BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KREATIFAS SATRIO


__ADS_3

“Sini Mas Iyok bikinin kamu mobil-mobilan,” kata Satrio


Dia membuatkan Daffa dan Daanish mobil-mobilan dari kardus dia gunting di lem dan dibuat tarikan menggunakan tali rafia. Tentu saja roda yang dibuat oleh Satrio tidak menggelinding tapi setidaknya saat ditarik ya tergeret lah. Namanya juga dari kardus jadi hanya bentuk bulat saja tapi tidak menggelinding yang penting adik-adiknya terhibur dengan mainan itu.


Herry melihat Satrio memang berbakat untuk hal-hal seperti itu. Tidak seperti dirinya yang tidak kreatif.


“Daanish mau?” tanya Satrio saat mobil untuk Daffa sudah selesai. Sejak tadi Daanish tak berani mendekat, sehingga Dadffa yang lebih dulu dia buatkan.


“Mau,” jawab Daanish sambil mengangguk. Sekarang dia tak takut lagi mendekati Satrio.


Satria pun membuat lagi mobil-mobilan, kali ini untuk Daanish.


“Ini Tante punya pisang rebus tadi sama, Daffa maem dulu pisangnya. Eh kalian belum minum jus lho, nanti kalau ditanya mama kalian belum minum jusnya,” ucap Timah yang meletakkan pisang rebus yang baru dibuat bu Gendis.


“Minum dulu jusnya baru mainan lagi,” kata Satrio. Dia senang punya banyak adik.


Tentu saja Daffa dan Daanish menurut dengan Satrio karena anak-anak itu takut tidak dibuatkan mainan lagi.


Pagi ini ibu Gendis mengeluarkan jus alpukat.

__ADS_1


“Mas Iyok juga minum jusnya. Mau aku tambah su5u coklat atau bagaimana?”


“Kalau tambah su5u coklat harus dituang ke gelas dong. Nggak enak. Nggak usah lah, aku minum dari botol saja,” kata Satrio.


“Jadi tiap hari kamu bawa jus yang seperti ini?” tanya Satrio.


“Iya, Mbak Fitri membuat jus setiap hari sekaligus banyak lalu disimpan di freezer. Tiap pagi kami masing-masing bawa satu termasuk Mas Yanto. Itu dilakukan Mbak Fitri sejak 11 tahun lalu. Setiap hari Mas Yanto kerja harus bawa jus juga nasi. Terlebih Mas Yanto waktu itu kan masih sopir bus antar kota. Kalau tidak dibawakan seperti itu makannya tidak teratur. Apalagi makan seratnya.


“Biar praktis mbak Fitri nggak bikin pagi hari. Jadi bikin sudah dua tiga hari sebelumnya. Tinggal diambil sesuai kebutuhan mau rasa apa.”


“Kalau lagi dapet buah ya mungkin ada sirsak atau mangga kalau pas lagi musimnya. Tapi kalau nggak lagi musim ya paling yang ada saja misalnya jambu biji dan alpukat itu kan nggak pakai musim. Kadang ada melon tapi biasanya Mas Yanto enggak suka kalau melon yang hijau kalau melon yang kuning Mas Anto masih suka.”


“Kalau wortel dan tomat bagaimana?” tanya Satrio. Dia ingin menerapkannya di rumah untuk dirinya sendiri, setidaknya berdua dengan mbak Tria.


“Nggak ada juice wortel, tomat, dan pepaya. Nggak ada yang suka jus itu jadi enggak dibuatkan. Biasanya kalau pepaya Mbak Fitri tambahin irisan jeruk nipis dan gula pasir baru kami makan. tapi kalau di jus nggak ada yang suka.”


“Wah bisa juga tuh idenya aku contek. Aku sama Mbak Tria bisa bawa jus setiap hari sehingga kami juga bahwa asupan serat.” ucap Satrio.


“Kalau takut lupa bawa pulang lalu botolnya hilang lebih baik seperti ini. Beli botol kemasan ulang yang masih baru. Kami sih tetap bawa pulang tapi kan kadang lupa. Jadi kalau hilang tidak terlalu mahal seperti kalau bawa Tupperware atau tempat minum lainnya.”

__ADS_1


“Jadi Mbak Fitri beli juga botolnya?”


“Iya beli murah kok selusin dan kemasannya tergantung maunya kita ada yang 200 ml 300 ml atau 600 ml tapi biasanya Mbak Fitri bawakan kami yang 300 ml.”


“Oh ada yang gede juga?”


“Ada lah Mas. Tetap saja ada. Sama sampai 1 liter pun ada. Bahkan ada yang size galon kan? Tapi kalau untuk rutin yang 200 atau 300 mili cukuplah,” kata Fatimah.


“Baik nanti aku dan Mbak Tria akan diskusi lebih baik kami bawa yang 200-an mili saja.”


“Dan bentuk botolnya itu ada yang bulat juga ada yang kotak. Mbak Fitri suka yang katak, agar bisa beda dengan yang lain.


“Jadi nggak selalu bulat?”


“Enggak. Ada juga bulat tapi bawahnya besar.”


“Iya, ini soalnya aku lihat kotak. Aku aku jadi tertarik. Tentu lebih sehat bila kita bikin sendiri.”


“Kalau yang biasa mbak Fitri buat untuk dirinya yang no sugar. Kalau yang buat anak-anak biasa pakai madu. Yang lain dibuat less sugar. Kami bedakan dari warna tutup botol saja yang mana yang pakai madu dengan less sugar.”

__ADS_1


__ADS_2