
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Sekarang sudah menginjak bulan ke-5 sudah kelihatan nih Pak jenis kelamin baby-nya, bulan lalu kan dia enggak mau ngasih tahu Bapak dan Ibu,” dokter bicara pada Yanto yang selalu saja antusias mengenai perkembangan sang dedek yang katanya tiap malam minta ditengok papanya itu.
“Ini belalainya,” dokter menunjukkan titik di layar monitor menggunakan pulpen ditangannya.
“Belalai?” tanya Fitri dengan polosnya.
Yanto tersenyum melihat bagaimana istrinya tak mengerti candaan sang dokter.
“Anake lanang Ma,” kata Yanto dengan mata berbinar. Impian mereka agar anak pertamanya laki-laki akan terwujud.
“Oh maksudnya itu,” jawab Fitri juga dengan suara bahagia.
“Berarti tebakane Paman Herry bener yo,” kata Fitri saat dia sudah duduk kembali di depan dokter untuk menerima resep vitamin rutinnya.
“Maksudmu?”
__ADS_1
“Herry bilang katanya ada anak kecil laki-laki yang selalu datang ke mimpinya. Anak itu bilang ke Herry, dia anakmu dan memanggil Herry dengan sebutan paman.”
“Ealah anak itu,” kata Yanto. Dia tak tahu cerita itu karena waktu itu tak mendengar secara langsung dan baru sekarang Fitri menceritakannya. Dulu saat ayahnya akan meninggal Herry juga cerita ada simbah-simbah ( nenek ) yang datang dan bilang mau pergi sama ayahnya.
Hari ini Yanto sudah menyetir mobil untuk ke rumah sakit karena dua minggu lalu saat dia kontrol, dokter sudah membolehkan dia bawa mobil jarak dekat asal tidak keluar kota. Yanto boleh mengemudi dalam hitungan beberapa jam. Kalau ke desanya yang hanya 1 jam maksimal masih boleh.
“Jadi kan Pa?” tanya Fitri yang berjalan pelan dengan perut gendutnya keluar dari rumah sakit sehabis mereka menerima vitamin dari apotek.
“Iya kita lihat-lihat ya Ma,” jawab Yanto, sejak dari rumah mereka berniat mencari lokasi usaha. Sejak dokter bilang Yanto harus istirahat sampai dia bisa kembali mengemudi bus jarak jauh, Yanto mau pun Fitri yakin itu cara Allah mereka hrus mulai membuka usaha sesuai dengan rencana Yanto sejak dia STM / SMK dulu.
“Kayaknya kalau kita bangun sendiri, akan bitih waktu terlalu lama dan juga kita harus beli lahannya. Dana kita belum cukup Ma. Dana kita baru cukup untuk sewa lahan dan beli beberapa mobil serta peralatan bengkelnya saja. Juga untuk operasional 3 bulan awal yaitu bayar air, listrik, sampah dan buat bayar pegawai,” balas Yanto. Dia sudah menghitung dengan cermat semuanya.
“Inget lho, Papa enggak mau usaha kita ini dimulai dengan pinjam atau diberi modal. Kita harus upayakan dari tabungan kita sendiri.” jelas Yanto.
“Itukan tabunganmu aja Pa, bukan tabungan kita,” bantah Fitri.
__ADS_1
“Aku akui, yang dimasukkan kesitu gajiku. Tapi selama ini kita makan pakai uang gaji siapa? Uang buat ibu berobat dan hidup ibu juga sekolah adik-adik uang siapa? Semua pakai uangmu kan? Itu seharusnya kan aku yang tanggung. Artinya sebenarnya uang tabungan ku hanya separuhnya, separuh sisanya milikmu Ma. Karena seharusnya semua tanggung jawabku sebagai kepala keluarga,” jawab Yanto.
“Iya Pa, aku mengerti kok,” jawab Fitri. Sejak mereka belum pacaran Yanto paling tak mau kalau di rendahkan soal uang. Dia pernah marah saat Fitri mau membayarinya makan bakso. Jadi saat diungkit masalah uang makan, Fitri tak berani membantah.
Mereka sekarang memang tak ada income tetap sama sekali, untungnya tidak keluar uang buat makan juga biaya operasional lainnya karena sementara mereka masih tinggal di rumah Suradi. Tapi untuk semua kebutuhan obat Fitri, su5u dan vitamin kehamilan serta biaya pribadi Yanto tak mau sekali pun di bayari Suradi atau Erlina.
Satu bulan ini Yanto sudah menerima service motor yang ringan-ringan di rumah Suradi. Income tak kosong walau hanya sedikit. Semua dia dan Fitri syukuri. Yang penting dia tak menadah tangan pada kedua mertuanya.
Hari ini rencananya Yanto dan Fitri mencari sebuah tempat usaha untuk dijadikan bengkel, tentu tempat usaha seperti ini tidak bisa sembarangan karena hanya butuh satu ruangan untuk menyimpan alat dan pembukuan selebihnya adalah ruangan terbuka tapi tidak kehujanan untuk tempat mobil dan motor yang akan diservis.
Ruang usaha yang dibutuhkan harus ruang terbuka tapi tidak kehujanan setidaknya mereka harus ada owning agar teknisi dan para konsumen nanti tidak kepanasan atau kehujanan.
Fitri akan menyediakan kulkas untuk minum para konsumen agar saat menunggu tidak terlalu kesulitan minum. Tentu saja ruang usaha harus dilengkapi dengan WC untuk pelang-gan bengkel.
Sudah beberapa alamat yang mereka kantongi untuk mereka cek kelengkapannya. Listrik juga harus besar tapi kalau listrik nanti bisa diakali dengan pemasangan aliran listrik baru yang menggunakan token listrik.
Yeeeeeaay, jenis kelamin dede’ sudah ketahuan, sekarang alasan papa Yanto bisa berubah ya? Bilang dede’ ngajakin main bola, bukan cuma minta ditengok.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA yok.
__ADS_1