BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
PENGIN IKUT KE RUMAHMU


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



"*Sopo kuwi*?" kata Fitri sore itu saat dia keluar kelas. Fitri melihat Bambang sedang mengobrol dengan seorang gadis di pintu gerbang parkiran.



"Oh itu, Mbak itu ketemu di depan gerbangnya kampus. Mbak Fitri \*tepang \*( kenal ) kok."



"*Koq iso kena*l?" kata Fitri.



"Lho dia kan dulu kost di rumah Mbak Fitri toh. Barusan menyapa katanya baru masuk kuliah di sini. Dia dulu keluar kost karena orang tuanya pindah ke Klaten dan dia disuruh ikut. Lalu kembali lagi ke sini pas duduk kelas tiga, mau balik ke kost mbak Fitri, katanya pas penuh jadi dia pindah kost lain." Jelas Bambang rinci.



"Saya pernah bantu waktu angkat barang pertama kali dia kost."


\*\*\*



"Nanti hari Sabtu antar saya ya. Saya mau belanja," pinta Fitri saat masih hari Rabu.



"Oh maaf Mbak, saya enggak bisa Mbak," Bambang menolak permintaan Fitri untuk lembur.



"Kenapa?"



"Saya mau pulang ke kampung sejak Sabtu sore pulang sekolah. Kembalinya hari Minggu habis magrib." Bambang ingin menginap di akhir minggu.



"Oh gitu. Wah kalau nggak nginep saya ikut ke kampungmu. Saya pengen tahu kampungmu."



"Iya e Mbak saya nginep," Bambang menegaskan dia menginap.

__ADS_1



"Bagaimana kalau kita berangkat hari Minggu pagi aja yuk, naik mobil jadi nggak perlu nginep," usul Fitri.



"Wah nggak lah, *mboten wantun kulo* ( saya tidak berani ) Mbak. Enggak berani," kata Bambang.



"Enggak apa apa nanti aku bilang sama Ibu."



"Nanti merepotkan Mbak," tampik Bambang.



"Enggak apa-apa. Aku pengen sekali-sekali ikut main ke desamu." Rengek Fitri.



"Monggo kalau memang boleh sama Bu Erlin, saya monggo aja."



"Nanti aku yang bicara sama ibu sama bapak. Jadi bisa ya nemenin aku belanja hari Sabtu sore sepulang kamu sekolah?"



\*\*\*



"Adikmu berapa?" Tanya Fitri, saat ini mereka sedang di pasar Klewer Solo.



"Dua Mbak, laki dan perempuan." Jawab Bambang. Tadinya dia tak ingin ikut masuk. Dia akan menunggu di mobil saja.



"Yang laki umur berapa yang perempuan umur berapa?" Sepertinya pertanyaan Fitri sambil lalu saja.



"Yang lelaki kelas empat SD, usianya sepuluh tahun. Yang bungsu kelas dua SD, baru berumur delapan tahun Mbak."


__ADS_1


"Oh ya udah nih segini kira-kira cukup nggak buat adikmu yang lanang?"



"Loh nggak usah Mbak nggak usah," jawab Bambang makin rikuh saja.



"Wes toh jawab pertanyaanku aja. Ini cukup nggak buat adikmu?" Desak Fitri.



"Kebesaran Mbak, adik saya kecil," sahut Bambang.



"Ini buat siapa namanya yang ragil? Cukup enggak?



"Fatimah nama si bungsu, cukup itu Mbak." Jawab Bambang yang makin jadi serba salah.



Fitri membelikan beberapa baju dan sepatu untuk kedua adiknya. Fitri juga membeli banyak buku tulis dan alat tulis, tentunya untuk kedua adiknya Bambang.


\*\*\*



Bu Erlin mengizinkan anaknya jalan-jalan sekali-sekali ke desanya Bambang.



Mereka berangkat habis salat subuh agar bisa lebih lama di kampung.



Dengan kendaraan umum, perjalanan ke desanya Bambang itu membutuhkan waktu satu setengah jam kalau dengan kendaraan sendiri hanya 30 menit paling lama 40 menit.



Karena nggak macet pagi hari ini Bambang cuma butuh dua puluh menit saja walau tidak ngebut.



Tapi untuk berangkat tiap hari pergi pulang sekolah dari rumahnya kan berarti ongkos dan buang waktu. Makanya Bambang kost.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK  yok

__ADS_1



__ADS_2