data dan memberikan data tersebut pada wartawan sehingga Mojo malu dan dia menjatuhkan talak buat istri sirinya tersebut.
Bagaimana mungkin di tahun-tahun pertama pernikahannya pun istri-sirinya masih sibuk jualan karena ternyata dia adalah piala bergilir. Dari berbagai rekam jejak terlihat walau sudah resmi menikah dengannya, istrinya masih menemani para pelang-gannya ke Singapore atau tempat lainnya.
“Yang tertawa belakangan adalah pemenangnya!” begitu yang ditulis oleh sebuah tabloid saat mewawancarai Arini. Tentu saja istri siri juga Mojo membaca itu.
Walaupun istri sirinya sudah banyak harta karena 10 tahun dia menabung mengeruk harta Mojo, tapi sekarang setelah masa lalunya terbuka tentu saja dia terpuruk karena keluarga besarnya tahu tentang profesi sebenarnya. Selama ini keluarga besarnya tahu dia istri simpanan Mojo tapi tak tahu bahwa dia adalah penjaja kenikmatan duniawi.
__ADS_1
Dan kalau sekarang dia mau berjualan lagi, tentu pelang-gan takut bila jejak mereka juga terendus media. Bisa gawat rumah tangganya.
Mojo sekarang benar-benar tak bisa berkutik. Perusahaannya hancur. Keluarganya hancur. Dia mendekati anak-anak tapi anak-anak tak ada yang mau memaafkan setelah tahu selama ini ternyata papa mereka punya simpanan.
Bahkan yang terkecil yang baru berusia 14 tahun pun tak mau bertegur sapa dengan papanya karena sejak dia di kandungan papanya sudah selingkuh.
Orang tua dan keluarga besar Mojo pun kaget melihat track record Mojo juga perempuan simpanannya. Zaman sekarang tak ada yang bebas dari jejak digital semua pasti terbongkar. Orang tua Mojo tentu saja sangat marah besar.
“Satu bulan lagi kamu bebas. Mama mengharap kamu bisa berdiri tegak dan memperlihatkan pada dunia kamu itu anak yang pintar dan tegar. Jangan berlaku bodoh lagi, jangan menikam orang yang tidak bersalah. Lihat Mama. Mama menikam orang yang memang menikam kita duluan. Lihat papamu, hancur setelah Mama buat.”
“Kamu harus seperti itu, balas siapa yang mencurangimu tapi jangan lebih dulu memulai. Mama tidak suka caramu kemarin menikam Herry itu bukan cara pria satria. Satria itu membalas tapi tidak mendahului!” kata sang mama pada Totok.
__ADS_1
“Ya Ma. Aku sadar. Kemarin aku salah. Aku terlalu bodoh. Aku menikam Herry yang tak tahu apa-apa. Dan aku terlalu bodoh, aku menikmati kekalahanku dari penolakan Tria. Shearusnya aku buktikan pada Tria aku bisa dapat yang lebih dari dia,” ucap Totok. Di penjara dia banyak merenung.
“Benar sehabis keluar kamu pindah kuliah. Karena dari tempat lama kamu di DO. Tak apa-apa kamu mulai dari tingkat satu lagi. Yang penting kamu bisa kuliah dan kita perlihatkan bahwa kamu bisa berhasil jadi orang.”
“Nanti kamu pegang usaha Mama atau kamu bikin usaha sendiri sesuai dengan kemampuan dan hobimu karena usaha yang dimulai dari hobi itu lebih berhasil daripada yang dipaksakan.” kata Arini dengan bijak.
“Oke Ma, aku nanti akan berpikir usaha apa yang akan aku geluti. Selama ini sih aku berpikir akan terjun di batik tulis aja Ma. Batik tulis sekarang sudah mulai ditinggalkan. Untuk membuat satu kain memang lama jadinya, tapi harganya juga lebih tinggi daripada batik cap.”
“Kalau kamu mau batik tulis lebih baik lukisan jangan bahan baju. Kalau lukisan tulis itu lebih mahal,” usul Arini.
“Nah iya Ma. Oke aku akan buka galeri batik tulis khusus lukisan,” kata Totok. Mereka pun berpelukan erat. Mereka akan menyongsong hari depan lebih baik.
__ADS_1