BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
TERLUPA MELIHAT KONDISI YANTO


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



 Fitri belum juga sadar kondisinya memang sangat lemah, jarum infus sudah dipasang. Dokter juga terus memantau perkembangannya yang tak kunjung sadar.



“Bapak hasil darah sudah keluar. Ini Bapak ambil di laboratorium ya,”  akhirnya setelah 3 jam hasil darah keluar juga. Suster memberitahu Suradi. Dia memberikan surat pengambilan hasil lab pada Suradi.



“Kamu kancani aku,” Suradi menyuruh sopirnya menemani karena dia takut terjadi sesuatu kalau dia jalan terlalu jauh dengan terburu-buru.



“Ini Bapak, hasil lab dari ibu Fitri,” seorang petugas memberikan hasil lab pada Suradi.



“Bisa jelaskan hasilnya  Bu?” pinta Suradi.



“Wah penjelasan nanti langsung ke dokter bersangkutan Pak. Kami tidak bisa memberikan keterangan kepada semua pasien. Itu bukan wewenang kami. Nanti kami kesalahan,” kata petugas laboratorium.



“Baik B,u terima kasih.” Kata Suradi, dia mengerti bahwa memang bukan wewenang petugas lab untuk menjelaskan hasil yang mereka periksa, walau mereka pasti tahu.



Suryadi memberikan hasil lab tersebut pada suster di kantor ruangan rawat Fitri.


__ADS_1


“Suster ini hasil laboratoriumnya, saya harus bicara dengan dokter di mana ya?” Tanya Suradi.



“Sebentar Pak. Nanti apabila dokter sudah siap, Bapak akan dipanggil,” kata suster.



“Saya akan berikan ini nanti Bapak akan saya kabari,” jelas suster selanjutnya.



“Baik suster, saya tunggu. Terima kasih,” jawab Suradi.



Suradi dan Erlina menunggu dengan sabar 1 jam berlalu belum ada panggilan rupanya dokter sedang sibuk.




“Bisa tinggalkan pasien sendiri enggak apa-apa kalau Bapak ingin bersama ibu,” kata suster.



“Baik suster, saya titip sebentar y.a Saya dan istri ke ruang dokter,” kata Suradi.



Suradi meminta sopirnya menunggu di ruangan takut-takut Fitri bangun atau sadar.



“Selamat malam Dok saya mau tanya tentang hasil laboratorium anak saya,” sapa Suradi pada dokter yang bertugas. Sudah ganti bukan dokter yang sore dia temui.


__ADS_1


Saat itu sudah hampir tengah malam, sudah jam 10.00 malam



“Bapak Ibu, ini saya perhatikan kondisi Ibu Fitri sangat lemah lalu dokter merincikan apa yang membuat Fitri pingsan dan semuanya dijabar dengan pelan oleh dokter agar pasangan orang tua di depannya mengerti.



“Alasan Dokter mengambil sampel darah adalah dokter melihat denyut nadi bu Fitri ada indikasi kemungkinan dia hamil. Sehingga dokter jaga sore tadi berinisiatif mengambil tes darah guna mengecek kehamilan menggunakan darah karena tak mungkin meminta bu Fitri untuk tes urine saat itu dia sedang pingsan.”



“Dari hasil lab ini terbukti Ibu Fitri sedang hamil, besok kita cek ke dokter obgyn atau dokter kandungan kehamilannya sudah masuk berapa minggu. Karena kalau hanya dari darah tidak bisa terlihat sudah berapa minggu,” kata dokter.



Suradi dan Erlina menangis. Bagaimana mungkin sekarang Fitri hamil sedang suaminya meninggal? Mereka diam tak bisa berkata apa pun. Bahkan mereka lupa bersyukur karena Fitri hamil.



Sejak tadi mereka menunggu Fitri dengan cemas sampai lupa tidak mencari kabar tentang Yanto. Apakah jenazahnya sudah dibawa pulang atau masih sibuk di rumah sakit. Mereka benar-benar terlupa pada kondisinya Yanto karena lebih fokus pada kondisi putri mereka sendiri dan mereka juga tidak tahu kabar dari Herry.



“Hanya begitu yang saya tekankan. Saya minta Bu Fitri dirawat dulu sampai kondisinya benar-benar normal dan janinnya benar-benar aman. Besok setelah dia sadar kita akan cek langsung ke dokter kandungan. Ini saya sudah rujuk ibu Fitri ke dokter kandungan ya Pak, Bu,” kata dokter.



“Baik Dokter. Terima kasih,” jawab Erlina mereka berdua langsung keluar ruangan. Suradi masih tak percaya mendengar kehamilan putrinya.



Tentu mereka sangat senang, tapi juga sedih karena anak tersebut nanti akan lahir tanpa punya ayah.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok


__ADS_1


__ADS_2